
Sisa air mata Hera masih menggenangi di pipinya yang halus, Diandra mengambil tissue di samping dan kemudian menghapuskan sisa air mata Hera
"Kalau dia jodoh kamu, pasti dia akan kembali lagi tapi kalau bukan jodohmu mau bagaimana pun kamu ikat dia, dia pasti akan pergi dari mu, jangan dipaksa jika dipaksa itu akan menjadi hal yang tidak baik " kata Diandra sambil menasehati Hera
"Semoga Donny bisa buka hati buat gw ya " kata Hera mencoba tersenyum
"Amien tapi kalau pun bukan dia semoga kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari Donny, bahkan jauh jauh lebih baik dari Donny" kata Diandra menghibur Hera
"Eh iya gw lupa, elo mau tanya apa tadi? " tanya Diandra kepada Hera
"Iya gw mau tanya, elo apa tidak apa apa, Alfian deketin Sandra lagi? " tanya Hera ingin tahu
Diandra tersenyum mendengar pertanyaan Hera
"Yaah kalau dipikir pikir sih kenapa kenapa, tapi gw yakin kok Alfian bisa memegang janjinya, satu lagi gw anggap itu ujian buat kita berdua, dan elo tau sendiri kan kalo jodoh itu tidak akan kemana mana" jawab Diandra bijak
" Tapi Di, elo tahu sendiri kan Sandra itu orangnya seperti apa, posesif banget dan gw yakin Alfian bakal di awasin terus sama dia" kata Hera
"Alfian yang lebih mengerti sifatnya dia, bukan kita " kata Diandra
Mereka berdua langsung terdiam
"Daripada mikirin yang masih belum pasti bagaimana kalau kita tidur aja, sudah malam dan gw ngantuk" kata Diandra sambil menarik selimut
"Iya gw juga sudah mengantuk " kata Hera juga sama sama menarik selimutnya masing masing, dan mereka berdua sudah langsung jatuh tertidur
Sementara di kamar lain, Alfian dan Donny masih berbincang bincang
"Elo sebenarnya sama Hera gimana sih? " tanya Alfian ingin tahu
Donny langsung terdiam, sambil menghela nafas panjang, lalu dia pun berkata kepada Alfian
"Boleh ga gw cerita sama elo, tapi ini jadi rahasia antar kita berdua aja bagaimana? " tanya Donny meminta janji kepada Alfian
Alfian langsung menganggukkan kepalanya
"Ada apa? " tanya Alfian penasaran
"Sebenarnya gw sedang mencari teman kecil gw yang menghilang, seorang gadis kecil pemberani dengan mata yang bening" cerita Donny sambil menerawang ke atas langit langit, mengingat masa dulu waktu mereka masih kecil
"Gw dulu kalau elo tahu, kurus tidak terurus ditambah gw penakut, gw sering dibully sama temen temen gw saat itu, dan pada waktu itu gadis kecil itu selalu datang menolong gw, bahkan dia suka menantang mereka yang membully gw, kami seumuran, kami sering bermain bersama, bahkan gw ingat saat itu sebelum kita berpisah karena orang tuanya harus ditugaskan di luar negeri, dia janji akan datang buat gw tapi sekarang dia tidak lagi muncul di depan gw " cerita Donny sambil menghela nafas panjang
"Dan elo sampe sekarang masih nunggu tuh gadis yang ga jelas dimana? " tanya Alfian sedikit setengah tidak percaya, Donny hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Alfian
"Gw mau tanya bagaimana jika gadis kecil yang elo cari itu ternyata susah melupakan elo? " tanya Alfian lagi
__ADS_1
"Gw ga tau Alfian, gw cuman ikutin perasaan gw aja" kata Donny
"Gw cuman pengen bilang sama elo, jangan sampe elo nyesel, udah gitu aja " kata Alfian
Donny hanya diam tidak menjawab apa apa, matanya masih menerawang ke atas langit langit, membayangkan gadis kecil itu tersenyum kepadanya "Dimana kamu? " tanya Donny dalam hati, Alfian sudah mendengkur dari tadi yang kemudian disusul oleh Donny, matanya terasa berat dan kemudian dia pun kalah oleh rasa kantuknya
Keesokan harinya, Diandra dan Hera bangun agak sedikit siang karena semalam mereka tidur terlalu larut, Diandra melihat ke arah jendela, matahari sudah terbit dari umurnya, Diandra melihat sahabatnya masih meringkuk dengan selimutnya, Diandra segera bangkit dari tidurnya dengan sangat hati hati dia turun dari tempat tidurnya, dia berusaha agar tidak membangunkan sahabatnya, dia segera keluar menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Diandra kembali masuk ke dalam kamar tidur, disitu dia masih melihat sahabatnya masih belum bangun, Diandra lekas segera berganti pakaian dan kemudian keluar dari kamar dengan membuka dan menutup pintu dengan sangat hati hati sekali
Diandra segera pergi ke dapur, disana tampak bundanya sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi buat keluarga dan tamu yang menginap
"Pagi bunda" sapa Diandra tersenyum sambil mencium pipi bundanya
"Pagi juga sayang, Hera belum bangun? " tanya bunda Diandra sambil mencuci tangannya di wastafel
"Belum bunda, semalam kita tidurnya terlalu larut" jawab Diandra, sambil memperhatikan bundanya memotong motong sayuran dengan cekatan
"Rencana pagi ini sarapan apa bunda? " tanya Diandra
"Nasi uduk, bakwan sayur, berikut dengan berbagai printilan printilan nya " jawab bunda sambil tertawa
"Sini Diandra bantuin bunda biar cepat" kata Diandra menawarkan bantuannya, dan mereka pun mulai sibuk memasak
Sementara itu di dalam kamar tidur, Hera mulai terbangun dan dia menoleh ke samping Diandra sudah tidak ada di sebelahnya
Hera langsung bangun dari tempat tidur dan kemudian dia keluar dengan muka bantalnya, menuju ke dapur tempat dimana Diandra dan bundanya sibuk memasak
"Sudah bangun? " tanya Diandra yang sedang sibuk menggoreng bakwan
"Sudahlah " jawab Hera masih menguap, dia langsung masuk ke dalam dapur tanpa menyadari ada bunda disitu sedang sibuk membuat sambal
"Eh ada nak Hera, baru bangun? " tanya bunda begitu melihat Hera masuk dapur
"Tante... " sapa Hera sedikit kaget kalau disitu ada bunda Diandra
"Pagi tante" sapa Hera sambil nyengir
"Pagi anak cantik" jawab Bunda Diandra menyapa balik sambil tersenyum
Hera langsung menuju kulkas mengambil botol air yang berada di dalam kulkas dan kemudian menuangkannya di dalam gelas, lalu meminumnya dengan tandas
"Hera, mandi dulu sana, habis itu bantuin kita nyiapin sarapan pagi " kata Diandra menyuruh Hera untuk mandi
"Diandra kamu itu gimana sih, masak tamu disuruh bantu bantu, ga sopan itu namanya" kata bunda Diandra memarahi Diandra
__ADS_1
"Betul itu tante, ga sopan namanya " kata Hera mengompori bunda Diandra sambil memonyongkan bibirnya
"Dia mah bukan tamu bunda, lah tiap hari kalo dia bisa nginep disini, nginap disini bunda " kata Diandra membela dirinya sendiri
"Tetep aja tidak boleh Diandra " kata sang bunda
Sementara Hera menjulurkan lidahnya ke arah Diandra dari belakang bunda Diandra, meledek Diandra layaknya seperti anak kecil, Diandra yang melihat Hera meledek dirinya tanpa sepengetahuan bundanya langsung cemberut
"Tante aku mandi dulu ya" kata Hera dengan nada manja, membuat Diandra makin tambah sewot
"Bunda dia itu meledek aku dari tadi" adu Diandra masih dengan wajah cemberut
"Kalian ini berantem sudah kaya anak kecil" sahut bundanya kesal sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah dua anak gadis yang berantem karena urusan yang tidak jelas
"Gw masuk dulu ke dalam, mau mandi terus mau dandan cantik, masak yang benar ya.. bye bye " kata Hera sambil meledek, yang langsung mendapatkan lemparan serbet dari Diandra dan untungnya itu meleset karena begitu Diandra mau melemparkan serbet, Hera sudah lebih dulu menghindar sambil mentertawakan Diandra
"Dasar teman ga punya akhlak" gumam Diandra kesal
Sementara di kamar tamu, Alfian dan Donny sudah bangun, mereka sudah siap keluar kamar, begitu mereka keluar kamar, mereka mendengar kesibukan di ruang dapur
"Pagi tante, pagi Diandra " sapa Alfian terlebih dahulu
"Pagi semuanya" sapa Diandra dan bunda secara serempak
"Mana Hera, apa masih tidur dia? " tanya Alfian sambil mencibir sahabat nya Hera yang suka telat bangun pagi
"Dia lagi mandi, kamu mau kopi atau teh? " tanya Diandra kepada Alfian
"Gw ga ditanyain Di? " tanya Donny sambil menggoda Diandra
"Eh loe bikin sendiri, ga ada tuh suruh suruh Diandra, kalau ga suruh Hera yang buatin buat elo" kata Alfian langsung sewot begitu mendengar Donny meminta Diandra untuk dibuatin minuman
"Yee sewot, kalau Diandra mau gw juga ga akan menolak" jawab Donny dengan santai
"Ga ada ya..Di jangan buatin minuman untuk Donny, biar dia sendiri aja yang bikin atau suruh Hera yang bikin, kamu ga boleh" kata Alfian kepada Diandra
"Apaan sih kamu, ga malu didengar sama bunda" omel Diandra kepada Alfian
Bunda yang mendengar itu langsung tersenyum lebar
"Biar bunda yang bikinkan minum sekalian buat ayah" kata bunda langsung menyiapkan teko untuk membuat minuman buat para pria
"Tapi bunda mau bangunkan ayah dulu, baru nanti bunda akan buatkan" kata bundanya
"Tidak usah bunda, biar Diandra aja yang bikin tapi setelah membawa makanan makanan ini ke ruang makan" kata Diandra menatap bundanya
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, bunda bangunkan ayah dulu" kata bundanya meninggalkan mereka bertiga didalam dapur