Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 121


__ADS_3

Donny menceritakan kisah tentang pertemuan antara dengannya dan seorang gadis kecil, dimana mereka berdua sering bermain bersama di taman ini, Hera mendengarkan cerita tentang itu dengan penuh perhatian sambil menatap wajah Donny dengan penuh rasa tertarik


Dan yang terakhir kali setelah Donny mengakhiri ceritanya, Donny mengambil sesuatu dari dalam saku celananya, sebuah photo yang sudah sedikit usang, Donny memperlihatkan langsung photo tersebut kepada Hera, Hera langsung mengambil photo tersebut dan menatap photo itu dengan teliti, seorang gadis kecil dengan rambut diikat dua sambil tersenyum manis


Hera masih menatap photo itu dengan seksama


"Apakah itu kamu?" tanya Donny kepada Hera, menatap Hera dengan pandangan ingin tahu


Hera mengembalikan photo tersebut kepada Donny, lalu menatap Donny dengan pandangan datar


"Elo dapat photo ini darimana?" tanya Hera ingin tahu


Donny langsung menatap Hera dengan pandangan bertanya


"Kenapa memangnya?" tanya Donny ingin tahu


"Gw pernah diceritakan sama orang tua gw, kalau gw pernah kecelakaan hingga amnesia, jadi gw benar benar tidak ingat sama sekali" jawab Hera dengan nada jujur kepada Donny, Donny yang mendengar ucapan Hera langung terdiam sesaat


"Jujur sebenarnya gw ga ngerti dan gw baru mendengar cerita dari elo" ucap Hera dengan suara datar


"Siapa nama panjang kamu?" tanya Donny tiba tiba kepada Hera sambil menatap Hera dengan pandangan ingin tahu


"Memangnya kenapa ?" tanya Hera balik


"Dia selalu menyebutkan dengan sebutan Rara, pengasuhnya sering memanggil dia dengan sebutan Rara


Hera langsung terdiam sesaat, dia sepertinya sedang memikirkan sesuatu


"Satu lagi gw pernah melihat photo keluarga elo, dan disana ada photo elo bersama dengan kedua orang tua elo" cerita Donny kepada Hera


Hera langsung terdiam mendengar cerita dari Donny, Hera sedang mengingat ingat sesuatu, namun tiba tiba kepala Hera langsung menjadi sakit, dia sampai memegang kepalanya


"Hera elo kenapa, elo ga apa apa kan?" tanya Donny dengan suara panik, Hera masih sambil memegang kepalanya sambil merintih kesakitan


"Hera please jawab pertanyaan gw, elo baik baik saja kan jawab gw Hera !" teriak Donny


Dan tiba tiba Hera langsung jatuh pingsan


"Hera, bangun ayo bangun!" teriak Donny sambil mengguncang guncangkan tubuh Hera, Donny langsung segera mengangkat tubuhnya Hera dan dibawa menuju ke mobil Donny


Donny meletakkan tubuh Hera di belakang kursi penumpang, Donny segera naik ke kursi pengemudi dan menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya sekencang mungkin untuk menuju ke rumah sakit terdekat


"Hera please bangun dong" kata Donny sambil menyetir mobil, namun Hera masih tidak kunjung bangun, matanya masih terpejam hingga Donny membelokkan mobilnya ke rumah sakit yang terdekat


Donny segera memarkirkan mobilnya ke parkiran mobil, dan dia langsung membopong tubuh Hera menuju ke ruang instalansi gawat darurat


"Dokter, suster tolong kami!" teriak Donny kepada dokter dan suster jaga disitu, mereka langung dengan cekatan menaruh Hera di tempat tidur rumah sakit


Dokter jaga langsung segera bertindak, dia memeriksa Hera dengan teliti dan cekatan


"Apa yang terjadi?" tanya Dokter jaga itu setelah memeriksa Hera


"Kami tadi mengobrol di taman yang ada danau di tengah tengah itu dan tiba tiba dia mengeluh sakit kepala yang tiba tiba lalu kemudian dia langsung pingsan begitu saja, lalu saya membawakan ke rumah sakit ini" jawab Donny dengan rinci


"Apa sebelumnya pernah ada sesuatu yang menyebabkan sakit kepalanya hilang dan timbul?" tanya dokter jaga kepada Donny dengan nada serius


"Tadi dia sempat bilang kalau dia pernah mengalami amnesia, dan tiba tiba setelah berbicara seperti itu dia berteriak jika kepalanya terasa sangat sakit sekali lalu tiba tiba dia pingsan begitu saja" jawab Donny dengan sedikit panik sambil menatap wajah pucat Hera yang sedang tertidur


"Dok apa dia tidak apa apa?" tanya Donny dengan nada cemas kepada dokter jaga yang ada disana


"Tidak apa apa, jika dia pernah mengalami trauma atau apapun itu sebaiknya jangan dipaksa untuk mengingatnya, biarkan dia mengingatnya sendiri dan sekarang biarkan dia beristirahat terlebih dahulu" jawab Dokter jaga tersebut menatap Donny


"Jika dia sudah sabar, panggil saya" kata dokter jaga itu, yang diiyakan oleh Donny, dokter jaga itu langsung pergi dari hadapannya Donny


Donny sendiri langsung menghampiri Hera yang masih terbaring di tempat tidur, dia masih tertidur dan belum terbangun, Donny berharap ketika Hera terbangun, Hera bisa mengingat semuanya namun jika tidak pun itu tidak menjadi masalah buat Donny karena sekarang hatinya sudah yakin bahwa Hera adalah gadis kecil itu


Handphone berdering dari saku bajunya Donny, Donny langsung mengangkat handphone tersebut tanpa melihat siapa yang menelpon dirinya


"Don, elo dimana?" tanya Alfian dari arah seberang


"Gw lagi di rumah sakit sekarang" jawab Donny


"Loh memangnya siapa yang sakit?" tanya Alfian heran


"Hera tiba tiba pingsan" jawab Donny pelan masih menatap Hera yang terpejam


"Kok bisa Hera masuk rumah sakit, ada apa sebenarnya?" tanya Alfian kaget

__ADS_1


Diandra yang mendengar Hera masuk rumah sakit, langsung terkejut mendengarnya, dia langsung memberi kode kepada Alfian untuk membuat loud speaker di handphonenya, Alfian menuruti kode dari Diandra


"Entahlah Alfian, gw sendiri ga tahu tiba tiba dia memegang kepalanya dan mengeluh sakit lalu tiba tiba dia jatuh pingsan" jawab Donny dengan suara cemas


"Sekarang kalian berada di mana?" tanya Alfian ingin tahu


"Rumah sakit" jawab Donny pendek


"Gw juga tahu kalian ada di rumah sakit siapa bilang kalian ada di dukun" ujar Alfian kesal dengan jawaban dari Donny


Akhirnya Donny memberitahukan alamat rumah sakitnya tempat dimana Hera sedang dirawat


"Gw kesana, tunggu gw disana" ujar Alfian kepada Donny, Alfian langsung menutup handphonenya tanpa memberikan kesempatan untuk Donny menjawab ucapannya


"Aku ikut Alfian" kata Diandra yang dijawab anggukan Kepala Alfian, Alfian langsung menyambar kunci mobil dan berjalan tergesa ke garasi mobil, sementara Diandra mengikuti Alfian dari belakang menuju ke garasi mobil Alfian


Namun belum sempat Alfian naik mobil tiba tiba Diandra teringat sesuatu


"Alfian kita belum pamit sama mama kamu" kata Diandra cepat


Alfian langsung menepuk jidatnya, lalu menatap Diandra dengan penuh permohonan


"Ya sudah biar aku yang kesana untuk pamit" ujar Diandra, Alfian kembali tersenyum menganggukan kepalanya


"Aku tunggu kamu di depan" kata Alfian yang dibalas oleh anggukan kepala Diandra, Diandra masuk ke dalam untuk pamit kepada mamanya Alfian sementara Alfian sendiri langsung menyalakan mobil sportnya dan meminta tolong kepada pelayan rumah untuk membuka pintu garasi mobilnya agar dia bisa lewat


"Tante mohon maaf menganggu waktunya, saya dan Alfian ijin keluar dulu" kata Diandra dengan sopan, saat itu Nyonya Francie sedang berada di taman dan sedang menikmati suasana taman yang dia rawat sendiri dengan tangannya


Nyonya Francie menoleh kepada Diandra, dia tersenyum sambil berdiri berjalan ke arah Diandra


"Memangnya kalian akan pergi kemana?" tanya Nyonya Francie ingin tahu sambil menatap wajah Diandra yang terlihat cemas dan khawatir


"Teman saya Hera tante sedang dirawat di rumah sakit" jawab Diandra


"Loh kok bisa, padahal tadi disini dia baik baik saja?" tanya Nyonya Francie kaget dan bingung


"Saya juga tidak tahu tante kenapa bisa begitu, ini kita mau pergi ke rumah sakit" jawab Diandra masih dengan nada bingung


"Ya sudah kalau begitu hati hati di jalan, kamu jalan sama Alfian kan?" tanya Nyonya Francie


"Iya Tante saya pergi sama Alfian" jawab Diandra lagi


Nyonya Francie dan Diandra menuju ke depan pintu rumah, Diandra diantarkan langsung oleh nyonya Francie, dan disana sudah ada Alfian yang menunggu dirinya


Nyonya Francie melihat Alfian yang berada di dalam mobi langsung menghampiri Alfian anaknya


"Alfian ingat kamu jangan ngebut, hati hati kamu bawa mobilnya" kata Nyonya Francie kepada anaknya Alfian


Alfian yang sudah berada di dalam mobil langsung menoleh ke arahnya mamanya dan memberikan jempol kepada sang mama, Nyonya Francie langsung membuka pintu mobil untuk Diandra dan menyuruh Diandra untuk masuk ke dalam


"Terima kasih ma" kata Diandra tidak enak hati, Nyonya Francie Langsung mengangguk sambil tersenyum simpul kepada Diandra


Alfian langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke alamat rumah sakit yang sudah diberikan oleh Donny kepadanya


"Kira kira Hera kenapa?" tanya Alfian memecahkan kesunyian di dalam mobilnya


Diandra menggeleng pelan, karena selama ini dia tidak tahu jika Hera pernah sakit, dia selalu melihat Hera dalam kondisi cukup baik dan terlihat tidak terjadi apa apa dengan dirinya, jarang Diandra melihat Hera sakit bahkan hampir tidak pernah, menurut Diandra justru Hera adalah anak yang tidak pernah mengeluh dan ceria, jika pun sakit hanya sakit biasa itupun sembuhnya cepat, Hera adalah anak yang kuat menurutnya


Mereka kembali terdiam dalam perjalanan menuju rumah sakit, banyak pertanyaan dan asumsi yang berkecamuk di kepala Diandra namun Diandra tidak bisa menemukan jawabannya sendiri


Mobil Alfian berbelok ke rumah sakit, dan dia memarkirkan mobilnya disana tepat disamping mobilnya Donny, setelah dirasa aman, mereka berdua menuju ke ruangan instalansi Gawat Darurat tempat dimana Hera dirawat sementara disana


Sesampainya mereka berdua di ruang IGD, Diandra langsung berjalan tergesa gesa menemui Hera, tampak Donny yang sedang menunggu Hera disana, saat itu Hera sudah sadar namun wajahnya masih terlihat pucat


Diandra memandangi Donny dan Hera secara bergantian dan langsung menghampiri Hera


"Loe kenapa Hera?" tanya Diandra dengan perasaan khawatir sambil memegang tangan Hera


"Santai gw ga apa apa kok" jawab Hera tersenyum kepada Diandra


"Bohong banget , kalau elo ga apa apa ga mungkin elo pingsan" kata Diandra mendesak Hera untuk berkata jujur


"Beneran Di, gw ga apa apa, gw cuman tiba tiba pingsan aja" kata Hera mencoba meyakinkan Diandra agar tidak khawatir dengan dirinya


Alfian yang melihat Donny sedang duduk diam, langsung menepuk bahu Donny dan mengajaknya untuk ikut dengan Alfian ke luar ruangan IGD


"Gw keluar dulu" kata Donny kepada Hera sambil berdiri

__ADS_1


"Emang kalian mau kemana ?" tanya Hera dengan penuh rasa ingin tahu


"Beli minum, ada yang mau nitip?" tanya Donny menatap mereka berdua secara bergantian


"Air mineral yang dingin saja" jawab Diandra


"Elo apa?" tanya Donny kepada Hera


"Samain saja" jawab Hera singkat


Donny langsung keluar menyusul Alfian yang sudah ada di luar ruangan


Sebelum Alfian bertanya lebih lanjut, Donny sudah mengajak dirinya untuk ke kantin,


"Kita bicara di kantin saja" ucap Donny kepada Alfian sambil berjalan menuju kantin rumah sakit yang letaknya tidak jauh dari tempat dimana Hera dirawat


Kantin rumah sakit itu tidak terlalu penuh oleh pengunjung rumah sakit, sehingga Alfian dan Donny dapat mencari tempat duduk dengan leluasa, dan mereka memilih tempat duduk di dekat jendela, mereka memesan makanan dan minuman kepada pelayan yang ada di dekat mereka


"Apa yang terjadi?" tanya Alfian dengan tidak sabar, setelah pelayan itu pergi


"Gw menceritakan semuanya kepada Hera, dan Hera sendiri awalnya tidak bereaksi apa apa sama cerita gw, bahkan dia menatap dengan wajah bingung ke arah gw" cerita Donny sambil menghela nafas panjang


"Lalu?" tanya Alfian menatap Donny dengan serius


"Gw lalu mengeluarkan sebuah poto lama, lalu gw berikan kepada dia dan gw memanggil dia dengan sebutan Rara sama seperti dulu ketika salah satu pelayannya memanggil dia dengan sebutan Rara, dan tiba tiba dia memegang kepalanya lalu berteriak kalau kepalanya terasa sangat sakit" cerita Donny


"Dia sendiri bilang kalau dia terkena amnesia karena sebuah kecelakaan, yang dimana dia masih belum mampu untuk bisa mengingat itu semuanya dan setelah itu tiba tiba dia pingsan begitu saja" kata Donny mengakhiri ceritanya


Alfian yang mendengar itu langsung terdiam, dan tidak lama kemudian pesanan mereka datang, Donny menyeruput es teh manis yang dia pesan, untuk membasahi tenggorokannya yang dari tadi sudah kering


"Gw juga tadi bertemu dengan temannya Hera, Alex dan gw merasa ada seuatu tentang Alex yang gw sendiri juiga penasaran dengan dia" kata Donny dengan suara serius


"Alex?" tanya Alfian menatap Donny dengan pandangan bertanya dan dengan pandangan serius, otak pintar Alfian langsung bekerja lalu dia kemudian bertanya lagi kepada Donny


"Apa Alex yang kita maksud itu adalah Alex dari pemilik perusahaan Caraka yang ingin bekerjasama dengan kita?" tanya Alfian memandang serius kepada Donny, meminta jawaban kepada Donny


Donny langsung menatap serius Alfian dan kemudian dia langsung menepuk jidatnya sendiri


"Elo benar, mungkin itu Alex yang dimaksud tapi bukankah nama Alex itu ada banyak yah, bahkan terdengar sangat umum di telinga?" kata Donny kepada Alfian sambil bertanya balik menatap Alfian dengan penuh rasa penasaran


"Entah kenapa feeling gw kalo dia itu adalah Alex yang kita maksud, tapi ga baik kalau kita hanya menduga duga, gw akan mencoba mencari tahu" jawab Alfian sambil berpikir


"Masalah satu belum selesai ada lagi masalah yang lainnya" keluh Donny sambil menghela nafas panjang


"Elo tenang aja, kali ini gw akan minta tolong Andrew dan Tonny untuk mencari tahu tentang Alex yang elo maksud" ucap Alfian dengan santai


"Kenapa harus mereka?" tanya Donny bingung


"Elo ga tahu kalau mereka berdua paling ahli dalam mengorek informasi, ingat gag dulu kasus skandal si Andrew yang bikin orang tuanya blingsatan sampai Andrew diusir dari rumah terus numpang tidur di apartemen gw?" kata Alfian sambil bertanya balik ke Donny, Donny langsung berpikir sebentar dan kemudian dia langsung mengangguk


"Loe tau kan apa yang mereka berdua lakukan, mereka langsung mencari informasi siapa yang membuat skandal koor seperti itu, dan akhirnya terungkap kalau Andrew tidak bersalah terus bapaknya malah minta maaf sama Andrew karena tidak mempercayai anaknya sendiri, sayangnya setelah dari itu hubungan mereka berdua menjadi renggang" ucap Alfian sedikit sedih


Donny yang mendengar itu langsung terdiam, Donny sendiri ada pada saat dimana Andrew sahabat mereka benar benar terpuruk, skandal itu membuat mereka tidak bisa tidur berpikir bagaimana caranya agar bisa membersihkan nama Andrew apalagi saat itu bukti bukti mendukung ke arah Andrew sahabatnya, yang ternyata dalangnya adalah musuh rekanan ayahnya sendiri


Sahabatnya Andrew dijebak oleh musuh rekanan ayahnya, ayahnya Andrew adalah salah satu pengusaha yang cukup disegani di kalangan mereka, dan ayahnya Andrew sendiri sangat menjaga nama baik keluarganya baginya nama baik keluarganya adalah nomor satu diatas segala galanya


Andrew sendiri adalah anak satu satunya pria didalam keluarganya itu, dia juga mempunyai dua orang adik perempuan, hingga suatu ketika Andrew diundang oleh salah satu temannya pergi ke sebuah acara pesta di rumah temannya itu, Andrew pergi tanpa menceritakan kepada ketiga sahabatnya sehingga baik Tonny, Alfian dan Donny tidak tahu apa apa tentang apa yang terjadi dengan Andrew


Hingga keesokan harinya, tiba tiba mereka bertiga terkejut ada berita tentang Andrew di televisi yang disiarkan secara langsung oleh semua stasiun televisi , semua stasiun televisi mengabarkan jika Andrew menggunakan barang haram dan sedang tidur bersama dengan para wanita yang ada di pesta itu


Andrew juga dikabarkan saat peristiwa itu terjadi dia sedang mabuk dan teler, bahkan terlihat di layar kaca Andrew sedang dibawa ke kepolisian untuk dimintai keterangannya, namun sayangnya Andrew bersikeras tidak mengaku karena dia memang benar benar tidak merasa menggunakan barang haram itu, dia memang mengakui kalau saat itu dia memang sangat mabuk dan mencari tempat untuk tidur sebentar


Temannya itu langsung menunjukkan sebuah kamar untuk Andrew, dan disana diakui juga tidak ada siapa siapa karena saat itu Andrew langsung tidak sadarkan diri hingga pagi menjelang, dan betapa terkejutnya Andrew saat itu Andrew sudah bertelanjang dan disebelahnya ada dua orang wanita yang dia tidak tahu siapa


Ayahnya yang mengetahuib hal terebut sangat marah besar, sham perusahaan ayahnya langsung anjlok total, dan Andrew dituduh melakukan hal yang memalukan buat keluarganya, hingga akhirnya ayahnya langsung turun tangan, memberikan uang kepada media televisi dan internet serta memberikan jaminan kiepada pihak kepolisian, agar kasus ditutup dan Andrew direhabilitaasi di pusat rehabiitasi karena air urinenya postip menggunakan barang haram berupa nikotin dan sejenisnya


Keluar dari tempat rehabiitasi, ayahnya langsung mengusir Andrew, dia dianggap sebagai anak yang telah mencoreng keluarganya dan sudah membuat malu, hingga Alex menumpang di rumah Alfian sambil mencari tahu kebenarannya dan membersihkan nama baiknya, hingga dia sendiri bersama Tonny memutuskan untuk mencari cari informasi siapa yang berusaha menjebaknya dimulai dari temannya yang mengundang Andrew datang ke pesta malam itu


Temannya itu menceritakan semuanya kepada Tonny yang saat itu Tonny berpura pura menyamar sebagai seorang wartawan yang sangat tertarik dengan kisah Andrew dan berniat menjualnya kembali, Tonny memberikan imbalan yang cukup besar jika temannya bisa menceritakan siapa dalang di balik itu semua, temannya langsung setuju ketika tahu Tonny membayarnya dengan angka yang cukup mahal, yang akhirnya temannya menceritakan semua kronologinya yang dimana Tonny merekamnya secara diam diam disana tanpa orang itu menyadari jika dirinya sedang direkam oleh Tonny


Rekaman tentang penjebakan itu langsung diberikan kepada Andrew dan oleh Andrew langsung diberikan kepada pihak kepolisian dan meminta nama baiknya dia dibersihkan lewat media internet maupun televisi, dan mereka yang telah menjebak Andrew mendapatkan tuntutan hukum dari Andrew dan perusahaan ayahnya yang hampir turun kembali naik karena publik kembali percaya


Namun hubungan ayahnya dengan Andrew memburuk, berkali kali ayahnya datang ke apartemen Andrew berkali kali pula ditolak oleh Andrew dia mengatakan kepada ayahnya kalau dirinya sudah memaafkan ayahnya, tapi dia berharap untuk ke sananya ayahnya jangan berharap Andrew bisa kembali, dan ayahnya menerima keputusan Andrew namun ayahnya juga memberitahu kepada Andrew jika dia ingin kembali pintu rumah mereka kembali terbuka lebar untuk Andrew


Donny mengingat kejadian dimana Andrew benar benar terpuruk saat itu, bahkan dia selalu ada di apartemen Alfian hanya sekedar untuk tinggal karena apartemen Andrew sudah langsung diambil aksesnya oleh ayahnya


Hingga Alfian memutuskan untuk membuat klub dimana Andrew lah yang bertugas untuk mengelola klub itu, Andrew sangat setuju dengan ide dari Alfian, bahkan klub itu dengan tangan dinginnya Andrew menjadi ramai bahkan tak jarang orang orang penting datang ke club mereka

__ADS_1


Andrew sudah mengikhlaskan perusaahan diambil alih oleh adik adiknya, bahkan pernah adik adiknya datang untuk meminta dia menjadi komisaris perusahaan menggantikan ayah mereka, Andrew langsung menolak dia berkata kepada kedua adiknya kalau dia lebih menikmati bisnisnya yang sekarang ini dan menyuruh kedua adiknya untuk pulang


Namun meski begitu setiap kali dia diundang ke acara keluarga mereka seperti ulang tahun pernikahan orang tuanya atau ulang tahun orang tuanya atau adik adiknya, dia sering datang dengan membawa hadiah yang membuat para tamu undangan terpukau dengan hadiah dari Andrew, dan Andrew merasa bangga hadiah yang dia berikan adalah hasil dari kerja kerasnya selama ini tanpa menggantung kepada kedua orang tuanya


__ADS_2