
Hera langsung bangun dari tempat tidurnya, nasehat bunda terhadap dirinya adalah benar, dia harus kembali seperti semula dan kali ini biarlah dia yang diam, kalau memang Donny benar benar serius dengan ucapannya pasti dia akan berusaha untuk menaklukkan hatinya dengan caranya, Hera sudah cukup berjuang selama ini untuk bisa menaklukkan hati Donny
Hera keluar dari kamar untuk pergi ke kamar mandi, dia merasa badannya sangat lengket dan rambut yang berantakan dan Hera memutuskan untuk mandi terlebih dahulu dan kemudian makan siang meski terlambat
Sementara itu di suatu restoran yang cukup mewah tampak tiga orang sedang duduk menunggu pesanan makanan mereka, mereka tidak lain adalah Nyonya Francie. Alfian dan Diandra
"Gimana sama restoran pilihan mama ini?" tanya Nyonya Francie sama anaknya
"Bagus sih ma, mahal dan mewah cuman mana yang katanya mama banyak yang datang makan kalau lagi makan siang, kayaknya ga ada tuh hanya beberapa orang yang masuk kesini?" tanya Alfian sambil setengah meledek mamanya
"Loh ini termasuk banyak Alfian, coba kamu liat ada berapa orang yang masuk?" bisik Nyonya Francie sambil menyuruh Alfian anaknya menghitung jumlah pengunjung yang datang ke restorant itu
"Paling banyak juga sepuluh orang, lagian memangnya mama pikir Alfian ga ada kerjaan apa menghitung pengunjung yang datang" jawab Alfian kesal kepada mamanya yang kadang suka absurd sendiri
"Nah itu kan termasuk banyak Alfian, memangnya kamu pikir banyak itu berapa?" tanya Nyonya Francie kesal sama anaknya yang terkadang suka keras kepala
"Seratus orang " jawab Alfian asal
Nyonya Francie langsung melotot ke arah Alfian
"Itu pasar Alfian" ujar Nyonya Alfian tidak mau kalah
"Mamah salah itu kuburan bukan pasar" jawab Alfian lagi
"Alfian mau kamu jadi anak yang durhaka melawan orang tua terus?" tanya mamanya sambil sedikit mengancam
"Mama mesti begitu, ancamannya seperti itu" kata Alfian dengan bibir manyun
Diandra hanya tertawa mendengar perdebatan mereka berdua
"Di kamu jangan ketawa ketawa terus, masa calon suami kamu diperlakukan seperti ini kamu malah menonton sambil tertawa" ucap Alfian kepada Diandra dengan wajah yang cemberut
"Sorry sorry, aku ga bisa belain kalian berdua, aku hanya bisa ikut tertawa" kata Diandra dengan wajah sedikit menyesal tapi tidak bisa menyembunyikan tawanya, hingga tiba tiba ada suara pesan masuk dari bunda dan Diandra langsung membaca isi pesan tersebut
__ADS_1
'Di kamu kalau bisa nanti pulang cepat, kasihan Hera'
'Baik bunda '
"Dari siapa Di?" tanya Alfian begitu melihat wajah Diandra yang langsung berubah serius
"Dari bunda, suruh aku langsung pulang cepat, Hera butuh teman" jawab Diandra sambil menghela nafas panjang
Alfian langsung diam mendengar jawaban dari Diandra
"Ada apa dengan sahabat kalian?" tanya Nyonya Francie kepada mereka berdua secara bergantian
"Biasa mah, masalah percintaan" jawab Alfian
Tidak lama kemudian pesanan makanan mereka langsung datang, para pelayan melayani mereka satu persatu, dan setelah tugas mereka selesai, para pelayan itu berlalu dari hadapan mereka
"Ayok kita makan" ajak Nyonya Francie kepada mereka berdua
Diandra yang mendengar itu langsung terdiam
"Kalau aku mah kapan saja mau, tapi itu semua tergantung sama Diandra yang minta enam bulan atau masalah aku dengan Sandra berakhir" jawab Alfian sambil melirik ke arah Diandra
Nyonya Francie langsung menatap Diandra meminta kepastian dari Diandra dengan tatapan seriusnya, akhirnya Diandra membuka suara mengenai pernikahan mereka
"Saya ingin dilakukan secepatnya saja Tante, mengingat enam bulan waktu yang cukup lama buat kamu berdua meski waktu pertama kali ketika lamaran itu saya yang meminta enam bulan, itu hanya karena saya merasa tidak yakin dengan Alfian " jawab Diandra dengan suara serius
"Bagus, karena Tante merasa kalian sudah sangat dekat sekali, dan tidak baik kalau terlalu lama, Tante mau tanya sama kamu apa sekarang kamu sudah yakin dengan Alfian?" tanya Nyonya Francie dengan wajah serius
"Saya yakin Tante" jawab Diandra tegas menatap mata Nyonya Francie dengan penuh keyakinan
"Tapi" kata Diandra agak ragu
Alfian langsung menoleh ke arah Diandra
__ADS_1
"Tapi apa ?" tanya mereka bersamaan
"Bagaimana dengan Sandra Tante?" tanya Diandra menundukkan kepalanya
"Masalah itu gampang dan mudah, makanya besok tante sengaja mendatangkan kamu agar mamanya Sandra tahu kalau Alfian sudah punya calon isteri, dan Tante akan meminta pada mamanya untuk memberi tahukan kepada anaknya Sandra jangan lagi menganggu Alfian" jawab Nyonya Francie dengan tatapan serius
"Dan masalah Sandra, Tante akan membantu sebisa mungkin untuk dia mengakui semua perbuatannya" ucap Nyonya Francie kepada mereka berdua kali ini dengan suara tegas
"Tapi kita sedang mencari bukti bukti kalau itu semua adalah Sandra yang melakukannya" ucap Alfian kepada Nyonya Francie dengan suara serius
"Kalian terlalu lama bergeraknya, sekarang biar mamah sama papamu yang membereskan urusan ini, dan mengenai Hartawan kamu jangan khawatir semua bukti sudah kami kumpulkan, mama yakin keluarga mereka tidak lagi menganggu kalian, dan kalian bisa menyiapkan pesta pernikahan kalian" ucap Nyonya Francie
Nyonya Francie merasa kalau mereka tidak didesak untuk menikah khawatir akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan, apalagi Alfian sudah sering menginap di rumah Diandra, Nyonya Francie tidak ingin ada rumor rumor negatif tentang mereka berdua kelak, dan sebenarnya tujuan nyonya Francie untuk datang ke kantor Alfian hanya untuk menanyakan keseriusan pernikahan mereka berdua, dan kalau tidak ditodong pertanyaan seperti ini mereka pasti belum akan memikirkan tentang pernikahan mereka sendiri hanya karena urusan masalah Sandra yang masih belum kelar kelar juga
Sementara Diandra sendiri tidak menyangka kalau dirinya akan ditodong pertanyaan mengenai pernikahan oleh calon mertuanya, hingga mau tidak mau dia harus memajukan pernikahan mereka berdua dari waktu yang semula, dan memang benar adanya jika ditunda tunda khawatir terjadi hal hal yang tidak diinginkan, apalagi melihat Alfian sudah mulai agresif terhadap dirinya jadi mau tidak mau Diandra mengamini keputusan dari Nyonya Francie
"Baik kalau begitu pernikahan akan dilakukan satu bulan kedepan" putus Nyonya Francie secara tegas kepada mereka berdua, dan kali ini keputusannya tidak dapat diganggu gugat oleh mereka
"Apa itu tidak kecepatan Tante?" tanya Diandra memberanikan diri untuk bertanya
Nyonya Francie menatap serius ke arah Diandra
"Maksudnya?" tanya Nyonya Francie menatap Diandra dengan tatapan tajam kali ini
"Karena persiapan pernikahan membutuh kan waktu yang cukup lama, karena kita harus menyiapkan undangan dan sebagainya " jawab Diandra yang sedikit ragu jika bisa dalam satu bulan acara pernikahan sudah bisa dilaksanakan
Nyonya Francie langsung tersenyum mendengar jawaban dari Diandra
"Kamu tenang saja, semuanya bisa diatur, kamu hanya cukup memilihkan gaun mana yang kamu suka dan selanjutnya kamu tinggal duduk manis di pelaminan, dan satu lagi saya ingin bertemu dengan kedua orang tuamu juga untuk membicarakan tentang masalah ini, mungkin besok" ujar Nyonya Francie menatap Diandra dengan penuh perhatian
"Besok siang kebetulan mereka ada di rumah Tante, Tante bisa datang ke rumah kapan saja " jawab Diandra lugas
Setelah membicarakan itu semua Nyonya Francie menganggukan kepalanya puas, dia merasa tujuannya kali ini berhasil sesuai dengan harapannya
__ADS_1