
"Loe sebenarnya mau cerita apa gag sih?" tanya Amel akhirnya kesal juga, menghadapi tingkah laku Sandra yang tidak jelas itu
Sandra yang mendengar Amel kesal terhadap dirinya langsung membuka matanya dan menegakkan tubuhnya yang dari tadi bersandar di sandaran sofa
"Sepertinya elo gag suka kalau gw datang kesini" sindir Sandra sambil menatap Amel dengan suara tajam
"Bukan begitu Sandra, elo dateng ga ada badai, ga ada hujan tiba tiba elo marah marah sendiri tidak jelas, dan elo sampai membentak pelayan gw yang ga tau apa apa hanya karena dia berjalan di depan elo" sahut Sandra dengan suara serius kali ini
"Elo itu benar benar berubah yah sekarang, beda sama Amel yang pernah gw kenal dulu" ucap Sandra dengan suara dingin sambil menatap Amel dengan tatapan tajam kepada Amel
"terserah elo dah Sandra, mau bilang apa tentang gw, yang jelas elo datang kesini mau marah marah apa mau cerita?" kata Amel dengan suara pelan, dia malas berdebat dengan Sandra karena melihat watak Sandra yang hanya mau menang sendiri
Sandra yang mendengar itu langsung diam seketika
"Gw mau curhat" ucap Sandra pada akhirnya, Amel memandang Sandra sambil menunggu curhatannya, namun sebelum Sandra curhat, seorang pelayan datang membawakan minuman untuk mereka, sambil menunggu pelayan itu menaruh minuman dan cemilan di atas meja, mereka berdua terdiam sebentar, dan setelah selesai pelayan itu pergi dari hadapan mereka, Amel kembali memandangi Sandra dan menunggu Sandra untuk bercerita
"Gw masih belum ketemu sama orang itu" keluhnya
"Siapa?" tanya Amel ingin tahu
"Yang memberikan aku obat tidur untuk Alfian" kata Sandra agak sedikit kesal
"Memangnya untuk apa elo mencari dia lagi, minta obat tidur lagi?" tanya Amel sedikit menyindir Sandra
"Bukan itu Amel, gw pengen dia mau bertanggung jawab degan cara mengakui semua perbuatan dia kepada Alfian" kata Sandra sedikit gemas kepada Amel
Amel yang mendengar itu langsung tertawa terbahak bahak , hingga dia memegang perutnya sendiri, merasa geli dengan jalan pikiran Sandra
"Kenapa elo itu tertawa?" tanya Sandra kesal melihat Amel tertawa seperti seakan menghina dirinya
"Jelasin kenapa elo tertawa Amel" kata Sandra dengan suara kesalnya
Sebelum Sandra mrh terhadap dirinya, Amel langsung memberhentikan tawanya sambil mengusap air matanya
"Elo tahu kenapa gw tertawa, gw mentertawakan jalan pikiran elo paham gag" kata Amel kali ini sedikit serius
"Maksud elo apa?" tanya Sandra mulai tidak terima dengan perkataan Amel
"Elo sekarang mikir deh, mana ada penjahat yang mau menyerahkan diri ketika sudah melakukan kejahatannya , dia pasti kabur kan dan lagian itu juga salah elo, buat apa juga elo sampe ikutin saran yang ga jelas dari orang yang ga jelas" ucap Amel sambil menggeleng gelengkan kepala
Yang dia tahu Sandra ini anaknya cerdik sekali, tapi kalau sudah jatuh cinta rasanya sandra berubah menjadi wanita yang sangat bodoh sekali, bahkan melakukan hal hal yang ada di luar nalar, Amel tiba tiba merasa kasihan kepada sahabatnya ini
"Terus gw harus bagaimana?" tanya Sandra perlahan, dia sendiri bingung tidak tahu harus bagaimana, apalagi dia malah meminta Alfian untuk bertemu dan meminta penjelasannya
"Alfian minta gw bertemu" kata Sandra dengan suara pelan
"Bagus dong, kan itu yang elo mau" ucap Amel sambil tersenyum
Sandra menggelengkan kepalanya lemas, Amel menatap Sandra dengan pandangan heran karena tidak biasanya Sandra berubah muram seperti ini, dia akan sangat ceria jika Alfian mengajak dirinya bertemu
"Gw emang seneng banget diajak ketemuan Alfian, tapi.." ujar Sandra sambil menerawang jauh
"Tapi apa?" tanya Amel heran dan tidak mengerti dengan jawaban Sandra yang menggantung tidak jelas
Akhirnya Sandra menceritakan apa yang terjadi pada hari ini, dia menceritakan semuanya secara mendetail dan itu semakin membuat Amel merasa Sandra benar benar menjadi orang yang sangat bodoh sekali
"Jadi gw harus bagaimana ?" tanya Sandra sambil mengambil air minumnya, dan langsung meminumnya karena tenggorokannya benar benar kering
"Ya udah tinggal elo jelasin aja dan meminta maaf sama Alfian karena elo melakukan kekhilafan dan syukur syukur Alfian mau maafin elo" jawab Amel dengan enteng
__ADS_1
"Loe gila apa, mana mungkin gw akan menceritakan semuanya ke Alfian bisa bisa gw digorok yang ada" protes Sandra kepada Amel
Amel menatap Sandra terus menggeleng gelengkan kepalanya
"Terus elo maunya apa?" tanya Amel menatap Sandra sambil bertanya
"Elo bukannya bantuin cari solusi malah balik nanya ke gw, gw itu juga lagi mikir harus bagaimana menghadapi Alfian nanti" ucap Sandra dengan kesal, melihat sikap Amel yang seakan tidak perduli dengan dirinya
"Solusi apa yang elo minta dari gw, solusi gw ya itu hanya bisa bilang begitu, bilang aja dengan jujur dan minta maaf sama Alfian, masalah nanti dia mau atau tidak maafin elo ya itu urusannya dia, bukan urusannya elo lagi yang penting elo udah jujur ama dia" ucap Amel kesal dengan sikap Sandra
"Tapi gw takut Alfian akan marah sama gw" kata Sandra dengan pelan, karena dia saat ini jadi hampir tidak yakin dengan dirinya lagi, bahkan Alfian pasti akan bakan marah dengan dirinya yang jelas jelas menggunakan cara licik, dan Alfian sudah pasti akan meninggalkan dirinya, dan itu dia tidak mau terjadi
Sandra kalau boleh serakah, rasanya ingin sekali dia memiliki Alfian seutuhnya, tapi bagi Sandra memiliki Alfian sudah lebih dari cukup meski itu hanya raganya saja meski hati Alfian tidak mau bersama dengan dirinya, yang penting cintanya itu terbalaskan daripada tidak sama sekali
"Elo ga capek kayak gini terus?" tanya Amel kepada sandra, menatap Sandra dengan pandangan iba
"Kalau gw jujur, gw capek banget mending gw mundur daripada gw dianggap ga punya harga diri, lagian nih yaa masih banyak cowok cowok selain Alfian yang lebih oke dari dia, dan mungkin lebih tajir dari dia, apalagi elo cantik,pintar dan cerdas" ucap Amel sedikit agak menyindir Sandra
Sandra yang mendengar Amel menghembuskan nafas kesalnya
"Loe itu sebenarnya nyindir gw apa ngeledek gw?" tanya Sandra kepada Amel dengan mata menyipit
"Suka suka kamulah menganggap itu apa " jawab Amel sambil tertawa melihat Sandra yang kesal
"Lagian gw bingung apa sih yang membuat elo sampe kaya begitu kejar kejar cowok yang jelas jelas tidak suka apalagi cinta sama elo, bingung gw " ucap Amel menatap Sandra dengan rasa herannya dia
"Gw ga tau Amel, semenjak gw pertama kali bertemu dengan dia, gw merasa kalau gw udah benar benar jatuh cinta dan gw ga bisa memalingkan wajah dan hati gw dari dia" jawab Sandra dengan perasaan yang sedih
Amel yang mendengar jawaban Sandra langsung tersentuh hatinya, dia tahu bagaimana rasanya ketika mencintai tapi harus bertepuk sebelah tangan, orang yang kita pikir mencintai kita ternyata tidak mencintai kita dan rasanya itu sangat menyakiti
Amel menghampiri Sandra dan kemudian dia langsung menepuk bahu Sandra untuk menghibur Sandra dan memberikan kekuatan Kepada Sandra, Sandra tiba tiba langsung memeluk Amel dan langsung menangis
"Gw pengen dia bisa liat gw sekali saja, dia bisa memberikan gw kesempatan untuk bisa memiliki dia, dan mencintai gw tapi yang ada justru rasa tidak suka sama gw semakin berlebih" kata Sandra lagi masih dengan menangis sedih di pelukan Amel
Amel hanya diam sambil mendengarkan keluhan Sandra, mendengarkan curhatan Sandra, tiba tiba hatinya merasa sangat iba sekali dengan Sandra
"Sandra dengerin gw, yang elo rasain saat ini itu adalah obsesi bukan cinta, obsesi elo untuk memiliki Alfian sangat besar, coba elo tanya dalam hati elo apakah elo terobsesi dengan Alfian atau tidak, dan kalau elo seperti ini terus yang terluka itu adalah elo" nasehat Amel kepada Sandra
"Tidak ini adalah cinta gw sama dia, dan dia pasti akan mencintai gw asalkan dia memberikan gw kesempatan buat gw, elo paham kan" ujar Sandra keras kepala
"Dan satu lagi perempuan hina itu juga tidak boleh ada diantara kita, dia yang selama ini merebut perhatian Alfian dari gw, gw tahu dia dari semenjak SMA selalu ingin merebut perhatian Alfian, bahkan sampai dia pergi pun dan kembali lagi dia benar benar ingin merebut perhatian Alfian dari gw, dan gw ga terima itu" ucap Sandra penuh dengan dendam dan kemarahan
"Yang elo maksud Diandra?" tanya Amel dengan suara tenang
Sandra langsung menoleh ke arah Amel dengan pandangan penuh kemarahan
"Jangan sebut nama perempuan hina itu di hadapan gw, elo tau kan gw jijik mendengarnya" ucap Sandra dengan emosi yang sudah memulai memuncak di atas kepala begitu mendengar nama Diandra disebut
Amel menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan Sandra yang sudah berada di luar nalar akibat cinta yang bertepuk sebelah tangan
"Mending elo minum dulu, biar elo tenang" kata Amel sambil memberikan segelas air putih dingin yang baru dia tuangkan dari botol kaca, Sandra langsung mengambil gelas yang disodorkan Amel dan kemudian meminumnya dengan tergesa gesa hingga habis
"Kalau minum itu pelan pelan, nanti tersedak" ucap Amel memperingatkan Sandra , namun Sandra tidak memperdulikan apa yang diucapkan oleh Sandra dan dia terus meminumnya lalu menyodorkan gelas itu kepada Amel
"Elo tau, gw akan berbuat apa sama perempuan hina itu?" tanya Sandra sambil menyipitkan matanya
"Gw akan menyingkirkannya sampai dia benar benar hilang dari pandangan Alfian dan agar Alfian mau kembali bersama dengan gw, " ucapnya penuh dengan dendam kesumat
"Elo gila Sandra, jangan lakukan itu itu akan merugikan elo sendiri" ujar Amel dengan nada terkejut
__ADS_1
Dia tidak habis pikir Sandra bisa berpikir sejauh itu, sandra langsung menoleh ke arah Amel sambil menyipitkan matanya menatap Amel dengan pandangan tajamnya
"Amel, sebenarnya elo ini ada di pihak siapa, jawab gw !" teriak Sandra kali ini kemarahannya benar benar membuncah, emosinya tidak bisa dibendung lagi
Sandra mengguncang guncangkan tubuh Amel dengan kemarahannya dan sambil meminta jawaban dari mulut Amel, Amel diam tidak berkata apapun karena dia benar benar takut kali ini dengan kemarahan Sandra
"Jawab gw Amel elo ada di pihak siapa !" teriak Sandra masih sambil mengguncang guncangkan tubuh Amel
"Sandra gw akit, gimana gw mau jawab kalau elo melakukan ini ke gw" kilah Amel agar Sandra mau melepaskan dirinya, dan Sandra akhirnya melepaskan Amel sambil menuggu jawaban Amel atas pertanyaannya
Setelah lepas dari cengkraman Sandra, Amel berusaha menjauhkan dirinya dari Sandra lalu duduk di sofa yang berhadapan dengan Sandra, dia merasa pusing akibat sandra mengguncang guncangkan tubuhnya terlalu kencang tadi
"Amel elo belum jawab pertanyaan gw" kata Sandra mencoba memperingatkan Amel yang masih duduk di sofa
"Elo bertanya seakan akan elo masih belum mengenal gw Sandra" jawab Amel dengan nada sedih
"Ga usah banyak basa basi jawab gw sekarang Amel " ucap Sandra yang sudah mulai hilang kendali akibat jawaban Amel yang masih belum jelas
"Gw itu masih temen sekaligus sahabat elo, terus elo meragukan itu berarti yang harusnya bertanya itu gw, elo itu temen gw, musuh gw apa sahabat gw ?" tanya Amel balik ambil memandang Sandra dengan tatapan tajamnya
"Sekarang elo yang harus jawab gw, Lo itu temen gw, sahabat gw atau musuh gw sih Sandra, kok bisa bisanya Loe meragukan gw, sekarang jawab pertanyaan gw yang ini" ujar Amel meminta jawaban penuh dari Sandra
"Gw sebagai sahabat, hanya ingin mengingatkan elo supaya elo tidak melakukan hal yang jauh yang bisa merugikan diri elo, sebagai teman gw cuman pengen melihat elo itu berubah" kata Amel dengan suara pelan
"Dan elo masih mempertanyakan gw ada di pihak siapa, elo benar benar tidak menganggap gw sama sekali sebagai seorang teman maupun sahabat, gw kecewa sama elo Sandra" ucap Amel dengan penuh rasa kecewa kepada Sandra, Amel memasang wajah sedih di hadapan Sandra
Sandra yang melihat wajah sedih Amel, langsung terdiam dan merasa bersalah sama sekali
"Maafin gw Amel" ucap Sandra merasa bersalah dengan Amel karena mengira-ngira hal yang bukan bukan, Amel hanya menganggukkan kepalanya sambil memejamkan kedua matanya
"Sandra, sorry bukannya gw mengusir elo tapi elo pulang ya, gw mau istirahat" kata Amel pelan
"Tapi Mel.." kata Sandra menatap Amel yang matanya masih terpejam seperti dia tidak mau menatap dirinya
Amel langsung membuka kelopak matanya lalu menatap Sandra dengan pandangan memohon
"Please gw mohon, gw lagi pengen sendirian aja, pulang ya gw janji nanti gw datang ke apartemen, sekarang gw cuman pengen elo pulang itu aja" ucap Amel sambil memohon kepada Sandra untuk mau pulang, karena dia sendiri sudah lelah menghadapi tingkah laku Sandra yang di luar nalarnya
"Ya sudah kalau begitu, gw pulang dulu kabarin gw kalau elo udah tenang, dan maafin gw udah sakiti perasaan elo" ujar Sandra sambil mengambil tasnya, Amel hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkata apa apa kepada Sandra karena dia berharap Sandra bisa pergi dari tempatnya sekarang ini
Setelah Sandra pergi dari hadapannya, Amel menarik nafas panjang lalu meminta pelayan membersihkan gelas dan cemilan yang ada di ruang tamu, dan Amel pergi menuju ke kamarnya untuk menenangkan diri sejenak
Di tempat yang berbeda tampak Diandra dan Hera sedang asyik berbincang di dalam kamar, Alfian dan Donny sudah pulang sejak dari tadi itupun juga karena Donny yang memaksa Alfian untuk pulang jika tidak ada kemungkinan Alfian tidak mau pulang dari rumah Diandra, hingga diledek sama Donny kalau sahabatnya ini sudah benar benar menjadi budak cintanya Diandra tapi akhirnya dia tetap pulang juga bersama dengan Donny, karena Donny sedang membutuhkan Alfian untuk pekerjaan yang membutuhkan tanda tangan dari Alfian
"Hera " panggil Diandra dengan hati hati, begitu tahu Hera sudah terbangun dari tidurnya
Hera langsung menoleh ke arah Diandra dan menatap Diandra dengan pandangan bertanya
"Ada apa elo manggil gw, tapi elonya diam?" tanya Hera menatap Diandra dengan pandangan herannya
Diandra langsung nyengir memperlihatkan giginya yang putih berderet rapih disana
"Gw minta maaf sebelumnya sama elo, kalau pertanyaan ini mungkin akan membuat elo ga nyaman" ucap Diandra yang sedikit ragu bertanya kepada Hera
"Apa itu?" tanya Hera penasaran
"Kenapa elo ga menceritakan ini semuanya ke gw?" tanya Diandra dengan suara pelan sambil menatap Hera dengan pandangan bertanya
Hera langsung terdiam, suasana kamar itu langsung berubah menjadi sunyi
__ADS_1