
"Pokoknya nanti sore elo pulang sama gw" perintah Donny kepada Hera, Hera yang mendengar itu langsung memandang Donny dengan pandangan heran
"Kenapa?" tanya Hera bingung
karena tiba tiba Donny menyuruh dia untuk pulang bersama dengannya
"Ya karena kamu memang harus pulang tepat waktu, ga baik cewek pulang malam malam" jawab Donny memberikan alasan absurd kepada Hera
"Gw ga bisa, gw ada janji sama seseorang" kata Hera keras kepala
"Batalkan " perintah Donny
"Memangnya elo siapa?" tanya Hera kesal
"Gw akan menjadi suami masa depan elo" jawab Donny menatap tajam ke arah Hera
Hera beserta yang lainnya langsung terkejut mendengar pernyataan dari Donny yang tidak disangka sangka
"Elo jangan yang aneh aneh deh" kata Hera pelan, Hera langsung merasa sakit hati diperlakukan oleh Donny sedemikian rupa, yang kadang dicuekin kadang dideketin
"Gw ga yang aneh aneh, gw serius" jawab Donny dengan suara serius
Hera langsung tertawa keras keras, mentertawakan kata kata Donny, dia rasanya saat itu ingin menangis karena dia merasa Donny sering sekali mempermainkan hatinya, namun dia yang langsung benar benar menahan kesedihannya
"Elo itu jahat Don, seenaknya elo mempermainkan hati orang, seakan akan hati orang itu hanya terbuat dari mainan" kata Hera sambil menahan kesedihannya, suaranya saat itu terdengar cukup parau
"Sorry Di, gw balik dulu jijik gw lihat dia" ujar Hera sambil berdiri lalu berbalik pergi meninggalkan mereka bertiga dikantin
Diandra langsung berdiri dan menatap marah ke arah Donny
"Elo tau Don, elo cowok yang paling pengecut yang pernah gw liat, elo udah bikin nangis sahabat gw" kata Diandra dengan nada marah, dia langsung berlari mengejar Hera yang sedang menuju lift
Hera berusaha menghapus air matanya berulang ulang kali, dia tidak ingin terlihat lemah di hadapan siapapun dan dengan kesalnya dia sampai memijit mijit tombol yang belum juga sampai di lantai tempat dimana Hera berdiri
__ADS_1
Diandra yang melihat Hera sedang berusaha memencet tombol lift langsung bergegas menghampirinya, begitu sampai Diandra langsung memeluk Hera, dan pada saat itu pulalah tangis Hera pecah
"Sudah sudah hentikan dulu, malu dilihat orang" kata Diandra dengan lembut
Diandra langsung memberikan tissue kepada Hera dan Hera menerima tissue itu untuk menyeka air matanya, dan tidak lama kemudian lift terbuka
Hera dan Diandra langsung bergegas masuk ke dalam kotak besar itu dan menutupnya, mereka berdua meninggalkan Alfian dan Donny yang masih berada di kantin
"Gw mau pulang " kata Hera dengan suara lirihnya
"Tidak, elo tidak boleh pulang dulu sebelum hati elo tenang, kita ke ruangan gw, bagaimana?" usul Diandra mengajak Hera ke ruangannya, awalnya Hera ragu namun Diandra berusaha meyakinkan dirinya hingga akhirnya Hera mau menerima ajakan dari Diandra
Sesampainya di ruangan Diandra, Diandra langsung mengunci pintu ruangannya agar tidak ada siapapun yang masuk terutama Alfian dan Donny
"Duduklah, sebentar gw ambilkan air putih dulu" kata Diandra sambil berjalan menuju ke arah dispenser yang sudah disediakan dan kemudian Diandra mengambil sebuah gelas dan mengisinya dengan air dispenser tersebut
"Minumlah" perintah Diandra kepada Hera, Hera pun langsung mengambil gelas dari tangannya Diandra dan meminumnya dengan tandas
"Kenapa dia harus mempermainkan perasaan gw kalau dia benar benar tidak suka sama gw, dia seperti ingin mentertawakan gw" ucap Hera lagi dengan wajah yang masih muram
Diandra mendengarkan curhatan isi hatinya Hera dengan diam, dia benar benar ingin menjadi pendengar yang baik
"Kalau begini caranya bagaimana gw bisa move on, atau gw kembali ke Jerman aja buat selama lamanya" kata Hera dengan sedih
"Kalau memang itu adalah keputusan yang terbaik why not Hera, setidaknya biarkan dia berpikir dan merasakan bagaimana rasanya kehilangan seseorang itupun kalau dia benar benar menaruh perasaannya ke elo" jawab Diandra dengan bijak
"Sepertinya elo benar Di, tapi gw tetap ga bisa karena gw udah ada janji untuk ikut membereskan kasus ini,.mencoba menjadi sahabatnya Amel" kata Hera ragu sambil menatap Diandra meminta sarannya
"Kalau gw jadi elo sih, ga usah elo pikirin, toh gw juga bisa melakukannya seorang diri, saran gw adalah elo menjauhlah, sembari elo mengobati hati elo hingga ketika elo balik pulang ke Indo lagi hati elo benar benar tidak ada untuknya dan elo sudah benar benar move on darinya" saran Diandra kepada Hera
Hera yang mendengarkan saran dari Diandra langsung terdiam sambil berpikir, tiba tiba dia memeluk Diandra dengan erat
"Thanks ya Di, gw akan atur keberangkatan gw ke Jerman, mungkin gw akan pulang bareng sama Alex nantinya" kata Hera sambil memeluk Diandra
__ADS_1
"Apapun itu gw doain semoga itu yang terbaik buat elo" kata Diandra dengan nada tulus
"Tapi gw akan merindukan elo " jawab Hera kembali bersedih sambil melepaskan pelukannya, wajahnya kembali muram, Diandra langsung menepuk bahunya Hera sambil tersenyum dia berkata
"Hey, kenapa sedih jaman sudah modern, dunia sudah canggih ada video call, ada telpon, ada email kalau elo kangen liat gw, elo bisa video call sama gw, tenang aja kali" hibur Diandra
"Tapi itu berbeda rasanya ketika elo bertemu langsung atau tidak" jawab Hera murung
"Tenang aja, elo bisa pulang saat hati elo udah siap dan udah move on dari cinta elo yang tidak kesampaian itu" tukas Diandra sambil bercanda
"Elo kabarin gw ya kalau nanti elo jadi nikah sama Alfian, gw harap elo benar benar jadi nikah sama dia, gw yakin banget Alfian itu cinta mati sama elo" ujar Hera sambil tersenyum
"Satu lagi jangan pernah meragukan cintanya, cintanya dia itu tulus banget sama elo" katanya lagi
Diandra mengangguk sambil tersenyum
"Gw minta doa yang terbaik buat elo" jawab Diandra
"Satu lagi Di, jangan bicarakan ini kepada siapapun terutama kepada Donny, gw ga mau Donny tahu tentang kepergian gw" kata Hera yang tiba tiba langsung bersedih lagi
"Itu sudah pasti banget, dan ini akan menjadi rahasia. di antara kita berdua" kata Diandra sambil memberikan kelingkingnya dan Hera pun langsung menautkan kelingkingnya ke kelingkingnya Diandra
"Gw beruntung bisa punya temen kaya elo" kata Hera tulus
"Dan gw juga lebih sangat beruntung bisa punya sahabat pemberani sama kaya elo, karena elo sudah mengajarkan bagaimana cara untuk bisa berani menghadapi semuanya dengan mengandalkan diri sendiri dan tidak mengandalkan orang lain" kata Diandra dengan penuh rasa tulus
"Apa gw bisa move on dari Donny?" tanya Hera tidak yakin
"Semuanya hanya diri kamu yang tahu dan mengerti , dan hanya kamu sendiri yang bisa memutuskan apa yang terbaik buat kamu" kata Diandra dengan bijak
Hera yang mendengar itu langsung terdiam dan berusaha mencerna kata katanya Diandra
"Elo benar di" gumam Hera pelan
__ADS_1