Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 76


__ADS_3

Alfian yang mendengar itu langsung terkejut, dia tidak Terima apa yang diperintahkan oleh Donny


"Apa tidak ada cara lain Don? " tanya Alfian tidak Terima


"Atau elo emang sengaja melakukan ini sama gw? " tanya Alfian dengan nada menuduh


Namun sebelum Donny protes dengan tuduhan Alfian yang tidak beralasan, Diandra langsung segera menyela biar tidak ada lagi keributan antara Alfian dengan Donny


"Apa yang dikatakan oleh Donny benar Alfian, kamu harus kembali ke ruang kerjamu, jika Sandra tiba tiba datang setidaknya dia tidak curiga" kata Diandra dengan suara lembut mencoba meyakinkan Alfian, dan hanya Diandra yang bisa menenangkan dan meyakinkan Alfian, Alfian mencoba menelaah itu semua, dia malah jadi merasa jika Diandra ingin menjauh dari dirinya


Alfian langsung menghela nafas panjang, sangat terasa berat jika dia harus meninggalkan Diandra apalagi tidak bisa melihat Diandra setiap hari secara terus menerus, namun pada akhirnya dia mengiyakan dan menyetujui apa yang dikatakan Donny


"Ingat janji aku Alfian " bisik Diandra sambil tersenyum ke arah Alfian, yang membuat Alfian kembali menghela nafas panjang sekali lagi, dan mendadak dia langsung sumringah, membuat yang lainnya menggelengkan kepala karena perubahan sikap dari Alfian


"Kalau tidak karena kamu berjanji itu, aku pastikan akan menolak startegi konyol ini Diandra" kata Alfian pelan seakan dia sangat berat sekali dengan keputusan ini


"Apa memang tidak ada cara lain? " tanya Alfian kepada Donny dengan suara lemah


" Untuk saat ini cara ini yang terbaik" jawab Donny dengan sekenanya


Sementara didalam hati Donny bersorak kegirangan, karena itu artinya dia tidak perlu lagi naik turun lagi jika membutuhkan tanda tangan atau membutuhkan sesuatu kepada Alfian, walaupun ada masalah lain yang akan menunggunya dan Diandra juga bisa bekerja dengan tenang tanpa harus diganggu oleh Alfian


"Sudah malam, kita pulang yuks, lagipula sudah beres" ajak Alfian mengajak Diandra pulang, Diandra mengiyakan ajakan Alfian


"Di, gw ke rumah elo malam ini " kata Hera kepada Diandra


Diandra menoleh ke arah Hera


"Tidak apa apa kan? " tanya Hera menatap Hera dan Alfian silih berganti


"Tidak apa apa, gw tunggu elo di rumah" jawab Diandra sambil tersenyum


"Terus gw gimana? " tanya Alfian sambil cemberut menatap Diandra


"Lah memangnya kamu mau ikutan menginap? " tanya Diandra heran menatap Alfian


Alfian terdiam sejenak, dia sangat ingin sekali menginap di rumah Diandra


"Donny.. " panggil Alfian


"Kapan rencana itu akan dimulai? " tanya Alfian


"Semakin cepat, semakin baik " jawab Donny


"Gw besok malam mau bertemu dengan orang tuanya Sandra, apa dari situ saja dulu? " tanya Alfian kepada Donny meminta saran dari sahabatnya sekaligus asisten pribadinya

__ADS_1


"Boleh juga kalau begitu, lusa gw kasih alat GPS tracker buat elo" kata Donny yang langsung di iyakan oleh Donny


"Inget gw ulangi lagi atur cara biar mereka berdua ga curiga sama kalian, dan elo Ton pastikan setelah alat itu dipasang, elo sudah siap dengan alat nya penyadapan dan sebagainya nanti


" Siap komandan!! " teriak mereka dengan serempak


"Kalau begitu kita pulang dulu, aku pengen berduaan dulu " kata Alfian sambil menarik tangan Diandra, sebelum mereka berdua pergi Diandra terlebih dahulu menoleh ke arah Hera "Gw tunggu elo di rumah! " seru Diandra, yang dibalas acungan jempol oleh Hera


Di parkiran mobil, ketika mereka berdua sudah masuk ke dalam mobil, Alfian menatap Diandra dengan pandangan sedih


"Kamu tau ga Di, kok aku rasanya berat sekali ya, apalagi harus bersama dengan wanita itu" kata Alfian menceritakan kegelisahan nya


"Alfian ini cuman sebentar saja kok, kamu percaya kan sama aku? " tanya Diandra tersenyum mencoba meyakinkan kembali Alfian


"Kamu tau gag Di, aku merasa kamu hanya ingin menjauhi aku " kata Alfian lagi mengungkapkan kegundahan hatinya


"Alfian kenapa kamu berpikir seperti itu, tidak percayakah kamu sama aku? " tanya Diandra memasang tampang sedih


lalu Diandra berkata lagi


"Justru aku yang takut ditinggalkan sama kamu, siapa tahu aja tiba tiba hatimu berubah lalu berpikir ternyata Sandra adalah pendamping hidup yang tepat buat kamu" Diandra mencoba membalikkan kenyataan yang membuat Alfian langsung tidak suka mendengar nya


"Mana ada seperti itu" kata Alfian kesal sambil menyentil jidat Diandra


Diandra langsung mendelik kesal menatal Alfian dengan wajah cemberut


"Siapa suruh bicara kaya gitu" protes Alfian kesal sambil menatap Diandra


"Hati manusia tidak ada yang tahu Alfian, hati manusia itu gampang berubahnya, kita jangan mikir macam macam yak, kita fokus sama misi kita dulu kalau berhasil kan aku sudah janji sama kamu kalau kita akan menikah cepat" kata Diandra sambil berjanji kepada Alfian dan kemudian menatap Alfian sambil tersenyum yang hatinya tengah gundah gulana


"Bagaiman kalau aku kangen sama kamu, ingin lihat kamu ingin menatap kamu? " tanya Alfian masih merasa berat hatinya


"Tidak usah lebai, kita itu satu kantor meski beda lantai " kata Diandra dengan kesal


"Tapi tetap aja, atau gini saja janji sama aku kalau aku panggil kamu harus datang ya, kalau aku telpon kamu, kamu harus cepat angkat pokoknya ingat juga tidak boleh main mata sama karyawan kantor yang lain, dan tidak boleh... " belum selesai Alfian bicara, Diandra sudah membungkam mulut Alfian dengan tangannya


"Berisik, aku juga ada kerjaan kali" kata Diandra cemberut


Alfian melepaskan bekapan tangannya Diandra dan mencium buku jari jari Diandra


satu per satu


"Ingat kamu harus fokus ke aku ga boleh ke yang lain" kata Alfian lembut


Diandra diam tidak menjawab kata kata Alfian yang barusan

__ADS_1


Alfian langsung menyalakan mesin mobilnya dan dia mengantarkan Diandra ke rumahnya, dan mungkin akan bertamu sejenak sebelum dia pulang, kali ini dia sangat ingin pulang ke rumah nya untuk meminta masukan kepada mamanya, karena mamanya yang paling mengerti tentang dirinya


Setibanya Diandra dirumah, tampak lampu teras dan lampu ruang tamu masih menyala terang


"Ayah dan Bunda belum pada tidur, kamu mau masuk atau langsung pulang? " tanya Diandra kepada Alfian


" Masuklah, masa ga masuk atau kamu usir aku nih" kata Alfian


"Ga usah nuduh yang aneh aneh" protes Diandra kesal


"Habis kamu gitu " kata Alfian dengan suara manja dan muka di cemberut in


Diandra langsung tertawa "Gag pantas tau, udah ah ayok masuk" kata Diandra sambil tertawa lebar


Diandra langsung keluar dari mobilnya Alfian, yang disusul oleh Alfian, mereka berdua berjalan sambil berpegangan tangan dan mengobrol ringan, hingga mereka berdua tiba di teras depan


Diandra mengetuk pintu sambil mengucapkan salam, dan ayah yang membukakan pintu rumahnya


"Ada kak Alfian, masuk nak" kata Ayahnya menyuruh Alfian masuk ke dalam rumah


"Ayah masa anak sendiri ga disapa? " tanya Diandra cemberut manja


"Hehe maaf lupa " kata ayah Diandra sambil nyengir tanpa dosa, setelah mereka berdua mencium tangan orang tua pria itu, mereka langsung masuk kedalam


"Bunda kemana ayah? " tanya Diandra menatap ke sekeliling ruangan mencari sang bunda


"Bunda lagi ada di dapur, lagi buatkan minum buat ayah, nak Alfian mau minum apa? " jawab ayahnya sambil balik bertanya kepada Alfian


"Jangan repot repot om " jawab Alfian dengan sopan


"Ga repot kok, sebentar ayah masuk dulu ke dalam mau temuin bunda dulu" kata ayah Diandra yang langsung masuk ke dalam untuk menemui istri tercintanya


"Tumben mereka berdua belom tidur? " tanya Alfian begitu ayah Diandra masuk ke dalam


"Biasanya jam segini mereka berdua masih bercengkrama di ruang tamu" jawab Diandra


"Barengan sama kamu juga? " tanya Alfian


"Kadang kalau aku ga capek iya, tapi kalau aku sudah capek ya enggak, cuman aku lebih banyak di kamar" jawab Diandra


Tidak lama kemudian keluarlah suami isteri dari dalam, bunda Diandra membawa minuman untuk Alfian dan ayah Diandra mengikutinya dari belakang


"Diminum dulu nak" kata bunda Diandra sambil menaruh gelas es sirop di atas meja


"Terima kasih tante " ucap Alfian sambil mengambil air sirop yang baru ditaruh oleh bunda Diandra di atas meja dan kemudian menghabiskannya

__ADS_1


"Kamu haus apa bocor? " tanya Diandra sambil menyindir, yang disambut cengiran Alfian


__ADS_2