
Sandra masih terus saja memberontak sampai didalam mobil dia masih berteriak teriak ke orang suruhan papanya
"Maafkan saya nona, saya harus mengikuti perintah papah anda, sebaiknya saya sarankan anda diam saja " kata pria itu dengan nada tegas, lalu dia langsung menutup pintu mobil itu, Nyonya Hartawan juga langsung ikut naik di mobil tersebut, dia duduk di sebelah Sandra anaknya, berusaha merangkul anaknya namun anaknya malah tambah memberontak
"Aku benci kalian semua, aku benci papah aku benci mamah, aku benci kalian !" teriak Sandra di dalam mobil
Nyonya Hartawan menatap anaknya dengan pandangan sedih namun hatinya harus kuat, ini demi kepentingan anaknya juga bukan demi kepentingan dirinya
"Kamu mungkin sekarang membenci mamah dan papah tapi kelak kamu akan berterima kasih kepada kami, mamah ga masalah " ucap Nyonya Hartawan dengan tegas
"Sekarang jalan !" perintah Nyonya Hartawan kepada pria tadi yang barusan menggendong anaknya untuk segera pulang ke rumah
Sandra sendiri sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi, dia masi tetap terus menangis dan memohon kepada mamahnya namun itu semua tidak digubris oleh Nyonya Hartawan, lebih baik seperti ini daripada menyesal kemudian begitu pikirnya
Sesampainya di rumah tampak Tuan Hartawan sedang duduk di ruang tamu, dia sedang sibuk menelpon kesana kemari namun tidak ada satupun yang membuahkan hasil
Begitu melihat anaknya Sandra yang sedang dibimbing masuk oleh isterinya Nyonya Hartawan, emosinya kembali memuncak, dia merasa benar benar sangat emosi kali itu, semua rencananya menjadi hancur gara gara ulah anaknya yang manja
Tuan Hartawan langsung menghampiri anaknya, sambil bertolak pinggang dia langsung membentak anaknya yang baru masuk dari rumah bersama dengan isterinya
"Anak sialan kamu, gara gara kamu semua bisnis papah hancur berantakan, kamu tahu berapa banyak kerugian yang harus papah ganti sama keluarganya Tuan Wijaya itu gara gara kamu mengacaukan pesta semalam, puas kamu hah !"
Sandra yang dibentak sama papahnya langsung kembali tersulut emosinya
"Itu karen salah papah juga yang terlalu serakah ingin melebihi kekayaannya keluarganya Wijaya, dengar ya pah, kekayaan papah ini tidak sebanding dengan kekayaan keluarganya Alfian paham itu" balas Sandra tidak mau kalah, masih terus membela keluarga Alfian
Tuan Hartawan langsung tersenyum sinis sambil mengejek ke arah anaknya Sandra
"Kamu masih terus membela keluarga orang yang sudah membuang kamu, bahkan tidak menganggap kamu sama sekali, miris " ejek Tuan Hartawan sambil tertawa sinis kepada Sandra, dan itu membuat Sandra langsung sakit hati
"Dengar ya, jadi perempuan itu jangan murah murah banget makanya tidak dianggap, mana ada yang mau sama perempuan yang hobinya mengejar ngejar cowok, apalagi jelas jelas cowoknya tidak suka dengan perempuan yang seperti itu, dasar cewek" kata Tuan Hartawan kepada anaknya dengan nada mengejek
Mendengar ejekan papahnya, Sandra langsung emosi dan marah
"Saya mungkin tidak punya harga diri tapi saya adalah anak dari kamu, itu artinya kamu lebih tidak punya harga diri malah kamu jauh lebih jahat daripada saya" balas Sandra tidak mau kalah, dia sangat emosi mendengar ucapan papahnya yang barusan
Mendengar ucapan anaknya, Tuan Hartawan kembali meradang, dia ingin menampar kembali anaknya, tapi langsung ditahan sama isterinya, dia langsung menoleh ke arah isterinya dengan mata yang emosi
"Sudah cukup mas, kamu menampar anak kita, ingat dia anak kita mas" kata isterinya Nyonya Hartawan sambil memandang suaminya
"Diam kamu, dia memang harus dipukul kurang ajar anak ini!" teriak suaminya
"Pukul saja saya..pukul saja saya, kamu pikir saya tidak takut!" teriak Sandra kepada papahnya Tuan Hartawan
"HENTIKAN SEMUANYA !" teriak Nyonya Hartawan, dia kini sudah mulai terpancing emosi, wajahnya yang lembut kini berubah menjadi wajah yang penuh dengan amarah hingga membuat yang lain langsung terdiam, terkejut melihat Nyonya Hartawan yang kini berubah menjadi singa betina
"Jangan kalian pikir saya ini tidak bisa marah, kalian anak dan ayah selalu bertengkar kalian pikir itu baik, kalian berdua seperti anak kecil, kalian paham itu" ujar Nyonya Hartawan menatap garang kepada kedua orang yang kini berdiri di hadapannya dan sedang terdiam menatap wajah Nyonya Hartawan yang dikuasai oleh emosi
Nyonya Hartawan menatap langsung ke arah suaminya
"Kamu pikir saya selama ini diam, karena saya takut sama kamu, kamu pikir kamu bentak bentak saya dimana kamu suka, saya tidak berani membalas kamu dengar ya mas, selama ini saya menghormati kamu dan menghargai kamu sebagai seorang isteri, tapi di pesta malam itu saya baru menyadari kalau saya mungkin yang tidak bisa lagi mendampingi kamu, saya menyadari kalau saya tidak ada harganya di mata kamu " kata Nyonya Hartawan dengan suara berapi api
__ADS_1
lalu dia kembali menoleh ke arah Sandra dengan tatapan penuh emosi dia berkata kepada Sandra
"Saya adalah ibumu,ibu yang melahirkan kamu tapi saya tidak meminta apa apa dari kamu, cukup yang saya pinta dari kamu supaya kamu mau berubah, tapi yang kamu lakukan adalah menganggap semua nasihat mamah seperti angin lalu, kamu terus saja fokus dengan apa yang kamu inginkan sementara yang kamu inginkan itu justru malah menyakiti dan merugikan orang banyak, mamah hanya ingin kamu sadar nak mamah hanya tidak ingin kamu terlibat kesalahan yang merugikan kamu sendiri" ucap Nyonya Hartawan
Nyonya Hartawan mendekati suaminya, sebenarnya Nyonya Hartawan sangat mencintai suaminya itu tapi sepertinya rasa cinta, penghargaan dia kepada suaminya tidak cukup mengubah suaminya menjadi lebih baik
Suaminya menatap isterinya yang mendekati dirinya
"Mulai sekarang aku memutuskan untuk berpisah dengan kamu mas, aku sudah tidak sanggup untuk hidup berdampingan dengan kamu lagi, maaf sekali lagi maaf" kata Nyonya Hartawan dengan nada pelan, menatap ke arah suaminya dengan pandangan sedih
"Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan meminta apapun dari kamu, aku hanya ingin kebebasan aku saja" ucap Nyonya Hartawan sambil memandang suaminya dengan pandangan memohon kepada suaminya
"Percayalah setelah itu aku tidak akan mengganggumu lagi" ucap Nyonya Hartawan kepada suaminya, rasanya dia ingin menangis disana tapi dia harus kuat, dia harus tegar, sudah cukup semuanya, semua yang dia hadapi dan kini dia hanya ingin menyerah kalah, ah andai saja di keluarga ini ada cinta sedikit saja pasti dia akan bertahan tapi nyatanya yang ada hanyalah kemarahan dan ambisi, dan Nyonya Hartawan merasa sangat lelah dengan semuanya
Suaminya yang mendengar permohonan dari isterinya itu langsung terkejut, dia sana kaget dengan permintaan isterinya yang begitu mendadak dan tiba tiba, dia menatap isterinya dengan pandangan terkejut
"Kamu ingin berpisah dengan cara seperti ini?hebat sekali kamu bisa berkata seperti itu, disaat aku jatuh kamu ingin pisah, kalau kamu ingin pisah kenapa tidak dari kemarin kemarin saja, kenapa harus sekarang!" teriak Tuan Hartawan dihadapan wajah istrinya
"Memang harusnya seperti itu, karena aku berpikir kamu mungkin bisa saja berubah sifat dan karakter kamu, tapi nyatanya aku yang gagal tidak bisa merubah karakter dan sifatmu mas" ucap Nyonya Hartawan dengan nada lirih
"Aku bertahan hidup adalah untuk anak kita Sandra, tapi ternyata dia juga sama seperti kamu mas" kata Nyonya Hartawan memandang sedih kepada Sandra anaknya
"Aku sadar kehadiran aku tidak berguna disini, kehadiran aku mungkin sebagai penghalang dari semua ambisi ambisi kalian, tapi kalian tidak pernah tahu betapa sedihnya saya ketika kalian sudah mulai melancarkan permainan jahat dan kotor kalian, istri siapa yang tidak sedih jika melihat suaminya sangat berambisi terhadap harta, ibu siapa yang tidak sedih melihat anaknya mengejar ngejar cinta pria lain sementara pria itu tidak mencintainya, padahal aku sering memperingatkan kalian tapi apa kalian memperdulikan peringatan saya, tidak malah nyata nyatanya perbuatan kalian semakin menjadi, bahkan anak kita Sandra saat ini berusaha meyakinkan ingin melenyapkan nyawa orang lain" ucap Nyonya Hartawan dengan sedih dan prihatin menatap anak dan ayah yang selalu ribut dan bertengkar hampir setiap mereka bertemu, jarang ada harmonis harmonisnya sebagai layaknya seorang keluarga
Dan kadang dia sendiri juga suka kena getahnya oleh suaminya itu, jika suaminya harus melampiaskan semua kemarahan hanya pada dirinya, dan kini dia sudah tidak kuat lagi menahan semuanya
Tuan Hartawan menghela nafas panjang, sementara Sandra menatap wajah mamahnya tidak percaya sama sekali mendengar keputusan mamahnya untuk berpisah dengan papahnya, mereka berdua terdiam sejenak
Nyonya Hartawan malah semakin tampak tidak percaya begitu mendengar suaminya berkata lembut seperti itu, karena sangat jarang sekali suaminya bisa berkata lembut
"Yah aku memang lelah, lelah menghadapi kalian semuanya yang seperti anak kecil" ucap Nyonya Hartawan dengan sinis
"Aku akan beristirahat tapi tidak dikamar yang sama lagi, aku akan mencari kamar lain" ucap Nyonya Hartawan yang langsung melangkahkan kakinya pergi menuju ke kamar tamu tanpa mengindahkan ucapan suaminya
Sementara itu Sandra diam diam sudah masuk ke dalam kamarnya tanpa disuruh, disan dia menangis sesenggukan melihat orang tuanya kini akan berpisah, hingga akhirnya tanpa terasa dia tertidur lelap di atas tempat tidurnya dengan mata yang sembab dan dia berharap begitu dia terbangun semuanya akan baik baik saja begitu pikirnya
Sementara itu di hotel tempat dimana Alfian dan Diandra berada, mereka semua sudah siap siap akan melakukan konferensi pers, tampak para wartawan sudah bersiap siap di aula yang semalam acara pesta dilangsungkan, para wartawan banyak yang menunggu kedatangan dari keluarga Alfian dan keluarga Diandra
Tampak Alfian dan Diandra beserta seluruh anggota keluarga sudah nampak hadir dan akan masuk ke dalam aula hotel tersebut untuk memberikan keterangan mengenai mundurnya seorang pengusaha taipan Tuan Wijaya dan pernikahan anaknya yaitu Alfian Wijaya dan penyerahan kekuasaan jabatan dari Tuan Wijaya ke Alfian Wijaya
"Apa kalian sudah siap?" tanya Nyonya Francie kepada Alfian dan Diandra
Saat itu Diandra sudah berganti pakaian, kali ini dia berpakaian formal untuk menghadiri konferensi pers yang diselenggarakan oleh keluarga Alfian, sementara ayah dan bundanya yang berada di sebelah Diandra juga ikut hadir mereka berdua menggunakan dress dan kemeja batik yang senada, bunda menggandeng tangan suaminya
Setelah mendapatkan arahan dari pengarah acara, Mereka langsung masuk ke dalam aula, para wartawan yang sudah ada di dalam aula langsung dengan gerakan cepat memotret mereka semua termasuk memotret Alfian dan Diandra, pasangan yang akan segera melangsungkan pernikahan di bulan depan
Mereka langsung duduk di kursi dengan sebuah meja panjang, yang dimana didepan mereka masing masing terdapat mic yang akan menjawab semua pertanyaan dari para wartawan
Pengarah acara memberikan kata sambutan dan tibalah kini Tuan Wijaya yang berpidato menyatakan jika dia akan mengundurkan diri dari jabatan sekaligus CEO dari perusahaan yang sudah dia pimpin selama ini, dan tongkat estafet akan diserahkan penuh kepada Alfian Wijaya namun masih tetap akan dipantau secara tidak langsung oleh Tuan Wijaya sendiri
Setelah Tuan Wijaya memberikan konferensi pers, Tuan Wijaya langsung memberikan mic nya kepada Alfian, dan kini Alfian yang ganti untuk berbicara, dia mengumumkan mengenai pernikahan dirinya dengan seorang gadis yang sangat dia cintai dan dia langsung mengumumkan gadis tersebut, dan Alfian langsung memperkenalkan Diandra sebagai calon isterinya, dan berikut juga tanggal lamarannya yang sudah dilaksanakan tempo lalu
__ADS_1
Begitu Diandra dan keluarganya diperkenalkan oleh Alfian, banyak pertanyaan yang ditanyakan dari wartawan mengenai pertama kali bertemu hingga akan melaksanakan pernikahan di bulan depan, dan mengenai spekulasi spekulasi tentang wanita lain yang selalu mendampingi Alfian, Alfian menjawab pertanyaan para wartawan dengan sabar, berikut dengan isu dan rumor rumor yang sudah berkembang selama ini
Acara dua jam konferensi pers tersebut sudah berhasil dilaksanakan dan acara berlangsung dengan sukses, Nyonya Francie sangat merasa senang semua acara yang dia rencanakan berhasil dengan baik, apalagi dia dan suaminya Tuan Wijaya mendengar jika Tuan Hartawan melaksanakan apa yang mereka minta yaitu meminta maaf sebesar besarnya karena telah merugikan perusahaan Tuan WIjaya, dan permintaan maaf ini dilakukan baik di media online maupun di media offline dan akan mengganti kerugian dari perusahaan tuan Wijaya
Hari itu para wartawan seperti mendapatkan durian runtuh yaitu berita yang bisa menaikkan rating mereka, ada yang mencari tahu mengenai keluarga Hartawan namun mereka lebih banyak ingin mengetahui tentang kisah cinta antara Alfian dan Diandra, ditambah dengan mempunyai mertua yang sangat baik, yang menjadi impian dari para menantu wanita
Para gadis sangat iri dan cemburu mengenai kisah cinta Alfian dan Diandra bahkan mereka sangat berharap bisa mendapat pria seperti Alfian Wijaya, sementara para pria sangat berharap bisa mendapatkan jodoh seperti Diandra, mereka menjadi pasangan most wanted bulan itu
Sementara di tempat lain, Alex yang mengikuti berita mengenai keluarga Wijaya dan keluarga Hartawan ini tersenyum miring
"Menarik, ini sangat menarik, tapi aku lebih penasaran siapa yang sudah menghancurkan ayahku hingga dia nekat bunuh diri" gumamnya dengan mata nyalang, tanpa sadar dia mengepalkan tangannya kuat kuat
"Aku akan membalaskan kematian ayahku" gumamnya dengan suara mendesis
Alex langsung memanggil asistennya Bryan untuk segera datang menghadap ke dirinya, Bryan langsung datang ke ruangan Alex, melihat Alex yang duduk di kursi meja kerjanya, Bryan langsung menghampirinya
"Tuan memanggil saya ada apa?" tanya Bryan memandang Alex atasannya
"Apa ada informasi yang menarik"? Tanya Alex dengan nada tidak sabar bertanya kepada Bryan asisten pribadinya
"Saya baru mau melaporkannya, kalau ada info yang menarik mengenai Sandra anak dari Tuan Hartawan dan Nyonya Hartawan, dan informasi menarik juga mengenai keluarga Hartawan" jawab Bryan dengan suara tegas
Alex langsung tertarik, dia menaikkan sebelas alis matanya menatap Bryan dan meminta Bryan untuk melanjutkan informasinya lagi
"Apa itu?" tanya Alex dengan nada tertarik
"Nyonya Hartawan meminta cerai kepada Tuan Hartawan, dan Sandra anaknya sudah tidak boleh tinggal di apartemen lagi dan Tuan Hartawan meminta maaf atas segala kecurangan kecurangan mereka terhadap perusahaan keluarga Wijaya" jawab Bryan dengan tegas
Alex yang mendengar itu langsung tersenyum miring
"Kamu tahu Bryan, aku ingin tahu siapa yang membuat ayahku berani untuk berpikiran bunuh diri, apakah Sandra atau Alfian mengingat mereka pernah satu sekolah dimana ayahku mengajar disana sebagai seorang guru disana" ucap Alex dengan nada suara dingin
"Kamu tahu Bryan, yang menarik perhatian aku adalah Alfian dan Sandra, dari info yang aku ketahui bahwa mereka ini adalah sama sama satu sekolah tempat dimana ayahku mengajar dan diberhentikan secara tidak hormat karena alasan yang tidak jelas, mengingat mereka berdua pernah mempunyai kedekatan entah itu sebagai teman atau lebih dari sekedar teman" cerita Alex kepada Bryan
Bryan diam tidak ikut menimpali, malah sebaliknya dia menunggu cerita selanjutnya dari Alex atasannya itu
"Hingga aku mendapatkan sebuah buku catatan kecil yang masih aku simpan sekarang ini, bahwa ayahku dipecat secara tidak hormat oleh pihak sekolah karena ada yang memprotes cara mendidik ayahku dan itu adalah salah satu dari siswa yang ada di sekolah ayahku, yang dimana siswa itu juga mempunyai peranan penting dalam sekolah itu, dia bersama dengan teman temannya melakukan fitnah keji terhadap ayahku, dia dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu murid di sekolah itu yang dimana mereka tanpa mengumpulkan bukti bukti terlebih dahulu langsung mengeluarkan ayahku secara tidak hormat, bahkan ayahku tidak bisa lagi melamar sebagai guru dimana mana, dan yayasan tempat dimana sekolah itu bernaung salah satunya adalah keluarga dari Wijaya dan Hartawan,mereka adalah orang orang yang berpengaruh disana yang menentukan nasib dari para tenaga pengajarnya saat itu" cerita Alex dengan emosi yang tidak menentu
"Maka dari itu saya ingin tahu siapa yang menjadi dalang sekaligus penyebab ayah saya harus mati bunuh diri dan saya akan menuntut balas ke mereka" ucap Alfian mengakhiri ceritanya
"Maka dari itu saya ingin kamu menyelidikinya dan memberitahukan kepada saya informasi informasi yang akurat yang saya selalu minta kepada kamu" kata Alfian kepada Bryan dimana didalamnya berisi nada perintah yang tegas kepada asistennya Bryan
"Baik Tuan, saya akan mengerjakan perintah anda sesuai dengan yang anda mau tuan dan informasi itu akan saya berikan kepada tuan secepatnya, saya janji akan hal itu tuan" jawab Bryan dengan suara tegas
"Baik aku menunggu informasi itu" jawab Alex dengan suara yang tidak kalah jauh lebih tegas
Bryan langsung menganggukkan kepalanya dan setelah itu dia meminta ijin untuk keluar dari ruangannya, untuk meneruskan pekerjaannya yang sempat tertunda
Alex sepeninggal Bryan, dia langsung menyandarkan tubuhnya ke kursi, matanya terpejam dan tak terasa air matanya mengalir keluar mengingat masa masa sulit itu, masa dimana dia bersama dengan ayahnya hingga ayahnya pergi meninggalkan dia untuk selama lamanya hanya karena ulah para berandalan berandalan yang masih bau kencur, dan kini Alex lah yang akan turun tangan membalaskan kematian ayahnya yang tidak wajar hanya karena rumor rumor yang beredar dan membersihkan fitnah ayahnya yang sudah sekian lama ada, nama ayahnya harus bersih dari segala fitnah karena dia tahu ayahnya tidak pernah melakukan hal hal sekeji itu apalagi sampai mencabuli anak orang
Alex harus memberikan keadilan yang setimpal, yang bersalah harus dihukum sebagaimana mestinya agar tidak lagi terjadi hal hal yang merugikan, dan yang benar harus ditegakkan, matanya masih terus terpejam sementara cairan bening itu masih terus menetes di pipinya, entah kenapa dia merasa sangat sakit hati mengingat ayahnya benar benar diperlakukan tidak adil saat itu
__ADS_1