Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 40


__ADS_3

"Wah berarti kamu akan setiap hari bertemu dengan Alfian anak saya dong" kata nyonya Francie sambil tersenyum, Diandra langsung kaget mendengar itu "Maksud Tante?" tanya Diandra dengan hati hati "Dia itu CEO disitu, pemilik perusahaan" kata nyonya Francie sambil menjelaskan, Diandra langsung shock namun dia buru buru menutupinya "Perusahaan itu adalah salah satu grup dari Sentosa Jaya, dan Alfian memimpin salah satu perusahaan disitu dan salah satunya tempat dimana kamu itu bekerja" kata nyonya Francie lagi, Diandra langsung menatap Alfian dan Alfian langsung tersenyum lebar, Diandra langsung membuang muka begitu melihat Alfian tersenyum


Sebenarnya keluarga Alfian tidak mempermasalahkan pilihan dari Alfian itu sendiri, makanya keluarga Alfian menerima Diandra sebagai calon isteri Alfian, karena menurut mereka yang menjalani rumah tangga itu adalah Alfian bukan mereka, mereka menganut paham demokrasi, yang membebaskan anaknya memilih jodohnya sendiri, orang tua hanya bisa memberikan pandangan dan nasehat, tidak lebih dari itu, jadi orang tua Alfian menerima Diandra sebagai calon menantu mereka ditambah dengan kecantikan dan kebersahajaan Diandra


"Kamu di perusahaan itu bekerja sebagai apa?" tanya papanya Alfian pada akhirnya "Oh iya om, saya disana sebagai kepala finance " jawab Diandra pelan, papanya Alfian menganggukkan kepala "Baiklah, bagaimana kalau kita tentukan saja kapan hari pernikahan mereka?" tanya papanya Alfian menatap ke arah keluarga Diandra,


tiba tiba Diandra langsung angkat bicara "Maaf menyela, kalau boleh saya usul bagaimana setahun dari sekarang?" tanya Diandra menatap kepada kedua orang tua dari Alfian


"Terlalu lama, tiga bulan" kata Alfian tegas, Diandra langsung menoleh kepada Alfian, memandang dengan pandangan tajam "Enam bulan atau tidak sama sekali" kata Diandra tegas, Alfian langsung menghela nafas kasar, akhirnya dia terpaksa menyetujui kemauan dari Diandra " Baiklah setuju" kata Alfian dengan nada terpaksa sambil menatap Diandra dengan tajam, Diandra langsung menarik nafas lega


"Baiklah karena kedua belah pihak telah sepakat, pernikahan akan dilaksanakan setelah enam bulan ke depan" kata papanya Alfian, yang disambut anggukan kepala oleh yang lainnya, makan malam itu dipenuhi oleh rasa hangat dan penuh kekeluargaan, sehingga mereka lupa disana ada sepasang sejoli yang sedang menahan perasaannya sejak tadi dengan cara diam Diaman, mereka itu adalah Hera dan Donny, selama di meja makan meski saling berhadapan, mereka berdua hanya diam tanpa ada bicara apapun sampai akhirnya Donny lah yang mulai berbicara, memecahkan kesunyian diantara mereka berdua "Elo sudah lama disini?" tanya Donny menatap Hera "Iya, gw emang sudah lama disini,kenapa?" tanya Hera menatap Donny "Ga apa apa, nanti elo pulang bareng siapa?" tanya Donny lagi "Gag tau, mungkin sendiri atau mungkin nanti nginap, besok baru pulang" jawab Hera sekenanya saja


Donny kembali terdiam, dihatinya berkecamuk apakah ingin mengantar Hera untuk pulang atau membiarkan dia menginap di rumah Diandra, dia menghela nafas panjang hingga akhirnya dia berkata "Pulang lah, biar gw yang antar elo pulang " kata Donny menatap Hera, Hera yang mendengar itu sedikit terkejut dan terselip rasa senang di dalam hatinya, namun dia langsung buru buru menutupinya dengan wajah yang biasa biasa saja "Terima kasih tapi tidak usah, gw takut ngerepotin elo" kata Hera dengan suara datar, Donny langsung tersenyum kecil mendengar penolakan dari Hera "Tidak ada penolakan Hera, biar gw antar" kata Donny dengan suara tegas "Jika itu yang elo mau" kata Hera masih dengan suara datar, padahal hatinya sudah berdebar sedemikian rupa


Selesai makan malam, mereka kembali menuju ke ruang tamu, Diandra sendiri tidak ikut orang tuanya ke ruang tamu, dia beralasan ingin membereskan piring piring kotor, dia hanya ingin menghindari Alfian disana, Alfian yang melihat Diandra tidak ada di ruang tamu, diam diam diam masuk ke dalam untuk menemui Diandra yang dia temukan ternyata berada di ruang dapur sedang sibuk mencuci piring kotor disana


Alfian yang melihat itu langsung mendekati Diandra, dari belakang dia menghirup aroma tubuh Diandra yang wangi aroma lavender "Gw ga tau jika berada di dekat elo, gw semakin ingin memeluk elo dan ga akan melepaskan elo" kata Alfian di belakang Diandra sambil memeluk pinggang Diandra, Diandra langsung kaget, untungnya dia tidak memegang piring di tangan, mungkin jika dia memegang piring di tangan, dia akan menjatuhkannya


"Alfian lepas" kata Diandra sedikit memberontak "Diam lah Diandra, biarkan gw seperti ini" kata Alfian masih memeluk Diandra dari belakang dengan erat sambil memejamkan matanya "Elo tahu Di..gw serasa kembali pulang ke rumah" bisik Alfian di telinga Diandra "Please Alfian jangan seperti ini juga, bagaimana kalau ketahuan" kata Diandra dengan suara memohon, mau tidak mau akhirnya Alfian melepaskan pelukannya dari Diandra

__ADS_1


Diandra kembali melanjutkan aktivitas mencuci piringnya, dia diam tanpa berkata apa apa, dan Alfian memperhatikan Diandra dari arah samping "Kemana elo selama ini Di?" tanya Alfian pelan masih menatap Diandra "Bukan urusan elo..dan elo ga perlu tahu gw kemana" jawab Diandra dengan suara dingin "Gw mencari elo selama ini, ketika elo menghilang dunia gw sepi" kata Alfian dengan suara sendunya, Diandra yang mendengar itu langsung tertawa sinis


"Maksud elo sepi karena ga ada lagi tontonan, karena orang yang kalian bully telah pergi" kata Diandra sinis


"Gw ga pernah ngebully elo ya.." kata Alfian tidak terima dituduh seperti itu


"Ya emang elo ga pernah ngebully gw, tapi pacar elo itu yang sering ngebully gw dan menjadi bahan tertawaan satu sekolah" kata Diandra marah


"Pacar gw siapa?" tanya Alfian menatap ingin tahu


"Elo itu pura pura bego apa bloon sih, Sandra itu siapa?" tanya Diandra agak sedikit kesal mendengar Alfian yang tiba tiba pura pura ingatan


"Dia bukan pacar gw " jawab Alfian tegas


Alfian mendekati Diandra, menatap Diandra dengan pandangan penuh cinta "Tenang saja, selama elo ada di dekat gw dia tidak akan berani mengganggu elo seperti sebelumnya" kata Alfian dengan suara tegas masih sambil menatap Diandra, Diandra langsung terdiam menatap mata Alfian, disana dia mendapati raut wajah yang jujur jika dia akan membela Diandra apapun yang akan terjadi nantinya


"Elo mau kan percaya sama gw?" tanya Alfian pelan dengan suara serius


"Urus saja pacar elo itu, baru gw akan percaya kalau dia tidak akan menganggu gw lagi" kata Diandra masih menatap Alfian

__ADS_1


Mereka terlalu dekat, tanpa menyadari ada seseorang dari jauh mendekati mereka berdua "Gw cari cari ternyata elo disini" kata Donny sambil memperhatikan mereka berdua, Alfian langsung mundur begitu ada Donny di sebelahnya sementara Diandra salah tingkah,mereka seperti dipergok sedang berbuat mesum


"Ada apa?" tanya Alfian agak sedikit kesal


"Kalian dicari sama orang tua kalian, elo disuruh pulang " kata Donny kepada mereka berdua


"Ya sudah elo duluan aja, kita nyusul" kata Alfian mengusir Donny secara halus


"Ya udah jangan lama lama, kasihan mereka menunggu elo" kata Donny bawel


"Berisik, sana" usir Alfian


Donny langsung tersenyum lebar, dan kemudian berlalu dari hadapan mereka


diikuti oleh Diandra, dia tidak ingin berlama lama dengan Alfian berdua saja disana


"Loe mau kemana?" tanya Alfian kepada Diandra


"Kerjaan gw udah selesai, gw mau ke depan" jawab Diandra

__ADS_1


Alfian langsung menggenggam tangan Diandra dengan erat lalu menuntun Diandra menuju ke ruang tamu "Awas aja kalo elo berani lepas" ancam Alfian sambil berbisik pelan, Diandra yang mendengar itu langsung cemberut, mulutnya langsung dia tekuk "Senyum Diandra, senyum" bisik Alfian pelan "Apaan sih loe" protes Diandra sambil mengerutkan dahinya


"Senyum..jangan sampe mereka mengira elo terpaksa melakukan ini semua" kata Alfian sambil berjalan menggenggam tangan Diandra, tidak tau berdebat lagi Diandra akhirnya memutuskan untuk tersenyum begitu mereka sampai ke ruang tamu


__ADS_2