Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 149


__ADS_3

Diandra yang mendengar Donny membentak dirinya, langsung terkejut namun dia buru buru menyembunyikan rasa terkejutnya itu, karena dia tidak merasa bersalah dengan apa yang dia ucapkan tadi


Diandra yang paling mengerti bagaimana Hera sering bercerita kepadanya mengenai Donny, rasa putus asanya menghadapi Donny dan bagaimana dia ingin sekali melupakan Donny dan pergi menjauh dari Donny, apalagi ditambah dengan kedua orang tuanya Hera yang memperlakukan Hera seperti anak tiri, membuat Diandra merasa marah kepada mereka bertiga yang telah egois memperlakukan Hera seperti itu


"Loe jangan bela dia kalau elo masih menghargai persahabatan kita" ucap Donny dengan suara dingin dan tajam kepada Alfian sambil menunjuk ke arah Diandra


"Disini gw ga bela siapa siapa, elo harusnya tahu tempat bukan ngamuk ngamuk ga jelas dan kalaupun Diandra bicara itu memang ada benarnya, Lo lebih baik introspeksi aja dulu" ucap Alfian dengan sabar mencoba menahan emosi


"Kalian berdua sama saja" kata Donny pada akhirnya lalu kemudian tanpa ijin pamit dia langsung pergi dan berlalu dari situ meninggalkan Alfian dan Diandra disana, mobilnya dia nyalakan dan Donny langsung tancap gas dengan kecepatan yang sangat tinggi meninggalkan rumah Diandra dengan penuh rasa emosi, marah ,kesal bercampur sedih dan penyesalan


Alfian dan Diandra menatap kepergian Donny, sementara Alfian hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Donny yang sepertinya sudah biasa kalau dia sedang marah


"Apa dia selalu seperti itu?" tanya Diandra pelan,masih menatap jalan raya padahal mobil Donny sudah menghilang dari tadi


"Iya seperti itu, alamat aku harus mencari asisten pribadi untuk sementara waktu" ucap Alfian sambil menatap Diandra penuh arti


"Ya sudah cari saja" kata Diandra menatap Alfian


Alfian langsung tersenyum penuh arti kepada Diandra


"Aku sudah menemukan pengganti sementara Donny" kata Alfian masih menatap Diandra sembari tersenyum


"Oh ya siapa, cepat sekali?" tanya Diandra ingin tahu


"Siapa lagi kalau bukan kamu" kata Alfian masih sambil tersenyum sambil memandang Diandra dengan penuh harap


"Tidak mau " tolak Diandra dengan tegas


"Oh ayolah Diandra, kamu mau ya " bujuk Alfian agar Diandra mau menjadi asisten pribadinya


"Cuma. sebentar saja, sampai Donny kembali normal dan dia kalau bisa kembali normal lumayan lama, mau ya Di" bujuk Alfian lagi


Diandra tidak menghiraukan bujukan dari Alfian, bukannya Diandra tidak mau tapi Diandra tahu rumor apa lagi yang akan dihembuskan kalau tiba tiba dirinya diangkat menjadi asisten pribadinya Alfian


Diandra masuk ke dalam rumahnya, diikuti oleh Alfian dibelakangnya sambil memohon kepada Diandra agar dia mau menjadi asisten pribadinya


"Ayolah Di, sekali ini saja lagian juga kamu cuman ikutin petunjuk dari saya saja, bisa kok kamu" ucap Alfian di belakangnya Diandra


Diandra langsung berbalik tiba tiba


"Tidak Alfian, lebih baik kamu cari saja asisten pengganti tapi jangan aku" ucap Diandra dengan nada kesal


"Apa salahnya sih dicoba, lagian yang aku tahu kamu itu suka sama tantangan dan suka mencoba hal hal yang baru, apa Diandra yang aku kenal sekarang menjadi seorang penakut

__ADS_1


Begitu mendengar kata penakut, Diandra langsung menatap Alfian dengan pandangan kesalnya


"Bagaimana, kalau kamu tidak menjawab tantangan aku kali ini berarti kamu sudah berubah menjadi seorang yang penakut" ujar Alfian sambil meledek Diandra, dia berusaha memancing Diandra agar mau mengikuti permainan dia


"Siapa bilang aku penakut, ya sudah ayok aku penuhi tantangan kamu kali ini, tapi ingat kalau ada rumor yang aneh aneh tentang aku kamu harus bertanggung jawab" ucap Diandra dengan nada ketus dan wajah yang emosi


"Siaaaap" kata Alfian sambil tersenyum lebar, kali ini misinya berhasil jadi Alfian tidak perlu repot repot naik turun naik turun hany karena agar bisa bertemu dengan kekasihnya


Di dalam hatinya Alfian berterima kasih kepada Donny, dan nanti dia akan menghubungi Donny untuk memberikan bonus dan cuti tanpa dipotong gaji sama sekali, karena sudah memberikan dirinya bisa lebih dekat dengan Diandra


"Ada apa sih daritadi bunda dengar ribut ribut lagi pagi ini?" tanya bunda kepada mereka berdua ketika bunda baru keluar dari dapur


"Ga ada apa apa bunda, semuanya aman aman saja" jawab Diandra berbohong kepada bundanya, bunda hanya menganggukkan kepalanya tidak bertanya lebih lanjut


"Ya sudah bunda bangunkan ayah dulu, kalian langsung saja ke meja makan" ucap bunda kepada Diandra


"Iya bunda" jawab Diandra


ke meja makan tanpa menghiraukan Alfian yang memanggil dirinya


Alfian akhirnya menyusul Diandra ke meja makan


"Kenapa kamu tinggalin aku sih?" tanya Alfian sambil cemberut


"Mana Hera?" tanya Alfian mencoba mengalihkan pembicaraan


"Tidur mungkin, coba aku lihat dulu" jawab Diandra sambil berdiri menuju ke kamarnya meninggalkan Alfian yang duduk sendirian di meja makan


Diandra langsung masuk ke dalam kamarnya dan melihat Hera yang masih sedang bergelung dengan selimut, Diandra yang melihat Hera masih tertidur langsung kembali ke luar dan menutup pintu kamarnya rapat rapat


Diandra langsung kembali ke meja makan bergabung dengan Alfian dan yang lainnya yang sudah menunggu Diandra di meja makan untuk sarapan bersama


"Kenapa ?" tanya Alfian begitu melihat Diandra kembali tanpa bersama dengan Hera


"Dia kembali tidur" jawab Diandra sambil duduk di sebelah Alfian dan mengambil piring


"Loh tadi perasaan bunda ada Donny deh dan Hera sudah bangun?, kemana mereka?" tanya bunda kepada Diandra sambil mengambil piring untuk suaminya


"Iya tadi memang Donny kemari karena ada suatu urusan, tapi dia pergi lagi, Hera terbangun karena ada Donny tapi dia kembali tiur karena katanya masih ngantuk" jawab Diandra


"Ya sudah kalau begitu kita makan saja, nanti biar bunda sisakan sarapan untuk Hera, mungkin dia kecapekan karena terapi kemarin" kata bunda mengajak mereka untuk sarapan segera agar mereka tidak terlambat untuk berkerja


Di mobil dimana Diandra dan Alfian sedang menuju perjalanan ke arah kantor mereka, tampak Diandra sedang duduk terdiam sambil memikirkan sesuatu

__ADS_1


"Ada apa Di?" tanya Alfiuan sambil menyetir


"Kamu yakin aku bisa menjadi asisten pribadi kaamu, kamu kan tahu aku tidak punya basic kesitu, apa tidak sebaiknya kamu mencari asisten pribadi yang baru yang lebih berpengalaman?" tanya Diandra sambil menoleh ke arah Alfian yang sedang menyetir mobil


"Kamu tuh jangan berpikir yang macam macam, aku yakin kamu itu bisa dan kompeten kok" kata Alfian dengan serius


"Tapi aku tidak punya pengalaman tentang itu dan lagipula aku takut buat kamu kecewa itu saja " kata Diandra ragu ragu


"Tidak bakalan, kamu tidak akan membuat aku kecewa kok, kamu tenang saja lagian kalaupun gag bisa, nanti akan jadi bisa juga kok, semuanya itu bisa karena terbiasa, kamu tidak akan tahu kamu bisa apa tidak sebelum kamu mencobanya Di" ujar Alfian mencoba meyakinkan diandra untuk mau mencoba tawaran Alfian sebagai asisten pribadinya


"Tapi kamu akan ajarin aku kan nanti?" tanya Diandra kepada Alfian


"Tenang saja Di, kamu pasti akan aku bantu kok kamu jangan khawatirkan itu" jawab Alfian


"Memang apa saja perkerjaan Donny yang harus aku handle?" tanya Diandra ingin tahu sambil menoleh ke arah Alfian dari samping yang sibuk fokus menyetir mobil


"Donny biasanya mengingatkan aku untuk meeting, memastikan hubungan kerja sama dengan perusahaan perusahaan lain bisa berjalan dengan baik, oh iya satu lagi Donny biasanya melayani aku dalam hal hal pribadi juga" ucap Alfian sambil tersenyum jahil, Diandra yang mendengar itu langsung menoleh kepada Alfian dengan wajah terkejut


"Apa itu?" tanya Diandra, dia sudah berpikir terolu jahil, melihat wajah Diandra yang terkejut Alfian langsung tertawa terkekeh


"Jangan berpikiran yang aneh aneh" kata Alfian masih tertawa melihat wajah bingung Diandra


"Maksud kamu apa?" tanya Diandra lagi, dia menunggu jawaban Alfian dengan sikap yang waspada, namun Alfian tidak memberikan jawaban dia sengaja membuat Diandra kesal


"Alfian aku serius" kata Diandra dengan nada kesal


"Makanya kalau berpikir jangan terlalu jauh Diandra sayang, memangnya kamu pikir kami berdua penyuka sesama jenis" ujar Alfian masih sambil tertawa


"Paling kadang aku suruh dia bikinkan minuman, atau membeli sesuatu atau membawakan baju kerja buat aku ketika aku lupa membawanya dan mengingatkan aku jika ada pertemuan pertemuan penting lainnya" kata Alfian kali ini dengan serius, dan saat itu juga mobil sudah berbelok ke arah gedung perkantoran, mobil Alfian terus luru menuju arah parkiran basement6 untuk parkir di tempat6 biasanya


Diandra yang mendengar jawaban dari Alfian langsung berasa lega


"Atau kalau kamu mau melayani yang lebih lagi, aku ga apa apa kok, malah dengan senang hati menerima pelayanan lebih kamu, ikhlas malah" kata Alfian tertawa sambil mematikan mesin mobilnya dan menghadap Diandra


Diandra yang mendengar Alfian berkata seperti itu langsung melotot tajam dan reaksi Alfian adalah mencium kening Diandra lalu mencubit kedua pipi Diandra dengan gemas sembari berbisik


"Aku hari ini sangat senang dan bahagia sekali Diandra, I Love you so much"


Dan itu membuat Diandra terdiam sejenak


"Sebaiuknya kita turun" ajak Diadnra pada akhirnya sambil membukakan pintu mobilnya


"Di...makasih banyak ya" gumam Alfian menatap punggung Diandra yang sedang turun dari mobil dan kemudian disusul oleh Alfian yang juga ikutan turun, serta tidak lupa dia mengamankan mobilnya terdhulu, mereka berdua keluar menuju ke lift yang khusus disediakan untuk para petinggi perusahaan agar langsung naik menuju ke ruangan kantor mereka masing masing

__ADS_1


__ADS_2