Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 74


__ADS_3

Sementara itu Sandra menaiki mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya kemudian dia memacu kendaraannya dengan kecepatan yang cukup tinggi, seakan akan dia ingin melepaskan seluruh emosinya disitu, dia tidak perduli dengan banyak klakson dan umpatan marah dari pengemudi yang lain, Sandra malah semakin mempercepat laju kendaraan mobilnya, ada satu mobil dari arah depan kalau saja mobil yang dari arah depan itu tidak cepat cepat menghindar kemungkinan tabrakan besar tidak dapat terelakkan, untungnya saja mobil itu bisa langsung cepat menghindar, Sandra bukannya berhenti dan meminta maaf malah justru dia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lebih tinggi, sontak orang yang ada di dalam mobil itu mengeluarkan kepalanya dari jendela lalu dia mengucapkan kata kata kasar sambil berteriak ke arah mobil Sandra yang dibalas oleh Sandra acungan jari tengah


Sandra memutuskan untuk pulang ke apartemennya, dia menelpon Amel namun tidak ada jawaban dari Amel sama sekali


"Kemana anak itu, akhir akhir ini kenapa dia suka banget menghilang " gumam Sandra sambil memacu kendaraannya ke apartemennya, jalanan agak sedikit lenggang namun itu tidak berarti Sandra mengurangi laju kendaraannya, hingga dia berbelok ke gedung apartemen yang dia tinggalin, lalu dia memarkirkan kendaraannya di tempat parkir gedung apartemen itu, setelah semua dirasa cukup aman, Sandra langsung masuk ke dalam gedung apartemen dan menunggu lift terbuka untuk dirinya


Sandra langsung masuk ke dalam lift berdiri lift tersebut terbuka, setelah sampai di lantai yang dituju, Sandra membuka pintu apartemen dengan password dan kemudian dia masuk ke dalam, Sandra menyalakan lampu apartemennya, dan dia sangat terkejut begitu melihat Amel sudah berada di dalam ruangan itu, Amel tahu password apartemennya Sandra karena Sandra pernah memberi tahu kan kepada dirinya mengenai password untuk membuka apartemennya


"Elo bikin gw kaget aja" gerutu Sandra kepada Amel


"Sorry" jawab Amel nyengir


"Lagian kenapa juga lampu lampu ga loe nyalakan? " tanya Sandra kepada Amel yang masih nyengir


"Gw ketiduran di tempat elo, lagian gw baru bangun juga " jawab Amel enteng


Sandra menatap Amel yang memang terlihat habis bangun tidur


"Darimana aja loe baru pulang? " tanya Amel lagi dengan penuh rasa ingin tahu


Sandra langsung terdiam, menceritakan semuanya kepada Amel dia khawatir Amel akan mentertawakan dirinya


"Ditanyain malah bengong, kemasukan baru tau loe " kata Amel sewot


"Gw tadi habis makan malam sama keluarga gw " jawab Sandra seadanya


"Tapi muka elo keliatan lagi ga baik baik saja" ujar Amel setengah tidak percaya


"Sok tau loe" kata Sandra mencoba mengelak

__ADS_1


"Tau lah, secara gw udah berteman sama elo udah berapa tahun, jadi taulah mana yang elo sembunyikan mana yang enggak " balas Amel tidak mau kalah


"Sudah lah gw mau mandi dulu, lagi sumpek" jawab Sandra meninggalkan Amel tanpa memperdulikan Amel berteriak memanggil manggil dirinya


"Kebiasaan itu anak suka seenaknya sendiri" gerutu Amel sebal karena sahabatnya itu, sementara Sandra sendiri sedang membersihkan dirinya di kamar mandi, setelah itu tidak lama kemudian dia ke luar dengan menggunakan celana pendek dengan kaos santai, rambut yang masih basah dia lap dengan handuk dan dia membuat seperti sorban di kepalanya


"Elo sudah makan? " tanya Sandra kepada Amel


"Kalo belom loe mau traktir? " tanya Amel enteng


"Belom loe pesen sendiri sono lewat online" jawab Sandra setengah sewot, yang dibalas cengiran tidak berdosa oleh Amel


"Amel, gw salah ga sih berharap sama Alfian? " tanya Sandra sambil matanya menerawang jauh terlihat wajahnya terlihat sangat sedih, namun buru buru dia tutupin wajah sedihnya itu, Amel menghela nafas panjang tidak tahu harus berkata apa kepada sahabatnya itu, karena dia tahu sifat dari sahabatnya itu


"Boleh gw kasih saran? " tanya Amel sambil menatap Sandra dengan pandangan iba


"Apa itu? " tanya Sandra menoleh kepasa Amel


"Tapi gw mencintainya Mel.. dari dulu elo tahu kan gw yang selalu bersama dengan dia, yang selalu perhatikan dia tapi kenapa dia justru berpaling sama yang lain, notabene malah orang itu dia.. dia yang menjadi musuh gw sejak lama" kata Sandra tidak terima, karena baginya ini tidak adil buatnya


Amel menepuk bahu Sandra


"Itu hak elo untuk mencintainya dan hak dia untuk tidak mencintainya, elo ga bisa memaksakan perasaan orang, seandainya itu dibalik bagaimana, terkadang antara cinta dan ambisi itu garis benangnya sangat tipis" ucap Amel dengan nada bijak


Sandra terdiam, dia berharap Amel memihak dirinya tapi nyatanya, Amel malah justru tidak memihak siapa siapa kali ini


"Sandra memangnya ada terjadi sesuatu sama elo? " tanya Amel lagi dengan penuh rasa ingin tahu


"Gw tadi makan malam sama bokap dan nyokap gw, terus bokap gw nanyain Alfian dan dia mau ketemuan sama Alfian, makanya gw nyari Alfian di club' nya eh malah ada dua tikus itu" kata Sandra kali ini emosinya kembali mencuat begitu mengingat kejadian yang barusan menimpa dirinya

__ADS_1


"Siapa? " tanya Amel ingin tahu


"Siapa lagi kalau bukan Diandra dan Hera" jawab Sandra dengan kesal


Ruangan itu kembali sunyi, Amel tidak tahu harus berkata apa lagi


"Lalu apa orang tua kamu tahu? " tanya Amel


"Belum tahu, mereka berharap kalau kita segera meresmikan hubungan kita tapi kan elo tahu sendiri, Alfian dan pelacur itu sudah lamaran" kata Sandra mengeluh kesal


"Tapi tenang aja gw akan melakukan segala saya upaya untuk menghancurkan hubungan mereka, bukan Sandra namanya kalau ga bisa mengambil apa yang gw mau" kata Sandra lagi, dengan nada penuh keyakinan dan dendam hingga Amel bergidik sendiri mendengar nya, karena yang dia tau Sandra bisa nekat berbuat apa saja untuk bisa mendapatkan apa yang sudah menjadi keinginannya itu


"Gw cuman pengen bilang ke elo kalau Alfian juga bukan keluarga yang sembarang, dan jika elo menyentuh Diandra gw yakin Alfian pasti ga akan tinggal diam " ucap Amel akhirnya buka suara, dia hanya tidak ingin sahabatnya jatuh ke dalam penyesalan buang semakin mendalam akibat dari perbuatannya dia


"Elo membela mereka? " tanya Sandra curiga menatap ke arah Amel


"Gw ga membela elo atau dia, gw hanya memberikan peringatan kepada elo sebelum semuanya terlambat, karena gw sahabat elo yang tau elo luar dalam dan gw sayang sama elo Sandra" kata Amel dengan suara tulus


"halah bilang aja elo belain mereka kan?, ngaku ayo karena dari tadi nih yah gw yang selalu gw denger ga ada tuh elo dukung dukung gw, yang ada malah loe lebih jelas jelas belain mereka" kata Sandra sengit, dia merasa Amel sudah berubah, dia merasa jika Amel tidak seperti dulu lagi yang selalu membela semua tindakannya dia, yang selalu membenarkan semua apa yang dia lakukan meski itu adalah salah


" Sandra dengar ya, gw ga belain siapa dalam hal ini, gw itu sayang sama elo, gw ga mau elo berbuat nekat terlalu jauh yang nantinya akan berujung penyesalan paham loe " ucap Amel kesal kali ini Amel benar benar merasa sangat kesal kepada Sandra karena menuduh yang bukan bukan terhadap dirinya


"Pergi loe, dari tempat gw gw ga butuh elo disini saat ini " usir Sandra dengan kasar


"Gw ga butuh temen fake kayak elo! " teriak Sandra yang kini sudah mulai naik emosinya


"Gw emang mau pergi tanpa elo usir, dan gw juga ga butuh teman yang punya banyak drama, bye!! " kata Amel tidak mau kalah, dia sudah merasa sangat kesal sekali, Sandra baginya sudah sangat kelewatan, akhirnya Amel memutuskan untuk pergi dari Apartemen Sandra


Setelah kepergian Amel, Sandra kembali memecahkan barang barang yang ada di dalam apartemennya dia, dan melemparkan semua barang yang berada di dekatnya dia, emosi dia kembali muncul apalagi kali ini sahabat nya sendiri malah menentangnya kali ini

__ADS_1


"AAARRRGHHHH GW GA BISA DIGINIIN!!! " teriaknya dengan marah


__ADS_2