Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 18


__ADS_3

Club' semakin malam semakin ramai, ramai dengan hiruk pikuk baik musik maupun manusianya, mereka asyik bergoyang mengikuti lagu, sementara di ruang VIP sendiri, tampak Alfian dengan ketiga temanya sedang asyik bercengkrama membicarakan masalah bisnis dan kerjaan mereka masing masing


"Reunian nanti apa kalian pada ikut?" tanya Andrew menatap kepada teman temannya "Gue sudah pasti ikutlah" kata Tonny dengan suara mantap "Kalau gw juga ikut" jawab Donny, Andrew menatap Alfian dan yang ditatap malah sedang asyik memainkan handphonenya "Gw belom tahu tapi yanga pasti gw bakalan ikut" jawab Alfian santai


"Nah loe sendiri gimana?" tanya Tonny menatap Andrew dengan rasa penuh ingin tahu "Gw juga ikut" jawab Donny


Disela sela obrolan tampak waiters masukTony dan membawa minuman bersoda untuk Alfian dan Donny, setelah waiters itu keluar, mereka kembali melanjutkan ngobrol mereka yang sempat terpotong tadi


"Emangnya loe bakalan terus jadi bawahannya Alfian terus Don?" tanya Tony, Tony adalah orang yang paling ceriwis diantara teman temannya yang lain, namun biarpun begitu Tony lah orang yang paling perduli dengan ketiga sahabatnya,


"Ga tau... mungkin nanti ketika gw udah berasa mumpuni baru gw mau memegang perusahaan bokap gw, untuk sementara biarlah begini terus" jawab Donny santai,dia sepertinya agak terganggu dengan pertanyaan Tonny "Lagian Donny masih betah kerja sama gw" jawab Alfian acuh tak acuh


Jam sudah menunjukkan hampir pukul dua belas malam " Gw kudu pulang,besok kerjaan gw banyak" kata Alfian sambil berdiri


"Loe mau ikut ga?" tanya Alfian menoleh ke arah Donny "Gw ikut elo" jawab Donny berdiri


"Kita pergi dulu " jawab Alfian berjalan menuju keluar ruangan VIP itu disusul oleh Donny


Mereka berdua berjalan menuju ke arah parkiran mobil, Alfian membuka pintu mobil sportnya, dia mulai menyalakan mesin mobilnya, dan Donny duduk disebelahnya menggunakan seat belt nya


"Loe mau pulang atau nginep di tempat gw?" tanya Alfian menatap lurus kedepan "Nginep tempat elo aja..lagian ini juga udah malam" jawab Donny


Tanpa banyak kata lagi Alfian langsung mengendarai mobilnya menembus ke arah jantung ibukota, jalanan sudah tampak lengang malam itu, namun masih ada aja lalulalang mobil di jalan utama


Setengah jam mereka sudah sampai ke rumah Alfian, rumah itu lumayan cukup besar, tampak petugas keamanan membuka pintu gerbang, mobil langsung melaju menuju bagasi mobil, mereka berdua keluar dari bagasi mobil menuju pintu penghubung


rumah besar itu tampak sepi, sepertinya semua penghuni rumah itu sudah tertidur


"Gw masuk kamar dulu ya...loe pakai kamar tamu aja, sampai ketemu besok" kata Alfian, kemudian dia langsung naik ke lantai dua, sementara Donny berbelok ke arah kiri tempat kamar tamu disediakan


Rumah itu lumayan cukup besar bertingkat tiga, lantai tiganya dibuat untuk perpustakaan dan tempat buat nge-gym dan salon pribadi, sementara lantai kedua digunakan untuk kamar tidur Alfian, dan kedua orangtuanya, sementara lantai satu terdapat ruang dapur yang terhubung dengan ruang makan,dan ruang santai keluarga di bagian tengah, sebelah kiri terdapat dua kamar tamu, dan Donny sering sekali tidur rumah Alfian jika Alfian meminta dia untuk lembur hingga larut malam

__ADS_1


Alfian masuk ke dalam kamarnya,kamar dengan nuansa biru laut, warna kesukaan Alfian, kamar Alfian lumayan luas, di sisi kiri terdapat ruangan walk in closet tempat dimana pakaian, aksesoris pribadi Alfian ada disitu semua, yang dihubungkan dengan kamar tidur Alfian


Alfian merebahkan dirinya di tempat tidur sambil menatap langit langit kamar "Lelah" gumamnya, namun dia segera berdiri untuk membersihkan dirinya sebelum dia kembali untuk beristirahat


Selepas Alfian membersihkan diri, dia menggunakan kaos dan celana pendek lalu kembali merebahkan dirinya di kasur, tiba tiba dia teringat dengan reuni yang akan digelar di Minggu depan, lalu tiba tiba dia tersenyum samar "Gw harus datang" ujarnya pelan, kemudian dia mulai mengantuk dan kemudian tertidur dengan lelapnya


Diandra menggeliat, begitu mendengar alarm kamarnya berbunyi dengan nyaring


Diandra langsung segera mematikan alarmnya dan bergegas menuju ke kamar mandi, setelah selesai melakukan ritual paginya, dan mengganti dengan pakaian kerjanya,Diandra langsung keluar dari kamarnya


"Pagi bunda, pagi ayah" sapa Diandra mencium pipi kedua orangtuanya lalu duduk di samping ayahnya yang sedang membaca surat kabar pagi itu "Pagi sayang, bagaimana dengan suasana kantornya nak?" tanya bundanya sambil mengoles roti untuk ayahnya "Semuanya baik baik saja " jawab Diandra sambil mengambil setangkup roti lalu dia olesi dengan selai coklat kesukaannya "Pekerjaannya?" tanya ayahnya ingin tahu "Sampai saat ini, Diandra bisa mengikutinya dan kalau pun sulit Diandra bisa bertanya dengan teman teman Diandra " jawab Diandra sambil memakan rotinya, tidak ada percakapan disana, mereka sama sama menikmati makanannya


Diandra melirik jam tangannya, jarum jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi itu artinya Diandra harus segera berangkat menuju kantor tempat dia bekerja sebelum dia berangkat,jarak antara rumah dengan kantornya cukup memakan waktu paling telat 1 jam, Diandra segera menghabiskan makanannya dan meminum jus jeruk yang sudah disediakan oleh bunda tersayangnya


melihat Diandra makan terburu buru, bundanya langsung mengingatkan Diandra "Makan itu hati hati, jangan terburu buru nanti kamu bisa tersedak " nasihat bundanya "Iya bund, Diandra takut terlambat ke kantor" jawab Diandra segera menghabiskan jus jeruknya


Diandra langsung bangun dari tempat duduknya langsung mencium tangan kedua orangtuanya "Bunda, ayah Diandra berangkat dulu" pamit Diandra lalu melambaikan tangannya ke kedua orang tuanya "Hati hati di jalan, jangan ngebut!" teriak ayahnya, yang dijawab dengan mengacungkan jempolnya


Perjalanan Diandra akhirnya sampai juga,dia melihat jam tangannya masih ada waktu kurang dua puluh menit, dia memarkirkan mobilnya di halaman parkir perkantoran yang sudah disediakan, dia menyambar tasnya, tidak lupa merapikan riasannya dan menyisir rambutnya yang panjang bergelombang


Setelah memastikan semuanya benar benar rapih, Diandra langsung keluar dari mobilnya tidak lupa dia mengunci mobilnya, melangkah memasuki gedung perkantoran, dia langsung segera memencet tombol lift khusus untuk karyawan, sambil menunggu lift tiba Diandra sibuk memainkan handphonenya, membalas pesan pesan yang masuk, dia tidak menyadari ada seorang pria menatap dia dengan pandangan ingin tahu sekaligus penasaran


Pintu lift itu terbuka, Diandra langsung segera masuk ke dalam, sementara pria itu masih melihatnya hingga Diandra menghilang dari pandangannya "Tidak mungkin itu dia kan?" tanya pria itu dalam hati,hingga dia tidak menyadari kalau asisten pribadinya memanggilnya sampai berulang kali "Alfian, kau ada apa sih,ayok masuk" kata Donny agak sedikit kesal dengan temannya itu, Alfian langsung masuk kedalam lift tidak perduli dengan gerutuan sahabatnya itu


"Ada apa sih, kayak ngeliat sesuatu aja?" tanya Donny ingin tahu "Mungkin gw memang melihat sesuatu" gumam Alfian pelan menatap ke arah pintu lift yang tertutup tidak perduli dengan protes dari Donny sahabatnya


Sementara itu di lantai tempat Diandra bekerja, Diandra melakukan absen sidik jari dan kemudian masuk ke dalam ruangan besar itu,disambut oleh Wulan,Winda,dan Dian


"Pagi mbak Diandra " kata mereka kompak mengucapkan salam


"Pagi juga" jawab Diandra sambil tersenyum

__ADS_1


"Semalam sampai rumah jam berapa mbak?" tanya Winda ingin tahu


"Oh iya sampai rumah sekitar jam delapan, anywei gw masuk dulu yak...masih banyak kerjaan yang harus gw selesaikan* kata Diandra melangkah masuk menuju ke dalam ruangan tempat dimana dia bekerja


Dian membawa mengetuk pintu sambil membawa berkas laporan untuk Diandra periksa "Bu aku letakkan berkas laporan disini ya, nanti kalau ada yang ga ngerti bisa panggil aku" kata Dian sambil menaruh berkas laporan keuangan disamping komputer nya Diandra "Baik, nanti saya periksa setelah mengerjakan ini semuanya" jawab Diandra, matanya fokus menatap layar komputer


"Kalau begitu saya keluar dulu, permisi" ujar Dian, sebelum Dian menutup pintu Diandra langsung memanggil Dian "Makasih banyak" kata Dian sambil tersenyum ke arah Dian "Sama sama mbak" jawab Dian membalas senyuman Diandra dan kemudian dia keluar dari ruangan tidak lupa dia menutup pintu ruangan Diandra


Jam makan siang sudah tiba dan Diandra masih berkutat dengan pekerjaannya, tiba tiba bunyi suara telpon dari meja Diandra berbunyi nyaring, Diandra langsung mengangkat telponnya


"Hallo dengan Diandra disini,ada yang bisa dibantu?" tanya Diandra


"Mbak maaf ganggu saya Wulan mau makan siang bareng ga?" tanya Wulan dari arah seberang


"Oalah kirain siapa, ternyata kamu, ya sudah aku ikut, perut gw juga sudah lapar" jawab Diandra lalu mematikan sambungan telponnya


Diandra langsung mengambil dompetnya dan berjalan ke luar ruangan, bertemu dengan teman teman kantornya, kali ini hanya mereka berempat saja yang ikut ke kantin, sementara Arif dan Gunawan tidak bisa ikut karena ada tugas yang mengharuskan mereka berdua bertugas di cabang


Selagi mereka menuju ke kantin khusus karyawan, tiba tiba Diandra mendengar handphonenya berbunyi, dia melihat nama yang tertera di handphonenya dan kemudian langsung mengangkatnya "Lama bener dah ngangkatnya " kata suara dari arah seberang "Sorry sorry, ada apa Hera?" tanya Diandra sambil berjalan dari belakang mengikuti ketiga temannya


"Temenin gw dong ntr bis pulang kantor" kata Hera


"Mang elo mau kemana?" tanya Diandra ingin tahu


"Ke butik Nuansa, gw mau cari baju buat reunian juga, sekalian elo juga" jawab Hera


"Tapi kan gw ga butuh baju buat acara Reunian itu, baju gw masih banyak" kata Diandra yang sedikit keberatan dengan Hera


"Ya udah ya udah tapi entar temenin gw tak " kata Hera mengalah


"Ya udah habis pulang kantor ya..kita ketemuan di tempat biasanya" jawab Diandra lalu mematikan handphonenya

__ADS_1


Dia menyadari kalau dia sudah tertinggal jauh dari teman temannya, dengan langkah tergesa dia langsung menuju ke ruang kantin dan mencari keberadaan teman temannya, yang ternyata sudah mendapatkan tempat duduk untuk mereka berempat makan dengan nyaman


__ADS_2