Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 172


__ADS_3

Tonny yang mendengar kekhawatiran para sahabatnya langsung tersenyum simpul, dia malah mengajak duduk Aruna bersama dengan sahabat sahabatnya itu


"Gw ga nikah secepat yang kalian pikirkan kok" jawab Tonny dengan nada santai sambil memegang tangan Aruna, seakan akan takut kehilangan atau Aruna kabur


"Terus?" tanya Alfian ingin tahu dan penuh dengan rasa penasaran


"Gw jadiin Aruna sebagai sekretaris pribadi gw, jadi dari situlah kita bisa saling mengenal satu dengan yang lain, bener ga sayang?" kata Tonny sambil bertanya balik ke arah Aruna meminta dukungan Aruna


"Ga tau aku" jawab Aruna pendek dan tidak perduli dengan tujuan Tonny yang memperkerjakan dirinya sebagai sekretaris tiba tiba


"Loh kok kamu gitu sih,kan kamu juga bilang setuju tadi" kata Tonny dengan wajah cemberutnya


"Lah itu karena Lo yang maksa, kan Lo ga tanya pendapat gw mau atau tidak" ucap Aruna tidak mau kalah, membalas Tonny sambil menatap Tonny dengan pandangan melawannya


"Waduh kita ga ikutan deh kalau kayak gitu" kata Andrew menyela perdebatan mereka


"Sudah sudah, Aruna kamu ikut kita yuk" ajak Diandra sambil berdiri


"Kamu mau kemana?" tanya Alfian menatap Diandra yang sudah berdiri dari duduknya


"Urusan wanita, kalian disini saja" jawab Diandra cepat


"Ayok Aruna ikut kita, kita ngobrol di tempat yang nyaman" ajak Diandra sambil menggandeng tangan Aruna dan Hera, untuk pindah tempat duduk


Aruna yang digandeng tangannya oleh Diandra diam saja pasrah, dia merasa hari ini adalah hari yang aneh untuknya dimana dia bekerja pagi pagi sudah ada yang menyatakan cinta terus disuruh berhenti bekerja dan mendapatkan pekerjaan baru dengan gaji yang menurutnya sangat lumayan, dan kemudian diajak untuk menikah, dia sendiri tidak tahu mimpi apa semalam sampai dia harus menghadapi itu semuanya


Diandra menggandeng Aruna sementara Hera ada disamping Diandra berjalan berdampingan dengan mereka berdua


"Kita duduk disini saja" ucap Diandra sambil tersenyum kepada Aruna, tempat yang dipilih oleh Diandra adalah taman yang sekelilingnya banyak bunga bunga yang sedang bermekaran, Diandra memilih untuk duduk yang ada bangku yang berpayung

__ADS_1


"Kenalin nama gw Diandra, ini sahabat dekat gw Hera" kata Diandra mengulurkan tangannya sambil tersenyum ke arah Aruna, Aruna tersenyum kikuk sambil menjabat tangan Diandra dan Hera secara bergantian


"Gw Aruna " kata Aruna pelan


"Santai aja sama kita, duduk yuk" kata Diandra sambil menyuruh Aruna untuk duduk di kursi


"Nama lo Aruna kan ya?" tanya Diandra menatap Aruna yang dijawab anggukan kepala oleh Aruna sendiri


"Lo pasti akan berpikir aneh kan ya kenapa kita bawa Lo kemari?" tanya Diandra sambil tersenyum simpul


Aruna menganggukkan kepala sambil menatap Diandra dan Hera berdua


"Lo tenang aja, gw malah mau selamatkan Lo dari Tonny, gw tahu Lo pasti heran kan ya kenapa Tonny bisa seperti itu?" kata Diandra mencoba menenangkan Aruna, kembali Aruna menganggukkan kepalanya sambil menatap Diandra


"Karena dia jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi tenang aja dia ga bakalan segegabah itu kok dalam mengambil keputusan seperti itu, makanya dia sengaja buat Lo kerja sama dia buat saling mengenal satu dengan yang lain" ucap Diandra


"Jadi waktu sarapan tadi dia sedang mengagumi Lo itu, lalu meminta kita untuk mencari tau tentang Lo, awalnya gw berpikir Tonny bercanda jadi kita tidak terlalu menggubrisnya dan ternyata dia serius dan gw yakin dia sangat serius Krn gw tahu siapa dia" kata Hera yang dari tadi hanya diam saja


"Tapi kan kalian tidak tahu saya menyukai dia atau tidak, kenapa kalian berpikiran kalau gw juga suka sama dia?" tanya Aruna lagi sambil menatap Diandra dan Hera


"Kalau Lo ga suka pun pasti Lo bakalan suka suatu hari nanti, tapi itu terserah Lo sih cuman ya itu Lo harus sabar menghadapi seorang Tonny, gw kasih tau Tonny itu memang suka Gonta ganti cewek tapi percayalah kalau dia sudah sampai mengejar seseorang, dia sudah tahu dimana hatinya akan berlabuh" jawab Hera menatap Aruna


Aruna terdiam mendengar Hera dan Diandra yang sedang mempromosikan Tonny kepada dirinya


"Gw hanya seorang pelayan dan gw bukan orang yang mampu tidak seperti kalian" kata Aruna pelan


"Dan gw ga mau bermimpi menjadi Cinderella dadakan di siang bolong, karena realita nya tidak seperti itu dan lagian tidak ada Cinderella dalam dunia nyata itu hanya dunia dongeng" ucap Aruna lagi


"Lo salah, gw juga dari keluarga sederhana tidak seperti apa yang Lo pikirkan, gw malah harus dibully dulu baru bisa mendapatkan cinta sejati gw" ucap Diandra berkata jujur kepada Aruna

__ADS_1


"Tapi itu semua ikutin kata hati Lo aja, kita ga memaksa Lo untuk menyukai dia kok, kita juga tidak memaksa Lo untuk mencintai dia, karena semuanya butuh proses, ikutin kata hati loe, itu aja sih kalo menurut gw" kata Hera mencoba meyakinkan Aruna


"Cobalah sebagai teman terlebih dahulu, setelah Lo rasa cocok mungkin bisa berlanjut ke hubungan yang lebih jauh lagi" kata Diandra


"Kenapa kalian ingin menjodohkan gw dengan Tonny?" tanya Aruna menyipitkan matanya, bertanya dengan pandangan yang menyelidik


" Itu karena Tonny adalah sahabat kita, dan sebagai sahabat sudah sepantasnya kita saling tolong menolong" jawab Diandra cepat


"Lagian Tonny bukan orang yang sembarangan juga, dia juga pria yang lumayan baik meski kadang sedikit sangat menyebalkan kalau menurut gw" kata Hera sambil tertawa terbahak-bahak


Diandra memanggil pelayan restoran cafe yang sedang lewat, kemudian mereka memesan minuman dan makanan, setelah selesai memesan makanan dan minuman mereka kembali berbincang bincang dengan serunya sebagai sesama wanita


Sementara itu di tempat lain Alfian dan kedua orang sahabatnya sedang menginterogasi Tonny


"Lo beneran sama gadis itu, dia itu keliatan kerasa kepala loh?" tanya Andrew kepada Tonny, menatap Tonny dengan pandangan serius


"Lo tahu gag, gadis seperti itu yang sangat sulit gw dapatkan, dia tidak money oriented dan terlihat dia tidak menyukai gw" jawab Tonny dengan nada santai


"Ya iyalah tapi setidaknya bukan kata tidak, tapi belum suka sama Lo cuman kalo dia tahu siapa Lo, dia pasti akan sama dengan gadis gadis yang lain, yang hanya menyukai Lo dengan uang Lo, hari gini Lo percaya dengan cinta yang tulus itu cuman di mimpi kawan" cibir Andrew kepada Tonny


"Kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya, tapi gw yakin kalau dia adalah my destiny gw" ucap Tonny masih dengan nada santainya


Mendengar kedua sahabatnya sedang berdebat akhirnya Alfian membuka suara


"Sudah sudah, gw ga dukung siapa siapa, cuman buat Lo Ton gw berharap lo jangan sakiti dia, jangan buat dia bersedih, yang gw liat dia gadis yang masih polos itu saja, dan semoga kalian langgeng kesananya nanti"


Alfian berkata tulus kepada sahabatnya Tonny


karena dia tahu siapa Tonny meski dia seorang playboy, dia sebenarnya sedang mencari cinta yang benar benar tulus untuk dirinya tanpa memandang harta,pangkat ataupun jabatan

__ADS_1


__ADS_2