Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 102


__ADS_3

Mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil, namun mereka tidak menyadari ada sebuah mobil yang sedang mengawasi gerak gerik mereka, mobil sedan berwarna hitam itu parkir tepat di depannya mobil Alfian


"Kamu sudah siap?" tanya Alfian sambil menatap Diandra yang kemudian dibalas sama Diandra dengan anggukan kepalanya


Alfian langsung menyalakan mesin mobilnya dan kemudian Alfian langsung melajukan kendaraannya keluar dari bassement parkiran mobil tersebut, mobil sedan hitam itu juga diam diam mengikuti mobil Alfian dari belakang


Awalnya Alfian tidak menyadari jika ada sebuah mobil hitam tengah mengikutinya, namun ketika dia melihat dari kaca spion dalam, Alfian langsung menyadari jika mobilnya tengah diikuti, sambil berdecak kesal dia langsung mencoba mengalihkan perhatian mobil tersebut


"Ini ga bisa dibiarkan" desis Alfian sambil menyetir mobilnya


"Ada apa?" tanya Diandra heran tanpa sengaja mendengar ucapan Alfian yang sambil berdesis


"Dengar kamu jangan menengok ke belakang, bersikap lah seperti biasanya, telpon Donny segera untuk segera kesini, kita akan bermain main" perintah Alfian kepada Diandra dengan nada serius


Diandra yang masih heran, langsung mengikuti perintah dari Alfian, Diandra langsung menelpon Donny dan pada deringan ketiga, Donny langsung mengangkat telpon dari Diandra


"Iya Di ada apa?" tanya Donny kepada Diandra


Diandra langsung menyalakan loud speaker nya, agar Alfian ikut mendengarkan mereka bicara


"Elo disuruh oleh Alfian untuk menyusul ke mari" kata Diandra


"Maksudnya ?" tanya Donny heran masih tidak mengerti


Alfian langsung mengambil handphone milik Diandra dan langsung memberikan perintah dengan tegas


"Don, elo datang ke tempat yang nanti gw Sharelok ke elo, ada yang mencoba mengikuti gw dari belakang"


Donny yang mendengarnya langsung terkejut namun dia kembali langsung kembali normal


"Ya sudah gw tunggu" jawab Donny


"Kita akan bermain main dengan dia, gw akan tutup, dan elo segera kesini" ujar Alfian serius sambil memerintahkan Donny untuk segera datang, lalu Alfian langsung menutup handphonenya


"Tolong share lokasi" perintah Alfian kepada Diandra sambil memberikan headphonenya Diandra, Diandra tanpa membuang waktu langsung mengirimkan share lokasi ke Donny


"Kamu tidak apa apa kan kalau kita bermain main dulu dengan orang ini?" tanya Alfian kepada Diandra yang masih fokus menyetir sambil menatap kaca spion dalam


"Kamu tenang saja, aku tidak apa apa" jawab Diandra tegas


Alfian langsung mengangguk puas, dia berusaha untuk tidak terlalu kelihatan jika mobilnya diikuti oleh mobil sedan dari belakang, bahkan laju mobil Alfian masih sama sebelum dia tahu kalau dirinya sedang dibuntuti


Sementara itu di tempatnya Donny, Donny langsung segera bergegas menuju bassement dan dia langsung menyalakan mobilnya dan melajilan kendaraannya dengan kecepatan penuh, menuju lokasi yang telah ditunjukkan oleh Diandra dan Alfian


Sementara itu mobilnya Alfian masih terus berjalan bahkan berbelok bahkan lurus, dan Alfian masih memperhatikan mobil sedan hitam itu yang mencurigakan

__ADS_1


"Di, misalkan kalau dia menyadari diri kita diikuti, kamu segera langsung mengambil gambar nomor polisinya ya" kata Alfian yang masih fokus dengan menyetirnya


Diandra langsung menganggukkan kepalanya karena dia juga sudah bersiap dengan kamera handphonenya, sementara Donnya sendiri masih melajukan kendaraannya menuju ke lokasi itu dengan kecepatan penuh tidak perduli dengan makian orang orang yang ada di sekelilingnya, hingga umpatan umpatan kasar, tujuannya hanya satu bagaimana dia bisa meringkus mobil tersebut dan membantu Alfian


Dan ketika sudah mengikuti petunjuk dari Alfian lokasi dimana Alfian dan Diandra berada, dia langsung menghubungi Diandra


"Di gw sudah ada tepat di belakang mobil sedan hitam yang kalian maksud" kata Donny memberi tahukan keberadaan dirinya


Alfian yang mendengar Donny sudah ada dekat disekitar mereka, langsung tersenyum puas


"Sekarang jangan gegabah, gw mau elo mengambil gambar mobil tersebut beserta nomor polisinya" perintah Alfian kepada Donny yang sengaja sama Diandra dinyalakan loud speakernya


"Oke siap, terus apalagi?" tanya Donny


"Setelah itu kita laksanakan aksi kita, bahkan kalau bisa kita ringkus orang yang ada di mobil tersebut" ujar Alfian dengan nada serius


"Oke siap, gw akan berusaha mengikuti mobil itu dari belakang" ucap Donny


"Ingat jangan sampai dia tahu kalau dirinyalah yang sedang diikuti " ucap Alfian kepada Donny dengan nada serius


"Siap, elo tenang aja" balas Donny kepada Alfian dari seberang sana


"Gw matiin dulu telponnya" kata Alfian


Diandra langsung mematikan handphonenya


"Sudah" jawab Diandra


Alfian langsung mengangguk puas


"Kita akan bermain main sebentar" ucap Alfian, yang tiba tiba langsung menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi


"Kamu berpegangan tangan yang kuat, aku tidak mau kamu kenapa kenapa" perintah Alfian, Diandra langsung berpegangan tangan dengan sebuah pegangan yang ada di atas pintu mobilnya Alfian


"Dia belum tau siapa gw" ujar Alfian sambil menyeringai menatap mobil itu dari kaca spion dalam mobil


Tiba tiba mobil Alfian langsung berbelok tajam, mereka sambil berkejaran yang diikuti mobil Donny dari belakang, mobil itu masih mengikuti mobil Alfian, orang yang ada di dalam mobil tersebut tidak menyadarinya jika dirinya sedang dijebak, dia masih mengikuti mobil Alfian tanpa sadar Alfian membawa mobil yang mencurigakan itu ke sebuah lorong yang sempit dan Alfian langsung berhenti disana


"Kamu jangan keluar, tunggu disini" perintah Alfian kepada Diandra, Diandra langsung menganggukkan kepalanya, tidak menjawab apapun, dirinya masih tegang, Alfian yang merasa Diandra sedang tegang langsung mencoba tersenyum menenangkan Diandra


"Kamu tenang aja, kita akan bermain main sebentar, ga usah takut" ucap Alfian dengan lembut


"Kamu hati hati ya" kata Diandra sambil menatap Alfian dengan wajah khawatir, ketegangan Diandra langsung berubah menjadi sebuah kekhawatiran untuk Alfian


"Tenang saja, ada Donny juga yang akan membantu aku" ujar Alfian tersenyum lembut kepada Diandra

__ADS_1


Alfian langsung mengambil rem tangannya yang terbuat dari besi, dan menutup mobilnya meninggalkan Diandra sendirian didalam mobil masih dengan rasa khawatir terhadap Alfian, sementara di ujung lorong Donny menutupi jalan pintu masuk, agar mobil tersebut tidak bisa kabur, karena lorong tersebut cuman ada satu jalan keluar yang jalan keluar itu sudah dihalangi oleh Donny sendiri


Donny langsung buru buru keluar tanpa lupa menutup pintu, menuju ke tempat dimana Alfian berada yang sedang menghampiri mobil tersebut


Orang yang ada di dalam mobil tersebut mencoba untuk memundurkan mobilnya, namun sebelum orang itu berhasil mundur, Alfian langsung segera memecahkan kaca mobil sedan hitam itu, dan mengenai tepat di badan orang itu


Alfian langsung membuka paksa pintu mobil tersebut ketika kaca pintu mobil tersebut sudah pecah, terlihat seorang pria yang tubuhnya kurus tinggi sedang menahan pecahan kaca mobilnya


"Turun elo !" teriak Alfian begitu pintu mobilnya sudah terbuka


Alfian langsung menarik paksa orang tersebut untuk keluar dari dalam mobilnya, namun orang tersebut masih tidak mau turun meski sudah ditarik paksa oleh Alfian, dia masih bertahan dengan memegang erat setir di tangannya, awalnya Alfian merasa kesulitan menarik tubuh orang ini hingga akhirnya si Donny datang ikut membantu Alfian, dan orang itu langsung mudah ditarik oleh mereka berdua


Wajah orang itu tampak sangat ketakutan ketika dia dipegang erat oleh Donny agar tidak mudah kabur begitu saja, Alfian langsung menatap tajam seakan akan dia ingin membunuh orang tersebut yang sudah menganggu dirinya dan Diandra


"Maaf, ampun " rintih orang tersebut


"Siapa yang menyuruh elo buat ikutin gw!?" tanya Alfian dengan suara keras, sambil mengancam dengan rem tangan mobil yang sudah dia pegang kembali


Orang itu masih diam dan tidak menjawab, dia masih menutup mulutnya


"JAWAB ATAU REM TANGAN INI AKAN MENGENAI KEPALA ELO!" teriak Alfian sambil mengayun ayunkan rem tangannya seakan mengancam kalau dirinya benar benar akan memukul kepala orang tersebut


Orang bertubuh kurus dan berambut keriting dengan kulit hitam itu hanya diam tidak mau dijawab


"Sudah mending elo jawab aja daripada elo harus masuk IGD gara gara rem tangan" bisik Donny santai sambil memegang erat tangan orang tersebut


Namun sebelum orang itu menjawab Diandra langsung turun, semuanya menoleh ke arahnya tapi tidak dengan Donny karena dia tidak ingin orang tersebut lari akibat keteledoran dari dirinya


"JAWAB BANGSAT !" teriak Alfian masih dengan emosi nya


"Kenapa sih kalian ini ,cuman bisa saling teriak" sindir Diandra begitu sudah mendekati mereka, Diandra yang biasa dengan tatapan lembutnya kini berubah menjadi wajah yang seakan ingin membunuh, dia menatap wajah orang tersebut


"Di, sudah aku bilang jangan turun dan tunggu di mobil" kata Alfian dengan nada sedikit kesal dan khawatir, namun Diandra tidak menggubris ucapan Alfian, dia masih terus menatap wajah orang tersebut dengan pandangan ingin membunuh dan kemudian mendekati orang tersebut, lalu tanpa aba aba dia langsung meninju orang tersebut dengan keras hingga orang tersebut langsung menundukkan tubuhnya menahan rasa sakit


Donny dan Alfian yang melihat itu langsung terkejut dan sangat kaget, dia tidak menyangka Diandra bisa berbuat seperti ini, karena yang mereka tahu Diandra adalah seorang yang lemah lembut, ternyata Diandra mempunyai sisi lain yang seperti ini


"Jawab cepat atau elo mau gw injak" kata Diandra sambil menyeringai kejam ke arah orang itu sambil berbisik di telinga orang itu


Diandra langsung menjambak rambutnya hingga orang itu merintih kesakitan, wajah Diandra berubah menjadi sangat kejam


"Dengar gw tidak akan ragu ragu membunuh elo" ancam Diandra lagi dengan sadis, namun orang itu masih terdiam, Diandra berbalik menuju Alfian dan dengan secara cepat Diandra langsung merebut paksa rem tangan dari tangannya Alfian lalu kemudian memukulkannya ke arah perutnya hingga pria tersebut jatuh terjerembab


"Ampun.. ampunkan saya, saya hanya disuruh sama seseorang" rintih orang itu dengan kesakitan


"Jawab cepat siapa?" tanya Diandra sambil berjongkok lalu menjambak kembali rambut orang itu dan wajah orang itu yang terlihat menengadah kesakitan

__ADS_1


"Masih mau disiksa lagi?" tanya Diandra dengan wajah kejamnya


"Dia adalah Hartawan" jawab pria itu dengan suara tersendat, yang akhirnya dia langsung menyerah karena tidak tahan disiksa oleh Diandra, kedua pria Alfian dan Donny langsung terperangah begitu mendengar jawaban dari pria tersebut, mereka saling berpandangan satu dengan yang lain menatap dengan pandangan penuh tanya


__ADS_2