Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 58


__ADS_3

Diandra menatap lekat lekat, mencari kesungguhan Alfian disana untuk melindungi Diandra, tiba tiba handphonenya Alfian berdering, Alfian menatap layar handphonenya disana tulisan nama mamanya nampak di layar handphonenya


"Iya hallo ma"


"Kamu sudah selesai bekerja?"


"Sudah ma, ada apa ya ma?"


"Malam ini kamu ke rumah sebentar, ada yang mama ingin bicarakan sama kamu*


" Tentang apa ma ?"


"Tentang Sandra "


"Kenapa dengan Sandra ma?"


"Sudah nanti kamu ke rumah dulu"


"Oke ma...tapi aku makan dulu yah, karena aku lagi sama Diandra juga"


"Iya, kalau perlu bawa Diandra juga kesini"


"Siap ma "


Alfian langsung mematikan handphonenya


"Mama kamu ?"


"Iya, dia meminta aku sama kamu datang ke rumah "


Diandra langsung mengernyitkan dahinya menatap Alfian heran


"Kamu bohong ya?" tuduh Diandra


"Gag lah buat apa aku bohong, aku telpon mama lagi ya biar kamu dengar sendiri" kata Alfian sambil pura pura menekan nomor mamanya, Diandra langsung menahan Alfian


"Tidak usah " ujar Diandra


"Tapi kenapa mama memanggil kita berdua ya?" tanya Diandra sambil menatap Alfian dengan tatapan bingung


"Entahlah" jawab Alfian singkat


Diandra langsung mengambil handphonenya dan kemudian menekan nomor bunda


"Kamu nelpon mamaku buat apa?" tanya Alfian pura pura bodoh, Diandra langsung mendelik kesal dan menyuruhnya untuk diam, setelah nada panggilan terhubung Diandra langsung memberitahukan bundanya kalau dia pulang terlambat karena masih ada urusan, setelah diizinkan oleh bundanya Diandra langsung menutup handphonenya


"Aku tadi telpon bunda buat mengabarkan kalau aku akan pulang terlambat, biar bunda dan ayah tidak mencari aku" kata Diandra sambil memasukkan handphonenya kembali ke dalam tas kerja


"Terus bunda mengizinkan?" tanya Alfian


"Iya bunda mengizinkannya" jawab Diandra


"Bunda tidak bertanya dengan siapa kamu pergi?" tanya Alfian lagi


"Gag sih, secara bunda jarang bertanya, bunda percaya penuh sama aku tinggal akunya yang harus menjaga kepercayaan bunda " jawab Diandra


Tidak lama kemudian pelayan datang membawa pesanan mereka, berikut dengan minuman dan air kobokan yang ditaruh di mangkok, sebenarnya Alfian merasa geli karena dia harus mencuci tangan baik sebelum dan sesudah makan dengan menggunakan sabun, melihat Diandra yang sangat santai, mencuci tangan lewat kobokan akhirnya Alfian mengikuti tata cara Diandra mencuci tangan


"Memangnya disini tidak ada sabun?" tanya Alfian sambil berbisik


"Kamu ini..mana ada sabun adanya sabun cuci piring " jawab Diandra kesal


"Dibungkus aja kalau begitu" kata Diandra menatap Alfian


"Tidak..tidak usah, tenang saja aku bisa kok" jawab Alfian berusaha santai


"Ada sendok mau?" tanya Sandra


"Mana ?" tanya Alfian balik


Sandra langsung memanggil pelayan yang lewat untuk meminta sendok dan garpu, tak lama kemudian pelayan itu datang dengan membawa sendok dan garpu, Diandra memberikannya langsung kepada Alfian, lalu Alfian langsung membersihkan dengan menggunakan tissue, Diandra sedikit tertawa geli begitu melihat Alfian makan pecel ayam menggunakan sendok dan garpu, ibarat seorang bangsawan karena Diandra sendiri hampir tidak pernah melihat orang makan pecel ayam di pinggiran kaki lima menggunakan sendok dan garpu dan kini dia melihat dengan mata kepalanya sendiri


Tampak Alfian agak sedikit begitu kesulitan menggunakan sendok dan garpu, namun Diandra hanya mendiamkannya saja tidak berbicara apapun hanya saja sorot matanya menyiratkan kegelian


"Sepertinya kamu mengejek aku ya" kata Alfian dengan nada kesal, karena ayamnya tidak mau bekerja sama dengan sendok dan garpu nya

__ADS_1


"Siapa yang mengejek kamu, jelas jelas aku lagi makan " balas Diandra sambil mengambil air minumnya dan langsung meminumnya, mencegah agar dia tidak tertawa


Setelah selesai makan, mereka kembali naik ke dalam mobil dan kemudian meluncur ke rumah Alfian menemui mamanya Alfian terlebih dahulu, namun sebelum itu Alfian mengabarkan kepada Donny bahwa dia akan datang terlambat


"Alfian kamu yakin mama kamu menyuruh aku untuk ikut datang juga?" tanya Diandra dengan ragu


"Mau aku telpon mama..biar kamu percaya?" tanya Alfian balik


Diandra hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari Alfian, dia sebenarnya takut bertemu dengan mamanya Alfian, takut kalau mamanya Alfian tidak menerima dia, khawatir mamanya Alfian tidak menyukainya hanya karena dia dari keluarga yang sederhana


"Kenapa diam Di, ada apa?" tanya Alfian menoleh sebentar kepada Diandra


"Aku ga apa apa " jawab Diandra berbohong


"Kamu tau ga Di, orang bohong itu hidungnya panjang loh " goda Alfian


"Siapa yang berbohong sih, aku ga bohong " bantah Diandra


"Ya sudah kalau kamu tidak berbohong, aku percaya sama kamu " kata Alfian lagi


Diandra kembali terdiam, dia bingung harus berkata apa, Diandra akhirnya memutuskan untuk tidak berpikir macam macam terlebih dahulu ,siapa tahu saja semua dugaan dia salah


Alfian membelokkan mobilnya dan langsung membunyikan klakson mobil , tampak seorang security membukakan pintu untuk Alfian, Alfian membuka kaca mobil Diandra lalu dia mengucapkan terima kasih kepada si security tersebut


Alfian kemudian memberhentikan mobilnya di halaman depan pintu rumah, setelah itu dia mematikan mesin mobilnya, dan membuka sabuk pengamannya


"Turun yuk" ajak Alfian, tanpa banyak cakap Diandra langsung turun dari mobil, begitu juga dengan Alfian, kemudian dia menghampiri Diandra dan menggamit lengannya untuk sama sama masuk ke dalam


Ruang tamu itu lumayan besar, Diandra memandang ke sekelilingnya


"Kamu duduklah, biar aku memanggil mama" kata Alfian menyuruhnya untuk duduk


Diandra langsung duduk di sofa besar


"Mau minum apa kamu, nanti aku suruh pelayan membuatkannya buat kamu?" tanya Alfian menatap lembut ke arah Diandra


"Tidak usah repot-repot Alfian " jawab Diandra sedikit sungkan


"Kan bukan aku yang repot, tapi pelayan aku yang repot " kata Alfian sekenanya


"Ya sudah aku masuk ke dalam dulu ya " pamit Alfian, setelah mendapatkan anggukan kepala dari Diandra, Alfian langsung segera pergi meninggalkan Diandra untuk menemui mamanya


Sambil Diandra menunggu Alfian, Diandra memutuskan untuk menghubungi Hera, namun sayangnya Hera tidak mengangkat telpon darinya "Mungkin dia sibuk" gumamnya pelan, tak lama kemudian datanglah seorang pelayang agak sedikit berumur membawakan minuman untuk Diandra


"Silahkan diminum non" kata pelayan itu dengan nada sopan sambil menaruh minuman berwarna di atas meja


"Terima kasih bi " balas Diandra sambil tersenyum


"Sama sama non, saya permisi dulu ya " pamit pelayan itu undur diri


"Iya bi " jawab Diandra sambil mengambil gelas di atas meja dan kemudian meminumnya lalu dia menaruh kembali ke atas meja


Alfian dan mamanya keluar dari dalam, Diandra langsung berdiri dengan posisi kikuk


"Malam Tante " sapa Diandra sambil mencium tangan mamanya Alfian


"Malam juga Diandra " kata sang mama sambil tersenyum ke arah Diandra


"Maafkan saya Tante, saya tidak membawa apa apa buat Tante" ujar Diandra dengan rasa bersalah


"Tidak apa apa...lagian saya juga kan yang menyuruh kalian datang secara mendadak" kata mamanya Alfian masih tersenyum


Diandra melihat mamanya Alfian sangat cantik di usianya yang sudah tidak terlalu muda lagi, dan entah kenapa Diandra langsung berasa nyaman dengan mamanya Alfian, Diandra berharap dugaan dia mengenai mamanya Alfian yang berpura pura menerima dirinya adalah salah besar


"Mama menyuruh kalian datang kesini ingin mengatakan kalau tadi Sandra datang kemari " cerita Nyonya Francie sambil menatap ke arah Alfian dan Diandra satu persatu


Alfian dan Diandra langsung terkejut


"Lalu dia ngapain ke rumah ma?" tanya Alfian dengan rasa penuh ingin tahu, begitu juga dengan Diandra dia sangat penasaran sekali, dia tidak berpikir kalau Sandra bisa senekat itu mendatang rumah orang tuanya Alfian


Nyonya Francie menghela nafas panjang, lalu dia pun kembali bercerita panjang dan lebar mengenai tujuan Sandra datang ke mari


"Nekat banget ya tuh anak " gerutu Alfian setelah mamanya selesai menceritakan semuanya


"Cinta itu bisa membuat orang menjadi buta, semua orang jika diperbudak oleh cinta pasti akan melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan apa yang mereka cintai, meski cara mereka itu adalah salah " nasehat mamanya Alfian kepada Alfian dan Diandra

__ADS_1


"Benar banget Tante, bahkan mereka bisa melakukan hal hal bodoh yang terkadang suka menjengkelkan bagi pasangannya " timpal Diandra dengan nada menyindir


"Oh ya...siapa kalau boleh tahu?" tanya mamanya Alfian tersenyum, dia melirik anak laki laki satunya yang dia tahu sudah terkena virus budak cinta


"Bukan siapa siapa Tante, hanya pengalaman teman saya saja " jawab Diandra tersenyum sambil menyindir yang ada di sebelahnya, sementara yang disindir pura pura tidak mendengar apa apa


"Lalu apa yang harus kita lakukan ma?" tanya Alfian mengalihkan pembicaraan supaya dia tidak terkena sindiran dari kedua wanita yang sangat ia cintai


"Salah satunya memberikan pengumuman kalau kalian akan segera menikah dan kalian sudah lamaran, dan satu lagi mama tekankan sama kamu jangan berikan kesempatan apapun jika Sandra mendekati kamu ingat itu, jaga kepercayaan calon istri kamu " ujar mamanya Alfian kali ini dengan nada serius, sambil menatap tajam ke arah Alfian


Lalu kemudian dia menoleh ke arah Diandra


"Dan kamu Diandra jika kamu benar benar mencintai anak saya, kamu harus mempercayai dia, jika kamu mempercayai dia, Tante yakin dia tidak akan punya peluang untuk dekat dengan Alfian " kali ini mamanya Alfian berkata dengan suara tegas


"Semuanya itu tergantung sama kalian nanti, mama percaya kalian bisa saling menjaga satu sama lain, tidak akan terpisahkan asalkan kalian bisa berpikir bijak dan dewasa" nasehat mamanya Alfian


"Ma...aku janji akan menjaga Diandra sebaik mungkin " janji Alfian kepada mamanya


"Jangan berjanji dengan mama ..Alfian, tapi kamu harus berjanji dengan Diandra kalau kamu tidak akan menyakitinya dan tidak membiarkan dia merasa seorang diri" kata mamanya


"Dan satu lagi kamu harus mendatangi keluarganya Sandra sambil membawa Diandra, meminta maaf pada mereka meski kamu tidak salah dalam hal ini, karena kamu belum menjanjikan apa apa kepada Sandra bukan?" kata mamanya sambil balik bertanya


"Belum ma, bahkan Alfian sendiri tidak menjanjikan apa apa kepada Sandra hanya saja Sandra mengganggap Alfian lebih dari seorang teman " jawab Alfian jujur


Diandra yang mendengar Alfian berkata seperti itu, sedikit terkejut karena dia berpikir jika Alfian telah menjanjikan sesuatu kepada Sandra, karena selama Diandra tahu Alfian dan Sandra sangat lengket bagai amplop dan perangko


Nyonya Francie kembali menoleh kepada Diandra


"Diandra Tante ingin bicara berdua dengan kamu bisa?" tanya Nyonya Francie sambil menatap Diandra


"Baik Tante " jawab Diandra, entah kenapa dia merasa tidak takut lagi menghadapi Nyonya Francie sendiri


"Ma apa Alfian boleh ikut?" tanya Alfian sambil berharap agar dia diizinkan untuk ikut


"Kamu ga percaya sama mama?" tanya mamanya Alfian tegas dan menatap kepada Alfian dengan tatapan yang tajam


Alfian menggaruk rambutnya yang tidak gatal, dia hanya khawatir mamanya akan mengintimidasi Diandra sehingga Diandra menjadi takut, padahal jelas jelas tadi mamanya malah memberikan sarang kepada mereka berdua


"Alfian aku tidak apa apa ditinggal, kamu ke belakang gih nanti kalau sudah selesai dipanggil kok " kata Diandra mencoba menyakinkan Alfian


"Benar kamu bisa ditinggal sendiri ?" tanya Alfian ragu


Diandra tersenyum sambil mengangguk, akhirnya Alfian pergi meninggalkan mereka berdua di ruang tamu, suasana ruang tamu menjadi hening, dalam hati Diandra dia bertanya tanya apa yang akan dibicarakan oleh Mama Alfian kepadanya


"Diandra...boleh Tante bertanya kepada kamu tentang sesuatu?" tanya mama Alfian sambil menatap lembut kepada Diandra


"Tanya apa Tante ?" kata Diandra balik bertanya


"Apa kamu benar mencintai anak saya Alfian?" tanya mama Alfian lagi


Disitu Diandra terdiam tidak menjawab


"Bicara saja terus terang, tidak apa apa tante hanya ingin mendengar dari mulut kamu sendiri " ujar mama Alfian melihat Diandra terdiam


"Maafkan saya Tante...untuk saat ini saya masih belum bukan karena apa apa, tapi buat saya ini terlalu cepat buat saya, apalagi tante tahu semenjak SMA dia dan Sandra sangat begitu dekat, tidak ada yang berani mendekati salah satu dari mereka " jawab Diandra dengan jujur


Mama Alfian mengangguk angguk tanda setuju, lalu Diandra berkata kembali


"Ditambah rumor Alfian juga senang bergonta ganti wanita, membuat saya meragu sama ketulusan hati, kami memang kenal semenjak SMA tapi kami tidak sedekat dan akrab, makanya saya heran kok tiba tiba dia bilang menyukai saya bahkan ingin menikah dengan saya Tante "


Mama Alfian yang mendengar pernyataan jujur dari Diandra langsung tersenyum dan menatap lembut ke calon menantunya ini lalu kembali berkata kepada gadis yang ada di hadapannya ini


"Tidak apa apa, Tante jika ada di posisi kamu pasti akan melakukan hal yang sama cuman Tante berharap jika suatu hari kamu bisa membuka hati kamu untuknya, karena Tante lihat dia sangat serius sekali sama kamu "


"Saya harap juga begitu Tante, semoga hati saya bisa terbuka untuk Alfian Tante " kata Diandra


"Semoga saja dan Tante sama om akan mendukung kalian hingga kalian naik ke pelaminan " ujar mama Alfian dengan tulus


Diandra yang mendengar mama Alfian berkata seperti itu, langsung terkejut dan mama Alfian menangkap rasa terkejutnya itu dari wajah Diandra


"Kenapa terkejut ya ?" tanya Mama Alfian kepada Diandra


Diandra hanya bisa mengangguk tanpa menjawab, mama Alfian kembali tersenyum melihat wajah Diandra sambil berkata


"Itu karena mama menyukai kamu "

__ADS_1


__ADS_2