
"Kalian tertawa memangnya kenapa? apa ada yang lucu?" tanya Alfian menatap bingung
"Iya Memangnya ada yang lucu?" tanya Donny ikut menimpali
"Iya kalian itu lucu, sudah seperti anjing dan kucing " jawab Hera masih sambil tertawa
Hera langsung menghapus air matanya sambil menghentikan tawanya, begitu juga dengan Diandra
"Sayang kamu jangan ikut ikutan mereka juga dong " Rajuk Alfian sambil cemberut
"Kamu juga kayak anak kecil saja " kata Diandra menatap Alfian sambil menggelengkan kepalanya
"Terus bagaimana hasilnya?" tanya Hera ingin tahu menatap Donny dan Alfian secara bergantian
"Belum..mungkin nanti, tunggu saja mudah mudahan bisa cepat selesai masalah ini " jawab Donny
"Iya semoga saja masalah cepat selesai dan semuanya bisa dituntaskan " jawab Diandra dengan nada dingin
"Di..pulang kita jalan yuk " ajak Hera
"Mau kemana?" tanya Diandra
"Makan, belanja, nonton atau apalah gitu" jawab Diandra
"Kalau gitu aku ikut " timpal Alfian cepat
"Gag ah, elo pikir gw nyamuk apa" tolak Hera tidak setuju
"Ayolah Hera, lagian gw ga bisa klo jauh dari Diandra " bujuk Alfian
"Loe boleh ikut kalau Donny ikut " kata Hera pada akhirnya
"Don loe harus ikut " perintah Alfian kepada Donny
"Lah kenapa gw jadi ikut ikutan?" tanya Donny sambil menggerutu
"Ini perintah bukan ajakan apalagi pertanyaan " perintah Alfian dengan tegas
"Iye iye, gw ikut " jawab Donny kesal
"Nah itu baru yang namanya teman " kata Alfian sambil nyengir
"Tapi ngomong-ngomong gimana tentang masalah yang itu?" tanya Donny lagi
"Masalah yang itu nanti kita urus setelah bersama dengan Diandra " jawab Alfian tidak perduli dengan tatapan tajam dari Donny
"Loe nyuruh gw lembur?" tanya Donny dengan nada kesal
"Ayolah,lagian gaji elo ga jadi gw potong " jawab Alfian sekenya
"Oke you are the boss " jawab Donny
__ADS_1
"Ini masalah apa ya?" tanya Diandra yang akhirnya ikut bertanya
"Oh itu masalah yang tadi siang " jawab Alfian mencoba mengelak
"Oh iya masalah yang tadi pagi dan tadi siang itu, bagaimana apa kamu sudah ketemu siapa orangnya?" tanya Diandra dengan serius
"Kata mereka, mereka akan melaporkan segera dan akan mengirimkan copy video kepada kita" jawab Donny
"Kapan mereka akan mengirimkan itu?" tanya Diandra masih penuh denga rasa ingin tahu
"Sayang kan tadi bilang kata Donny secepatnya, jadi tunggu saja ya " kata Alfian membantu Donny agar Donny tidak berbicara lebih lanjut lagi
"Tolong kasih tau aku, kalau kalian sudah menemukan dalangnya" pinta Diandra
"Iya, kamu pokoknya yang tenang ya, dan jangan mikir apa apa" ujar Alfian berusaha menenangkan Diandra
"Eh iya jam berapa kita mau jalan?" tanya Donny mencoba mengalihkan pembicaraan
"Habis pulang kantor yang jelas, aku selesaikan pekerjaan dulu aja ya, sebentar lagi sudah selesai kok " kata Diandra balik ke mejanya lagi
"Aku balik ke ruangan gw sebentar, elo mau ikut Hera?" tanya Donny menatap Hera
"Elo ajak gw ke ruang kantor elo?" tanya Hera balik menatap Donny
"Emangnya elo mau jadi obat nyamuk disini, lihat mereka berdua mesra mesra?" tanya Donny sambil menyindir Alfian
Namun yang disindir tidak perduli bahkan pura pura tidak mendengar sama sekali
Karena setau dia ruangan para pemilik perusahaan itu di lantai atas bukan di ruangan staff
"Kepo " jawab Alfian kesal
"Gw ga kepo ya, gw cuman penasaran karena setau gw ruangan pemilik perusahaan itu bukannya berada di lantai paling atas, memang ada apa dengan ruangan elo?" tanya Hera dengan rasa ingin tahu
"Elo ga usah kepo, masalah gw ada di ruangan apa dan dimana ya suka suka gw dong, memangnya gw harus kerja di ruangan gw sendiri gag juga kan, gw bisa kerja dimana aja yang gw mau " jawab Alfian kesal dengan Hera
Hera terdiam, benar juga dia mau kerja dimana saja juga terserah dia
"Lagian nih ya, gw ini adalah pemilik sekaligus CEO dari perusahaan besar ini jadi loe tau dong gw" kata Alfian dengan sombong
"Iye gw tahu, dasar cowok belagu, gw bingung kenapa Diandra mau Nerima elo sih jadi calon bini elo " balas Hera dengan suara kesal begitu mendengar kesombongan Alfian
"Sudah ah berantem muluk, kerjaan gw ga selesai nih, sebentar lagi waktunya pulang Hera ikut gw " kata Donny sambil menarik tangan Hera, Hera langsung terkejut tangannya ditarik begitu saja oleh Donny
"Tuh anak benar benar ya, suka amat batik tangan orang untungnya saja tangan orang gag copot " kata Alfian melihat kelakuan sahabatnya sambil bergidik
Setelah menutup pintu ruang kerja Diandra, tangan Hera masih ditarik sama Donny hingga ke depan pintu lift
"Donny lepas!, sakit tahu " kata Hera kesal sambil mengelus tangannya yang sakit setelah Donny melepaskan cengkramannya dari tangannya Hera
"Sorry habis elo kelamaan debat sama Alfian, tuh anak bucinnya sudah keterlaluan" ujar Donny sambil menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"Semoga elo juga gitu ya nanti" kata Hera sambil tersenyum, membuat Donny langsung menatap Hera dengan tatapan tajam, hanya saja Hera pura pura tidak melihat, dia pura pura sibuk melihat angka angka yang sedang beranjak naik, wajahnya dibuat setenang mungkin walaupun tingkahnya sendiri terasa canggung, Hera mengutuki kebodohannya
"Kenapa gw harus bilang gitu" sesal Hera dalam hati, namun dia pura pura tidak perduli, Donny masih menatap tajam ke arah Hera hingga akhirnya Hera dibuat risih dengan Donny, tapi Hera bersikap masa bodoh dan berharap lift segera terbuka
"Don.. sebenarnya apa sudah ada titik jelas ?" tanya Hera mencoba mengalihkan pembicaraan, Donny terdiam sejenak mempertimbangkan apakah perlu diberi tahu atau tidak gadis disebelahnya ini
"Mungkin nanti, tunggu waktu saja ya " jawab Donny
"Kasihan Diandra masalahnya Don, dari dulu dia dibully terus sekarang dia harus menerima peristiwa seperti ini, dia itu berhak bahagia " kata Hera dengan suara prihatin
"Elo benar Her, gw boleh ga minta tolong kali ini saja ke elo" kata Donny
"Minta tolong apa?"
"Tolong bantuin jagain Diandra "
"Tanpa elo minta pun gw akan menjaga Diandra, karena gw gak mau sahabat gw pergi lagi"
"Makasih yah Hera "
"Kembali kasih Don "
"CK..loe itu yah Hera"
Hera hanya bisa tersenyum tanpa berkata apa apa, pintu lift sudah terbuka dan mereka berdua pun masuk ke dalamnya menuju Kelantai tempat dimana ruangan Donny berada
Sesampaymereka di ruangan Donny, Hera dipersilahkan masuk oleh Donny, seperti halnya ruangan Alfian ruangan Donny juga besar namun tidak sebesar ruangan Alfian yang selaku pimpinan sekaligus CEO dari perusahaan tempat Diandra dan Donny bekerja
"Apa ada laporan penting?" tanya Donny kepada Irma setelah meninggalkan Hera di ruangannya
"Saat ini belum ada pak " jawab Irma
"Apa ada yang mencari saya juga ?" tanya Donny lagi
"Iya tadi sepuluh menit yang lalu, dia menitipkan ini untuk bapak" jawab Irma sambil memberikan sampul coklat berbentuk kotak
Donny langsung menerimanya dan memasukkannya ke dalam saku celananya
"Baik terima kasih, kamu boleh lanjut bekerja " kata Donny dengan suara tegas
"Baik pak " jawab Irma lalu dia pun kembali bekerja
"Saya masuk dulu kedalam" kata Donny lalu berlalu meninggalkan Irma seorang diri
"Lama bener?" tanya Hera begitu Donny masuk kembali
"Sorry, lagi ada urusan penting barusan, kamu mau minum apa?" tanya Donny berjalan ke meja panjang yang diatasnya sudah tersedia kopi teh, gula dan peralatan minum seperti cangkir berikut teko pemanas dan disebelah meja panjang itu juga terdapat juga air dispenser
"Gampang Don, loe lanjut kerja aja nanti kalo gw mau gw pasti bakalan ambil sendiri " jawab Hera yang langsung duduk di sofa
"Ya sudah kalau begitu, aku ambilkan segelas air putih aja buat kamu ya" kata Donny, Hera hanya mengangguk setuju
__ADS_1
"Don apa mungkin itu ulahnya Sandra atau Amel?" tanya Hera waktu ketika Donny sedang menuangkan air ke dispenser