
Semuanya memperhatikan Sandra, menatap Sandra dengan penuh tanya selain Diandra dan Hera, Diandra menatap Sandra dengan pandangan mencemooh sementara Hera menatap Sandra dengan pandangan tidak suka, sementara yang lainnya menatap Sandra dengan penuh tanya
"Alfian! " teriak Sandra, mendengar namanya yang dipanggil, Alfian langsung menatap Sandra dengan pandangan tidak suka dan sinis
"Elo sopan kalau bertamu, emang lo pikir disini hutan " kata Alfian dengan nada marah kepada Sandra, Sandra sendiri tidak memperdulikan kemarahan Sandra, dia berjalan lurus ke arah Alfian, tidak perduli ada Diandra di sebelah Alfian yang sedang memandang Sandra dengan tatapan mencemooh
"Ada apa? " tanya Alfian sinis
"Gw minta elo temuin orang tua gw untuk memberitahukan tentang hubungan kita " kata Sandra sambil menarik narik tangan Alfian layaknya seperti anak kecil yang meminta permen kepada orang tuanya
Alfian yang tangannya ditarik seperti itu langsung menghempaskan hingga Sandra terhuyung kebelakang, membuat Sandra menjerit kaget, dia tidak menyangka Alfian bisa berbuat seperti itu kepada dirinya
"Kamu.. "
"Sandra elo itu jadi cewek punya harga diri sedikit bisa gak sih? " kata Alfian dengan nada marah
"Alfian aku.. "
"Bicara yang benar! " kata Alfian nasih dengan wajah marahnya
Saat itu Sandra malah jadi bahan tontonan mereka yang ada disitu
"Aku ingin kamu bertemu dengan orang tuaku untuk membicarakan masalah hubungan kita ini" kata Sandra dengan suara pelan sambil menatap Alfian dengan pandangan takut takut, dia tidak berani menatap Alfian secara terang terangan mengingat dia tahu bagaimana jika Alfian sudah sangat benar benar marah
"Memangnya selama ini kita ada hubungan?" tanya Alfian dengan suara dingin sambil menatap Sandra dengan tatapan dinginnya, Sandra langsung terdiam seribu bahasa
"Jawab Sandra, memangnya selama ini kita punya hubungan? " tanya Alfian sekali lagi masih menatap Sandra dengan pandangan sinis nya
"Kamu jangan seperti itu, setidaknya hargailah hubungan kita yang sudah terjadi selama dan kita sudah cukup dekat semenjak kita sekolah dulu, sebelum si pengacau ini datang " jawab Sandra sambil melirik sinis ke arah Diandra yang ada di sebelah Alfian
Diandra yang mendengar itu langsung merasa berang kepada Sandra menuduhnya yang bukan bukan
__ADS_1
"Apa maksud elo Sandra? " tanya Diandra dengan suara dingin, wajah Diandra terlihat mengeras begitu mendengar Sandra berkata seperti itu
"Bisa elo jelaskan Sandra? " tanya Diandra dengan suara yang tajam dan sangat dingin
Sandra memberanikan diri menatap wajah Diandra dengan tatapan tajam dan sambil berkata sini dia langsung berkata kepada kepada Diandra
"Gw ga tau ya kenapa si Alfian itu bisa suka sama elo, tapi asal elo tau aja Alfian itu orangnya bosan dan kalau kamu tahu sepak terjang nya dia diantara para wanita lain, aku yakin kamu pasti akan menyesalinya" kata Sandra dengan sinis
"Oh ya... bagaimana kalau dugaan kamu salah? " tanya Diandra dengan suara dingin dan tatapan yang tajam menusuk
Sandra langsung tertawa keras disitu, lalu dia berkata dengan nada mengejek
"Elo itu jadi gadis jangan terlalu naif, elo pikir elo seperti Cinderella yang mengharapkan seorang pangeran kaya yang datang melamar dan kemudian kalian bisa hidup bahagia selamanya, jangan mimpi ! "
Diandra terdiam, tangannya kini sudah mengepal, ingin rasanya dia menonjok Sandra tapi dia menahannya
"Saran gw lebih baik elo mundur atau elo akan menyesalinya Di " kata Sandra menatap Diandra dengan tatapan tajam
"Elo mencoba mengancam gw atau bagaimana? " tanya Diandra menanti jawabannya Sandra, lalu Diandra berkata lagi dengan nada menyindir ke arah Sandra
"Elo tahu Sandra dengan elo datang begini aja kita semua sudah tahu kualitas diri elo seperti apa, atau elo sendiri juga salah satu wanita yang dibuang oleh Alfian terus elo ga Terima, gw kasihan sama elo Sandra"
"Kurang ajar ! " teriak Sandra ingin menampar Diandra
"CUKUP SANDRA!! " Teriak Alfian sambil memegang tangan Sandra yang hendak menampar Diandra, Diandra langsung tersenyum sinis dan memandang wajah Sandra dengan pandangan mengejek seakan menunjukkan kalau dia lah pemenangnya
"Tapi... " kata Sandra kaget mendengar Alfian berteriak di hadapannya, hal yang sebelumnya belum pernah terjadi selama Sandra berhubungan dengan Alfian, tapi sekarang yang Sandra lihat Alfian kini berubah, dia benar benar sangat berbeda sama sekali
"Jangan pernah elo berani berani bermain tangan dengan Diandra, jika itu sampai terlihat sama gw, habis elo sama gw" ancam Alfian dengan wajah marahnya, saat ini Alfian sudah sangat marah sekali semenjak kedatangan Sandra yang benar benar sangat tidak sopan
"Mending elo keluar deh dari sini, sebelum gw suruh security mengusir elo dari sini " kata Alfian dengan suara pelannya namun terdengar sangat dingin sekali
__ADS_1
"Masalah orang tua elo, biar gw yang selesaikan besok, elo ga usah khawatir" kata Alfian lagi
Sandra masih tidak bergeming sama sekali, seakan akan dia masih belum puas dengan kata kata Alfian, hingga pada akhirnya Alfian sendiri yang harus mengancamnya lebih keras kepada Sandra
"Lima menit elo ga keluar dari sini, gw terpaksa panggil security buat usir elo secara paksa, semua ada di tangan elo sekarang"
Akhirnya Sandra memilih pergi dari ruangan itu dengan hati yang penuh dengan amarah, didalam hatinya dia akan membuat perhitungan dengan Diandra, dia merasa Diandra adalah buang kerok dari masalah ini semua, perpisahan dengan Alfian adalah ulah dari Diandra juga
Namun sebelum Sandra keluar, Diandra berbisik kepadanya yang membuat hati Sandra menjadi sangat panas dan geram
"Akhirnya elo tau sendiri kan siapa yang menjadi pemenangnya, dan yang namanya sampah itu harusnya ada di tempat sampah" kata Diandra berbisik sinis kepada Sandra
Diandra sendiri sebenarnya sudah tidak ingin berurusan dengan Sandra, namun karena kata kata Sandra yang membuat dirinya harus bertindak seperti itu, dari tadi dia sudah diam bahkan sudah tidak perduli lagi dengan cara Sandra ke Alfian, namun ketika Sandra sudah memulai perang duluan dengan Diandra mau tidak mau Diandra harus melawan biar dia tahu kalau Diandra yang sekarang adalah Diandra yang berbeda dengan yang dulu
"Di.. gw ga nyangka elo berubah banget, gw pikir elo bakalan ketakutan menghadapi Sandra sendirian" kata Tonny dengan nada kagum
Diandra menatap Tonny dengan ekspresi wajah yang tidak bisa terbaca lalu kemudian dia tersenyum miring, dan tidak menggubris kata kata Tonny yang tadi, semenjak pertengkaran Diandra dengan Sandra tadi, Diandra semakin tahu bahwa Sandra tidak akan pernah berubah sifatnya, dan kini dia harus menghadapi Sandra karena dia juga sudah memulai perang dengannya
Hera mendekati Diandra yang saat itu duduk menjauh dari Alfian, Alfian sendiri membiarkan Diandra duduk agak menjauh dengan tujuan biar Diandra tenang terlebih dahulu
"Di.. elo ga apa apa kan? " tanya Hera dengan khawatir sambil merangkul baju Diandra, Diandra tersenyum miris "Gw ga apa apa kok, santai saja" jawab Diandra dengan tenang, Hera menepuk bahu Diandra menenangkan Diandra sambil berkata "Syukurlah kalau begitu" jawab Hera
"Sepertinya kedatangan Sandra sudah merusak suasana, bagaimana kalau kita pesan makanan terlebih dahulu sebelum kita memulai ke hal hal yang lebih serius" kata Andrew membuka suaranya memberikan usulan
"Elo atur lah, mana yang baik saja " jawab Donny yang mewakili Alfian, sementara yang lain hanya mengiyakan saja, Andrew langsung memanggil pelayan dan kemudian dia memesan makanan untuk enam orang, setelah itu pelayan itu langsung pergi untuk menyediakan makanan yang dipesan oleh Andrew
"Sorry sudah bikin suasana jadi ga enak" ucap Alfian pada akhirnya, sambil menghela nafas panjang, tatapannya kini tertuju kepada Diandra yang terdiam tanpa memperdulikan dirinya
"Bukan salah elo juga bro, cewek itu aja yang gatel minta digaruk, ga diundang, ga diajak tiba tiba muncul udah kaya jelangkung" kata Tonny dengan suara kesal
"Sudah elo juga jangan kompor" kata Donny memperingatkan Tonny untuk tidak menjadi kompor beledug
__ADS_1
Alfian masih menatap Diandra, namun Diandra seakan akan tidak memperdulikan tatapan Alfian kepadanya, entah kenapa hati Alfian bagai begitu merasa ditolak oleh Diandra apalagi saat Diandra duduk menjauh dari dirinya, dan seakan akan tidak di perduli kan lagi oleh Diandra, pikiran Alfian malam ini begitu berkecamuk, saat ini dia sangat ingin memeluk Diandra dan mengatakan semuanya akan baik baik saja