
Beruntungnya Hera dan Diandra tidak jauh dari bangunan tua itu yang hanya berjarak satu kilometer lebih mereka menemukan sebuah pasar yang menjual segala kebutuhan untuk masyarakat di sekitar situ dan dipinggiran terdapat kaki lima yang banyak berjualan di pasar itu
Hera memakirkan kendaraannya di pinggir jalan raya, dan kemudian mematikan mesin mobilnya, mereka berdua keluar secara bersamaan
"Mau makan apa?" tanya Hera sambil memilih milih makanan di kaki lima
"Ada tukang jualan nasi uduk disitu, keliatannya enak" kata Diandra sambil menunjukkan tangannya arah penjual nasi uduk yang sedang sibuk melayani para pembeli, mereka langsung segera kesana dan ikut mengantri makanan
Ketika sampai di antrian mereka, Diandra dan Hera memilih untuk dibungkus saja dan dibawa pulang biar bisa makan bersama di tempatnya Irwan
"Neng sepertinya orang baru disini " kata si penjual nasi uduk itu
"Oh iya, saya memang bukan penghuni sini bang" jawab Hera sopan
"Tinggal dimana neng?" tanya si penjual nasi bungkus tersebut
"Saya kebetulan sedang menginap di tempat teman saya di gedung tua itu" jawab Hera sambil menunjuk sebuah gedung tua yang berwarna biru menjulang tinggi, tukang penjual nasi uduk itu langsung bingung "Setau saya tidak ada penghuninya di dalam sana" kata si penjual nasi uduk dengan bingung
Hera dan Diandra tersenyum dan tidak menjawab lagi pertanyaan si penjual nasi uduk, setelah selesai bertransaksi mereka berdua langsung pamit kepada si penjual tukang nasi uduk dan meninggalkan penjual nasi uduk yang masih kebingungan itu
"Dia sepertinya kebingungan mendengar kita menginap di gedung itu" kata Hera sambil tertawa-tawa
"Kadang gw ga mengerti jalan pikiran orang itu seperti apa,kok mau tinggal disana " kata Hera lagi sambil menggelengkan kepalanya
mereka langsung masuk ke dalam mobil,dan kemudian Hera menyalakan mobilnya sementara Diandra membawa makanan
"Taruh saja dibelakang Di " kata Hera sambil menyetir
"Hehehe iya lupa " kata Diandra sambil nyengir
Mobil berbelok ke halaman gedung tua itu dan menghentikan mobilnya disebelah mobil Donny, lalu setelah itu mereka kembali keluar dan menaiki tanggal menuju ke lantai tiga, Hera membuka pintu ruangan itu tampak mereka masih tertidur dengan pulasnya
"Memangnya mereka ini bergadang sampai jam berapa sih?" tanya Diandra heran, karena tidak biasanya Alfian bangun sampai menjelang siang karena jam di dinding sudah menunjukkan pukul sembilan pagi
"Perlu dibangunkan gag sih mereka ini?" tanya Hera menatap ke empat pria yang tidurnya sekarang saling menindih satu dengan yang lain
"Kita makan saja dulu, nanti kalau mereka belum bangun kita bangunkan pake Air kamar mandi" kata Diandra sekenanya
"Eh buset kejam sekali anda " kata Hera sambil tertawa
Diandra dan Hera langsung mencari tempat disudut pojok kanan dekat dengan kamar tidur, lalu membuka bungkusan nasi uduk untuk mereka makan, rupanya aroma bau nasi uduk itu tersebar ke dalam ruangan Irwan yang serta merta langsung membuat kelima pria ini terbangun, otomatis dengan perut yang lapar
"Wangi banget aromanya jadi laper" kata Tonny yang pertama kali bangun sambil mengucek matanya dan sambil menguap, Hera yang melihat Tonny seperti itu langsung bergidik
"Ton loe jorok banget sih " kata Hera dengan sebal
__ADS_1
"Jorok apanya sih?" tanya Tonny tidak terima dibilang jorok oleh Hera
"Itu elo menguap ditutup tuh mulut, aroma bau mulut elo kemana mana" kata Hera masih kesal
"Ribet banget sih loe, lagian nih ya mulut mulut gw ngapain juga elo cium cium bau mulut gw " kata Tonny ga mau kalah
"Aduh pagi pagi sudah pada ribut, bangunin orang tau " gerutu Donny terbangun dikarenakan perdebatan antara Hera dengan Tonny
"Pacar elo tuh ribet banget pake acara bilang gw jorok Gegara gw menguap gag tutup mulut" gerutu Tonny tidak terima
Begitu mendengar Tonny berkata seperti itu, Donny langsung buru buru menjauh dari Tonny takut tekena bau mulut Tonny
"Cocok loe berdua " kata Tonny sewot, dia langsung berlalu ke kamar mandi
Mendengar ribut ribut akhirnya Alfian, Andrew dan Irwan langsung terbangun
"Kebiasaan pagi pagi sudah pada ribut " gerutu Andrew kesal karena tidurnya merasa terganggu
"Jam berapa ini ?" tanya Alfian sambil meregangkan otot otot tubuhnya yang pegal karena semalaman dia tidur di sofa
"Jam sepuluh pagi " jawab Diandra tenang, dia masih fokus sama sarapannya, Alfian yang melihat Diandra sibuk dengan sarapannya langsung mendekati Diandra, baru mencium aroma nasi uduk tiba tiba perut Alfian langsung minta diisi
"Sayang siapin donk " kata Alfian manja
"Gag mau...kamu belum cuci muka, belum sikat gigi " kata Diandra menolak, lalu menjauhkan nasi uduknya dari hadapannya Alfian
"Gag mau, sana sikat gigi cuci muka lagian ada jatah kamu tuh" kata Diandra bersikeras
"Kamu pelit " kata Alfian dengan wajah cemberutnya
"Biarin aja " jawab Diandra pendek sambil menyuapkan nasi uduknya ke mulutnya
Alfian langsung buru buru ke kamar mandi, setelah mencuci muka dan berkumur kumur, Alfian langsung menghampiri Diandra lagi, kemudian dia meminta jatah nasi uduknya kepada Diandra
Diandra kemudian mengambil bungkusan nasi uduk untuk diberikannya kepada Alfian
"Siapin dong " kata Alfian dengan nada manja
"Memangnya kamu ga punya tangan buat makan?" tanya Diandra dingin
"Idih kejam sekali kamu " kata Alfian sambil cemberut
Diandra tidak menggubris kata kata Alfian, dia kembali melanjutkan makannya bersama dengan Hera, masing masing sudah mengambil jatah nasi uduknya masing masing
"Memangnya kalian ini tidur jam berapa sih?" tanya Hera begitu mereka sudah selesai sarapan
__ADS_1
"Habis subuh " jawab Irwan sekenanya
"Jadi kalian semalaman ga tidur?" tanya Hera menatap mereka silih berganti
"Tanyakan saja sama teman temanmu yang tidak punya akhlak ini" kata Irwan dengan kesal
"Loh kok gag punya akhlak sih, kan elo juga dibayar untuk mengerjakan pekerjaan elo" kata Hera menatap Irwan yang mengatakan kalau teman temannya itu tidak punya akhlak
"Dan sekarang apa sudah selesai?" tanya Hera ingin tahu menatap mereka satu persatu dengan wajah serius
"Sudah, semuanya ada di Alfian dan Donny, biar mereka saja yang menjelaskannya " jawab Irwan sedikit kesal
Diandra dan Hera langsung menatap mereka berdua secara silih berganti menuntut penjelasan, sementara Alfian dan Donny saling bertatapan akhirnya Donny sendiri yang berkata "Nanti gw akan ceritain semuanya, tapi sekarang kita pulang dulu, mandi dan istirahat bagaimana?" tanya Donny sambil menatap Alfian, yang langsung diiyakan oleh Alfian
"Memangnya kalian tidak masuk kantor?" tanya Diandra tajam
"Kita izin aja dulu, kebetulan ini juga hari Jumat, nanti gue yang akan bilang ke atasan kamu kalau kamu ijin tidak masuk kerja" kata Donny
Sebenarnya Diandra agak sedikit keberatan tapi dia sendiri juga butuh istirahat, karena istirahatnya juga terasa kurang, begitu juga dengan Hera dan yang lainnya
"Gini aja nanti kita akan bertemu lagi nanti sore di club' gimana?" tanya Donny lagi, menatap satu persatu dan semuanya mengangguk tanda setuju
"Ya sudah kalau begitu, kita sekarang pulang aja dulu" kata Tonny yang dari tadi hanya diam menyimak mereka
"Irwan makasih ya..sudah mau membantu kita, kirimkan saja nomor rekening elo nanti biar aku transfer langsung ke rekening kamu" kata Alfian sambil menyalami Irwan
"Baik, nanti gue akan kirimkan nomor rekening aku lewat Donny " jawab Irwan, setelah mengucapkan kata terima kasih mereka berenam langsung keluar dari ruangan Irwan, mereka langsung menuruni tangga, kali ini tidak ada raut wajah ketakutan di antara mereka karena mereka berpikir kalau siang mahluk mahluk astral itu pasti lagi tidur, jadi mereka bisa berjalan santai tanpa mereka sadari jika ada satu mahluk yang sedang menatap mereka dan tiba tiba saja salah satu benda melayang mengenai punggung Andrew
Sontak Andrew langsung berbalik ke belakang dan menatap bingung "Ada apa bro?" tanya Tonny sambil merangkul Andrew yang sedang kebingungan
"Gag tadi ada yang melemparkan sesuatu ke punggung gue" Jawab Andrew dengan perasaan bingung
"Ah perasaan loe aja kali " kata Tonny, namun tiba tiba bulu kuduk Tonny merinding mereka berdua saling menatap satu dengan yang lain dan kemudian mereka berdua langsung teriak "LARIIII!!!!"
Tonny dan Andrew langsung berlari terbirit-birit sambil menuruni tangga, untung saja mereka tidak jatuh, yang lainnya menatap bingung ke arah Tonny dan Andrew, namun kembali lagi Donny langsung pucat begitu mengingat cerita dari Irwan tentang penunggu gedung ini
"Dasar brengsek itu orang benar benar dah " sungut Donny kesal, dan akhirnya Donny mengikuti langkah jejak Tonny dan Andrew untuk berlari tinggal mereka bertiga yang saling berpandangan satu dengan yang lain
"Kamu ingin lari?" tanya Diandra dengan suara datar
"Eh tidak kok yang, aku akan temani kamu kok, aku kan bukan penakut kata mereka" jawab Alfian terbata bata, namun langkah kakinya tampak tergesa, dengan menahan rasa takut yang berkecamuk di hatinya Alfian berusaha tenang tetap mengawal calon isterinya dan sahabatnya sampai dilantai bawah
Sesampainya mereka tiba di lantai bawah, Donny, Tonny dan Andrew sudah berada di dalam mobil mereka tinggal menunggu Hera yang belum datang
Tampak Diandra, Hera dan Alfian sudah nampak batang hidungnya dan mereka bertiga terlihat berbicara santai
__ADS_1
"Jangan lupa nanti sore ya " kata Hera berjalan mendahului Diandra dan Alfian menuju ke mobil Donny
Setelah semuanya masuk ke dalam mobil kembali lagi Alfian mengingatkan kepada Donny agar tidak lupa untuk datang nanti sore ke club' untuk membahas mengenai penemuan mereka bersama dengan Irwan semalam suntuk