
Sementara itu Hera sedang bersiap-siap untuk pergi rumah sakit, setelah itu dia langsung keluar dari kamarnya Diandra
"Kamu sudah mau pergi?" tanya bunda kepada Hera sambil menatap Hera yang sedang menyampirkan tasnya ke bahunya
"Iya tante, mungkin saya akan pulang terlambat tante" kata Hera menatap bunda, bunda menganggukan kepalanya
"Ya sudah kamu hati hati di jalan, rencana kamu mau naik apa?" tanya Bunda kepada Hera
"Naik taksi online aja tante, biar cepat" jawab Hera
Hera berjalan menuju ke pintu depan diikuti oleh bunda dari belakang
Hera menerima notifikasi dari handphonenya jika taksi onlinenya sudah sampai
"Bunda saya jalan dulu, taksi pesanan saya sudah datang" kata Hera sambil pamit kepada bunda
Bunda masih menunggu Hera dan kemudian masuk ke dalam rumah setelah Hera berlalu pergi
Diandra masih didampingi oleh Alfian, dia sedikit agak risih ditemani oleh Alfian, namun dia hanya bisa diam daripada urusannya menjadi panjang
Ketik Diandra tiba di lantai tempat dimana ruangannya berada tiba tiba Dian mendatangi dirinya dengan langkah terburu buru
"Ada apa Dian?" tanya Diandra menatap heran
Dian yang ingin bicara tiba tiba langsung diam begitu melihat Alfian ada di samping Diandra
"Kamu bicara saja, tidak apa apa kok" kata Diandra sambil tersenyum
"Ada wanita yang datang tiba tiba ke dalam ruangan ibu Diandra" kata Dian dengan nada serius
Diandra menatap Dian dengan pandangan bingung
__ADS_1
"Kamu tahu siapa?" tanya Diandra bingung kepada Dian, Dian langsung menggelengkan kepalanya
"Saya tidak tahu bu, siapa wanita itu tapi wanita itu sangat cantik sekali" kata Dian menatap Diandra
Diandra menatap Alfian dan Alfian juga menatap Diandra mereka berdua saling pandang pandangan
"Kita langsung masuk ke dalam aja" kata Alfian memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan Diandra mendahului Diandra dan Diandra mengikutinya dari belakang
Alfian langsung membuka pintu ruangan Diandra dan betapa terkejutnya Alfian begitu melihat Sandra sedang duduk disitu
"Memang siapa Al?" tanya Diandra yang masih belum mengetahui kalau ada Sandra yang ada di ruangan itu
Diandra begitu melihat Sandra dari balik bahunya Alfian langsung terkejut namun dia sempat menyembunyikan rasa terkejutnya dan berusaha kembali tenang sambil memasang muka datar
"Aku mau masuk" kata Diandra dengan suara tenang sambil mendorong tubuh Alfian perlahan dan Alfian tidak dapat mencegah Diandra untuk masuk
Diandra langsung menghampiri Sandra dan berhadapan langsung dengan Sandra
"Oh hai, ternyata ini ruangan kerja kamu ya" ucap Sandra sambil bertanya dan menatap Diandra dengan tatapan yang meremehkan
Diandra diam tidak menjawab apalagi melihat Sandra duduk di tempatnya dia, dia tidak mau terprovokasi karena saat ini Diandra sedang dilihat oleh empat mata yang menatap ke arah Diandra yaitu Alfian dan Dian
"Dian panggilkan satpam sekarang juga!" perintah Alfian kepada Dian, begitu tahu Dian ada di sampingnya sedang menonton dua orang wanita cantik yang seakan hendak berkelahi
"Baik pak" jawab Dian, lalu dengan langkah tergesa gesa dia berlalu pergi menuju ke luar ruangan untuk memanggil security atas suruhan dari atasannya
Diandra dan Sandra saling tatap tatapan satu dengan yang lain, mengukur kekuatan diri mereka masing masing
"Nona Sandra maaf saya tidak menyambut anda dengan benar, tapi kalau boleh tahu ada apa anda datang repot repot datang ke tempat saya apa ada urusan yang penting?" tanya Diandra masih dengan suara tenang dan dengan wajah datarnya
Sandra yang mendengar Diandra berkata seperti itu langsung tersenyum sinis, lalu dia langsung berdiri menghampiri Diandra yang berada di depannya dan mendekati Diandra berusaha ingin membuat Diandra menjadi emosi, namun Diandra masih tetap berdiri dengan tenang sambil memperhatikan Sandra
__ADS_1
"Kalau boleh tahu ada urusan apa nona Sandra yang terhormat datang ke tempat saya, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Diandra menatap Sandra dengan tatapan tenang
"Gag ada, gw cuman pengen tahu saja tempat kerja seorang wanita hina kaya elo itu seperti apa" ucap Sandra dengan nada meledek
"Sehina hinanya gw setidaknya gw masih punya harga diri dan gw tidak mengemis ngemis cinta sama laki laki apalagi laki laki itu tidak suka sama sekali, dan setidaknya gw masih berkaca" jawab Diandra tidak mau kalah
"Begitu ya, ingat asal elo tahu jangan elo merasa tinggi hati dulu mungkin Alfian mau terima elo tapi belum tentu orang tuanya Alfian, mereka melihat elo itu seperti apa jadi saran gw jangan bermimpi terlalu tinggi untuk bisa menjadi phoenix " ucap Sandra sambil berbisik pelan di telinga Diandra
Diandra yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya, ingin rasanya dia menampar mulutnya Sandra namun dia tahan karena Diandra tahu jika tangannya terlalu bersih untuk menyentuh Sandra
Diandra langsung berbalik menatap punggung Sandra dengan tatapan geram dan marah lalu sambil berteriak lantang Diandra langsung berkata
"Setidaknya gw tidak merugikan siapapun tidak seperti elo yang seperti pengemis kesana kemari bahkan sampai harus berbuat hal yang bodoh"
Sandra langsung berhenti dan terdiam namun dia kembali berjalan tenang tidak menghiraukan ucapan Diandra, petugas yang dipanggil oleh Dian baru saja datang sambil tergopoh gopoh menghampiri atasannya Alfian dan oleh Alfian dengan kode dari matanya menyuruh petugas satpam itu untuk mengikuti gadis yang baru saja berjalan menuju lift
Alfian langsung menghampiri Diandra , namun sebelumnya dia menutup pintu terlebih dahulu sebelum ruangan Diandra menjadi bahan tontonan mereka yang ada di lantai ini
Alfian mendekati Diandra lalu merangkul bahu Diandra untuk meredam emosi Diandra, wajah Diandra langsung muram
"Sabar ya Di.." ucap Alfian menghibur Diandra masih menepuk bahu Diandra
"Aku ga apa apa kok" jawab Diandra tenang
Diandra langsung menuju ke kursi kerjanya, menyalakan komputer tanpa banyak cakap sementara Alfian duduk di seberang mejanya Diandra, Diandra tidak menggubris Alfian yang ada disitu, semenjak kedatangan Sandra di tempatnya Diandra, Diandra merasa menjadi sangat tidak nyaman dan merasa sangat kesal
"Di kamu marah ?" tanya Alfian kepada Diandra sambil menatap Diandra dengan pandangan lembut
Diandra mendongakkan wajahnya melihat Alfian, lalu dia langsung menghela nafasnya dan memejamkan matanya sesaat untuk meredakan emosinya yang sempat naik tadi
"Ga aku tidak marah, aku hanya kesal entah keberadaan Sandra sangat berpengaruh terhadap aku, hingga aku menjadi sangat kesal sendiri" jawab Diandra jujur menatap wajah Alfian yang sedang menatap dirinya
__ADS_1
"Aku hanya butuh waktu untuk bisa mengontrol rasa marah aku terhadap Sandra, kamu tahu itu sangat sulit karena melihat wajahnya saja aku sudah muak sekali" tutur Diandra dengan wajah muram, membuat Alfian merasa iba kepada Diandra