Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 109


__ADS_3

Gadis itu tidak bisa terpejam, matanya masih nyalang menatap langit langit kamarnya, entah kenapa perasaannya kali ini merasa tidak enak, dia masih bolak balik di tempat tidurnya, berkali kali dia memejamkan matanya berkali kali pula perasaan yang tidak enak itu muncul


'Aku ini kenapa?' tanyanya dalam hati


Dia menghela nafas panjang, bolak balik dia membalikkan tubuhnya namun matanya masih belum bisa terpejam, malam sudah semakin larut dan dia masih belum bisa terpejam matanya


Diandra gadis itu masih saja merasa tidak bisa tidur dadanya berdebar, dia merasa seakan ada sesuatu yang buruk tapi dia tidak tahu apa


Sementara itu Sandra masih saja juga belum bisa tidur, dia bingung harus berbuat apa, jika nanti ditanyai oleh Alfian sendiri tapi dia berusaha untuk tetap tenang meski dia tidak tenang


Keesokkan paginya, Alfian terbangun dia membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya, dia lega dirinya kini sudah berada di tempat yang aman yaitu di rumahnya sendiri, Alfian berusaha bangun dari tempat tidur, dan menatap jam di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, dia teringat kalau dia harus menjemput Diandra namun badannya masih terasa lemas, namun dia berusaha bangkit dari tidurnya dan mengambil handphone dari meja kecil di samping tempat tidurnya


Ada deringan handphone yang tidak terjawab dan semuanya dari Diandra, Alfian langsung menelpon kembali ke Diandra, dan langsung diangkat oleh Diandra


"Kamu dimana?" tanya Alfian begitu handphone diangkat oleh Diandra


"Dalam perjalanan ke kantor, kenapa memangnya?" tanya Diandra


"Naik apa?" tanya Alfian ingin tahu


"Nyetir mobil" jawab Diandra


"Kamu ke rumahku ya" pinta Alfian


"Tapi aku mau ke kantor" jawab Diandra


"Ga apa apa kamu absen saja, nanti si Donny yang akan urus absen kamu, hari ini kamu ke rumah aku aja seharian" pinta Alfian kepada Diandra


"Ya sudah kalau begitu, aku kesana sekalian ada yang mau aku ceritain ke kamu" ujar Diandra


"Ya sudah aku tutup telponnya dulu, aku tunggu kamu disini sekarang ya" ucap Alfian dengan manja


"Iya" jawab Diandra


Alfian langsung menutup handphonenya, dan kembali merebahkan dirinya


Ada ketukan pintu dari luar dan Alfian menyuruh masuk, tampak ada Donny yang masuk ke dalam kamar dan menghampiri Alfian yang sedang rebahan di atas tempatnya tidur


"Gimana keadaan elo?" tanya Donny menatap Alfian dengan penuh rasa ingin tahu


"Gw, masih sedikit lemas" jawab Alfian


Alfian langsung bangkit dari tempat tidur dan langsung bersandar di sandaran tempat tidur


"Don gw mau minta tolong sama elo" ucap Alfian dengan suara serius


"Minta tolong apa?" tanya Donny penuh rasa ingin tahu


"Gw mau minta tolong buat urusin absen selama tiga hari untuk Diandra" jawab Alfian santai


"Lah memangnya kenapa Diandra harus absen selama tiga hari?" tanya Donny bingung


"Karena dia harus urus gw" jawab Alfian santai

__ADS_1


"Dasar elo bisa aja kambing biawak" cibir Donny


"Cemburu Yee...makanya cari pacar Sono" jawab Alfian santai


Donny pura pura tidak mendengar sama sekali


"Gw mau tanya sama elo, semalam elo kenapa?" tanya Donny serius menatap Alfian


Alfian terdiam sebentar, mencoba mengingat ingat apa yang terjadi semalam


"Gw dikasih obat tidur" jawab Alfian malas


"Sama Sandra?" tanya Donny mencoba memastikannya lagi


"Sama siapa lagi" jawabnya kesal


K


Tidak lama kemudian ketika Donny dan Alfian sedang berbicara, kedua m wa Alfianmilkk masuk ke dalam


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Tuan Wijaya


"Baik, cuman agak lemas saja" jawab Alfian


"Mau sarapan apa?" tanya Nyonya Francie mendekati anaknya yang sedang duduk bersandar di tempat tidurnya


"Apa saja ma, tapi aku sedang menunggu Diandra datang kemari mah" jawab Alfian


"Aku suruh dia libur selama tiga hari buat jagain aku" jawab Alfian kalem


"Lah kamu kan ga sakit parah parah banget kenapa dia harus menjaga kamu selama tiga hari, kamu ini ada ada saja Alfian" ucap Tuan Wijaya sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya yang bucin kelewat parah


"Mana pelayan, kok dari tadi saya lihat belum ada pelayan yang masuk" ujar Nyonya Francie melihat disamping meja tidak ada minuman atau sarapan yang tersedia


"Sebentar Tante saya panggil kan dulu" ucap Donny sambil keluar, memanggil salah satu pelayan yang kebetulan lewat di kamarnya Alfian


Pelayan itu masuk bersama Donny, pelayan wanita yang masih muda itu ketika melihat ada kedua majikannya yang sedang menatap tajam ke arahnya dan langsung dirinya merasa ketakutan


"Kenapa disini tidak ada minuman dan sarapan untuk Tuan Alfian?" tanya Nyonya Francie kepada pelayan wanita yang masih muda itu dengan tegas, pelayan itu terdiam ketakutan


"Panggil kepala pelayan disini, dan sekalian bawakan sarapan dan minuman untuk Tuan Alfian, jangan pakai lama" perintah Nyonya Francie dengan suara tegas


"Baik Nyonya" jawab pelayan itu dengan takut takut, dia langsung berjalan cepat keluar dari ruangan memanggil kepala pelayan dan meminta kepada pelayan lain untuk membuatkan sarapan dan minuman untuk Alfian


Sementara itu di ruang depan, tampak Diandra dipersilahkan masuk oleh salah satu pelayan, yang pernah membukakan pintunya tempo hari ketika dia dan Alfian datang ke rumah ini


"Sebentar ya nona, saya beritahu kedatangan nona kepada Tuan Alfian" ucap pelayan itu dengan ramah


"Baik terima kasih" jawab Diandra sopan


"Silahkan duduk nona muda" ucap pelayan yang sudah setengah baya itu sambil mempersilahkan Diandra duduk


Setelah mengucapkan terimakasih, Diandra langsung duduk untuk menunggu kedatangan Alfian

__ADS_1


Tidak lama kemudian pelayan itu datang dan mempersilahkan Diandra untuk naik ke kamar Alfian dimana Alfian sedang beristirahat, setelah diantarkan oleh pelayan tersebut, Diandra langsung mengetuk kamar Alfian dan mendapatkan panggilan untuk masuk, Diandra langsung segera masuk


Disana dia melihat ada kedua orangtuanya Alfian beserta dengan Donny mereka bertiga duduk disamping tempat tidurnya Alfian, sementara itu Diandra masih belum tahu apa yang terjadi dengan Alfian


"Diandra sayang, masuklah" begitu sapa Nyonya Francie kepada Diandra menyuruhnya untuk masuk


"Tante, om apa kabar?" tanya Diandra sopan sambil mencium tangan kedua orang tua tersebut


"Kamu baik baik saja Diandra, kamu sendiri bagaimana?" tanya Tuan Wijaya kepada Diandra dengan ramah


"Saya baik baik saja om" jawab Diandra sambil melirik ke arah Alfian dengan penuh tanda tanya


"Orang tuam kamu sendiri bagaimana?" tanya Nyonya Francie


"Mereka semua baik Tante" jawab Diandra tersenyum


"Apa yang terjadi dengan Alfian om tante?" tanya Diandra menatap kedua oran tua tersebut dengan pandangan bertanya


"Kamu bisa menanyakan sendiri sama orangnya yang lagi tidak berdaya di tempat tidur" ledek Tuan Wijaya kepada Alfian


Sementara yang diledek pura pura tidak mendengarnya, dia malah berusaha terlihat lemah dihadapan Diandra biar Diandra kasihan dan langsung merasa simpati dan diperhatikan oleh Diandra


Namun Diandra tidak menggubrisnya sama sekali, dan itu membuat Alfian merasa kesal karena Diandra malah justru sedang mendengarkan kata kata dari papa dan mamanya Alfian


Tidak lama kemudian kepala pelayan masuk membawa sarapan pagi dengan minuman coklat kesukaan Alfian sejak kecil


"Dari tadi kenapa sarapan dan minuma baru disediakan, ini sudah jam berapa?" tanya Nyonya Francie dengan suara tegas


"Maafkan saya, kamu tidak tahu kalau Alfian ada dan menginap disini semalam" ucap kepala pelayan itu dengan takut takut


"Kamu kan bis mengecek kamar Alfian apakah ada orang atau tidak, tolong bilan dengan yang lain jika melakukan seperti itu lagi maka akan ada sanksi yang harus kalian terima" tegas Nyonya Francie


"Maafkan saya nyonya,lain kali kami akan lebih sigap lagi" ucap kepala pelayan itu sambil menundukkan kepalanya


"Ya sudah kamu diperboleykeluar tapi ingat sekali lagi melakukan kelalaian Maka kalian semua akan saya berikan sanksi atas kelalaian kalian, apa kamu mengerti?" tanya Nyonya Francie masih dengan suara tegas yang membuat kepala pelayan itu semakin takut


"Mengerti nyonya, baik saya permisi dulu kalau begitu, kalau ada perlu apa apa lagi bisa panggilkan saya" kata kepala pelayan itu masih menundukkan pandangannya


Nyonya Francie hanya menganggukkan kepalanya dan kepala pelayan itu langsung pergi meninggalkan keluarga itu di kamar Alfian


"Ma jangan terlalu keras sama mereka" kata Tuan Wijaya kepada isterinya


"Kalau tidak begitu, mereka tidak ada disiplin, semenjak kepala pelayan lama itu mengundurkan diri rasanya banyak yang berubah" keluh Nyonya Francie sambil menghela nafas panjang


"Nanti kepala pelayan itu juga bisa membiasakan diri dan bisa mengikuti peraturan yang sudah diterapkan di rumah ini" ucap Tuan Wijaya kepada isterinya


"Semoga saja begitu" jawab Nyonya Francie


"Kita keluar yuk, Don kamu mau tinggal disini?" ajak Tuan Wijaya sambil bertamanykepada Donny


"Maaf om untuk semenyini saya disini dulu, karena ada sesuatu yang harus dibicarakan" jawab Donny dengan suara serius


"Ya sudah kami berdua pergi keluar dulu" ucap Tuan Wijaya sambil menggaytangan isterinya untuk keluar dari kamar Alfian

__ADS_1


__ADS_2