Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 61


__ADS_3

Donny yang mendengar Erwin berkata seperti itu langsung termangu, dia langsung diam tanpa berkata apapun sementara itu Erwin tersenyum sambil melirik ke arah anak tangga, menakuti Donny yang sudah mulai pucat mukanya


"Tenang aja dia baik kok...sudah yak, gw banyak kerjaan " kata Erwin sambil tersenyum ke arah Donny


Donny langsung memegang tangan Erwin dengan sangat kencang "Baik baik gundul mu baik " kata Donny dengan kesal


"Lah memang baik kok, yang penting elo kalo disapa harus sapa balik, dia ga akan ikutin elo asal dengan catatan elo sapa dia"


kata Erwin kalem


"Dasar orang gila " sungut Donny, yang mukanya mulai pucat, akhirnya Donny langsung menarik keras tangan Erwin


"Apa apaan sih loe!" teriak Erwin kaget


"Temani gw sampe ke bawah, habis itu terserah elo mau sapa dia, mau pacaran ma tuh mahluk terserah " kata Donny sambil menarik tangan Erwin kuat kuat, dia tidak perduli kalau Erwin berteriak kesakitan bahkan sempat memberontak namun semakin Erwin berontak, Donny semakin kuat mencengkram tangan Erwin hingga akhirnya Erwin pasrah dibawa Donny menuju ke lantai bawah


Erwin terus menggerutu dalam hatinya dia menyesal karena telah menjahili Donny, tahu begitu dia tidak akan melakukan itu mengingat pekerjaannya yang banyak


Erwin terus menggerutu namun tidak dihiraukan oleh Donny, hingga sampai ke lantai bawah, Donny langsung melepaskan tangan Erwin, Erwin langsung memijit tangannya yang sakit akibat ditarik kasar oleh Donny


"Dasar gila, bener bener dah elo narik tangan orang ga tanggung tanggung, loe tau ga mau putus nih tangan " omel Erwin masih memijat tangannya dengan sebelah tangan yang lain


"Sapa suruh elo kerjain gw, rasain tuh akibatnya" balas Donny kalem


"Ga punya akhlak loe " amuk Erwin


"Salam yaks sama pacar elo yang diatas itu, oh iya laporan elo gw tunggu jangan sampe lupa oke" ujar Donny sambil melambaikan tangannya, kemudian dia masuk ke dalam mobil, menyalakan mesin mobilnya dan dia langsung mengaskan mobilnya hingga keluar asap dan kena di wajahnya Erwin, saat itu Erwin langsung memakai maki Donny, Erwin benar benar sangat kesal dengan Donny, tapi mengingat dia banyak kerjaan buru buru dia naik ke lantai tempat dimana dia tinggal, begitu sampai ke lantai atas tiba tiba bulu kuduk Erwin berdiri, seketika itu juga dia langsung berlari menuju ke ruangannya dan mengunci pintu rapat rapat


"Dasar kutu, niat pengen takut takutin Donny malah gw yang kena batunya sendiri" gerutu Erwin dengan kesal, sambil mengatur nafasnya kembali normal


Sementara itu Donny di dalam mobilnya tertawa terpingkal-pingkal begitu melihat wajah Erwin agak sedikit hitam karena asap mobilnya


"Makanya jangan durhaka sama teman, kena getahnya kan loe " kata Donny masih tertawa, tiba tiba handphonenya berdering, Donny melihat nama Alfian tertera disitu, dia langsung mengangkat handphonenya, belum sempat dia bilang halo, Alfian sudah bicara duluan


"Dimana elo?"


"Di jalan lah, emangnya kenapa?"


" Yang gw minta gimana, apa ada kabarnya?"


"Belum, masih diproses, sabar ya bos"


"Orang orang loe bisa kerja ga sih?"


"Bisa lah, elo nya aja yang ga bisa sabar, pokoknya hari ini paling lambat jam delapan malam semua informasi sudah elo terima"


"Kok lama banget "


"Semuanya butuh proses bos, lagian loh Diandra tenang tenang aja"


"Diandra tenang tapi gw yang ga bisa tenang"


"Sudah pokoknya elo duduk manis, terima beres "


"Oke gw tunggu kabar elo, nanti malam elo ke apartemen gw terus itu jangan lupa meeting hari ini elo yang gantiin, gw mau jagain Diandra"


"Kenapa elo ga ambil bodyguard buat dia seh?"


"Iya, ntr gw minta sama bokap gw, karena bokap gw yang tahu bodyguard yang terbaik"


"Ya sudah kalau begitu, gw tutup dulu"


"Inget meeting nya elo yang wakilkan ya "


"Iya bawel "


Donny langsung memutuskan hubungan telponnya dengan Alfian, sementara Alfian disana langsung marah marah begitu Donny memutuskan sambungan telponnya secara sepihak


"Kamu ga capek apa marah marah terus" tegur Diandra, dia agak sedikit kesal karena sikapnya Alfian pagi ini agak sedikit menjengkelkan dirinya, dari mulai dia yang mau pergi ke toilet diikuti, mengambil berkas diikuti, pokoknya setiap langkah selalu diawasi pergerakannya oleh Alfian, mau protes juga percuma karena dia juga pasti akan marah marah, mending dibiarkan saja hingga dia lelah dengan sendirinya


"Sayang, ini demi keselamatan kamu, ingat ya aku ga mau terjadi apa apa sama kamu" kata Alfian dengan suara lembut


"Iya tapi tidak begitu juga caranya, ini loh aku tidak apa apa " protes Diandra kesal


"Dengar ya Di..aku ini mencurigai semua orang termasuk yang berada di ruangan ini, yang mau berniat jahat sama kamu" kata Alfian kali ini dengan tegas, dia tidak mau di antah untuk masalah yang satu ini


Diandra langsung menghela nafas panjang


"Terserah kamu sajalah " jawab Diandra dengan pasrah


"Nah gitu dong, kamu itu harus belajar nurut sama aku karena sebentar lagi kamu akan jadi isteri aku, dan kamu harus nurut sebagai seorang isteri " kata Alfian sambil membelai rambut Diandra, Diandra pura pura tidak mendengar sama sekali apa yang diucapkan oleh Alfian barusan, dia fokus dengan pekerjaannya


Diandra teringat sesuatu, dia langsung menoleh ke Alfian


"Alfian kira kira Donny membawa hape aku kemana ya?" tanya Diandra ingin tahu


"Oh itu, kamu tenang aja nanti juga dibalikin sama Donny, emangnya kenapa?" tanya Alfian ingin tahu


"Tidak apa apa, hanya saja takut ada pesan penting saja yang harus segera dibalas " jawab Diandra


"Pesan penting apa?" tanya Alfian penasaran sambil menatap Diandra dengan pandangan tajam


"Ya pesan penting, dari bunda atau ayah atau Hera" kata Diandra


"Tunggu saja, sehabis meeting dia akan kembali ke kantor kok " kata Alfian


Alfian kembali duduk di sofanya dan kemudian mempelajari pekerjaan pekerjaan dia, dengan serius


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang, Diandra sudah mulai lapar namun dia sangat enggan pergi ke luar, dia menatap Alfian yang masih serius bekerja, akhirnya dia yang mendatangi Alfian


"Alfian " panggil Diandra sambil mencolek bahu Alfian


"Ada apa?" tanya Alfian langsung segera menoleh


"Makan yuk, aku lapar " kata Diandra sambil nyengir


"Ooh kirain..." Alfian tidak melanjutkan kalimatnya

__ADS_1


"Kirain apa?" tanya Diandra


"Kirain kamu mau duduk di pangkuan aku " jawab Alfian sambil nyengir


Diandra langsung mencubit lengan Alfian dengan keras, hingga Alfian berteriak kesakitan


"Kamu tuh, kalau cubit ga pernah pake perasaan sedikit " protes Alfian sambil mengelus lengannya yang terasa sangat sakit dicubit oleh Diandra


"Lagian kamu yang mulai duluan, heran aku kok pikiran kamu kotor melulu sih " balas Diandra dengan nada kesal


"Habis kamu belum mau dihalalin sih, jadinya begini " ujar Alfian tanpa merasa bersalah


"Please jangan mulai lagi " kata Diandra dengan wajah cemberutnya


Alfian yang melihat Diandra cemberut langsung memeluk Diandra dan mencium rambut Diandra yang wangi Buah buahan


"Sorry ya..kamu jangan cemberut gitu dong, nanti cantiknya luntur loh " bisik Alfian di telinga Diandra sambil merayu Diandra


"Bodoh amat " kata Diandra menginjak kakinya Alfian, agar Alfian menjauh darinya


"Aduh Diandra, kamu kok bar bar banget sih" keluh Alfian, yang akhirnya terpaksa menjauh dari Diandra


"Biarin..baru tahu kamu kalau aku itu barbar" balas Diandra yang masih cemberut


"Ga apa apa, biar bar bar tapi aku suka kok, malah cinta mati sama kamu " goda Alfian sambil tersenyum manis


"Deg" jantung Diandra saat itu langsung berdetak kencang, hingga dia langsung terdiam menatap ke wajah Alfian dalam dalam, Diandra merasa terkejut dengan perasaannya sendiri


"Di...are you okey?" tanya Alfian sambil menggoyang goyangkan tangannya di depan wajah Diandra, Diandra yang termangu langsung kaget, dia melihat wajah khawatirnya Alfian


"Are you okay ?" tanya Alfian lagi sambil menatap khawatir ke arah dirinya


"Oh ya, aku okey, ga ada apa apa" kata Diandra sedikit tergagap


Alfian menatap Diandra dengan pandangan setengah tidak percaya, Diandra yang tahu Alfian tidak mempercayai ucapannya, langsung menepuk bahu Alfian lalu berkata dengan suara lembut untuk menenangkan Alfian


"Gw baik baik saja, dan ga ada apa apa "


Alfian langsung mengangguk dan terpaksa mempercayai Diandra


"Dengar yah Di, jika ada apa apa kamu harus cerita atau bicara jujur dengan aku, paham kan kamu " kata Alfian dengan nada tegas


Diandra mengangguk cepat sambil tersenyum ke arah Alfian


"Kita makan yuk " ajak Alfian, yang langsung dibalas anggukan kepala oleh Diandra


"Dari tadi kenapa" sungut Diandra


"Memangnya kamu sudah lapar?" tanya Alfian polos


"Alfian kenapa sih kamu menyebalkan " gerutu Diandra dengan kesal


Alfian yang mendengar gerutunya Diandra langsung tertawa


"Biar menyebalkan begini kamu suka kan?" tanya Alfian sambil menggoda


"Jadi kita mau makan di luar apa di dalam?" tanya Alfian menatap Diandra


"Aku pikir di dalam saja karena aku masih banyak pekerjaan" jawab Diandra


Alfian mengangguk tanda setuju, dia juga masih banyak pekerjaan yang tertinggal


Mereka memutuskan untuk makan di kantin, kali ini Alfian mengajak Diandra makan di ruang kantin khusus untuk para petinggi perusahaan


"Apa tidak apa apa aku makan disini?" tanya Diandra ragu sambil menoleh ke kiri dan ke kanan


"Siapa yang melarang kamu makan disini?" tanya Alfian serius


"Ya tidak ada sih, secara bapakmu yang punya ini perusahaan" jawab Diandra sekenanya


"Nah itu kamu pintar, dengar ya kamu itu calon isteri aku, jadi kamu juga bebas makan disini" kata Alfian lagi


"Iya tapi jangan lupa kalau aku adalah karyawan disini juga, aku hanya khawatir mereka akan iri dengan aku karena aku mendapatkan keistimewaan seperti ini" balas Diandra agak sedikit setengah khawatir


"Oke kalau kamu khawatir takut adanya kecemburuan sosial, kita akan makan di luar setiap harinya " kata Alfian tegas


"Ga bisa begitu dong, ga sayang apa sama duit kamu, kamu tau ga kalau kita makan di kantin berapa uang yang bisa dihemat oleh kamu" kata Diandra tidak setuju


"Itu yang pertama yang kedua nih yah, mereka menyiapkan makanan terus kamu ga mau makan disini otomatis itu akan terbuang percuma, kan sayang kalau terbuang " nasihat Diandra lagi


Karena khusus untuk para petinggi perusahaan, tamu istimewa yang diundang oleh perusahaan, para penjual itu sudah dibayar oleh perusahaan setiap bulannya, tinggal mereka memberikan tagihan setiap harinya pada sore hari ke administrasi kantor, dan bagian administrasi kantor yang akan membayar tagihan dari para petinggi perusahaan dan tamu undangan dari perusahaan itu sendiri


Alfian yang mendengar Diandra berbicara tanpa berhenti langsung tersenyum, Diandra yang melihat Alfian tersenyum langsung bertanya dengan nada sewot


"Kamu kenapa senyum senyum ga jelas gitu?"


"Ga kamu lucu kalo lagi memberikan nasihat, tau gag aku suka liat ekspresi kamu itu " jawab Alfian tersenyum sambil menatap Diandra dengan lembut


Diandra langsung dibuat salah tingkah sendiri


"Aku lapar mau makan " kata Diandra sambil menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari menu makanan yang ingin dia pesan


"Ya sudah kamu mau makan apa ?" tanya Alfian


"Nasi campur aja sama es teh manis " jawab Diandra


"Ya sudah tunggu sebentar disini, biar aku pesankan buat kamu" ujar Alfian lalu berlalu pergi


Diandra menunggu Alfian memesankan matanya, namun matanya tiba tiba melihat seseorang yang dia merasa mengenalnya, seseorang itu menyadari Diandra melihatnya langsung menghilang, Diandra langsung berdiri dan ingin berjalan mendekati orang itu, namun langkahnya tiba tiba berhenti karena sudah keburu dicegat oleh Alfian


"Kamu mau kemana?" tanya Alfian menatap Diandra yang seperti melihat seseorang, Diandra langsung menatap Alfian dengan bingung


"Alfian aku tadi lihat seseorang diujung sana, sedang menatap ke kita " kata Diandra sambil menunjukkan jari tangannya kearah ujung seberang, Alfian langsung melihat ke arah tempat yang ditunjuk oleh Diandra, tapi dia tidak melihat siapa siapa disana, Alfian menatap Diandra dengan pandangan bingung


"Kamu tidak sedang berhalusinasi kan?" tanya Alfian dengan serius


Diandra menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Tidak aku serius Alfian " kata Diandra dengan nada serius


"Tapi mungkin aku yang salah lihat " kata Diandra lagi sambil berpikir


"Sudah begini saja kita makan dulu, nanti kita periksa lewat CCTV oke" kata Alfian mencoba menenangkan Diandra


Diandra langsung menganggukan kepalanya, tapi dalam pikirannya dia sedang berpikir mungkin dia yang salah lihat, tapi penglihatannya selama ini baik baik saja


Diandra menghela nafas panjang, tidak mengira semuanya akan menjadi serumit ini


"Kamu mikir apa lagi?" tanya Alfian kembali dari memesan makanan untuknya


"Tidak ada" jawab Diandra berbohong


"Kamu tahu cerita tentang Pinokio?" tanya Alfian menatap Diandra


"Tahu, memangnya kenapa?" tanya Diandra ingin tahu


"Pinokio itu kalau berbohong kan hidungnya jadi panjang " kata Alfian sambil menyindir


"Aku ga berbohong kok, aku ga mikirin apa apa " kata Diandra mencoba meyakinkan Alfian kalau dia tidak berbohong


"Ya sudah kalau kamu tidak berbohong " balas Alfian mengalah


"Alfian boleh aku tanya sesuatu?" tanya Diandra sambil menatap wajah Alfian


"Tanya saja yang banyak " jawab Alfian


"Apa kamu kalau lagi dekat sama cewek, suka sering diincar gitu ceweknya hanya karena dekat dengan kamu?" tanya Diandra menatap Alfian dengan serius


Alfian tampak berpikir sebentar, karena selama ini dia dekat dengan wanita manapun adalah hanya untuk Sandra menjauh darinya, namun entah kenapa setiap kalo dekat dengan wanita manapun tiba tiba wanita itu yang memutuskan hubungan dengannya


"Alfian jawab kenapa pertanyaan aku" kata Diandra dengan kesal


Alfian kembali fokus dengan pertanyaan dari Diandra


"Gag tau juga sih, cuman setiap kali aku dengan dengan wanita siapapun itu pasti tiba tiba satu atau dua hari kemudian dia meminta aku untuk putusin dia " kata Alfian dengan jujur


Diandra tampak berpikir sebentar


"Kamu tahu aku jadi berpikir seganteng apa sih kamu, sampai sampai ada yang mencoba merusak hubungan kamu dengan para wanita wanita itu, bahkan cemburu dengan kamu pula" kata Diandra sambil menatap Alfian dalam dalam


Yang ditatap bukannya salah tingkah malah senyum senyum sendiri, bahkan menebarkan pesonanya sebagai seorang Alfian hingga Diandra justru yang menjadi malu sendiri


"Kamu menjijikkan " kata Diandra mencoba menutupi rasa salah tingkahnya


"Dan kamu mempesona " kata Alfian sambil tersenyum


"Apaan sih kamu " kata Diandra mencoba menutupi rasa malunya


" Bukan salah aku terlahir ganteng, tapi aku kan sudah dari sananya ganteng, makanya banyak yang ingin dekat dengan aku bahkan berharap bisa menjadi pacarnya, kurang apa coba aku ini " kata Alfian narsis


"Kurang satu ons " jawab Diandra sekenanya


Alfian yang mendengar itu langsung menyentil jidat Diandra,hingga Diandra berteriak kesakitan, yang membuat seisi ruangan kantin menoleh kepadanya, mengakibatkan Diandra menjadi malu sendiri dan dia buru buru minta maaf ke orang orang yang ada di sekitar Diandra


"Kamu tuh ya" kata Diandra dengan wajah cemberutnya, Alfian hanya nyengir tanpa perasaan berdosa


"Siapa suruh bilang aku kurang satu ons, salah siapa?" tanya Alfian


"Iya aku yang salah, maaf " ujar Diandra sambil mengelus jidatnya yang masih sakit


"Mau aku obat in pake cium ga?" tanya Alfian jahil


"Belum pernah kena bogem ya kamu?" tanya Diandra balik


"Iih calon isteri aku galak bener dah " kata Alfian pura pura takut


Mereka berdua terhenti sebentar begitu pelayan mendatangi mereka dengan membawa pesanan mereka berdua


Diandra dengan nasi campur dan es teh manis, sementara Alfian dengan tongseng ayam dan nasi, minumannya es jeruk


"Kelihatannya enak " kata Diandra melihat makanannya Alfian


"Kamu mau coba?" tanya Alfian sambil melepas sendok yang dibungkus dengan tissue


"Gak ah, kamu aja makan " tolak Bintang


"Nih cobain " kata Alfian sambil menyuapkan kuah tongseng beserta dagingnya ke mulut Diandra, akhirnya mau tidak mau Diandra membuka mulutnya menerima suapan dari Alfian


Lidahnya langsung cepat merasakan kuah tongseng yang gurih dan daging yang empuk, hingga siapapun yang merasakan ingin nambah lagi


"Ini enak " kata Diandra


"Kamu mau ?" tanya Alfian


"Tidak ah, lagian kalau aku mau nasi campur aku bagaimana?" kata Diandra sambil bertanya balik


"Yaah aku yang makan " jawab Alfian


"Tidak, lain waktu saja toh masih ada hari yang lain juga dan yang jual juga tidak kemana mana" tolak Diandra sambil memakan nasi campur ya


"Ya sudah kalau kamu tidak mau" kata Alfian


Mereka berdua makan dengan lahap tanpa banyak bersuara, hingga selesai makan Alfian langsung menghubungi Donny kembali, Donny yang baru habis selesai meeting dan bersiap untuk pulang namun sebelumnya dia ingin makan siang terlebih mendapatkan telpon dari Alfian


"Elo sudah selesai meeting nya?" tanya Alfian


"Sudah, dan gw mau makan dulu" kata Donny sebelum Alfian kembali berbicara


"Ya sudah nanti segera kembali disini ya Don, gw butuh bantuan elo "


"Iye, ya sudah ya gw mau makan dulu bos, perut laper minta diisi "


"Okey"


Alfian langsung menutup telponnya, sementara itu Donny kemudian langsung menelpon seseorang dan mengajaknya untuk bertemu sambil makan siang di tempat yang dijanjikan oleh Donny, setelah itu Donny langsung meluncur ke restorant tempat mereka akan bertemu

__ADS_1


__ADS_2