
Tiba tiba para pria itu langsung kembali berlari menuju ke tempat Irwan tinggal, mereka lupa Diandra dan Hera ditinggalkan di luar, Diandra dan Hera kembali lagi menggelengkan kepalanya melihat tingkah para pria itu, lalu mereka berdua berjalan menuju ke tempat Irwan berada menyusul ke empat pria yang sudah ketakutan
Keempat pria itu menggedor-gedor pintu secara berisik, mereka juga sambil berteriak teriak mungkin kalau ada tetangga di sebelahnya, mereka bakalan kena semprot oleh tetangganya Irwan, untungnya saja tempat itu sangat sepi sekali
"Kalian ini kenapa sih?!" tanya Hera sambil menghardik, hingga membuat Alfian,Donny,Tonny dan Andrew langsung terdiam mendengar hardikan dari Hera
Diandra langsung mengetuk pintu, tidak lama kemudian Irwan membukakan pintu menatap heran seorang gadis cantik tengah berada di hadapannya sambil tersenyum
"Selamat malam apa disini rumahnya Irwan?" tanya Diandra tersenyum dengan sopan, namun belum sempat Irwan menjawab tiba tiba dari arah belakang Hera Alfian, Donny,Tonny dan Andrew sudah menyerobot masuk dan mendorong Irwan untuk memberikan jalan bagi mereka berempat, membuat Irwan misuh musuh kepada mereka berempat
Hera dan Diandra langsung tersenyum tidak enak kepada Irwan, meski mereka berdua tahu kalau Donny adalah teman dari Irwan, Irwan mempersilahkan masuk Hera dan Diandra, lalu Irwan menutup pintu,
setelah mereka berdua masuk, Irwan menyusul Hera dan Diandra kemudian mendekati keempat pria tersebut lalu menatap Alfian, Donny ,Tonny dan Andrew dengan pandangan tajam, mereka berempat langsung duduk di sofa yang kosong tanpa disuruh terlebih dahulu oleh yang punya tempat
"Gw minta minum dulu " kata Donny sebelum Irwan memarahi dirinya berikut dengan ketiga sahabatnya, Irwan akhirnya langsung mengambil gelas air mineral didalam kulkas yang sekali pakai, dia membawa untuk tamu yang tidak diundangnya
"Sekarang jelaskan kenapa kalian kemari?" tanya Irwan mengintrogasi Donny dan yang lainnya
"Sebelum elo interogasi kita semua, gw mau tanya yang tadi siang yang gw minta gimana sudah elo kerjakan belom?" tanya Donny menatap Irwan
Irwan langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Gw ga mau tau, elo harus kerjain itu kalau ga kita tidur disini malam ini " ancam Donny
"Apaaaaaaa !!!" teriak mereka bersamaan
Donny tidak memperdulikan teriakan mereka
"Loe jangan gila deh " protes Tonny
"Gw ga gila, dia harus selesaikan pekerjaan yang gw minta tadi siang ditambah sama yang ini " kata Donny sambil mengeluarkan sebuah amplop coklat berbentuk kotak lalu memberikannya kepada Irwan
"Oh iya Don,sekalian sama yang ini " kata Diandra mengeluarkan handphonenya dan mengirimkan sebuah gambar lewat pesan hijau ke Donny, Donny yang menerima pesan gambar itu langsung melihat gambarnya lalu mengernyitkan dahinya setelah itu dia teruskan ke Irwan untuk dia cek
"Loe tuh yaa temen ga punya akhlak datang datang langsung todong gw dengan tugas tugas elo yang satu aja bom selesai ketambahan yang lain " kata Irwan dengan nada kesalnya
"Kerjain apa gag, kita tetep menginap disini" kata Donny dengan suara enteng
__ADS_1
"Yakin loe mau nginap disini?" tanya Tonny lagi, melihat ruangan Irwan yang tidak cukup besar, mungkin hanya bisa ditinggali oleh dua atau tiga orang, ruangan itu terbagi menjadi 3 ruang, ruang tengah yang sekarang dikuasai oleh teman temannya Donny, kamar mandi dan kamar tidur untuk dapur sendiri karena Irwan hanya seorang diri, terdapat di pojok kiri sebelah kamar, itupun dia hanya menggunakan kompor listrik untuk memasak
"Gw yakin " jawab Donny dengan suara tegas
"Lah terus gw tidur dimana?" tanya Irwan tidak terima kalau Donny dan kawan kawan nya ingin menginap di tempatnya
"Siapa yang ngijinin elo tidur, elo itu disuruh kerja" jawab Donny dengan suara kesalnya
"Dasar orang gila " sungut Irwan
Sebenarnya Donny hanya ingin menunggu keadaan sampai terang saja, dia tidak mau seperti tadi, jadi lebih baik menginap di rumah Irwan temannya daripada harus berjalan menyusuri lorong dan tangga yang gelap
"Terserah elo lah " kata Irwan dengan pasrah
"Eh iya kenalin yang bayarin elo ini dia Alfian" kata Donny sambil menunjukkan jari tangannya ke arah Alfian, Irwan langsung mengulurkan tangannya ke arah Alfian dan disambut begitu saja oleh Alfian
"Donny sering cerita tentang elo" kata Irwan sambil tersenyum jahat melirik ke arah Donny
Matanya Donny langsung menatap tajam ke arah Irwan dengan pandangan mengancam namun Irwan tidak memperdulikan itu
"Memangnya Donny cerita apa saja tentang gw?" tanya Alfian penasaran menatap Irwan
"Semua informasi dari mulut gw itu ada harganya bro " jawab Irwan tersenyum melirik Donny, Donny langsung mengepalkan tangannya dan menatap Irwan dengan tatapan yang masih mengancam
"Loe minta berapa?" tanya Alfian sambil mengeluarkan dompet dari dalam saku dan mengeluarkan beberapa uang ratusan ribu dari dalam dompetnya hingga membuat Irwan terbelalak, dia menyadari akhirnya sahabatnya Donny bukanlah sahabat yang kaleng kaleng
"Nanti dulu bro, sabar ntr gw ceritain bayarannya sekalian sama yang ini" kata Irwan dengan tangan yang menolak
"Oke gw tunggu informasi dari elo " kata Alfian dengan suara seriusnya lalu dia kembali menyimpan uangnya ke dalam saku celana
"Daripada uang itu kamu kasih ke dia untuk informasi yang ga jelas, kenapa ga kasih ke saya saja" kata Diandra dengan suara datarnya, Donny langsung tersenyum senang begitu mendengar Diandra membela dirinya
"Sayang, kamu kan ada bagiannya sendiri" kata Alfian
"Tapi aku mau uang yang kamu akan kasih ke dia itu mending kasih ke aku" ujar Diandra bersikeras
Alfian langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Irwan menatap gadis yang ada disamping Alfian dengan pandangan kesal tapi dia tidak berani berbicara karena ada sisi Diandra yang membuat dia merasa sangat sungkan
__ADS_1
"Oh iya gw belum memperkenalkan teman teman gw yang lain, ini Tonny, Andrew, yang cewek ini namanya Hera dan disebelah Alfian itu adalah calon isterinya Diandra " kata Donny sambil menunjukkan satu persatu kelima temannya kepada Irwan
Setelah memperkenalkan diri, Irwan mulai bekerja dengan serius untuk memeriksa semua data yang diberikan Donny kepadanya, sementara yang lainnya ada yang sibuk bermain gadget karena WiFi di tempatnya Irwan lumayan kencang, yang lainnya sibuk memperhatikan Irwan bekerja termasuk Diandra
Diandra kembali ke sofa tempat dimana Hera berada, tidak ada yang bisa dikerjakan di ruangan itu, Diandra dan Hera akhirnya jatuh tertidur di sofa sambil duduk, Alfian yang melihat Diandra tertidur sambil duduk langsung menggendong Diandra ke dalam kamar, begitu juga dengan Donny yang menggendong Hera, mereka ditidurkan berdua di atas kasur lantai, setelah dirasa cukup nyaman, Alfian dan Donny akhirnya keluar dari kamar tersebut
Sementara itu Irwan dan yang lainnya bergadang sampai pagi, hingga mereka jatuh tertidur setelah subuh, pagi menjelang, matahari bersinar tepat di balik jendela kamar membuat Diandra dan Hera terbangun, mereka langsung menggeliat badan mereka terasa pegal karena tidur di kasur lantai tempat yang mereka tidak terbiasa tidur
"Kita dimana ya?" tanya Diandra sambil duduk melihat Hera yang juga ikut bangun
"Kita di tempatnya temannya Donny Irwan " jawab Hera , Diandra langsung teringat kalau mereka menginap semalam disini
"Badanku pegal Di.." keluh Hera
"Sama aku juga " balas Diandra sambil memegang pinggangnya
"Kita keluar yuk, siapa tau aja mereka sudah bangun " ajak Hera sambil berdiri, laku ditolongnya Diandra untuk berdiri
Mereka langsung keluar kamar, dan betapa terkejutnya mereka melihat para pria itu tidur seperti layaknya ikan sarden, Hera langsung terkikik geli melihat gaya tidur mereka, yang diata sofa ada Alfian sementara yang lainnya tidur dempet dempetan dibawah dengan tidur yang sudah tidak beraturan
Diandra yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya
"Aku ke kamar mandi dulu ya .badanku lengket semuanya " kata Diandra yang langsung masuk ke dalam kamar mandi yang sempit itu, selang tidak beberapa lama disusul oleh Hera juga ikut membersihkan diri
Para pria itu masih saja tidur dengan pulasnya, Diandra memperhatikan mereka tidur seakan akan seperti orang mati
"Mereka itu tidur jam berapa sih?" tanya Diandra penasaran sambil berbisik kepada Hera
"Mana gw tahu Di..kita juga baru bangun kan" jawab Hera
Diandra langsung diam
"Kita cari sarapan pagi yuks, nanti kalo kita sudah pulang kita bangunkan saja mereka kalau belum bangun" kata Hera sambil mengajak Diandra mencari sarapa pagi
"Ya sudah, bawa kunci mobilnya Alfian aja, takut takut jarak dari gedung sini dengan warung makan jauh " kata Diandra yang langsung disambut setuju oleh Hera
Hera langsung mengambil kunci mobil Alfian tidak lupa memberikan pesan dia atas secarik kertas kalau mereka berdua membeli sarapan dan menaruhnya di tempat yang terlihat, setelah itu mereka keluar dari ruangan Irwan yang sempit tidak lupa menutup pintu pelan pelan agar seisi ruangan itu tidak terbangun
__ADS_1
Keluar dari ruangan Irwan Diandra dan Hera bisa menghirup nafas lega, mengisi paru parunya dengan udara segar meski didalam ruangan Irwan menggunakan AC dan lubang ventilasi, mereka segera turun tangga dan menuju ke mobil Alfian, kali ini Hera yang menyetir mobil sedan milik Alfian, Diandra hanya duduk di kursi penumpang sebelah kiri
"Sudah siap?" tanya Hera memandang Diandra yang sedang memasang sabuk pengamannya "Yups ayo berangkat" jawab Diandra, dan mobil itu langsung keluar dari gedung tua itu mencari warung makan yang terdekat disitu