Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 130


__ADS_3

Sesampainya mereka di rumah Hera, mereka semua turun dari mobil termasuk Alfian juga yang ikut turun bersama dengan Diandra sambil menggandeng tangan Diandra


Tampak mbok Darmi menunggu di depan pintu rumah dengan wajah yang cemas dan khawatir, sepertinya dia tidak sabar menunggu anak majikannya pulang ke rumah


Diandra yang selama berteman dengan Hera belum pernah menginjakkan kakinya ke rumah Hera, dia melihat ke sekeliling halaman depan yang tampak sangat luas namun terlihat sangat rapih dan asri


"Selamat pagi mbok" sapa Hera dengan tersenyum


"Pagi non Hera, gimana kondisi non Hera sekarang?" tanya Mbok Darmi memandang anak majikannya dengan wajah khawatir namun penuh dengan rasa ingin tahu


"Saya baik mbok, benar benar baik" ucap Hera sambil tersenyum kepada mbok Darmi


"Syukurlah kalau begitu" ucap mbok Darmi dengan nada senang


"Kalau begitu ayok masuk ke dalam" ajak mbok Darmi menyuruh Hera dan teman temannya untuk masuk ke dalam rumah


Ruang tamu itu cukup sangat luas, ada beberapa pigura yang terpajang di dinding ruang tamu itu, salah satu pigura itu menarik perhatian dari Diandra, dia menatap satu poto keluarga, terdapat suami isteri disana, dan seorang anak kecil yang sedang tersenyum lebar dengan rambut dikuncir dua, namun ada yang tidak lepas dari pengawasan mata Diandra, sebuah tahi lalat kecil yang tidak begitu terlihat disebelah kanan dagunya


Matanya yang jeli itu menatap pigura itu dengan wajah yang cukup serius, dia sempat mengernyitkan dahinya, selama ini Hera tidak pernah mempunyai tahi lalat kecil di sebelah kanan dagunya, dia berusaha meyakinkan kembali hingga dia tidak sadar Alfian sedang mendekatinya


"Kamu sedang lihat apa kok sampai sebegitu nya?" tanya Alfian sambil berbisik di telinga Diandra, Diandra langsung terkejut namun dia berusaha untuk tidak berteriak


"Kamu..." kata Diandra dengan mata membesar menatap kesal kepada Alfian karena telah membuat dirinya menjadi kaget


Diandra langsung berlalu dari hadapannya Alfian yang membuat Alfian semakin penasaran dengan apa yang dilihat oleh Diandra


"Ada apa ?" tanya Hera begitu melihat Diandra dengan wajah cemberut mendekati Hera dan Donny, sambil mencoba memastikan apa yang dilihatnya itu adalah salah


"Gag ada apa apa, Alfian membuat aku kaget" jawab Diandra dengan nada kesal


"Kirain ada apa" ucap Hera sambil tersenyum ke arah Diandra


Tak lama kemudian Mbok Darmi datang dengan membawa minuman dan cemilan makanan dan dia langsung menyuguhkannya di atas meja ruang tamu


"Silahkan diminum" kata mbok Darmi kepada Hera dan teman temannya


"Terima kasih mbok" jawab mereka secara bersamaan

__ADS_1


Mbok Darmi tersenyum lebar lalu dia kembali masuk ke dalam dapur, setelah mbok Darmi pergi menuju ke dalam dapur, Hera langsung berdiri


"Gw mau ke atas, mau ambil pakaian dulu nanti gw turun lagi" ucap Hera


"Mau gw bantuin?" tanya Diandra, Hera langsung menggelengkan kepala sambil tersenyum


"Ya sudah ga pake lama" jawab Diandra kepada Hera, yang dibalas dengan kode jempol dari Hera


"Ya sudah gw ke atas dulu mau siap siap" kata Hera sambil berjalan menuju tangga


Setelah melihat Hera naik ke atas menuju ke kamarnya, Diandra kembali menatap pigura besar itu, dia kembali berjalan menuju ke sana dan memandang pigura itu dengan diam


Sementara Alfian menatap Diandra dengan tingkah laku yang mencurigakan namun dia memilih untuk menahan diri tidak bertanya dulu, mungkin nanti di mobil baru dia akan menanyakannya


Tiba tiba Diandra berbalik kemudian menatap Donny dengan penuh seksama


'Don sorry gw mau tanya, waktu elo pertama kali ketemu sahabat kecil yang elo panggil Rara itu kira kira apa dia punya tai lalat di dagunya?" tanya Diandra dengan pandangan serius menatap ke arah Donny


Donny terdiam sebentar dan kemudian dia mengambil sebuah Poto yang usang dan memberikannya kepada Diandra, Diandra mengambil Poto lama itu dan memperhatikan Poto itu dengan pandangan penasaran, dia mencoba mencermati wajah seorang gadis yang yang sedang tersenyum lebar dan benar adanya disana juga terdapat tahi lalat kecil di sebelah kanan dagunya


"Memangnya kenapa?" tanya Donny penasaran menatap ke arah Diandra


"Tidak apa apa" jawab Diandra pelan dan sedikit berbohong kepada Donny


Donny menatap Diandra dengan pandangan tajam, dia merasa Diandra sedang berusaha menyembunyikan sesuatu, namun dia diam saja tidak berusaha menanyakannya sama sekali, Diandra langsung mengembalikan Poto yang sudah lama itu ke Donny


"Thanks ya Don" ucap Diandra sambil tersenyum


"Iya sama sama, ngomong ngomong memang ada apa sih?" tanya Donny sekali lagi sambil menaruh potonya di sakunya kembali


"Tidak ada apa apa" jawab Diandra sambil tersenyum ke arah Donny


Donny langsung menyipitkan matanya ke arah Diandra namun Diandra pura pura mengalihkan pandangannya ke tempat lain, dia bukannya tidak mau menceritakan kepada yang lain, tapi dia harus mencari kebenarannya terlebih dahulu, kalau perlu harus tahu dari mulut Hera sendiri tentang siapa sesungguhnya Hera yang sebenarnya


Namun tidak dengan Alfian, jika Donny lebih memilih untuk diam tapi Alfian akan berusaha Diandra untuk bercerita dengan dirinya, dia harus tahu tentang apa yang dipikirkan oleh Diandra nanti


Diandra masih merenung memikirkan siapa Hera, apakah Hera ini adalah masih keluarga dengan keluarga ini atau bukan, lalu mengapa mereka berbeda, cukup lama juga Diandra merenung hingga Hera sudah selesai membawa tas pakaian sedang turun tangga menghampiri mereka bertiga yang sedang menunggu dirinya

__ADS_1


"Sudah selesai?" tanya Donny kepada Hera sambil mengambil tas pakaiannya Hera


"Sudah" jawab Hera kepada Donny


"Ya sudah ayo kita berangkat" jawab Donny


"Tunggu dulu, gw mau pamit sama mbok Darmi dulu" jawab Hera kepada Donny yang sudah mencapai pintu depan


Hera langsung masuk ke dalam dapur memanggil mbok Darmi yang sedang beberes dapur


"Mbok aku pergi dulu, aku mau tinggal di rumah Diandra selama beberapa hari dulu" kata Hera sambil pamitan kepada mbok Darmi


Mbok Darmi langsung menatap Hera dengan penuh tanya


"Tapi non Hera kenapa?" tanya Mbok Darmi kepada Hera dengan penuh khawatir


"Aku ga apa apa mbok..mbok tenang saja lagian disana ada Diandra dan banyak orang yang mau menjaga aku" jawab Hera berusaha menenangkan mbok Darmi agar beliau tidak cemas


" Tapi non Hera habis sembuh dari sakit" kata mbok Darmi masih dengan nada cemas


"Aku sudah sembuh mbok, mbok tenang aja aku janji begitu aku pulang kesini lagi, aku sudah benar benar sehat" ucap Hera sambil memegang bahu mbok Darmi, menatap matanya mbok Darmi dan meyakinkannya agar dia tidak perlu khawatir dengan dirinya


"Ya sudah hati hati di jalan, pergi sama siapa?" kata mbok Darmi sambil bertanya balik kepada Hera, akhir mbok Darmi mengalah kepada anak majikannya


"Sama Donny mbok, dia yang akan antarkan aku sampe ke rumah Diandra" jawab Hera sambil tersenyum menatap mbok Darmi


"Aku jalan dulu ya mbok, mbok baik baik jaga diri mbok" kata Hera lagi sambil berpamitan kepada mbok Darmi, mbok Darmi hanya menganggukkan kepalanya dan menatap anak majikannya hingga dia menghilang dari pintu dapur


Mbok Darmi menghela nafas panjang setelah melihat Hera menghilang dari pandangannya


'Kasian kamu nak ' gumam mbok Darmi dengan wajah sedihnya, dan dia langsung kembali bekerja seperti biasanya


"Gw udah siap, Ayok kita jalan" kata Hera tersenyum riang sambil menatap mereka bertiga


Akhirnya mereka pun kembali keluar menuju ke mobil mereka yang terparkir di halaman depannya Hera, seperti biasa Hera duduk bersama dengan Donny dan Alfian duduk bersama dengan Diandra


Mereka langsung pergi meninggalkan rumah Hera secara beriringan

__ADS_1


__ADS_2