
"Hartawan?" tanya Alfian sambil menatap Donny, Diandra yang tidak tahu siapa yang menyuruh anak buahnya mengikuti mereka langsung menatap Alfian dan Donny dengan pandangan silih berganti
"Kalian kenal siapa Hartawan?" tanya Diandra penasaran kepada Alfian dan Donny
"Dia adalah ayah Sandra" jawab Alfian
Diandra menatap penuh tanya, namun sayangnya Diandra yang sedang lengah tiba tiba anak buah dari ayahnya Sandra mencoba melepaskan diri dan setelah berhasil lolos, dia berusaha kabur dari mereka bertiga, Donny yang ingin mengejarnya langsung ditahan oleh Alfian
"Biarkan saja dia" kata Alfian tegas, Donny menatap Alfian dengan penuh tanya
"Setidaknya kita sudah mendapatkan satu informasi mengenai siapa dalangnya" jawab Alfian
"Lalu selanjutnya bagaimana?" tanya Donny
"Tetap pada rencana semula" kata Alfian dengan suara tegas
"Kita pulang Di, aku harus bertemu dengan orang tuanya Sandra, syukur syukur aku bisa menggali informasi penting dari mereka" ajak Alfian sambil menggandeng tangan Diandra, meninggalkan Donny, Diandra tiba tiba langsung melepaskan gandengannya dari Alfian, berjalan ke arah Donny yang ditinggalkan oleh Alfian barusan, Alfian sempat protes namun tidak digubris oleh Diandra, dia berjalan menuju ke Donny
"Terima kasih telah membantu kami" ucap Diandra lalu tanpa menunggu jawaban dari Donny, Diandra langsung berbalik pergi kembali menuju ke Alfian
"Lain kali kalau sudah dibantu ucapkan kata terima kasih " tegur Diandra kepada Alfian
"Iya maaf, lagian aku juga lupa" jawab Alfian
Diandra tidak menyahut kembali, namun ada satu yang sedang dia pikirkan saat itu
"Alfian kamu harus bisa mengorek keterangan dari mereka" ucap Diandra begitu mereka telah masuk ke dalam mobil
"Tenang aja aku akan mencoba berusaha untuk bisa mengorek keterangan mereka" jawab Alfian tenang sambil menyalakan mesin mobilnya dan kemudian memundurkan mobilnya, tampak mobil Donny yang masih terparkir di ujung lorong terowongan tersebut dan Donny sendiri masih termangu disana
"Elo ngapain disana?" tanya Alfian begitu membuka jendela mobilnya
Donny langsung menatap Alfian dengan penuh tanya
"Mobil elo halangin mobil gw, sana jalan" perintah Alfian kepada Donny
"Sebentar, gw nebeng sampe ujung lorong" kata Donny membuka pintu belakang Alfian dan langsung duduk disitu
Dan tanpa banyak cakap, Alfian langsung menyetir mobilnya hingga sampai ujung lorong depan, Alfian langsung memberhentikan mobilnya
"Thanks yak" ucap Donny
Dia langsung membuka pintu mobilnya Alfian dan kemudian menutupnya kembali, Alfian membukakan pintu kaca mobilnya
"Langsung pulang bro?" tanya Alfian sebelum melanjutkan perjalanan pulang bersama Diandra
"Mau ke club' dulu " jawab Donny singkat
__ADS_1
"Ya sudah hati hati di jalan, gw duluan" ucap Alfian kepada Donny
"Beres bro" balas Donny
" Salam sama anak anak ya" ucap Alfian kepada Donny
"Siap" jawab Donny singkat
Alfian langsung mengendarai mobilnya bergabung dengan padatnya lalu lintas di sore hari, untuk menuju ke rumahnya Diandra
"Kamu berbeda" kata Alfian ketika sedang menyetirnya mobilnya
"Berbeda kenapa?" tanya Diandra bingung
"Kamu bukanlah kamu yang penuh dengan kelembutan" jawab Alfian sambil menyetir mobilnya
Diandra terdiam sejenak
"Maaf terkadang aku memang suka lepas kontrol" jawab Diandra kalem
"Tapi kamu hebat, kamu benar benar bisa melumpuhkan orang itu" puji Alfian kepada Diandra
"Jangan memuji aku seperti itu" balas Diandra
"Aku hanya ingin melindungi apa yang harus aku lindungi" ucap Diandra agak sedikit malas, karena sejujurnya dia sangat tidak suka jika dirinya bisa berubah menjadi jahat bila ada yang mencoba mengganggunya
"Di..kenapa kamu diam saja?" tanya Alfian
Tidak ada jawaban dari Diandra, Alfian langsung menoleh ke arah Diandra
"Di, kamu kenapa?" tanya Alfian, tangan kanannya langsung menyentuh tangannya Diandra, Diandra langsung menoleh dengan pandangan bertanya
"Kamu tidak apa apa Di?" tanya Alfian agak khawatir
"Oh itu aku tidak apa apa" jawab Diandra sambil tersenyum, mencoba meyakinkan Alfian kalau dirinya tidak apa apa
"Kamu yakin?. Sepertinya kamu ada sedikit pikiran?" tanya Alfian berulang
"Iya Al, aku baik baik saja" jawab Diandra
"Kalau ada masalah coba katakan saja, aku siap mendengarkan" ucap Alfian kepada Diandra
Diandra langsung menghela nafas panjang
"Aku ga tau yang tadi itu sepertinya bukan diriku" lirih Diandra sedih
"Maksud kamu apa?" tanya Alfian bingung
__ADS_1
"Itu seperti bukan diriku, aku seperti orang lain" jawab Diandra dengan nada bingung
"Sejak kapan kamu merasakan seperti itu?" tanya Alfian penasaran
Diandra langsung terdiam, dia sendiri juga bingung sejak kapan, tapi dia merasa kalau dia berubah ketika dia sedang merasakan kalau dirinya terganggu
"Ga tau" jawab Diandra singkat
"Kita berobat kamu mau tidak?" tanya Alfian dengan hati hati
"Nanti saja" jawab Diandra pendek, agak sedikit enggan
"Di jika ada sesuatu tolong ceritakan kepadaku, masalah kamu itu adalah masalah aku juga Di" kata Alfian mencoba meyakinkan Diandra kalau selalu ada dia yang selalu ada di samping kamu
"Terima kasih banyak Alfian, maaf aku merepotkan kamu " lirih Diandra
"Di, kita ini sebentar lagi akan menikah jadi kenapa kalau kita mencoba belajar berbagi dari sekarang" kata Alfian mencoba membuat Diandra tenang
Diandra menghela nafas panjang
"Aku takut " lirih Diandra
"Kamu tau tidak semenjak aku memilih kamu itu artinya aku sudah siap menerima semua kekurangan dan kelebihan kamu Di" ucap Diandra yang masih fokus sambil menyetir mobil
"Kamu mau kan mempercayaiku?" tanya Alfian menggenggam erat tangan Diandra
"Terima kasih, sekali lagi terima kasih mau menerima semua kekurangan aku baik kelebihan maupun kekurangan aku" ucap Diandra pelan
Sesampainya di rumah Diandra, Alfian langsung memberhentikan mobilnya
"Kamu tunggu sebentar disitu" perintah Alfian, Alfian langsung membuka pintu mobilnya dan kemudian menghampiri Diandra dan kemudian membukakan pintunya lalu menolong Diandra untuk turun
setelah itu Diandra langsung dipeluk sama Alfian dengan erat
"Kamu tahu, jika kamu ada masalah ceritakan, kalau kamu menangis, menangislah aku selalu ada buat kamu" bisik Alfian kepada Diandra
Diandra tiba tiba menangis dipelukan Alfian, Alfian membiarkan Diandra menangis hingga dia puas
"Menangislah Di, jadikan aku menjadi tempat bersandar buat kamu, bahu aku selalu siap untukmu" kata Alfian sambil menepuk punggung Diandra
Setelah puas menangis, Diandra langsung melepaskan pelukannya, matanya langsung sembab, hidungnya merah, pipinya juga merah, Alfian yang melihat itu langsung tertawa
"Kamu kenapa tertawa?" tanya Diandra kesal
"Kamu menangis, tampang kamu lucu" jawab Alfian sambil menghapus air matanya Diandra
"Sudah puas menangis nya?" tanya Alfian lembut, Diandra langsung mengangguk pelan, Alfian langsung memeluk kembali Diandra sambil berbisik
__ADS_1
"Aku mencintaimu Di" bisiknya pelan