
Alfian menunggu Diandra di luar, sambil melihat lihat Poto keluarga yang ada di ruang tamu keluarga, disana ada Poto Diandra yang masih kecil, Poto Diandra yang dewasa hingga lulus kuliah, transformasi yang cukup besar dalam diri Diandra dan Alfian semakin tertarik dengan Diandra itu sendiri
Sementara Alfian sedang memperhatikan photo photo Diandra,tampak Diandra tengah memperhatikan Alfian "Sudah puas lihat photo photo aku?" tanya Diandra memutuskan untuk mendekati Alfian, Alfian langsung menoleh menatap Diandra "Kau mengagetkan aku" kata Alfian sambil tersenyum "Maaf" kata Diandra sambil duduk di sofa "Duduklah Alfian" kata Diandra menatap Alfian dan menyuruhnya untuk duduk
Alfian langsung menurut, dia duduk di sebelahnya Diandra
"Ayah kamu belum pulang?" tanya Alfian
"Belum,dia kalau pulang setelah Maghrib" jawab Diandra
Alfian menganggukkan anggukan kepalanya
"Rumahmu nyaman" kata Alfian
"Terima kasih banyak" jawab Diandra
Tidak ada percakapan disitu, ruangan menjadi hening
"Kamu mau minum apa?" tanya Diandra menatap Alfian
"Apa saja, yang penting kamu yang buat" goda Alfian sambil tersenyum
"Racun mau?" tanya Diandra dengan suara datar
"Tidak apa apa..yang penting aku mati dalam cintamu" jawab Alfian masih menggoda Diandra
Diandra langsung bergidik geli, mendengar gombalan dari seorang Alfian, Diandra langsung masuk ke dalam dapur membuatkan minuman untuk Alfian
Didalam dapur, Bundanya sedang sibuk memanaskan makanan yang dibawa oleh Alfian
"Bunda lagi ngapain?" tanya Diandra sambil membuka kulkas dan mengambil air lalu surup serta es batu
"Memanaskan makanan yang kalian bawa"
"Ooh itu, itu karena Alfian memesan banyak banyak makanan hingga akhirnya tidak ada yang dimakan" kata Diandra sambil menghela nafas panjang
Bundanya hanya tersenyum simpul mendengar Diandra bercerita
"Nak, Alfian itu pria yang bertanggung jawab jika sudah menemukan wanita yang tepat ibu rasa" kata bundanya
Diandra yang sedang mengaduk minumannya, langsung menoleh ke arah bundanya memandang bundanya tidak mengerti
"Maksud bunda?" tanya Diandra
"Alfian pria yang baik, percayalah sama bunda, bunda yakin dia mencintai kamu" kata bunda sambil menatap anak kesayangannya
Diandra langsung mendesah, menghela nafas panjang
"Diandra tidak tahu bunda, biar waktu saja yang menjawabnya" jawab Diandra sambil memasukkan es batu ke dalam gelas
Bundanya langsung tersenyum, dia sangat berharap anaknya ini mau membuka hatinya untuk pria yang ada di luar sana, karena dia melihat ada ketulusan pada pria itu menerima anak gadis sematawayangnya, tiba tiba Diandra mengagetkan bundanya yang tengah melamun
"Bunda..Diandra ke depan dulu ya..."
"Oh iya nak, silahkan"
Diandra langsung ke depan dengan membawa baki berisi minuman sirop, Alfian yang melihat Diandra membawa baki langsung berdiri dan segera membantunya
__ADS_1
"Harusnya kamu ga perlu repot repot Di, aku bisa ambil sendiri kalau aku mau" kata Alfian sambil mengambil baki yang ada di tangannya Diandra, lalu menaruh gelas diatas meja dan kemudian menyimpannya dibawah meja
"Diminum dulu" kata Diandra menyuruh Alfian untuk meminumnya
Alfian langsung meminumnya hingga tandas, dan Diandra memperhatikan Alfian tengah meminum air sirup buatannya entah kenapa jantungnya kembali berdetak kencang
"Gag mungkin kan?" tanya Diandra sambil memegang dadanya
"Kamu kenapa?" tanya Alfian dengan pandangan yang menyelidik
"Aku tidak apa apa" kata Diandra berbohong
"Aku pikir kamu kenapa kenapa" kata Alfian lega
Diandra terdiam, dia tidak menjawab perkataan dari Alfian dan ruangan itu kembali hening
"Di..kamu beneran gag mau ikut aku ke club'?" tanya Alfian menatap Diandra, karena dia sangat berharap sekali jika Diandra mau ikut dengannya
"Tidak Alfian, aku tidak terbiasa ke club' dan tidak pernah melangkahkan kaki aku kesana" kata Diandra dengan tegas
"Ayolah Di, nanti aku akan antarkan kamu pulang" bujuk Alfian
"Alfian, besok aku kerja dan aku juga tidak mungkin tidur malam malam" kata Diandra menolak ajakan Alfian untuk datang ke club'
Alfian tidak tahu lagi bagaimana caranya membujuk Diandra untuk mau datang ke club', akhirnya dia lebih memilih mengalah, mungkin nanti Diandra pasti akan mau diajak hanya untuk bisa berkenalan dengan ketiga sahabatnya itu
Alfian dan Diandra sedang asyik berbincang bincang, tak lama kemudian ayahnya Diandra datang, setelah mengucapkan salam, Alfian dan Diandra segera mencium tangan ayahnya secara bergantian
"Kamu sudah pulang Diandra?" tanya ayahnya menatap Diandra heran
"Iya ayah, tadi aku sama Alfian sedang ada pekerjaan, jadi setelah pekerjaan selesai kita langsung pulang" jawab Diandra berbohong, dia tidak biasa berbohong namun mau bagaimana lagi, ini adalah ulah dari Alfian yang menyuruhnya untuk tetap bersamanya dan dia juga yang mengatur kapan dia mau pulang kapan tidak
"Diam kamu, ini semua memang ulah kamu" kata Diandra dengan suara kesal
"Kalian kenapa bicara bisik bisik seperti itu?" tanya ayahnya sambil memperhatikan mereka berdua
"Tidak apa apa om, tadi Diandra bilang kalau bisa saya disuruh menginap disini" kata Alfian sambil tersenyum lebar, Diandra langsung membelalakkan matanya, ayahnya langsung terlihat kaget lalu dia menatap anak gadisnya itu "Apa benar seperti itu Diandra?" tanya ayahnya menatap wajah Diandra yang sudah memerah wajahnya
"Tidak ayah, Alfian berbohong" kata Diandra dengan suara pelan "Bohong om, Diandra hanya tidak bermain berbicara begitu sama om katanya dia takut dimarahin" kata Alfian menatap mata ayahnya, ayahnya tampak berpikir sebentar "Kalau memang nak Alfian mau , silahkan menginap di tempat kami, kebetulan kami ada kamar tamu" kata ayahnya Diandra sambil tersenyum
"Ayah, dia tidak akan menginap disini karena malam ini dia akan bertemu dengan teman temannya" kata Diandra sambil menatap tajam Alfian
"Itu bisa diatur Diandra" kata Alfian, Diandra dengan tatapan tajamnya sekaan menyuruh Alfian untuk membatalkan keinginan gilanya menginap di rumahnya
Akhirnya Alfian mengalah
"Om mungkin lain kali saja,saya akan menginap disini" kata Alfian menatap mata Diandra, Diandra mendengar itu dia langsung bernafas lega, namun Alfian kembali berbisik di telinga Diandra yang membuat Diandra kembali tegang "Hari ini aku akan mengalah, tapi tidak untuk nanti" bisik Alfian pelan lalu kemudian dia tersenyum dalam dengan tatapan yang dalam kepada Diandra
dalam hati Diandra, hatinya kembali berdetak kencang
"Diandra mana bunda?" tanya ayahnya menatap Diandra
"Ada di dapur ayah, sedang memanaskan makanan" jawab Diandra
"Ya sudah ayah ke dalam dulu, kalian lanjutkan lah" kata ayahnya
Ayahnya Diandra langsung masuk kedalam menemui isteri tercintanya, meninggalkan Diandra dan Alfian kembali berdua di ruang tamu
__ADS_1
Menjelang makan malam Diandra membantu sang bunda menyiapkan makan malam, malam ini menunya adalah menu yang Alfian dan Diandra bawa pulang dan itu cukup untuk mereka berempat, setelah selesai menyiapkan makan malam bundanya memanggil Alfian yang ditemani ayahnya di ruang tamu untuk makan malam
"Silahkan duduk nak Alfian" kata bundanya menyuruh Alfian untuk duduk
"Ini makanan yang dibawa oleh Diandra dan Alfian tadi siang ayah" kata bunda sambil mengambil nasi untuk ditaruh ke dalam piring dan diberikan kepada sang suami, menu makan malam itu adalah menu makanan Asia " Tidak apa apa yang penting berkahnya" kata ayahnya sambil tersenyum
mereka makan dengan lahap, sambil menikmati makanan itu dalam diam
"Ini enak sekali" kata ayahnya sambil mengambil air minum yang sudah disediakan di samping piringnya
"Nanti kapan kapan om dan Tante akan saya ajak kesana kalau om dan Tante menyukainya" kata Alfian sambil berjanji kepada kedua orangtuanya Diandra
"Jangan repot repot nak, bagi kami apa yang kalian berikan kepada kami, kami akan menerimanya dengan baik" kata ayahnya berkata dengan bijak
Alfian yang mendengar itu merasa sangat bersyukur telah menemukan calon mertua yang sangat bijak dan sederhana
"Om Tante, mohon maaf saya mungkin tidak bisa berlama-lama disini karena saya sudah ada janji dengan sahabat sahabat saya" kata Alfian begitu mereka telah selesai makan malam, Diandra tampak tengah membantu bundanya membereskan piring dan gelas yang kotor untuk dibawa ke dapur
Diandra tampak sibuk mengerjakan pekerjaan mencuci piringnya dan tidak menyadari kalau sudah ada Alfian disampingnya, dia langsung mengambil piring dan gelas yang sudah dicuci oleh Diandra untuk ditaruh di rak piring, hampir saja Diandra memecahkan gelasnya jika tidak langsung dipegang oleh Alfian
"Kau membuat aku kaget" gerutu Diandra
"Maaf " kata Alfian tersenyum
Diandra memberikan gelas yang terakhir ke Alfian untuk ditaruh ke rak piring
"Kamu beneran tidak mau iku" tanya Alfian lagi, dia tidak bosan bosannya meminta kepada Diandra untuk memintanya ikut
Diandra langsung menghadap ke Alfian dan tidak menyadari kalau mereka tampak terlalu dekat dan akrab "Alfian, aku sudah bilang berkali-kali kalau aku tidak mau ikut" kata Diandra dengan suara tegas namun sambil merenggut, dia tidak suka Alfian terus memaksa keinginannya karena Diandra berpikir tidak semua yang ada di dunia ini bisa dipaksakan
Alfian menghela nafas panjang "Baiklah kalau itu sudah menjadi kemauan kamu, tapi next tidak lagi kamu yang harus ikuti apa yang aku mau Diandra" kata Alfian menatap Diandra dengan pandangan intens sambil memainkan anak rambut Diandra, lalu ketika Diandra lengah dia langsung mengecup bibir Diandra, dan tak lama kemudian dia langsung melepaskan bibir Diandra yang hampir bengkak
"Kamu kenapa sih, suka banget mencium bibir aku?" tanya Diandra dengan nada protes
"Karena kamu menggemaskan sayangku" kata Alfian dengan suara serak
Diandra langsung cemberut mendengar jawaban dari Alfian yang seperti itu
"Aku jalan dulu ya...ingat ya kalau aku nelpon kamu harus angkat,kalau tidak tunggu hukuman dari aku" kata Alfian sambil berbisik mesra ke telinga Diandra
"Tapi Alfian bagaimana kalau aku tertidur" kata Diandra setengah protes
"Aku tidak mau tahu sayang, aku mau kamu angkat telpon aku atau video call dari aku" kata Alfian dengan suara tenang
"Dan kenapa aku harus ikutin apa yang kamu mau Alfian?" tanya Diandra kesal
"Karena aku bisa saja menggedor rumah kamu di tengah malam kalau aku benar benar merindukan kamu" jawab Alfian masih dengan suara tenang namun tersirat ancaman disana
"Kamu gila Alfian" kata Diandra kesal
"Kalau berhubungan sama kamu, aku pasti sudah gila" jawab Alfian tidak mau kalah
Diandra menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan jalan pikiran Alfian
"Aku jalan dulu ya sayang" kata Alfian sambil mencium kening Diandra tiba tiba
"Hati hati di jalan" kata Diandra
__ADS_1
"Ingat untuk tetap mengangkat telpon aku sayang" kata Alfian sambil mengingatkan Diandra
Rasanya Alfian sangat enggan pergi dari rumah Diandra kalau tidak ada janji dengan ketiga sahabatnya, lalu setelah berpamitan kepada kedua orang tua Diandra, Alfian langsung menuju ke club' menemui ketiga temannya yang dari tadi sudah menelpon dirinya