Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 21


__ADS_3

Diandra melajukan kendaraannya dengan kecepatan yang sedang, dia menyetir sambil menikmati pemandangan di malam hari, menikmati lampu lampu kota yang terlihat cantik serta gedung gedung yang menjulang tinggi, baginya pemandangan malam hari adalah pemandangan yang sangat bagus, tak lupa Diandra menyetel musik yang sangat dia gemari, sambil tetap fokus menyetir mobilnya dia sambil bernyanyi kecil, hingga dia sampai ke rumahnya


Diandra membuka pintu gerbang rumahnya, rumahnya memang tidak terlalu mewah tapi cukup nyaman untuk ditinggali, mamanya sangat suka sekali menanam tanaman tanaman di halaman depan sehingga terlihat sangat asri, sampai di garasi mobil Diandra langsung mematikan mesin mobilnya, mengambil tas kerjanya, Diandra membuka pintu mobilnya lalu kemudian mengunci pintu mobilnya


Diandra membuka pintu depan dengan mengucapkan salam, di ruang tamu matanya bertemu dengan ayah dan bundanya "Malam ayah, malam bunda" sapa Diandra sambil mencium tangan kedua orangtuanya "Malam" jawab orang tuanya serempak "Lembur tadi nak?" tanya bundanya begitu Diandra selesai mencium tangan ibunya "Gag Bunda, tadi si Hera minta ditemani buat beli baju di mall" jawab Diandra "Sudah makan?" tanya bundanya lagi "Sudah bund" jawab Diandra "Ya sudah kamu istirahat sana, jangan lupa mandi" kata bundanya ,Diandra langsung mengangguk dan pamit untuk masuk kamar meninggalkan ayah dan bundanya


Diandra membuka pintu kamarnya, menyalakan lampu kamarnya dia langsung menaruh kunci mobil beserta tas kerjanya


diatas meja belajarnya dia, Diandra langsung mengambil handuk dan pakaian ganti untuk dia bawa ke dalam kamar mandi, dia ingin bergegas mandi agar dia bisa melepaskan lelah sambil berbaring di tempat tidur, tubuhnya sudah sangat ingin menempel di atas ranjang dengan kasur yang nyaman


Ruang kamar mandi terpisah dari ruang kamarnya sehingga mau tak mau Diandra harus keluar dari ruang kamar menuju ke ruang kamar mandi disebelah kamarnya, setelah selesai membersihkan dirinya dan berganti pakaian, Diandra langsung segera merebahkan dirinya sambil bermain handphonenya, ketika sedang bermain dengan handphone tiba tiba terdengar masuk bunyi pesan dari Hera, Diandra membuka pesan itu sambil tersenyum


"Sudah sampai?" tanya Hera menanyakan keberadaan dirinya


"Sudah,nih gw juga sudah habis mandi " jawab Diandra


"Besok ada rencana kemana?" tanya Hera

__ADS_1


"Belum ada rencana, kenapa memangnya?" balik Diandra bertanya


"Besok kan Jumat lusa weekend,jalan yuk" ajak Hera


"Liat besok kalau ga ada kerjaan banyak yak..lagian juga weekend ini kita mau jalan" Jawa Diandra


"Okey gw tidur dulu, udah ngantuk good night" kata Hera


"Good night" balas Diandra


Sementara di lain tempat di sebuah club' malam tampak empat orang pria sedang asyik mencicipi minuman berakhol, mereka duduk di ruangan VIP, sehingga hingar bingar di luar sana tidak terlalu terdengar dan mereka bisa dengan leluasa mengobrol, mereka adalah Alfian, Donny,Tonny dan Andrew


"Jadi gimana hubungan elo sama Sandra?" tanya Tonny ingin tahu "Ga ada" jawab Alfian pendek "Lah katanya orang tua kalian sudah menjodohkan kalian berdua?" tanya Tonny penasaran "Gw kan belum mengiyakan" jawab Alfian sambil menyesap minuman yang berwarna merah ini "Dan loe tau ga, gw ga mau dijodoh jodohin, ini bukan zamannya Siti Nurbaya lagi" kata Alfian dengan suara dingin


"Dan kalau Sandra yang ngebet sama gw, biar aja itu jadi urusannya die, bukan urusannya gw" kata Alfian lagi


Tonny yang mendengar perkataan dari Alfian langsung terdiam dia tahu Alfian adalah orang yang teguh sama pendiriannya, bagi Alfian pantang dia berjanji sebelum dia benar benar yakin, dan Alfian juga tipe yang lumayan keras kepala, jika dia menginginkan sesuatu akan dia dapatkan walaupun harus dengan berbagai cara, dan tidak ada yang bisa menolak karisma dari seorang Alfian

__ADS_1


Para gadis selalu berlomba untuk bisa mendapatkan cinta dan kasih sayang dari seorang Alfian, sementara Alfian sendiri terlalu jauh dan dingin, hubungan Alfian dengan para wanita tidak pernah bertahan lama, gadis gadisnya mulai dari model papan atas,artis bahkan sampai pengusaha terkenal, namun Alfian terlalu cepat bosan, belum lagi dengan Sandra gadis yang mengejar ngejar Alfian semenjak SMA bahkan ketika Alfian pergi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya dia juga mengikuti Alfian, Sandra tidak ingin melepaskan Alfian namun Alfian sendiri malah membiarkan Sandra melakukan apa yang dia mau


Alfian menatap jam tangan mewahnya, menghabiskan minumannya dan meletakkan diatas meja "Gw mau pulang dulu" kata Alfian sambil berdiri "Don..loe mau ikut gw ,atau tinggal disini?" tanya Alfian menatap ke arah Donny sahabat sekaligus asisten pribadinya "Gw tinggal disini dulu, lagian gw bawa mobil" jawab Donny,Alfian menganggukan kepalanya "Ya sudah, besok elo sebelum ke kantor ke apartemen gw dulu ada beberapa berkas yang harus elo ambil" kata Alfian


"Gw cabut dulu..." kata Alfian lagi sambil melambaikan tangannya "Hati hati....!" teriak Tonny yang dibalas dengan acungan jempol, lalu dia menghilang dari ruangan VIP tersebut


Masuk ke dalam mobil sporty nya , Alfian mulai menyalakan mesin mobilnya tak lupa dia memutar musik bergenre rock metal, musik yang menjadi kesukaan Alfian dari semenjak SMA, dan dia langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedikit di atas rata rata, dia pulang menuju ke apartemen yang dibelikan oleh ayahnya untuk dia ketika dia lulus SMA dengan nilai yang sangat memuaskan


Alfian berjalan menyusuri jalan jalan ibukota, suasana jalan itu tidak terlalu ramai, Alfian berhenti di lampu merah sambil melihat handphonenya untuk memeriksa pesan penting di handphonenya, namun kebanyakan pesan pesan itu hanya dari Sandra yang meminta dia untuk menemuinya besok di cafe yang biasanya mereka janjian,Alfian menghela nafas panjang dan dia tidak berminat untuk membalas pesan dari Sandra


Mobilnya berhenti di apartemen yang dituju, dia langsung masuk ke dalam basement parkiran yang khusus disediakan untuk para penghuni yang tinggal disana, setelah mematikan mesin mobilnya dan memastikan mobilnya dalam keadaan aman, Alfian langsung menuju ke lift yang menghubungkan antara bassement dengan apartemennya


Alfian menempati apartement lantai paling atas, presidential suite, dia bisa melihat pemandangan ibukota dari atas, begitu pintu lift terbuka,Alfian langsung memencet tombol lantai dua puluh tempat dimana Alfian tinggal, keluar dari lift, Alfian langsung menempelkan kartu apartemen yang dijadikan kunci apartemen dan kemudian memencet tombol password, pintu apartemen itupun langsung terbuka


Alfian kembali lagi menempelkan kartunya untuk menyalakan lampu lampu di ruangan itu, ruangan apartemen itu sangat cukup luas, ada ruang dapur ,kamar tidur dua, ruang tamu dan ruang untuk dia berolahraga, di kamar terdapat penghubung walk in closed dan kamar mandi, kamarnya juga sangat luas dengan tempat tidur yang menghadap ke arah jendela, Alfian berjalan menuju ke kamar mandi pribadinya, menyalakan air panas dan mengisinya di dalam bathtub, berjalan menuju ke walk in closed disebelah kamar mandi untuk mengambil pakaian ganti


Setelah itu dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan tak lama kemudian dia menggunakan bathrobenya,mengeringkan rambutnya yang pendek dengan handuk putih lalu melemparkan handuk itu ke cucian kotornya , setelah itu dia mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah dia siapkan sebelumnya, kembali dia memeriksa handphonenya sambil duduk di atas tempat tidur, tidak ada pesan yang berarti buatnya, dia pun menaruhnya diatas meja kecil disamping tempat tidurnya, dan merebahkan dirinya di atas tempat tidur yang besar

__ADS_1


__ADS_2