
Alfian mulai bercerita
"Papa adalah seorang pebisnis ulung, kami memang dimanjakan dengan materi sementara mama sendiri mempunyai butik yang cukup terkenal di kalangan sosialita, mereka saling mencintai satu dengan yang lain, tapi kesibukan mereka terkadang membuat aku kesepian, walaupun kami mempunyai waktu bersama untuk keluarga, tapi entah kenapa itu terasa kurang buat aku" kata Alfian sambil menang nafas panjang panjang, lalu dia mulai bercerita kembali
"Makanya kenapa dulu aku sangat berandal, karena aku membutuh mereka berdua, aku perlu tempat bercerita, tempat dimana aku ingin merasakan kasih sayang orang tuaku, tempat dimana aku ingin diperhatikan bukan oleh materi saja, aku butuh kehadiran mereka, untungnya aku masuk SMA bertemu dengan ketiga sahabat aku " Alfian kembali terdiam
"Lalu..? " tanya Diandra
"Iya dengan mereka aku bisa menceritakan keluh kesah ku, hingga ketika papa di diagnosis terkena penyakit jantung dan disitulah papa mengurangi semua pekerjaannya, namun meski begitu kesibukan papa tidak banyak berubah begitu juga mama, sampai akhirnya aku mencoba minum minuman keras, ikut geng motor dan berkelahi dengan anak sekolah lain, hingga mama aku tahu, mama di panggil ke sekolah, setelah itu mama dan papa dari situ langsung introspeksi diri"
"Mereka memang tidak menyalahkan aku, karena ada sebahagian kesalahan mereka, mereka sadar quality time yang menurut mereka cukup itu ternyata tidak cukup buat aku" cerita Alfian
"Dan sekarang? " tanya Diandra menatap Alfian penuh rasa ingin tahu
"Sekarang mama dan papa sudah bisa membagi waktu antara pekerjaan dengan rumah, tapi sayangnya aku sudah pindah ke apartemen" jawab Alfian
"Tapi setidaknya kamu bisa pulang ke mereka, ketika kamu merasa kesepian" ujar Diandra menghibur Alfian
"Aku pulang ke rumah kamu aja deh" goda Alfian sambil menatap Diandra dengan tatapan menggoda
"Terserah " jawab Diandra kesal
Mereka berdua sibuk mengobrol, hingga lupa waktu
"Astaga kita ada janji klo kita mau ke club' " kata Alfian sambil menepuk jidatnya
"Aku dari tadi nungguin kamu, tapi kamu ga pergi pergi" kata Diandra tenang
"Yuk kita pergi sekarang saja, mana harus ke apartemen dulu lagi " keluh Alfian
"Ya sudah ayo berdiri, pamit dulu sama ayah bunda " kata Diandra menyuruh Alfian untuk berdiri
Mereka berdua langsung masuk ke dalam, untuk pamit terlebih dahulu kepada ayah dan bunda nya Diandra, setelah itu mereka berdua langsung pergi ke apartemen terlebih dahulu dan kemudian pergi club' menemui teman teman mereka
Sementara di suatu tempat, keluarga Sandra sedang makan malam bersama dengan Sandra, Sandra saat itu dipanggil oleh kedua orang tuanya untuk makan malam bersama di suatu restoran mewah di kawasan Kota jakarta
"Tumben kamu tidak bersama dengan Alfian? " tanya mamanya begitu melihat Sandra datang sendiri
"Lagi sibuk ma Alfian nya " jawab Sandra sambil tersenyum, laku mengecup pipi mamanya
__ADS_1
" Malam pa " sapa Sandra kepada papanya juga mengecup pipi papanya
Keluarga Hartawan adalah keluarga terpandang nomor lima setelah keluarga Wijaya, dan keluarga mereka sudah mengenal satu dengan yang lain, bahkan keluarga Hartawan berharap bisa menjadi besan dengan keluarga Wijaya, biar mereka semakin tambah terpandang jika bisa menjadi besan dengan keluarga Wijaya, dan tingkat sosial mereka bisa menjadi lebih tinggi, namun sayangnya mereka tidak tahu kalau anak dari keluarga Wijaya sendiri sudah mempunyai pilihan hatinya sendiri dan itu bukan Sandra
"Akhir akhir ini Alfian jarang sekali datang bahkan hampir tidak pernah, apa ada masalah diantara kalian berdua? " tanya Tuan Hartawan kepada anaknya Sandra,
Sandra terdiam sejenak lalu dia berkata dengan suara tenang
"Alfian lagi sibuk pa, akhir akhir ini belum sempat mengunjungi kita"
Papanya menatap wajah anaknya yang terlihat tenang, Sandra berusaha menyembunyikan kebohongannya dengan sikap tenangnya
"Papa harap kamu berdua tidak ada masalah, karena kamu kan tahu kalau kamu menikah dengan Alfian itu artinya strata sosial kita akan semakin tinggi lagi " ujar tuan Hartawan
"Iya pa, Sandra tahu lagian Sandra yakin kok kalau kita berdua akan bersama, sekarang dia sedang sibuk saja mengurusi perusahaannya belum lagi ketambahan perusahaan papanya juga " kata Sandra dengan tenang, padahal di dalam hatinya dia harus bertekad merebut Alfian walaupun apa yang terjadi jika perlu menyingkirkan Sandra untuk selama lamanya
"Sudah sudah, makanan sudah mau dingin dimakan ayok " timpal Nyonya Hartawan menyuruh anak dan papanya untuk makan, dan mereka pun makan dengan tenang, tidak ada percakapan di sana
"Jadi kapan kamu mau masuk ke perusahaannya papa? " tanya Tuna Hartawan kepada anak kesayangannya
"Untuk saat ini belum dulu pa, ada sesuatu yang harus Sandra kerjakan saat ini" jawab Sandra
Sandra sendiri sebenarnya sangat enggan untuk masuk ke perusahaan papanya, dia masih ingin bersenang senang dan masih ingin tidak punya beban apapun, makanya dia berharap jika dia menikah dengan Alfian dia berharap ketika nanti menjadi istrinya Alfian sifat Hedon nya bisa diteruskan
"Adalah ma.. pokoknya nanti aja itu akan Sandra pikirkan " kata Sandra dengan penuh misterius
"Ya sudah kalau begitu, tapi ingat ya Sandra papamu membutuhkan bantuan dari kamu, papamu sudah ingin pensiun dari pekerjaannya" kata Nyonya Hartawan mengingatkan anaknya untuk tidak berlama lama bermainnya
"Satu lagi papa minta sama kamu, undang Alfian untuk makan malam dengan kami, kami ingin menanyakan keseriusan kalian " perintah Tuan Hartawan kepada anaknya
"Baik pa, akan Sandra usahakan " jawab Sandra
"Papa tunggu " kata papanya kali ini dengan suara serius
"Apa kita ke rumah keluarga Wijaya aja pa? " tanya Nyonya Hartawan kepada suaminya Tuan Hartawan
"Tidak usah dulu, nanti saja kalau sudah jelas semuanya" jawab Tuan Hartawan dengan tegas, mereka semua langsung terdiam tidak ada yang bicara lagi
Tuan Hartawan terkenal dengan sifat ambisius nya, dia harus mendapatkan jika itu sangat menguntungkan dirinya, dia bahkan tidak segan segan akan melakukan apapun dan akan berbuat apapun jika ada yang menghalangi dirinya, dan sifat itu menurun kepada anaknya Sandra
__ADS_1
Sementara Nyonya Hartawan isterinya itu berbanding terbalik dengan suaminya, berkali kali dia yang selalu mengingatkan anak dan suaminya untuk jangan merugikan orang lain, namun sayangnya semua nasihat dari Nyonya Hartawan tidak pernah digubris, Nyonya Hartawan selalu berdoa semoga keluarganya diberikan perlindungan disebabkan karena sifat kedua orang yang sangat dia sayangi
"Pa, ma maaf apa sudah selesai? " tanya Sandra kepada kedua orang tuanya
suami isteri itu langsung menatap ke arah anaknya dengan pandangan bertanya
"Kenapa memangnya? " tanya papanya dengan pandangan menyelidik
"Mau pamit undur diri dulu pa, ada yang harus Sandra kerjakan" kata Sandra sambil tersenyum
"Ya sudah hati hati di jalan, ingat pulang ke rumah kalau ada waktu " kata mamanya menatap Sandra dengan lebih rasa sayang
"Iya ma, Sandra akan pulang kalau Sandra ada waktu " jawab Sandra sambil mencium pipi mamanya
"Pa, Sandra pamit dulu ya jagain mama ya " kata Sandra sambil mencium pipi papanya, setelah Sandra pamit undur diri tinggallah suami isteri itu di restoran berdua, papanya merogoh saku celananya dan menelpon seseorang "Awasi anak itu " kata Tuan Hartawan kepada seseorang diujung sebrang sana, lalu dia langsung menutup handphonenya dan menyimpannya kembali ke saku celananya
Isteri nya yang melihat kelakuan suaminya menatap suaminya dengan pandangan bertanya namun dia hanya diam karena dia tidak berani menanyakan suaminya menelpon siapa
"Kita pulang yuk " ajak Nyonya Hartawan kepada suaminya yang mendapatkan anggukan kepala oleh suaminya, mereka berdua langsung meninggalkan restoran tersebut setelah membayar tagihan restoran
Sementara itu Sandra berhenti di tepi jalan, dia juga sibuk menelpon seseorang namun tidak kunjung diangkat
"Kemana ini orang ? " tanyanya kesal
lalu dia pun melanjutkan kembali perjalanannya, dia bertekad kalau dia sekarang akan pergi ke club' menemui Alfian, tanpa dia tahu kalau di sana ada Diandra dan Hera
Mobil sport tnya dia naikkan kecepatannya untuk dia bisa sampai ke club' tempat dimana Alfian dan kawan kawannya berada
Sementara itu Alfian dan Diandra sudah sampai di club' disana sudah terdapat ketiga sahabatnya Alfian beserta dengan Hera yang ada disitu juga
"Aku pikir kamu ga datang " kata Diandra kepada Hera
"Datanglah Diandra" jawab Hera tersenyum penuh arti kepada Diandra
"Sorry gw datang terlambat " kata Alfian sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa
"Eh iya mana no rekeningnya Irwan, biar gw transfer " kata Alfian meminta nomor rekening Irwan, Donny pun langsung memberikannya, dan Alfian langsung mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening Irwan
"Sudah ya, tolong bilang ke Irwan kalau sudah ditransfer" kata Alfian pada akhirnya
__ADS_1
"Siap " jawab Donnya, dia langsung menghubungi Irwan dan memberitahukan kalau uang hasil pekerjaannya sudah ditransfer oleh Alfian
Dan tidak berapa lama kemudian tiba tiba pintu dibuka oleh Sandra tanpa mengetuk nya terlebib dahulu, dan semuanya memandang dengan wajah tidak suka dan tegang