Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 140


__ADS_3

Hera dan Alex langsung menoleh ke arah perempuan itu dan berapa terkejutnya Hera melihat Sandra yang sedang berdiri di hadapan mereka berdua, begitu juga dengan Sandra dia terkejut melihat Hera sedang berduaan dengan Alex, namun dia berusaha menyembunyikan rasa terkejutnya itu dan kembali bersikap tenang


"Hai Sandra" sapa Alex sambil menatap Sandra lalu berdiri dari kursi makannya


"Mau bergabung dengan kita kita?" tanya Alex sambil tersenyum kepada Sandra


Sandra langsung melirik Hera lalu kemudian tersenyum manis ke arah Alex, Sandra dan Hera berpura pura untuk saling tidak mengenal satu dengan yang lainnya


"Next time saja Alex, gw takut ganggu acara elo berdua" jawab Sandra sambil tersenyum manis


Sandra tiba tiba mendekatkan dirinya ke Alex sambil berbisik


"Gw kangen sama elo" bisik Sandra sambil tersenyum manja ke Alex, Alex yang mendengar itu langsung terdiam seketika, lalu kemudian Sandra menjauhkan diri dari Alex namun bau parfum Sandra masih tercium di hidungnya Alex


Hera yang melihat itu langsung mengernyitkan kedua alisnya


"Apa sedekat itukah mereka?" tanya Hera dalam hatinya


Tapi dia langsung buru buru mengenyahkan pikiran seperti itu, dan lagi pula bukan urusannya juga Alex dekat dengan siapa toh Hera hanya menganggapnya sebagai teman sekaligus sahabat dan tidak lebih dari itu, Hera pun kembali melanjutkan aktivitas makannya tidak memperdulikan obrolan mereka berdua


Sepeninggal Sandra, Alex kembali duduk di tempatnya semula dan tak lama kemudian pelayan datang mengantarkan makanan dan minuman untuk Alex


" Elo kenal dengan wanita itu?" tanya Hera hati hati kepada Alex karena dia khawatir dianggap salah sangka


"Dia itu papanya teman bisnis gw Hera, kebetulan papanya itu menjalin kerjasama bisnis, memangnya ada apa?" tanya Alex balik


"Tidak apa apa hanya ingin tahu saja" jawab Hera sambil mengambil air minum yang ada disampingnya lalu menegaknya


"Berarti elo udah lama kenal sama Sandra?" tanya Hera lagi sambil menaruh gelasnya di atas meja dan menatap Alex dengan penuh rasa ingin tahu


Alex tampak berpikir sebentar lalu dia kembali menjawab pertanyaan dari Hera


"Tidak juga, mungkin sekitar enam bulan belakangan ini"

__ADS_1


Hera tampak menganggukkan kepalanya sambil mendengarkan apa yang dikatakan oleh Alex


"Kamu kenal dia?" tanya Alex sambil menatap Hera dengan pandangan menyelidik


"Kenal tapi tidak akrab" jawab Hera dengan misterius


"Maksudnya?" tanya Alex lagi sambil memandang Hera masih dengan tatapan penuh selidik dan dia sangat berminat sekali tentang gadis yang bernama Sandra itu


Hera menghela nafas panjang, lalu dia menyandarkan tubuhnya ke sofa


" Dia gadis yang menjadi musuh sahabat aku sendiri" jawab Hera mengaduk aduk kopi yang dia pesan


"Oh ya" ucap Alex dengan pandangan penuh minat


Hera menganggukkan kepalanya sambil menyesap kopinya secara perlahan


"Kenapa bisa begitu?" tanya Alex lagi masih dengan penuh minat


"Sahabat gw itu dibully sama dia, hanya karena dia bukan dari golongan orang berada dan tanpa ada alasan yang jelas dia membully sahabat gw ini, hingga akhirnya dia keluar dari sekolah itu dan menghilang entah kemana, gw aja waktu itu sampai tidak tahu keberadaan dia dimana " cerita Hera dengan mata yang menerawang


"Kenapa Sandra tidak lagi menganggu sahabat elo itu?" tanya Alex menatap Hera


"Karena teman gw yang sekarang sudah berubah, tidak seperti dulu yang penuh dengan ketakutan, kepulangan dia dari Jepang itulah yang membuat karakter dia menjadi berubah sehingga setiap kali bertemu dengan Sandra dan Sandra mencoba berusaha memprovokasi dia, dia seperti orang yang tenang bahkan tidak terpengaruh sedikitpun " jawab Hera


"Sahabat elo hebat, boleh gw kenalan sama sahabat elo itu?" tanya Alex menatap Hera sambil tersenyum


"Boleh boleh aja, tapi dia selalu dijaga sama calon suaminya, calon suaminya overprotektif " kata Hera sambil tertawa kalau mengingat hal hal yang berbau sahabatnya Diandra, dimana ada Diandra disitu pasti ada Alfian


"Siapa nama sahabat elo itu?" tanya Alex ingin tahu


"Diandra" jawab Hera singkat


"calon suaminya?" tanya Alex masih penasaran

__ADS_1


"Alfian" jawab Hera


Alex yang mendengar namanya Alfian disebut, dia langsung terkejut tapi dia buru buru menyembunyikan rasa terkejutnya itu agar Hera tidak menyadarinya


"Oh iya gimana kira kira kapan elo mau balik ke Jerman?" tanya Hera masih menatap Alex, dia entah kenapa ingin sekali balik ke Jerman dan tidak ingin kembali ke Indonesia kalau perlu Hera ingin menetap saja di Jerman, tapi mengingat dia harus melakukan terapi di Indonesia mau tidak mau dia harus menyelesaikan terapinya terlebih dahulu sebelum dia kembali ke Jerman


"Gw kemungkinan masih lama di Indonesia, karena ada beberapa pekerjaan yang harus gw urus dulu" jawab Alex memberitahukan Hera kalau dia masih banyak urusan di Indonesia


"Apa itu termasuk dengan Sandra?" tanya Hera ingin tahu


"Tidak juga, lagian dia bukan siapa siapa gw juga" jawab Alex dengan suara tenang mencoba memberi tahu Hera kalau Sandra bukanlah siapa siapa Alex


"Kalau gw kasih saran sih, mending cari gadis lain saja jangan Sandra" ujar Hera sambil menatap matanya Alex dengan serius


"Kenapa?" tanya Alex tertarik mendengar saran dari Hera


"Gw bukannya mau ikut campur sama urusan elo, apalagi mengintervensi elo dengan siapa tapi masih banyak gadis yang jauh lebih baik dari Sandra itu saja" kata Hera dengan suara serius


"Mengingat dia ada laha musuh gw juga" kata Hera lagi


"Siapa yang terbaik menurut elo?" tanya Alex mencoba menggoda Hera


"Mana gw tahu, tapi yang jelas kalau bisa jangan Sandra, mengingat sifat dan karakternya dia" ucap Hera sambil menghela nafas panjang


"Mungkin elo bisa jadi bahan pertimbangan gw" ucap Alex tiba tiba sambil menatap Hera dalam dalam dan menunggu reaksi dari Hera sendiri, membuat Hera yang mendengar kata kata Alex langsung terkejut dan terbatuk batuk


"Elo itu ada ada saja, gw itu hanya bisa jadi temen elo Alex" ucap Hera dengan wajah muram


"Kenapa?" apa karena cowok yang bernama Donny itu hingga membuat elo ga bisa berpaling dari dia, padahal yang gw tahu dia sendiri ga pernah perduli sama elo iya kan" kata Alex dengan suara tajam, membuat Hera menundukkan kepalanya


Alex tiba tiba merasa tidak terima jika Hera hanya ingin menjadi temannya saja, dia tidak ingin tersaingi oleh Donny


"Katakan sama gw Hera, elo masih belum bisa move on dari Donny?" tanya Alex menuntut jawaban dari Hera, namun Hera hanya diam saja berusaha untuk mengabaikan pertanyaan dari Alex

__ADS_1


"Gw ga tau " jawab Hera pelan


__ADS_2