
Aruna mengikuti Tonny yang sedang membawa cucian motor bekas makan para tamu hotel, dia melihat ke kiri dan kanan takut manajer restoran hotel itu melihat mereka berdua, karena jika ketahuan Aruna pasti akan diberikan sangsi, dan Aruna tidak mau itu terjadi
Setelah sampai di ruang cucian ,Tonny menaruh piring dan cucian piringnya di atas tempat cucian, tampak hanya mereka berdua disana dan tidak ada siapa siapa lagi
"Terima kasih banyak" ucap Aruna dengan nada datar
"Ga masalah, tapi ini ga gratis loh" jawab Tonny sambil tersenyum ke arah Aruna
Aruna langsung menatap Tonny dengan pandangan menyelidik
"Maksud anda apa ya?" tanya Aruna dengan nada curiga menatap Tonny juga dengan curiga
"Saya tidak meminta anda untuk membantu saya, lalu kenapa sayap yang harus memberikan imbalan kepada saya" ucap Aruna memandang kesal kepada Tonny
Tonny langsung tertawa terbahak bahak memandang wajah kesal Aruna, Tonny menatap Aruna dengan pandangan intensnya dan membuat Aruna menjadi salah tingkah dibuatnya
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Tonny sambil mendekati Aruna secara perlahan lahan, Aruna langsung mundur begitu tahu Tonny mendekati dirinya
"Aku tidak idak tahu" jawab Aruna pelan
"Kamu pikir imbalan seperti apa yang kamu minta?" tanya Tonny masih menatap Aruna dengan pandangan intensnya
"Aku tidak tahu " jawab Aruna akhirnya sambil menundukkan kepala
Tonny masih terus mendekati Aruna, jarak mereka sudah sangat dekat dan Aruna sendiri sudah terkepung di dinding dan tidak bisa kemana mana lagi
Aruna langsung menundukkan kepalanya, tidak berani mengangkat wajahnya dan Tonny dengan satu jarinya mengangkat dagu Aruna untuk menatap wajah Tonny, mereka kini saling berpandangan dalam jarak dekat, hingga Tonny ingin langsung mencium bibirnya yang ranum, Aruna langsung memejamkan matanya, Tonny mendekati bibirnya Aruna namun berhenti dalam beberapa centimeter
Lama Aruna menunggu namun tidak ada pergerakan apa apa dari Tonny, hingga Aruna memilih untuk membuka matanya dan pandangan mereka bertatapan satu dengan yang lain, Tonny langsung tersenyum miring, wajah mereka berdekatan satu dengan yang lain
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Tonny sambil berbisik pelan
Aruna hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan dari Tonny, Tonny masih belum bergerak sementara Aruna sedang menunggu apa yang sedang Tonny akan lakukan, namun Tonny tetap pada posisinya semula, dia tidak bergerak sama sekali, membuat Aruna menjadi jengah dibuatnya
"Tolong lepaskan aku" cicit Aruna kepada Tonny, namun Tonny tetap diam di tempat
__ADS_1
"Kalau aku tidak mau?" jawab Tonny dengan suara pelan
"Imbalan apa yang kamu mau?" tanya Aruna dengan suara perlahan, dia yang pada akhirnya mengalah
Tonny langsung tersenyum penuh kemenangan, lalu tiba tiba dia mencium bibir Aruna sekilas, membuat Aruna matanya langsung melotot, menatap Tonny dengan pandangan kaget
"Jadilah pacar aku Aruna" ucap Tonny kepada Aruna sambil tersenyum miring
"Darimana kamu tahu nama aku?" tanya Aruna dengan nada heran menatap Tonny
Tonny langsung tersenyum, kemudian tiba tiba tangan Tonny langsung mengarah ke dada Aruna, dan dia mencabut papan nama yang ada di dada sebelah kanan Aruna dan memberikannya langsung kepada Aruna
Aruna langsung menatap papan nama tersebut dengan pandangan malu, dia baru menyadari ada papan nama yang terpanjang di dadanya
"Jadi bagaimana?" tanya Tonny kepada Aruna, masih memandang Aruna yang sedang memakai kan kembali papan nama keci itu di tempat yang semula
"Aku tidak mau" jawab Aruna dengan nada tegas dan ada sedikit keras kepala disitu
"Kalau tidak mau aku akan adukan kamu kepada manajer restorant ini, kalau kamu telah menyuruh salah satu tamu hotel untuk membawa cucian piring ini ke dalam tempat cuci piring, bagaimana?" tanya Tonny dengan nada mengancam
Aruna merasa dirinya sedang dicurangi, dia merasa kesal sendiri
"Jadi bagaimana, kamu mau menjadi pacar aku atau aku adukan ini sama manajer restorant hotel ini biar kamu dapat peringatan keras dari dia?" tanya Tonny menatap Aruna dengan tatapan tajamnya
Aruna menelan ludahnya sendiri, dia masih terdiam tidak berkata apapun, matanya masih memandang Tonny dengan penuh perlawanan
"Oke kalau begitu aku hitung sampai tiga ,satu dua.." belum sempat Tonny bicara tiba tiba Aruna sudah langsung menyela
"Baik aku mau jadi pacar kamu, dan hentikan ancaman kotor mu itu" jawab Aruna dengan nada tegas
Tonny tersenyum penuh kemenangan, dia menatap Aruna dengan penuh sayang lalu membelai rambut Aruna
"Kalau begitu silahkan keluar dari sini, aku mau kerja" kata Aruna dengan suara ketus, Tonny langsung tersenyum kepada Aruna dan tiba tiba dia menarik tangan Aruna untuk mengikuti dirinya
"Hei apa yang kamu lakukan?!" teriak Aruna sambil bertanya kepada Tonny, namun Tonny tidak menjawab pertanyaan dari Aruna, dia terus menggandeng tangan Aruna untuk keluar dari tempat tersebut
__ADS_1
Aruna langsung melepaskan genggaman tangan Tonny, Tonny langsung berbalik dan memegang tangan Aruna kembali
"Lepaskan aku!" teriak Aruna menolak Tonny
"Kamu ingin kerja kan?" tanya Tonny akhirnya dia membuka suara
"Maksud kamu apa?" tanya Aruna menatap Tonny dengan pandangan protes
"Aku akan berikan pekerjaan, tapi tidak disini, dan satu lagi karena kamu adalah pacar aku sekarang, kamu harus menuruti perintah aku" jawab Tonny dengan suara tegas
Aruna langsung tersenyum sinis
"Bagaimana kalau aku tidak mau, dan lagian pacar darimana secara aku sendiri tidak tahu siapa kamu dan darimana kamu berasal" ucap Aruna dengan nada emosi
Tonny langsung mengangkat alisnya dan mendekati Aruna kembali, tatapannya kali ini berbeda dengan tatapan Tonny kepada Aruna di ruang janitor, kali ini Tonny menatap Aruna dengan tatapan tajamnya
"Tadi kamu tidak ingat kalau kamu sendiri yang mengiyakan untuk menjadi pacar kamu dan sekarang kamu ingin mengingkarinya?" tanya Tonny dengan nada tajam kepada Aruna
"Itu karena aku diancam oleh kamu" jawab Aruna tidak mau kalah
Tonny langsung menganggukkan kepalanya, lalu dia berkata kepada Aruna dengan suara dinginnya
"Baik aku akan menghadap ke manajer restorant untuk mengadukan bahwa ada pelayan yang mencoba menyuruh tamu hotelnya membawa cucian piring dan gelas kotor" kata Tonny dengan suara yang mengancam, dan kemudian dia pergi dari hadapan Aruna hingga Aruna terpaksa harus mengejarnya dan menahan langkah Tonny
"Baik baik, aku kali ini serius akan menjadi pacar kamu tapi aku mohon tolong jangan adukan itu ke atasan aku" ucap Aruna dengan nada memohon kepada Tonny
Tonny langsung tersenyum, lalu dia mengambil handphonenya untuk menelpon asisten pribadinya untuk datang ke hotel tempat dia menginap bersama dengan teman temannya
"Segera saya tunggu kamu di hotel yang alamatnya nanti saya kirimkan lewat pesan" perintah Tonny kepada asisten pribadinya, dan dia langsung menutup telponnya
Tonny kembali memandangi wajah cantik Aruna yang sedang terlihat menahan kesal, dalam hati dia tersenyum karena habis mengerjai Aruna, lalu Aruna kembali digandeng tangannya oleh Tonny
"Kita mau kemana lagi?" tanya Aruna bingung
"Menemui atasan kamu" jawab Tonny dengan pendek
__ADS_1
"Hah apa?" Aruna langsung teriak