Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 139


__ADS_3

"Di aku akan pastikan semua masalah ini akan segera berakhir, aku janji sama kamu" kata Alfian dengan nada serius dan penuh keyakinan kalau dia bisa menyelesaikan semua masalah mereka dengan Sandra, dan Alfian akan bertekad untuk mengurus semuanya


"Kamu ga naik ke tempat kerjamu?" tanya Diandra memecahkan keheningan di dalam ruangannya, karena dia sangat merasa risih sekali dirinya ditatap terus oleh Alfian selama dia bekerja


"Ingat kamu udah janji apa sama aku" kata Diandra memberikan peringatan kepada Alfian, namun Alfian tidak menggubris peringatan dari Diandra, dia masih duduk diam sambil memperhatikan Diandra yang sedang bekerja, akhirnya Diandra memilih untuk membiarkan Alfian berbuat sesuka hatinya


Sementara di luar ruangan Diandra, banyak yang berbisik bisik mengenai kejadian yang baru saja terjadi di ruangan atasannya, banyak yang bertanya siapa wanita cantik yang tiba tiba datang ke ruangan Diandra, dan rumor rumor miring pun mulai bermunculan


Diandra yang masih belum tahu mengenai rumor rumor tentang dirinya, masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya dan Alfian masih tidak beranjak dari tempat duduknya, dia masih sambil memperhatikan Diandra bekerja


"Kamu bener bener ga ada kerjaan ya, sampai harus memperhatikan aku sebegitunya " kata Diandra masih fokus menatap layar komputernya


"Habis mau bagaimana lagi kamu itu bikin aku tambah kangen sama kamu" kata Alfian menatap Diandra dengan tatapan penuh arti


"Ga usah yang aneh aneh" ucap Diandra sekenanya


"Diandra sayang, aku kalau ga kerja masih bisa kok mencukupi kebutuhan kamu dan anak kita sampai selama hidup kita" ujar Alfian sambil merayu Diandra, namun sayangnya Diandra tidak menggubrisnya sama sekali


Donny tiba tiba datang membuka pintu ruangan Diandra, dan melihat Alfian masih berada di ruangan Diandra, Donny langsung menggerutu kesal


"Elo tuh ya, gw disuruh tunggu di ruangan elo malah elo nya ada disini" gerutu Donny kesal terhadap Alfian yang selalu mengabaikan dirinya


"Sepertinya pekerjaan gw udah selesai deh, apa lagi?" tanya Alfian menatap Donny kesal karena telah menganggu ketenangan Alfian dengan Diandra


"Gw mau minta ijin keluar sebentar" kata Donny pada akhirnya menatap Donny dengan penuh arti


"Ya sudah sana gih, yang lama kalau perlu" jawab Alfian dengan tangannya sambil mengusir Donny untuk pergi keluar dari ruangan Diandra


"Don, Lo tau ga kalau tadi Sandra datang ke ruangannya Diandra" kata Alfian tiba tiba, Donny yang mendengar itu langsung terkejut dia berpikir kalau Sandra sudah pulang tapi dia malah berani datang ke ruangan Diandra entah untuk apa


"Ga ada kerjaan banget, emangnya buat apaan tuh cewek datang ke ruangannya Diandra?" tanya Donny bingung


"Nah itu yang gw ga tau, makanya nanti gw mau minta tolong sama Lo buat minta rekaman CCTV di ruangan security, gw pengen tahu apa yang dia lakuin di ruangan Diandra ketika Diandra tidak datang" kata Alfian sambil memberikan perintah kepada Donny


"Gw mau secepatnya sudah ada kabar tentang kejadian pagi ini" perintah Alfian lagi dengan nada tegas

__ADS_1


Donny langsung mengambil handphone dari sakunya dan kemudian dia langsung berbicara sebentar dan kemudian dia langsung menutup telponnya


"Sudah gw telpon, satu jam lagi sudah ada di ruangan elo rekaman CCTV nya" ucap Donny sambil menyimpan handphonenya ke dalam saku celananya kembali


Alfian hanya menganggukkan kepalanya puas


"Oke elo boleh pergi sebelum pikiran gw berubah" ucap Alfian kembali mengusir Donny untuk keluar dari ruangan Diandra


Sambil menggerutu tidak jelas akhirnya Donny keluar dari ruangan Diandra


"Kamu tuh ya kalau sama teman begitu amat" ucap Diandra sambil menggelengkan kepalanya, namun Alfian pura pura tidak mendengarnya sama sekali


"Kamu ngerjain apa sih dari tadi sibuk banget?" tanya Alfian penasaran sambil menatap Diandra yang sedang sibuk fokus dengan berkas berkas yang dia periksa dan. matanya Diandra langsung memindai ke komputer, Diandra tidak mendengar pertanyaan dari Alfian dai masih sibuk mengerjakan tugasnya yang sudah bertumpuk banyak di mejanya


Sementara itu di tempatnya Hera, tampak Hera keluar dari rumah sakit dengan perasaan senang, dia merasa senang karena kali ini terapinya cukup berhasil untuk dirinya, dia bisa mengingat sebahagian kecil memorinya yang hilang meski itu tidak banyak dan tidak terlalu penting juga tapi setidaknya ada sedikit kemajuan


Dengan hati senang, Hera menunggu taksi onlinenya sambil bersenandung kecil hingga tidak lama kemudian sebuah mobil sedan yang berwarna biru berhenti tepat di hadapannya


"Dengan mbak Hera?" tanya seorang pria separuh baya yang duduk di belakang kemudi dengan membuka kaca mobilnya


"Iya benar " jawab Hera sambil sedikit menundukkan badannya lalu Hera langsung membuka pintu belakang kursi penumpang dan Hera langsung duduk di kursi penumpang tidak lupa dia menutup pintu kembali


"Sudah pak, silahkan jalan" kata Hera sambil meletakkan tasnya di samping tempat duduknya


"Ke Cafe Purnama ya kita" kata pak supir itu menancapkan gasnya dengan kecepatan sedang


"Iya pak" jawab Hera


Mobil pun kembali melaju menuju ke luar dari parkiran rumah sakit bergabung dengan jalan raya yang lumayan padat pada siang itu


Sesampainya di cafe Purnama, Hera langsung masuk ke dalam cafe tersebut, matanya menatap ke sekeliling cafe yang masih belum penuh dengan banyak orang, masih belum bertemu dengan orang yang yang dimaksud, Hera mencari tempat duduk yang menurut dia merasa nyaman dan enak untuk mengobrol


Hera mengambil tempat duduk disudut ruangan di dalam cafe Purnama tersebut, setelah duduk dia memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman, karena selama perjalanan perut Hera sudah merasa lapar, tidak berapa lama kemudian seorang pria menghampiri dirinya


"Hai sudah lama?" tanya pria itu sambil tersenyum ke arah Hera

__ADS_1


Hera yang disapa oleh pria itu langsung mendongakkan wajahnya dan sambil tersenyum Hera menyuruh pria itu untuk duduk


"Barusan gw baru datang" jawab Hera tersenyum


"Sudah pesan makanan?" tanya pria itu kepada Hera sambil membuka buku menu yang baru saja diberikan pelayan kepadanya


"Sudah, barusan saja" jawab Hera menatap pria itu yang sedang membuka buka buku menu


Pria itu menutup buku menu makanan dan memesan makanan dan minuman kepada pelayan yang sudah siap disampingnya, setelah pelayan itu pergi, pria itu menatap Hera dengan pandangan penuh arti


" Alex gw mau minta maaf atas kejadian tempo hari" kata Hera dengan nada tidak enak hati kepada pria yang bernama Alex


Alex menatap Hera dengan tatapan penuh arti lalu dia tersenyum kepada Hera


"Itu bukan masalah buat saya Hera, wajar kalau seorang pria cemburu jika ada seseorang yang ingin merebut gadisnya" kata Alex dengan nada tenang


"Kamu itu bicara apa sih Alex?" tanya Hera dengan wajah cemberut


Alex langsung tersenyum simpul melihat Hera memasang wajah cemberutnya


"Hera, dia itu menyukai kamu cuman dia terlalu gengsi untuk mengatakan yang sebenarnya" ucap Alex mencoba memberikan pengertian kepada Hera yang masih cemberut kepadanya


"Alex gw rasa elo salah deh kali ini " ucap Hera kali ini dengan nada sedikit muram


Alex menatap wajah Hera dengan pandangan tertarik dengan pernyataan Hera yang barusan


"Sudahlah lupakan saja dia, gw mau ketemu sama elo kalau gw pengen kembali ke Jerman " ucap Hera mengutarakan keinginannya kepada Alex


"Kenapa?" tanya Alex dengan nada heran


"Bukankah elo udah betah tinggal di Jakarta?" tanya Alex lagi


Namun sebelum Hera menjawab, pelayan kembali datang membawa makanan dan minuman untuk Hera, dan setelah pelayan itu pergi dari hadapan mereka berdua, Hera kembali berkata


"Gw pengen menyelesaikan kuliah gw dulu, lagian udah lama juga urusan kuliah gw terlantar begitu saja"

__ADS_1


Alex terdiam mendengar ucapan Hera yang barusan, namun belum sempat Alex bicara tiba tiba seorang wanita datang menghampiri Alex


"Hai Alex tidak gw sangka kita ketemu disini" sapa wanita cantik itu kepada Alex sambil tersenyum manis


__ADS_2