Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 167


__ADS_3

Setelah mereka melakukan konferensi pers, mereka kembali ke kamar hotel masing masing, untuk segera bersiap siap pulang ke rumahnya masing masing, hanya saja Alfian beserta yang lainnya memutuskan lebih lama untuk tinggal di hotel, sementara orang tua Diandra dan Alfian memutuskan untuk kembali pulang ke rumah mereka masing masing


"Mau kemana kita?" tanya Alfian kepada yang lainnya, sambil menatap Tonny dan yang lainnya, Tonny yang saat itu masih tidak fokus tidak menjawab pertanyaan dari sahabatnya Alfian, dia malah sibuk mencari seseorang yang tadi pagi mencuri perhatiannya, seorang gadis pelayan yang pagi itu melayani sarapan mereka


"Lo ngapain sih celingak-celinguk ga jelas gitu?" tanya Alfian menatap Tonny dengan pandangan aneh, yang ditanya malah tidak perduli, matanya masih terus mencari gadis itu, sementara yang lain langsung menatap Tonny dengan pandangan yang aneh tapi tidak dengan Andrew, Andrew malah tertawa cekikikan melihat tingkah Tonny yang matanya masih jelalatan kesana kemari


"Ada apa dengan dia?" tanya Alfian pada akhirnya kepada Andrew yang masih tertawa geli


"Kayak Lo ga ngerti aja Al, dia lagi mencari mangsa yang tadi pagi" jawab Andrew misterius


"Mangsa, mangsa apaan?" tanya Alfian lagi dengan kebingungan


Andrew langsung menceritakan mengenai seorang pelayan wanita yang sudah mencuri perhatiannya Tonny, bahkan Tonny berusaha mencari perhatian gadis itu sayangnya tidak digubris sama sekali sama gadis itu, dia malah sibuk bekerja


"Makanya sekarang Tonny itu penasaran, masak pesonanya Tonny tidak dianggap sama sekali, padahal kalian tau kan Tonny gimana tidak ada yang menolak pesona Tonny sekalipun" ucap Andrew sambil meledek Tonny yang masih sibuk mencari gadis misterius itu


"Gw penasaran yang cewek mana kali ini yang membuat Tonny seperti ini?" ledek Donny akhirnya


" Lo jangan yang aneh aneh, emang masih belum kapok, ga liat itu Hera ada disamping Diandra" kata Alfian mencoba memperingatkan Donny untuk tidak lagi macam macam, Donny langsung nyengir begitu mendapatkan peringatan dari Alfian


"Sudah ah mau kemana kita?" tanya Alfian lagi kepada sahabat sahabatnya


"Dalam hotel saja" jawab Tonny dengan cepat, semuanya langsung menatap ke arah Tonny


"Loh kenapa, kita bisa menggunakan semua fasilitas hotel yang ada kan, jacuzzi nya, swimming pool nya, tempat fitness, kita kan sudah pesan hotel harus kita manfaatin dong fasilitas yang ada di dalam hotel" kilah Tonny kepada yang lainnya


Yang memberikan ide untuk menginap di hotel lebih lama lagi yaitu tak lain dan tak bulan adalah Tonny sendiri, bahkan dia bela belain membayar tambahan sewa itu hanya untuk bisa mendapatkan gadis misterius itu, dan sekarang disinilah mereka berada


"Tau begitu gw ga akan ikut, karena ditraktir aja gw mau" gerutu Andrew sambil menggaruk garuk kepala yang tidak gatal


Sementara itu Diandra dan Hera yang juga sibuk mengobrol perhatian mereka tertuju kepada Alfian dan kawan kawannya yang lain


"Mereka sedang mengobrol apa sih?" tanya Diandra penasaran kepada Hera


"Ya sudah kita hampiri saja mereka" ajak Hera kepada Diandra, Diandra langsung menganggukkan kepalanya lalu mereka berdua menghampiri kelompok para pria yang sedang sibuk membicarakan sesuatu


"Kalian sedang membicarakan apa?" tanya Diandra kepada Alfian, Alfian yang langsung melihat Diandra langsung digandeng tangannya dengan erat seolah olah takut lepas

__ADS_1


sementara yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Alfia seperti remaja yang sedang dilanda kasmaran berat


"Kenapa ga sekalian Lo rantai aja tuh Diandra biar ga bisa lepas dari Lo?" tanya Andrew dengan suara mencibir ke arah Alfian


"Gw sih sempat berpikiran begitu sih" jawab Alfian dengan enteng, yang langsung mendapatkan pelototan dari Diandra, Alfian langsung diam begitu mendapatkan pelototan dari Diandra, sungguh Alfian tidak bisa berbuat apa apa jika Diandra tidak menyukai sesuatu, Alfian lebih berusaha untuk mengalah daripada harus melihat Diandra marah atau ngambek


"Kalian sedang membicarakan apa?" tanya Diandra kepada Alfian ingin tahu


"Itu si Tonny lagi jatuh cinta, sama gadis yang melayani sarapan pagi kita tadi pagi itu, kamu tahu yang mana?" tanya Alfian kepada Diandra, Diandra langsung menatap wajah Tonny, dengan otak cerdasnya dia langsung mencoba mengingat ingat gadis yang tadi pagi melayani Tonny, Diandra kembali menatap Tonny yang sibuk memperhatikan para pelayan yang sedang berseliweran didepan mereka, terutama pelayan wanit


Diandra langsung tersenyum ke arah Tonny, dia ingat waktu itu dia meminta air putih kepada pelayan wanita itu dan setelah melayani Tonny dia langsung mengantarkan minuman yang Diandra minta


Tidak lupa Diandra mengucapkan kata terima kasih dan mendapatkan senyuman manis dari gadis itu, gadis itu memang cantik bahkan dia tidak pantas menjadi pelayan, dia pantas menjadi seorang putri dalam dongeng, hanya saja Diandra menilai gadis itu secara sepintas agak sedikit keras kepala, dan tegas tapi itu hanya penilaian dari Diandra sendiri


"Iya aku ingat, gadis itu jugalah yang melayani aku untuk mengantarkan minuman" jawab Diandra sambil tersenyum


"Gw ada ide" kata Hera tiba tiba yang dari tadi diam saja


"Apa itu?" tanya mereka serempak


"Gw setuju" jawab Donny cepat


"Gw juga setuju" jawab Tonny ikut membantu Donny


"Gw setuju" jawab Diandra sambil menatap Alfian dengan matanya yang langsung menatap Alfian tajam, untuk menyetujui ide Hera


"Gw setuju" jawab Alfian malas


"Oke karena yang ga setuju cuman satu, jadi tugas kita adalah mencari gadis itu hingga ketemu" ucap Tonny dengan suara riang, lalu wajahnya sambil meledek ke arah Andrew


"Itu mah elo nya yang senang, usaha Napa kalau emang cinta" jawab Andrew sewot


"Biarin, lagian kenapa elo yang sewot juga" kata Tonny ga mau kalah sewotnya


"Sudah sudah kalau berantem muluk kapan mau cari nya" ucap Hera menengahi mereka berdua


"Terus apa yang akan kita lakukan?" tanya Diandra kepada kepada Hera

__ADS_1


"Begini kita akan bagi kelompok yang satu kelompok terbagi menjadi dua orang gimana?" tanya Hera memberikan ide kepada yang lainnya


Dan yang lainnya langsung menganggukkan kepalanya setuju dengan usulan dari Hera


"Oke kita akan membentuk tim dari sekarang, aku sama..." belum sempat Hera berkata lebih lanjut, Alfian sudah menyahut ucapan Hera


"Lo sama Donny, gw sama Diandra dan Tonny seperti biasa sama Andrew" kata Alfian meneruskan ucapan dari Hera


Hera ingin membantah ucapan dari Alfian namun buru buru Donny langsung menyela


"Gw setuju banget"


Hera langsung menatap Donny dengan pandangan bermusuhan namun Donny hanya membiarkannya saja, tidak perduli dengan tatapan Hera yang ingin mengajaknya perang


"Kenapai ga setuju dengan pembagian kelompok ini?" tanya Alfian menantang Hera


"Iya gw ga setuju, kenapa ga suka?" jawab Hera sambil menantang balik ke arah Alfian dengan kesalnya


"Kalau ga suka Lo ga usah ikutan sana" jawab Alfian cuek yang langsung ditatap Diandra dengan tatapan tajam


Hera ingin membuka mulutnya tiba tiba Diandra menengahi mereka


"Sudah sudah, ayok kita mulai fokus saja dengan pencarian ini, nanti Tonny akan memberikan hadiah kepada kita semua kalau sudah berhasil" ucap Diandra sambil tersenyum ke arah Tonny


Tonny yang tadinya sudah senang dibantu oleh sahabat sahabatnya langsung terkejut mendengar Diandra begitu, Tonny langsung melayangkannya tatapan protes ke arah Diandra


"Tidak ada yang gratis di dunia ini Ton" jawab Diandra sambil tertawa terbahak-bahak


"Gimana deal ga?" tanya Diandra pada akhirnya dengan suara tegas ke arah Tonny, Diandra juga mengulurkan tangannya ke arah Tonny


"Ya sudah Deal" jawab Tonny dengan pasrah lalu menyambut uluran tangan dari Diandra


"Nah gitu dong" jawab Diandra sambil tertawa


"Pencarian akan dimulai hari ini sampai waktu tibanya kita cek out dua hari lagi" kata Hera pada akhirnya yang harus pasrah menerima keputusan dari Alfian, meski hatinya sempat jengkel sama Alfian namun kenapa dirinya sangat senang waktu dipasangkan dengan Donny


Dan mereka semua menganggukkan kepala setuju dengan keputusan dari Hera

__ADS_1


__ADS_2