
"Kalau begitu saya pergi terlebih dahulu, silahkan anda menemui calon isteri anda" kata Pak Suherman kepada Alfian dengan nada tegas
"Baik pak, terima kasih atas pertolongan bapak kepada calon isteri saya" jawab Alfian tidak kalah tegasnya
Pak Suherman menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis, lalu kemudian dia meninggalkan tempat itu, setelah pak Suherman pergi, petugas Ayu langsung berkata dengan suara tegas namun ramah
"Silahkan masuk"
"Baik, terima kasih banyak"
Alfian langsung membuka pintu ruangan itu dengan sangat hati hati sekali, begitu melihat Diandra tertidur pulas diatas ranjang kecil dengan menggunakan selimut, Alfian langsung segera memeluk Diandra dengan sangat erat, semua kerinduannya ketakutan dan kecemasannya seakan terlepas begitu saja, dadanya yang terasa sangat sesak kini lega sudah begitu melihat kekasih hatinya kini berada di hadapan matanya tanpa kekurangan suatu apapun
Diandra yang sedang tertidur langsung terbangun begitu ada yang memeluk dirinya, awalnya dia sangat kaget ada seorang pria sedang memeluknya, hampir dia menendang namun begitu tahu siapa yang memeluknya, Diandra langsung menangis bahagia
"Maafkan aku Al" kata Diandra di dalam pelukan Alfian
"Tidak ada yang perlu dimaafkan Di" jawab Alfian pelan
Diandra terdiam, dia merasa sangat bersalah telah membuat cemas orang yang dia cintai itu
Alfian langsung melepaskan pelukannya, menatap Dirinya Andra yang terlihat kusut karena terbangun begitu juga dengan Diandra melihat wajah Alfian yang pucat, Diandra secara refleks memegang wajah Alfian dengan tatapan cemas
"Kamu ga apa apa?" tanya Diandra menatap Alfian dengan pandangan cemasnya, Alfian menggelengkan kepalanya sembari tersenyum lembut menatap ke arah Diandra, yang dibalas senyuman oleh Diandra pulak
"Kita pulang yuk" ajak Alfian dengan suara lembut
Diandra langsung menganggukkan kepalanya, mengiyakan ajakan Alfian, Diandra langsung segera bangkit dari tempat tidurnya dan kemudian merapihkan dirinya, bersama dengan Alfian Diandra pun ikut keluar
Di luar ruangan itu tampak petugas Ayu yang sedang piket berjaga di depan ruangan tempat dimana Diandra beristirahat sejenak
"Kalian sudah mau pulang?" tanya petugas Ayu dengan ramah sambil menatap pasangan itu
"Iya kami sudah mau pulang, kemungkinan kami akan kembali lagi untuk melaporkan penculikan ini, untuk saat ini biarkan saja Diandra beristirahat terlebih dahulu, jika dia sudah siap pasti akan memberikan keterangan" jawab Alfian dengan suara tegasnya
"Baguslah kalau begitu, saya berharap lebih berhati hati lagi karena kasus kejahatan saat ini semakin sangat marak terjadi" kata petugas Ayu sambil tersenyum ke arah mereka
Diandra mendekati petugas Ayu lalu memegang tangannya petugas Ayu seraya berkata
"Terima kasih atas segalanya, mohon maaf jika saya merepotkan "
"Bicara apa kamu ini, tidak ada yang direpotkan ini semua sudah menjadi tugas saya untuk memberikan perlindungan kepada korban "
__ADS_1
"Tapi sekali lagi terima kasih atas segalanya, semoga lain waktu kita akan bertemu lagi"
Petugas Ayu langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum
"Hati hati di jalan, semoga kalian selamat sampai tujuan" kata petugas Ayu kepada Diandra
"Amien" jawab Diandra
Mereka berdua berpamitan dengan petugas Ayu, tidak lupa juga mereka berpamitan kepada kepala polisi bapak Suherman
"Jika sudah siap, kamu datang lagi kemari untuk kamu mintai keterangan sebagai seorang saksi, agar kami bisa menangkap penculiknya sendiri$ ucap pak Suherman dengan nada suara tegas dan berwibawa kepada Diandra dan Alfian
"Baik pak, kami juga akan melaporkan juga siapa dalangnya namun kami harus mengumpulkan bukti yang kuat terlebih dahulu" ucap Alfian tidak kalah tegasnya
"Baiklah kalau begitu, sampai ketemu nanti" jawab pak Suherman
Setelah mereka berdua berpamitan,l dengan kepala pimpinan kepolisian, mereka langsung keluar dari kantor kepolisian, tampak langit semakin menghitam karena gelap
"Dengan siapa kamu kesini?" tanya Diandra menatap Alfian yang tengah sibuk mengirimkan pesan kepada Donny untuk menjemputnya di depan kantor kepolisian
"Dengan Donny, sudah aku kirimin pesan, semoga dia tidak tertidur" jawab Alfian sambil menatap lurus ke depan
"Lain kali jangan kamu ulangi kebodohan seperti itu lagi, kamu tahu betapa cemasnya kami mencari kamu" ucap Alfian dengan nada suara yang sangat serius kepada Diandra
"Maafkan aku Al" cicit Diandra, dia masih menundukkan kepalanya seperti seorang anak kecil yang ketahuan sama ibunya maling permen yang sudah diamankan oleh ibunya
"Maafkan aku, itu semua agar aku tidak ingin menjadikan kalian sulit gara gara aku, dan aku tidak ingin merepotkan kalian, aku ga mau kalian bersedih karena aku" kata Diandra berusaha menjelaskan mengapa dia sampai nekat melakukan itu semuanya
Untungnya Diandra punya keahlian beladiri yang mumpuni, jadi dia bisa melepaskan diri dari penculiknya kala itu, jika dia tidak bisa menguasai itu semua Diandra sendiri tidak tahu apakah bisa selamat atau tidak atau mungkin dia sudah ditemukan dalam keadaan yang mengenaskan, begitu pikirnya Diandra, Diandra langsung menggelengkan kepalanya mencoba mengusir hal hal yang menakutkan di dalam pikirannya
"Ada apa?" tanya Alfian menatap Diandra yang sedang menggelengkan kepalanya kuat kuat, Diandra langsung menengadah menatap Alfian yang sedang memperhatikan dirinya dengan heran
"Ga ada apa apa" jawab Diandra singkat sambil mengenyahkan pikiran buruknya
"Jangan berpikiran yang aneh aneh lagi dan ingat jangan lakukan hal itu lagi" kata Alfian dengan suara tegasnya
"Iya" jawab Diandra singkat
Tidak lama berselang mobil Donny sudah datang dan menjemput mereka, Alfian duduk di bangku belakang bersama dengan Diandra
"Don" sapa Diandra sewaktu Diandra sudah duduk di bangku belakang
__ADS_1
Donny langsung menoleh sambil tersenyum
"Bagaimana petualangannya?" tanya Donny seraya menyindir Diandra, Diandra hanya menjawab dengan senyuman
"Gw minta maaf sama Lo, karena gw kalian jadi susah" ucap Diandra yang menyesali perbuatannya
"Jangan minta maaf sama gw, tapi sama yang disebelah Lo itu.." ucap Donny yang langsung mendapatkan toyoran kepala dari Alfian, agar Donny tidak keceplosan
"Mending Lo jalan deh, mang kita mau menginap disini sampai besok pagi?" tanya Alfian dengan suara dingin
Donny langsung menghidupkan mesin mobilnya dan tanpa banyak kata Donny langsung melajukan mobilnya, selama dalam perjalanan mereka terdiam tanpa banyak bersuara, hingga mobil Donny membelokkan ke arah rumah sakit tempat dimana Alfian dirawat
"Kenapa kita kesini?" tanya Diandra heran, dia yang pertama kali tersadar kalau mobilnya Donny berbelok ke arah rumah sakit
"Mending Lo tanya dah sama calon suami Lo, kenapa kita kesini" jawab Donny sekenanya, dia merasa kesal kepada Alfian yang sudah memukul kepalanya mesti tidak sakit
Diandra langsung menoleh ke arah Alfian dengan tatapan meminta penjelasan, lagi lagi Alfian dibuat kesal dengan sahabatnya itu yang tidak pernah bertanya terlebih dahulu mau kemana, sambil menghela nafas panjang Alfian berkata kepada Diandra
"Aku dirawat disini, begitu mendengar kamu diketemukan aku langsung kabur keluar dari rumah sakit hanya untuk bisa menjemput kamu disini"
Diandra yang mendengar itu semaki. menatap Alfian dengan pandangan bingung
"Kamu sakit?" tanya Diandra bingung bercampur cemas
Alfian hanya menganggukkan kepalanya
"Apa itu karena aku?" tanya Diandra hati hati
Alfian langsung menyentil jidatnya Diandra
"Sakit tau!" seru Diandra sambil memegang jidatnya, dan menatap Alfian dengan pandangan kesal
Alfian hanya tertawa nyengir
"Sebetulnya aku ga sakit sayang, cuman mereka aja yang terlalu berlebih" kilah Alfian
Diandra yang merasa ada sesuatu yang disembunyikan tiba tiba berubah menjadi datar
"Jadi kamu ga mau cerita sama aku?" tanya Diandra dengan wajah cemberutnya
"Bukan bukan begitu, aku kemarin itu tiba tiba pingsan, setelah itu baik baik saja tapi mereka malah menyuruh aku untuk melakukan perawatan disini, kan ngeselin banget " kata Alfian sambil memandang Donny dengan wajah yang kesal
__ADS_1