
Sesampainya mereka di rumah sakit, Diandra dan Alfian langsung segera turun, melihat Diandra membawa rantang bubur untuk Hera, Alfian langsung mengambilnya dari tangan Diandra
"Sini biar aku yang bawa" ucap Diandra sambil mengambil rantang bubur dari tangan Diandra
"Oh Iya terima kasih banyak" ucap Diandra tersenyum tulus kepada Alfian, dan Alfian langsung membalas senyuman Diandra
"Yang tadi itu aku benar benar minta maaf " ucap Alfian dengan penuh penyesalan sambil berjalan berdampingan ke ruang IGD
"Aku sih ga apa apa hanya sempat shock saja, hanya saja aku sempat kepikiran kalau seandainya saja terjadi tabrakan ga tau lagi harus bagaimana" kata Diandra dengan suara pelan
Alfian langsung terdiam, apa yang dikatakan oleh Diandra benar adanya, kalau saja Diandra tidak berteriak mungkin kecelakaan itu pasti akan terjadi, dan dia adalah orang yang pertamakali bertanggung jawab dalam kejadian tersebut
"Yang sudah lewat ya sudahlah, next time jangan seperti itu lagi kita masih bisa diselamatkan" kata Diandra memperingatkan Alfian untuk tidak mengulanginya lagi
Mereka masih berjalan menuju ke ruang IGD, dalam diam, hanya terdengar suara langkah kaki mereka hingga mereka tiba ke ruang IGD, terdapat Donny yang hendak mau masuk ke ruang IGD dengan membawa botol minuman
"Donny!" teriak Alfian kepada Donny begitu Donny hendak masuk ke dalam ruang IGD, begitu namanya dipanggil, Donny langsung menoleh ke arah Alfian dan dia langsung tersenyum begitu melihat Alfian dan Diandra
Alfian dan Diandra langsung menghampiri dirinya
"Semalam elo gag pulang?" tanya Alfian kepada Donny
"Kagak bro, loe lihat sendiri kan gw kucel kayak apaan" jawab Donny sambil tertawa
"Gimana Hera?" tanya Diandra penuh dengan rasa ingin tahu
"Kondisinya sudah membaik, dan mungkin nanti sudah diperbolehkan pulang, sekarang dirinya masih tidur" kata Donny memberitahukan kepada Diandra tentang kondisi dari Hera saat ini
"Elo udah sarapan?" tanya Alfian kepada Doinny
"Belon" jawab Donny sambil menggelengkan kepala
"Kalau gitu temenin gw sarapan dulu, gw laper banget" ajak Alfian berbohong kepada Donny
"Tapi..?" Donny meragu sesaat, karena dia takut meninggalkan Hera seorang diri
"Elo tenang aja, ada Diandra yang menemani Hera, elo temani gw sarapan dulu buruan" kata Alfian dengan tidak sabar sambil menarik tangan Donny
"Aduh elo tuh yaah, sebentar napa" protes Donny kepada Alfian sambil menatap Alfian dengan penuh rasa kesal
__ADS_1
"Elo lama" balas Alfian tidak mau kalah
Sambil berdecak kesal Donny mengikuti langkah Alfian menuju ke kantin rumah sakit, mengajak Donny makan
Sebenarnya Alfian sudah sarapan tadi pagi, dia mengajak Donny untuk memberikan kesempatan kepada Diandra dan Hera mengobrol jika Hera sudah terbangun dari tidurnya dan mereka berdua berada di kantin rumah sakit
Begitu mereka berdua pergi menuju kantin rumah sakit, Diandra langsung masuk ke dalam IGD, untuk menemui Hera, tidak ada siapa siapa disana kecuali suster dan dokter jaga, setelah meminta ijin untuk menemui Hera dan mereka memperbolehkannya Diandra langsung masuk ke ruangan IGD sambil membawa rantang susun yang berisikan bubur ayam untuknya
Diandra membuka tirai, dan terdapat Hera yang sudah terbangun, menatap ke arah langit langit rumah sakit
""Hei " sapa Diandra dengan suara pelan sambil tersenyum, mendengar Diandra menyapa dirinya Hera langsung menoleh ke arah Diandra membalas senyuman Diandra
"Gimana keadaan elo?" tanya Diandra sambil duduk di kursi sebelah tempat tidur Hera yang sudah disediakan
" Gw baik baik saja" jawab Hera sambil tersenyum
"Elo bawa apa?" tanya Hera balik menatap Diandra yang sedang meletakkan bungkusan plastik di atas meja kecil di samping tempat tidur Hera
"Bunda menitipkan ini buat elo, elo makan ya" jawab Diandra membuka bungkusan plastik itu lalu dia membuka tutup rantang susun, terdapat bubur ayam yang masih bersih belum dicampur apa apa, rantang yang satunya lagi dibuka ada suiran ayam, seledri dan ada bungkusan plastik kecil untuk kuah kuningnya
"Baunya enak" kata Hera sambil tersenyum
"Mau elo makan sendiri atau mau gw suapin?" tanya Diandra kepada Hera sambil mengangkat rantang yang sudah diracik oleh Diandra
"Gw makan sendiri ajalah, kan gw masih kuat" jawab Hera tertawa sambil mengambil rantang yang berisikan bubur di tangan Diandra
Hera langsung menyuapkan bubur yang masih hangat itu secara perlahan lahan ke mulutnya
"Gimana?" tanya Diandra penuh rasa ingin tahu
"Enak Di, bubur bunda elo itu enak banget ga perlu diragukan" jawab Hera sambil memuji bundanya Diandra yang benar benar jago masak
"Syukurlah kalau enak, kata bunda harus dihabiskan dan bunda titip pesan supaya kamu cepat sembuh" ucap Diandra sambil menatap Hera yang sedang menikmati Bu ur ayam buatan bunda
"Pasti dong, kan Hera harus kuat" jawab Hera dengan nada ceria
"Nah itu tau" ujar Diandra tertawa
Hera menikmati buburnya sementara Diandra sedang menatap Hera yang sedang menikmati buburnya, ada yang ingin dia bicarakan tapi nanti saja kalau Hera sudah sembuh dan membaik
__ADS_1
"Hari ini elo pulang?" tanya Diandra menatap Hera
"Iya hari ini gw pulang, gw pengen pulang" jawab Hera dengan raut wajahnya yang sedih
"Mangkanya jangan sampe pingsan lagi" kata Diandra menatap Hera yang wajahnya tiba tiba murung
"Itu makanannya sudah apa belom?" tanya Diandra, melihat Hera yang setengah melamun sambil memegang rantang yang berisi bubur ayam yang sudah tinggal sedikit
"Ini juga gw mau habisin" jawab Hera sambil buru buru menghabiskan makanannya
"Ya sudah, buruan mau dirapihkan lagi" ujar Diandra tersenyum melihat Hera yang makannya sangat lahap
"Gw laper sebenarnya" kata Hera sambil memberikan rantang yang sudah kosong untuk dirapihkan lagi sama Diandra
"Baguslah itu, elo semalam gag makan?" tanya Diandra penuh selidik kepada Hera
"Sudah Di, cuman gw ga nafsu makan jadi makan gw sedikit" jawab Hera dengan suara muram
"Gw minta maaf ya, udah ngerepotin elo elo pada " kata Hera dengan nada tidak enak dan penuh penyesalan
"Itulah gunanya teman dan sahabat, dia harus selalu ada disaat dia senang ataupun susah" jawab Diandra menatap Hera, memberikan semangat untuk Hera
"elo tau gag, elo itu sudah bikin bi Darmi khawatir dengan elo pingsan didalam kamar, memangnya kenapa sih elo bisa pingsan?" tanya Diandra ingin tahu mencoba memancing Hera agar dia mau menceritakan keadaan tentang dirinya sendiri
Hera terdiam sejenak lalu dia menjawab dengan suara sedikit murung
"Gw pingsan karena gw berusaha mengingat ingat masa lalu gw, kenapa gw bisa amnesia tapi gw ga bisa ingat"
Diandra menghela nafas panjang, dia memang sudah tahu tapi dia sangat ingin sekali mendengar langsung dari mulut Hera
"Elo tahu Hera, kalau itu terjadi elo disuruh dibawa ke dokter saraf untuk melakukan perawatan " kata Diandra kepada Hera kali ini dengan wajah yang serius
"Gw harus bagaimana?" tanya Hera dengan wajah muram
"Ikut terapi kalau elo ang pengen mengingat semuanya yang terjadi sama masa lalu elo, semua pilihan ada di tangan elo, dan semuanya tergantung di elo nya mau apa tidak, dan jangan berusaha untuk memaksa mengingat karena elo akan seperti ini lagi" jawab Diandra memberikan saran dengan nada tegas namun terdengar lembut, Diandra hanya tidak ingin Hera mengalami kejadian seperti ini lagi dan demi kebaikan sahabatbya Diandra menyuruh Hera melakukan terapi
Hera yang mendengar Diandra berkata seperti itu, terdiam dan mencoba menimbangnya dan tak lama kemudian suster jaga membuka tirai dan meminta Diandra untuk keluar dari ruangan dulu, karena Hera mau mandi dan mau diperiksa oleh dokter jaga yang semalam berjaga, dan Diandra keluar dari ruangan IGD setelah pamit kepada Hera, memberikan suster jaga kesempatan untuk mengurus Hera terlebih dahulu
'
__ADS_1