
Di ruangan kerja Alfian, tampak Donny sudah menunggu di dalam ruangannya, berjalan mondar mandir sambil menunggu Alfian yang belum datang
"Kemana dia?" tanyanya dalam hati
lalu dia keluar ruangan, tampak Irma sekertaris pribadi Alfian sedang sibuk dengan pekerjaannya, Donny lalu mendekati mejanya
"Irma apa tadi pak Alfian tidak memberikan pesan kepadamu?" tanya Donny begitu dia mendekati mejanya, wanita yang berkaca mata ini langsung menatap Donny lalu berkata dengan nada serius "Tidak ada pesan yang ditinggalkan untuk saya pak Donny" jawabnya, lalu dia kembali dengan pekerjaan yang menyita dirinya
Donny terdiam dan kembali masuk ke dalam ruangan Alfian lagi, tak lama kemudian Alfian dan Diandra masuk ke dalam ruangan
"Gw pikir elo ga masuk kantor " kata Donny sambil memberikan bungkusan pakaian kepada Alfian "Memang hari ini apa ada meeting?" tanya Alfian sambil menerima bungkusan pakaian itu "Nanti siang ada meeting dengan PT Jaya Makmur mengenai pembahasan tempo hari itu" jawab Donny, Alfian langsung menuju ke kamar pribadinya dan tak lama kemudian dia kembali dengan pakaian gantinya satu setel kemeja biru dengan jas hitam dan dasi yang belum dipasang
Dia melangkah menuju Diandra yang berdiri disana "Tolong pasangkan dasi aku sayang" kata Alfian dengan nada mesra, Donny yang melihat itu langsung menggelengkan kepalanya "Tapi kan kamu bisa sendiri" kata Diandra dengan nada kesal "Tapi aku maunya kamu" jawab Alfian yang keras kepala sambil menatap matanya Diandra, akhirnya dengan rasa terpaksa dan mulut cemberut dia mau memasangkan dasinya "Jangan cemberut begitu kenapa, ini nanti akan menjadi tugas sehari-hari kamu loh" ujar Alfian memperingatkan Diandra
Diandra ingin protes, tapi akhirnya dia lebih memilih diam karena percuma saja berdebat dengan seorang Alfian yang begitu keras kepala, dia akhirnya dengan patuh mengikatkan dasinya, tanpa sadar mereka terlalu dekat dan Alfian langsung mencuri ciuman di kening Diandra, Diandra langsung mendelik dengan wajah yang cemberut
"Bisa ga sih kamu ga kegatelan gitu" kata Diandra sewot, Alfian langsung nyengir begitu melihat wajah Diandra yang sewot
Setelah selesai mengikatkan dasi, Diandra berjalan menuju ke arah pintu keluar, niat Diandra adalah langsung pergi ke ruang kerjanya, namun sebelum Diandra membuka pintu, Alfian sudah langsung bertanya kepadanya
"Kamu mau kemana?"
"Mau ke tempat kerjaku lah, memangnya kenapa?"
"Sebentar, tunggu aku"
Diandra menatap Alfian dengan pandangan heran begitu juga dengan Donny yang tidak dianggap sama sekali disitu
"Don, meeting hari ini bisa tidak ditunda, atau elo aja yang datang gimana?" tanya Alfian tiba tiba ke arah Donny
Donny langsung mengernyitkan dahinya
"Maksud elo?" tanya Donny
"Gw ada urusan, loe selesaikan deh gimana caranya" kata Alfian dengan nada santai
"Urusan apaan?" tanya Donny masih dengan nada bingung, karena setau dia hari ini Alfian meeting dengan investornya, tidak ada urusan yang lain
__ADS_1
"Aduh udah deh..jangan banyak tanya pokoknya gw ada urusan" kata Alfian
"Pokoknya loe handle aja semuanya untuk hari ini, oke" kata Alfian lagi sambil mengangkat alis tebalnya
Ingin rasanya Donny mengucapkan sumpah serapah kepada Alfian yang dengan seenaknya mendelegasikan tugas tugasnya tanpa persetujuannya, tapi apalah daya dia hanyalah bawahan dari bos nya yang tidak punya akhlak itu
"Gw jalan dulu Don...ntr loe kabarin aja hasilnya ke gw" kata Alfian sambil menggandeng tangan Diandra, tanpa menunggu jawaban dari Donny, Alfian langsung mengajak Diandra keluar dengan tangan yang digandeng, meninggalkan Donny seorang diri
Donny langsung mengucapkan kata kata kasar kepada atasan selaku sahabat pribadinya itu, untung saja Alfian tidak mendengarnya, karena Alfian sendiri sudah keluar dari ruangannya
Diandra yang tangannya digandeng oleh Alfian menatap Alfian dengan penuh tanya
"Kamu mau ngapain?" tanya Diandra dengan tatapan penuh tanya, namun Alfian tidak menjawabnya, dia malah justru menggenggam tangannya semakin erat, hingga dia sampai didepan pintu lift dan memencet tombol ke lantai tempat dimana Diandra bekerja
Begitu melihat Alfian menekan tombol lantai tempat dimana Diandra bekerja, Diandra langsung terkejut, perasaannya mulai tidak enak "Kamu mau ngapain ke tempat kerja aku?" tanya Diandra dengan pandangan tajam "Mau antarkan kamu" jawab Alfian santai "Tidak usah Alfian, aku bisa sendiri" kata Diandra dengan menolak, namun Alfian malah justru tidak menggubrisnya sementara Diandra berusaha melepaskan diri namun malah tambah semakin erat genggamannya Alfian, hingga kembali dia menyerah dengan kepala batunya Alfian, dalam hatinya Diandra sudah mengumpat umpat Alfian
"Jangan mengumpat" kata Alfian tiba tiba, Diandra langsung kaget mendengar Alfian berkata seperti itu, dia seperti mendengar suara hatinya yang sedang mencaci maki manusia yang ada disebelahnya, sesampainya mereka di lantai tempat Diandra bekerja, mereka masuk ke dalam ruangan dan semua karyawan yang ada di lantai itu langsung pada heboh, ada yang kaget, ada yang shock, ada yang terkejut bahkan ada yang sampai melihat mereka dengan rasa penuh ingin tahu, termasuk didalamnya teman temanya Diandra
Namun Alfian seakan seperti tidak perduli, berbeda dengan Diandra yang langsung kikuk dan canggung, Diandra kembali berusaha melepaskan pegangan Alfian, namun Alfian malah justru semakin menggenggam tangannya yang semakin erat, akhirnya Diandra hanya bisa berpasrah diri
Diandra yang hanya pasrah mengikuti langkah kaki Alfian hingga akhirnya Alfian membuka ruangan tersebut, mereka berdua langsung masuk ke dalam
"Kamu kenapa sih ?" kata Diandra kesal
"Kenapa apanya?" tanya Alfian menatap Diandra
"Iya kenapa kamu sampai mau ikut ke ruangan aku, dan kamu tau tidak ini akan menimbulkan rumor yang tidak sedap buat kita" jawab Diandra kesal dengan Alfian
"Rumor apa Diandra, rumor kalau kita punya hubungan, atau rumor kalau kita akan menikah?" tanya Alfian menatap Diandra dengan pandangan yang cukup intens
Diandra langsung terdiam, dia tidak tahu mau menjawab apa, namun sebelum Diandra menjawab Alfian kembali berkata
"Apapun rumor itu memang benar kan keduanya, lalu kenapa kita harus menutupi itu semuanya, harusnya kamu bangga donk punya aku pemilik dari perusahaan tempat dimana aku bekerja"
Diandra langsung menghela nafas kesal, tidak tahu lagi harus berkata apa, setiap jawabannya pasti akan dibungkam oleh Alfian, dengan kesal dia langsung duduk di kursi kerjanya sementara Alfian duduk didepannya, mereka saling berhadapan
hingga tiba tiba ada yang mengetuk pintu dari luar, setelah disuruh masuk tampak Dian yang ragu ragu datang
__ADS_1
"Maaf pak ada yang mencari bapak di luar"
"Suruh dia masuk"
"Baik pak"
Tidak lama kemudian, seorang laki laki dengan seragam Office Boy masuk ke dalam dan menghadap ke Alfian selaku pemilik dari perusahaan ini
"Pak saya sudah membawanya, mau ditaruh dimana?" tanya Office Boy itu kepada Alfian
"Oh iya taruh dipojokan situ saja" kata Alfian dengan suara tegas
"Baik pak" jawab Office boy itu dengan patuh
Tak lama kemudian Office boy itu memanggil teman temannya untuk masuk ke dalam, dan tampak beberapa orang office boy mengangkat sofa sekaligus meja untuk ditaruh di dalam ruangan Diandra, Diandra yang melihat itu langsung terkejut dan menatap Alfian dengan pandangan tajam
"Bisa kamu jelaskan ini Alfian?" tanya Diandra dengan suara tajam
"Mulai hari ini aku akan bekerja disini, bersamamu " jawab Alfian enteng
"Kamu masih waras kan Alfian?" tanya Diandra dengan suara tajam
"Tergantung, kalau bersama dengan kamu..aku bisa menjadi tidak waras" jawab Alfian tidak perduli dengan wajah marahnya Diandra
"Dengar aku adalah bos disini sekaligus pemilik dari perusahaan ini, jadi aku bisa berkerja dimana aku mau, paham sayang" kata Alfian dengan tegas sambil tersenyum
"Terserah kamulah " jawab Diandra pada akhirnya
Diandra langsung membuka komputernya, mengerjakan pekerjaan yang sempat tertunda kemarin sementara Alfian sibuk mengirimkan pesan, entah kepada siapa Diandra tidak perduli, Diandra menganggap Alfian tidak ada di ruangan itu, hingga pada akhirnya pintu diketuk dari luar, Diandra langsung menatap Alfian dan kemudian menyuruhnya untuk masuk
"Ini tas laptop elo, dan berkas berkas yang harus elo tandatangani" kata Donny sambil menaruh laptop dan berkas berkas diatas meja sambil menatap Dian yang sedang memainkan handphonenya seakan tidak perduli dengan tatapan tajam dari asistennya
"Sebentar lagi gw akan meeting elo mau ikut ga?" tanya Donny lagi
Alfian tampak berpikir sebentar lalu berkata dengan santainya "Aku mau ikut asal Diandra ikut"
Donny dan Diandra langsung menepuk jidatnya masing masing, dia tidak mengerti lagi kelakuan absurd atasannya ini
__ADS_1