Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 235


__ADS_3

Alex menatap Tuan Hartawan meminta jawaban dari Tuan Hartawan, sementara Tuan Hartawan mendengar kompensasi sepertinya tertarik dengan ucapan dari Alex, Alex masih menunggu jawaban dari Tuan Hartawan, Taun Hartawan sedang berpikir dengan kompensasi yang akan diberikan oleh Alex, dia sedang berpikir mengenai untung dan ruginya bagi dirinya sendiri


"Kompensasi seperti apa?" tanya Tuan Hartawan kepada Alex, dengan tatapan tajam karena dia tahu Alex pasti akan memberikan kompensasi yang akan memuaskan dirinya


"Semua hutang saya anggap lunas dan untuk selanjutnya saya tidak akan menuntut ganti rugi apapun kepada anda, bagaimana?" kata Alex dengan nada serius balik bertanya kepada Tuan Hartawan


"Dan bagaimana jika saya tidak mau?" tanya Tuan Hartawan dengan nada menyelidik, Alex langsung tersenyum sinis kepada Tuan Hartawan lalu dia berkata dengan suara datar dan dingin


"Saya akan menuntut anda untuk membayar semua hutang hutang anda kepada saya berikut dengan bunganya,anda boleh berpikir terlebih dahulu untuk memutuskan jawaban anda"

__ADS_1


Reaksi Tuan Hartawan langsung berubah mendengar ucapan dari Alex wajahnya langsung berubah menjadi serius, sebenarnya bukan itu yang dia mau, ini benar benar di luar perkiraan dari Tuan Hartawan, dia hanya ingin menyatukan Alex dengan anaknya Sandra agar perusahaannya bisa menyaingi perusahaan Tuan Wijaya, namun ternyata ini semuanya tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan


Tadinya dia berharap Alex akan berinvestasi di tempatnya atau minimal dia bisa mendapatkan kontrak kerjasama dengan perusahaan Alex, namun nyatanya Tuan Hartawan salah perkiraan, Alex tidak memberikan penawaran yang dia mau, hanya sebagai penghapusan hutang saja tidak lebih dari itu


"Jadi bagaimana Tuan Hartawan dengan penawaran dari saya, kalau Tuan setuju saya akan menyuruh sekretaris saya untuk membuatkan surat penghapusan hutang saat ini juga dan anda bisa menandatanganinya Sekarang juga, jadi segeralah memberikan keputusan karena waktu saya juga tidak banyak" ucap Alex dengan nada sedikit tidak sabar


Alex menatap Tuan Hartawan dengan tatapan tidak sabar


"Jadi bagaimana Tuan Hartawan?" tanya Alex lagi dengan nada mendesak, Tuan Hartawan tampak berpikir namun pada akhirnya dia menghela nafas panjang menyetujui apa yang menjadi keinginan dari Alex sendiri

__ADS_1


"Baiklah saya setuju" ucap Tuan Hartawan dengan nada yang terpaksa, hatinya sangat marah namun dia saat ini berada di posisi tidak berdaya sama sekali


Alex mengangguk puas dengan jawaban dari Tuan Hartawan sendiri, dia langsung menyuruh asisten pribadinya Bryan untuk menyuruh membuatkan surat pernyataan penghapusan hutang dari Tuan Hartawan


Bryan dengan sigap langsung membuatkan surat pernyataan penghapusan hutang yang isinya berbunyi jika pihak pertama tidak akan menuntut atau meminta ganti rugi kepada pihak kedua atas penghapusan hutang pihak kedua yang dimana di dalam hal ini, pihak kedua tidak perlu membayar uang seluruh ganti rugi kepada pihak pertama


Bryan kemudian menyuruh sekretaris untuk segera mencetak surat perjanjian penghapusan piutang tersebut dan harus segera diberikan kepada Bryan saat itu juga, setelah menunggu beberapa saat akhirnya Bryan sudah mendapatkan cetakan dari surat penghapusan piutang tersebut dan kemudian diserahkan langsung kepada Alex untuk segera dibaca dan segera ditandatangani


Membaca surat perjanjian itu, Alex tersenyum puas, dia langsung menandatangani surat perjanjian itu di atas materai dan kemudian diserahkan kepada Tuan Hartawan untuk ditandatangani, Tuan Hartawan langsung membaca surat perjanjian tersebut dan kemudian dia dengan berat hati menandatangani surat tersebut dan diberikan lagi kepada Alex dan Alex menyuruh Bryan menyimpan berkasnya dan sekaligus meminta salinan kepada Bryan untuk diberikan kepada Tuan Hartawan

__ADS_1


__ADS_2