GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 125. KALUNG THE HAN'S


__ADS_3

Mosha berpikir sejenak setelah mendengar perkataan Arimbi. “Ya begitu juga bisa. Aku akan memberikan kalungnya pada Amanda. Arimbi….berdirilah dan berjalanlah. Ibu ingin melihat penampilanmu.”


Arimbi mengenakan gaun malam berwarna merah pilihannya, untuk perhiasan yang dipilihkan Emir adalah satu set perhiasan emas murni yang dia tempah khusus untuk istri nakalnya itu. Arimbi mengenakan sepatu hak tinggi berwarna emas dan pouch yang terbuat dari emas murni.


Emir memesan pouch yang terbuat dari emas itu dan memberikan pada Arimbi bersamaan dengan perhiasan emas lainnya tempo hari, Dia ingin istrinya tampil menjadi wanita paling cantik di pesta itu.


Jika di kehidupan sebelumnya, Arimbi memakai gaun warna putih tapi di kehidupan kedua ini dia merubah semuanya. Dia ingin tampil glamor dan menjadi pusat perhatian di acara perjamuan ulang tahun Zivanna kali ini. Gaun merahnya membentuk lekukan tubuhnya dengan sempurna, dengan bahu terbuka menampilkan kulit mulusnya dan belahan dada montoknya.


Arimbi menyanggul rambutnya dan merias wajahnya dengan warna nude sehingga terlihat sangat cantik. Gabungan gaun merah dan perhiasan emas serta riasan warna nude dan lipstik warna merah membuatnya terlihat sangat mewah dan glamor. Arimbi tersenyum melihat penampilannya. Dia merasa sangat puas begitu juga dengan Mosha.


Arimbi berjalan sambil melenggak lenggokkan tubuhnya didepan ibunya membuat wanita itu terkekeh melihat tingkah putrinya. “Bu, jangan khawatirkan aku ya. Percayalah, aku tidak akan mengecewakan ibu. Bu….aku cantik sekali ya.”


“Pakaian adalah cerminan pemakainya. Putriku berdanda dengan indah dan cantik pula. Aku bangga melihat putriku begitu cantik dan juga sudah menikah.” Suara Mosha agak enggan saat mengucapkan kalimat terakhir.  Dia menghela napas panjang dan menenangkan dirinya.


Emir tidak mengadakan pesta pernikahan megah untuk Arimbi dan dia juga tidak mengumumkan pernikahan mereka ke publik. Jika bukan karena Arimbi yang mendesak, Mosha pasti sudah memaksa Emir untuk mengadakan pesta pernikahan megah untuk putrinya. Arimbi tahu bahwa keputusannya untuk menikahi Emir akan membawa penderitaan dan kerinduan pada orang tuanya.


Dengan cepat dia berjalan menghampiri ibunya dan merangkulnya, “Ibu, sekarang aku hidup enak. Aku serius, Bu? Lihatlah semua perhiasan ini dibelikan Emir, dia khusus menempahnya untukku. Dan pouch ini terbuat dari emas murni...hehehe….waktu itu aku hanya bercanda padanya. Aku bilang aku mau dihiasi emas ternyata dia langsung menghiasiku dengan banyak emas.” ujarnya sambil tertawa.


“Huh! Memangnya seenak apa? Kamu menikah diam-diam dan tidak mengadakan pesta pernikahan. Ibu bahkan tidak dapat melihatmu memakai gaun pengantin. Kalau emas itu, wajar dia memberikan untukmu karena dia tidak ingin merasa malu istrinya tidak punya perhiasan.” ujar Mosha.

__ADS_1


Meskipun didalam hatinya dia pun mulai memikirkan bahwa dengan sifat Emir seperti itu, mana mungkin dia memberi perhiasan mahal untuk Arimbi jika dia membencinya. Mungkin memang benar kata putrinya kalau dia hidup enak dan Emir memperlakukannya dengan baik. Melihat semua perhiasan dan pouch emas yang dipakai putrinya, itu jelas sangat mahal karena perhiasan emasnya bertabur berlian juga.


“Baiklah. Tidak usah membahas itu lagi ya. Kita tidak bisa mengubah sekeliling kita. Jadi yang bisa kita lakukan adalah berusaha untuk menyesuaikan diri. Arimbi, keputusanmu itu membuat kehidupanmu menjadi lebih baik itu adalah pilihanmu. Bahkan jika ayah dan ibu ingin membantumu, kami tidak bisa dengan mudahnya ikut campur.”


Arimbi menikah dengan anggota keluarga Serkan,  keluarga itu adalah keluarga yang sulit didekati dan tidak semudah itu bisa masuk kedalam keluarga itu apalagi jika ikut campur.


“Ibu mau melihat Amanda dulu.” Mosha melepaskan rangkulan Arimbi dibahunya. Lalu dia berpaling dan meninggalkan Arimbi. Didalam hatinya Arimbi berkata, ‘Aku bahagia ibu. Aku juga melindungi ayah dan ibu dari kekejaman Amanda. Percayalah padaku.’


Saat Arimbi hidup kembali, dia menggunakan kesempatan kedua ini untuk menikahi Emir meskipun belum meminta restu orang taunya. Dia melakukannya untuk menghindari tragedi di kehidupan sebelumnya, dia melakukannya untuk terbebas dari tragedi itu.


Menikahi Emir adalah langkah terbaiknya karena hanya Emir yang akan mampu melindunginya dan dengan kekuasaan yang dimiliki pria itu maka Arimbi bisa membalaskan dendamnya pada Reza dan Amanda.


“Bagaimana persiapanmu Amanda? Apakah kamu sudah siap berangkat? Arimbi sudah selesai berdandan dan dia sudah siap berangkat.” kata Mosha memasuki kamar. “Amanda, ibu minta kamu  menemani Arimbi disana. Arimbi belum begitu mengenal orang-orang itu.”


“Ibu, aku akan menjaga Arimbi dengan baik. Aku akan memperkenalkan dia pada semua teman-temanku nanti.” ucap Amanda tersenyum meskipun didalam hatinya dia tidak rela. “Bu, aku sudah mencoba membuat Arimbi bergabung dengan lingkungan sosial kita tapi dia selalu berbaur dengan Joana Ganesha. Meskipun keluarganya kara raya tapi Joana terlalu mudah berubah perasaan. Dia selalu jatuh hati pada setiap pria tampan dan bahkan mengambil foto mereka tanpa izin dan memajangnya dikamarnya. Ibu harus mengingatkan Arimbi agar menjauhi Joana.”


“Ibu, lingkungan sosial kita tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Jika Joana diam-diam mengambil foto salah satu kekasih kami, kami pasti akan keberatan. Apalagi dia selalu menyimpan foto-foto itu di kamarnya untuk jadi koleksinya.” ujar Amanda menambahkan.


“Kebiasaan Joana memang mengkhawatirkan tapi dia selalu memperlakukan Arimbi sangat baik. Jika Arimbi berteman baik dengannya, aku tidak akan menghentikannya berteman. Tapi kamu ada benarnya juga, biarkan aku bicara dengan Airmbi soal itu dan bilang padanya agar berhati-hati dengan Joana di masa mendatang.” kata Mosha setelah memikirkannya sesaat. Bagaimanapun Arimbi adalah istri Emir sekarang. Emir cacat tapi dia sangat tampan.

__ADS_1


Jika Joana mendekati Emir, dan mengambil fotonya diam-diam untuk koleksinya maka Arimbi pasti tidak akan senang.


“Bu, aku mengatakan inisemua demi kebaikan Arimbi. Tolong jangan salah paham padamu.”


Mosha menggenggam tangan Amanda dan menepuknya lembut sambil berkata, “Amanda, ibu tahu kamu melakukan ini demi Arimbi. Ibu tidak menyalahkanmu.”


Saat Mosha melihat kalung yang dipakai Amanda terlalu kecil, dia pun berkata, “Kalungmu terlalu kecil. Ibu punya kalung baru dan ibu rasa cocok untukmu. Ambillah dan pakai ini saja, kamu pasti akan menjadi pusat perhatian jika memakainya diperjamuan nanti.”


Amanda yang melihat kotak kalung itu merasa sangat senang dan berterima kasih pada ibunya. Saat Amanda membuka kotak itu, dia melihat kalung The Hans, dia langsung menyukainya.


“Bu, aku suka sekali kalung ini. Cantik sekali Bu! Terimakasih.”


“Tidak perlu berterimakasih, kamu putri ibu. Sini biar ibu bantu memakaikannya.”


Mosha mengambil kalung itu dan membantunya memakaikan kalung itu setelah melepaskan kalung yang dipakai Amanda sebelumnya. Amanda bercermin dan dia terlihat semakin anggun setelah mengenakan kalung itu.


Dulu dia adalah ahli waris yang telah dibesarkan Keluarga Rafaldi. Dia dibesarkan dengan begitu banyak kasih sayang hingga dia bisa membentuk dirinya layaknya putri orang kaya yang menawan. Tak peduli perhiasan apa yang dipakainya, dia akan terlihat anggun di acara apapun.


Saat ini suasana hatinya sangat baik, dia yakin bakal menjadi pusat perhatian di perjamuan nanti sementara Arimbi yang udik tidak mungkin bisa mengalahkan penampilannya.

__ADS_1


__ADS_2