GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 374. KAMU MILIKKU


__ADS_3

Joana membelalakkan matanya mendengar Dion berbicara dengan ayahnya. Saat dia hendak mendekat untuk mengambil ponsel dari tangan Dion, pria itu justru menariknya hingga jatuh kedalam pelukannya. Dion mengunci tubuh Joana dengan kakinya yang melilit kaki Joana dan satu tangannya memeluk gadis itu dengan kedua tangannya terjepit dibelakang.


“Tuan Ganesha, mulai hari ini putri anda akan tinggal dirumah saya.”


“Ha? Eh…...Tuan Harimurti! Ada masalah apa? Apakah putriku melakukan sesuatu yang buruk?” suara Tuan Ganesha terdengar gemetar, dia takut jika Joana kembali bermasalah dengan Dion sehingga pria itu marah.


“Tuan Harimurti, bisakah kita membicarakan masalah ini baik-baik? Saya minta ma---”


“Tidak bisa!” Dion langsung memotong perkataan Hardy. “Kali ini putri anda melakukan kesalahan besar yang tidak bisa dibicarakan dengan baik-baik! Jadi mulai hari ini Joana akan tinggal dirumah saya.” ujar Dion dengan tegas penuh penekanan.


Sementara diseberang telepon ayah Joana kebingungan dan ketakutan jika keluarga mereka akan mendapatkan masalah besar lagi kali ini.


“Ba---baiklah. Ta---tapi bisakah saya tahu apa kesalahan yang dilakukan Joana?”


“Dia hamil!”


“Apa?” Hardy terkejut sehingga tak sadar nada suaranya meninggi.


“Ya, dia hamil dan saya hanya ingin memastikan dia tidak akan menyingkirkan anakku!”


GLEK!


Hardy Ganesha menelan salivanya. ‘Apa katanya barusan? Joana hamil? Menyingkirkan anaknya?’ Pria paruh baya itu menggelengkan kepalanya sambil memijat pelipisnya. Dia mencoba mencerna perkataan Dion barusan. Matanya melotot setelah dia paham maksud Dion. ‘Oh Tuhan! Gawat…..kenapa bisa begini?’


Dia tidak tahu apakah dia harus menangis atau tertawa. Bagaimana bisa putrinya yang nakal itu bisa bersama dengan Dion Harimurti dan hamil? Bukankah ini sebuah keberuntungan atau kesialan? Namun ada senyum yang muncul diwajah pria itu. Jika Dion mengatakan kalau Joana akan tinggal dirumahnya, bukankah itu berarti dia bertanggung jawab?


“Besok orangku akan mengantarkan mahar kerumah anda! Jika ada yang kurang katakan saja.”


“Hah?” lagi-lagi dia dibuat terkejut. ‘Mahar pertunangan? Apa-apaan ini? Seenaknya membawa anaknya tinggal bersamanya dan mengirimkan mahar pertunangan? Tidak romantis sama sekali? Tapi mengingat Joana sudah hamil, Hardy Ganesha pun hanya bisa diam.


“Ba—baik Tuan.” ujar Hardy singkat. Dia tidak tahu harus mengatakan apa. Dion Harimurti sama berkuasanya seperti Emir. Tak mungkin dia berani membantah atau mengatakan apapun.

__ADS_1


Mengingat Joana akan tinggal bersama pria itu, bukankah itu berarti ada kemungkinan Dion sudah membawanya? Pikiran Hardy berkecamuk, bagaimana caranya dia akan menjelaskan kepada istrinya nanti.


“Tuan Ganesha. Aku tidak menculik putrimu, dia tinggal dirumahku supaya dia tidak melakukan hal bodoh. Bagaimanapun anak yang dikandungnya adalah anakku! Aku tidak mau dia menyingkirkannya atau melarikan diri. Dia akan baik-baik saja, saya tidak akan melarang anda untuk datang menemuinya.”


“Ayah!!!!” tiba-tiba Joana berteriak. Dia baru saja tersadar karena syok mendengar ucapan Dion yang mengatakan kalau dia hamil. Hamil? Apa pria ini sudah gila? Ya Tuhan…...apalagi yang akan dilakukan pria ini padanya? Dia bilang mahar pertunangan? Tiba-tiba Joana berpikir kalau dirinya sangat beruntung sekaligus sial disaat bersamaan.


“Sssstttt…...aku sedang bicara dengan ayahmu. Pergilah ke kamar dulu!” ucap Dion yang sengaja sehingga ayah Joana mendengar ucapannya. Sedangkan Joana berada dalam pelukan pria itu, Joana menatap Dion dengan tajam.


‘Dasar laki-laki licik! Benar apa yang dikatakan Arimbi tentang Dion, pria ini benar-benar licik! Lihatlah apa yang baru saja dilakukannya. Pria ini begitu tidak tahu malu mengatakan itu pada ayah Joana? Terdengar seolah-olah mereka begitu intim.


Sedangkan diseberang telepon wajah pria paruh baya itu menegang mendengar ucapan Dion pada Joana. “Ehem…...bisakah saya bicara dengan Joana sebentar?” tanyanya memberanikan diri.


“Tidak bisa! Dia sudah masuk ke kamar dan menguncinya.” jawab Dion dengan entengnya.


“Oh begitu.”


“Datanglah besok jika ingin menemuinya! Sudah dulu, Joana berteriak memanggil.”


Klik…..


“Tuan Dion! Ak---”


“Ikut aku!” Dion tak memberi kesempatan pada Joana untuk bicara. Dia sudah menarik Joana lalu memanggulnya diatas pundaknya layaknya karung beras.


“Lepaskan! Turunkan aku!” teriak Joana memukuli punggung Dion yang keras seraya meringis kesakitan karena tubuh pria itu keras.


Pengawal Dion yang melihat bosnya itu mendekat sambil memanggul Joana segera membuka pintu mobil. Lalu Dion dengan entengnya menurunkan tubuh Joana didalam mobil dan menatapnya tajam.


“Suruh semua pekerja kembali! Perintahkan beberapa orang untuk membereskan cafe ini, panggil interior desain dan selesaikan semua secepatnya! Berikan bonus pada pekerja itu.” ucap Dion lalu masuk kedalam mobil.


“Apa maksud anda dengan semua ini? Kenapa anda bilang kalau aku hamil?”

__ADS_1


Dion tidak merespon dan hanya menatap Joana dengan tajam membuat gadis itu beringsut menjauh.


“Jalan!” perintah Dion pada supirnya.


“Tuan Dion!”


“Aku beri kamu waktu lima menit untuk bicara! Setelah itu kamu dilarang untuk bertanya!”


“Heh? Kenapa kamu melakukan ini padaku? Aku tidak hamil! Kenapa mengatakan seperti itu pada ayahku? Sebenarnya apa maumu?”


“Banyak sekali pertanyaanmu. Kamu pasti akan hamil! Jadi kamu harus tinggal dirumahku agar aku bisa mengawasimu! Besok aku akan mengirimkan beberapa orang untuk mengantarkan mahar pertunangan kerumah ayahmu! Kamu milikku! Dan aku melarangmu berhubungan dengan pria manapun.” ancam Dion.


*****


Trending News!


Putri cantik Keluarga Lavani membongkar rahasia keluarga. Video pengakuan Zivanna didalam sebuah ruangan yang dipenuhi banyak pria mendadak menjadi viral.


‘Kalian tahu aku siapa? Aku adalah putri kesayangan keluarga Lavani! Aku mau membagi rahasia kesuksesan keluargaku yang tidak diketahui orang luar.’


Zivanna melangkah sambil meliukkan tubuhnya, entah obat apa yang diberikan padanya. Dia berubah menjadi binatang piaraan yang tunduk pada perintah pria berwajah buruk itu. Dibalik jendela kaca tak tembus pandang, pria itu menyeringai.


‘Pertunjukan akan segera dimulai.’


Pria menatap lurus kedepan menembus kaca, dia menunggu pertunjukan yang sudah dinantinya.


‘Keluargaku yang membuat Keluarga Pradipa bangkrut! Hahaha…..bukan itu saja, saudara laki-lakiku membunuh putri keluarga Pradipa untuk membungkam keluarga itu. Johan merenggut kesucian gadis itu lalu memberikannya pada mucikari yang menjualnya di pasar gelap.’


Para pria yang berada disana membelalakkan mata mendengar perkataan Zivanna. ‘Bukan itu saja! Johan yang memaksa gadis itu hingga ke titik terendahnya dan bunuh diri! Lalu keluargaku membunuh seluruh keluarga Pradipa dan mengambil alih perusahaan dan seluruh kekayaan mereka. Menarik bukan? Dan tak ada seorangpun yang tahu karena semua bukti sudah dilenyapkan.’


“Nona cantik! Kenapa kamu menceritakan semua ini? Apa kamu tidak takut keluargamu akan berada dalam masalah dengan pengakuanmu ini?” teriak seseorang.

__ADS_1


“Takut? Keluarga Lavani tidak tersentuh! Supaya kalian tahu ya, semua pengusaha kaya yang bangkrut itu adalah campur tangan keluarga Lavani! Hahahaha…...dan sebentar lagi kami juga akan menghancurkan Keluarga Rafaldi!”


Tanpa Zivanna sadari jika dia sedang direkam, dia terus saja bicara dan mengungkapkan rahasia keluarga Lavani yang tersimpan erat selama ini. Dia bahkan memberitahukan dimana saudara laki-lakinya menguburkan mayat orang-orang yang mereka bunuh. Sementara pria berwajah buruk rupa itu tersenyum puas lalu dengan gerakan tangan memberi kode pada bawahannya.


__ADS_2