
“Kita telah saling mencintai selama bertahun-tahun dan aku bahkan tidak memberitahu hubungan kita pada siapapun. Tapi sekarang, tidak butuh waktu dua bulan kamu dan Ruby menikah.” ujar Amanda dengan nada kecewa dan sedih. Jauh didalam lubuk hatinya, dia mulai mengutuki takdirnya.
Setelah mendengar perkataan Amanda, Reza pun berkata dengan iba, “Kamu selalu saja menolak untuk tidak merahasikan hubungan kita. Setelah Arimbi kembali, kamu bahkan menelantarkanku. Aku tidak maslaah akan tindakanmu, tetapi kamu sekarang malah merasa dirugikan?”
Dulu, Amanda masih satu-satunya putri keluarga Rafaldi. Dia berkata bahwa dia sibuk dengan pekerjaannya dan tak ingin menguak hubungannya dengan Reza pada orang banyak. Dia selalu berpikir bahwa dia merasa ragu antara Reza dan Gio, kendati Amanda selalu mengatakan bahwa orang yang dia cintai adalah Reza.
Reza juga mengetahui tentang itu, Dia sangat paham bagaimana perasaan Amanda yang bimbang untuk menentukan pilihan antara dia dan Gio. Kalau memang Amanda sangat mencintainya, dia tidak akan pernah merasa ragu dan yakin dalam menentukan pilihannya, bukannya malah bersikeras tetap merahasiakan hubungan mereka.
Setelah kejadian dramatis hidupnya yang tertukar tanpa sengaja. Amanda semakin berubah. Mengingat Arimbi mencintai Reza pada pandangan pertama, dia bahkan rela berpisah dengan Reza, menelantarkannya dan membiarkan pria itu berpura-pura mencintai Arimbi untuk mengambil alih Rafaldi Group dan terus mencari muka serta mendapatkan kepercayaan dari orang tua angkatnya itu.
Andai saja Reza berencana menentangnya maka hubungan mereka perlahan akan retak sejak dulu. Meskipun Amanda telah berjuang selama bertahun-tahun tapi pada akhirnya dia masih tidak bisa merebut apapun, itulah alasannya dia semakin enggan untuk menyerah. Itulah mengapa dia berencana melawan Arimbi.
Reza merasa sangat tenang setelah dia bercinta dengan Amanda. Reza tidak akan pernah merasa menyesal sedikitpun jika Amanda akhirnya meninggalkannya dan pergi kepelukan Gio. Sekarang penyesalan terbesar pria itu adalah dia tak pernah menyentuh Arimbi.
Saat mereka masih menjalin hubungan dulu, dia telah berjanji pada Amanda bahwa dia tidak akan menyentuh Arimbi dan tidak melakukan apapun padanya. Jika tidak, dua saudari keluarga Rafaldi akan menjadi kekasihku sekarang pikir Reza.
Hidupnya akan sangat indah dengan memiliki satu orang istri dan dua saudari yang menjadi kekasihnya. Tapi kini, meskipun hanya memiliki Amanda sebagai kekasihnya namun Reza masih merasa puas. Setidaknya egonya terpuaskan, dia bisa bercinta dengan Amanda dan Ruby.
Ketika Amanda mendengar ucapan Reza itu. Dia hanya dapat berkata, “Baiklah….semua ini salahku.”
Amanda merangkul leher Reza dan berkata dengan suara manja, “Reza, cium aku dan kamu boleh kembali menemani tunanganmu. Lagipula aku harus segera pergi juga.”
__ADS_1
Reza pun mencium bibir Amanda dengan kasar. Amanda melepas Reza, emosinya telah berubah menjadi normal dan sudah tidak cemburu seperti sebelumnya. Lalu dia berkata dengan tenang, “Keluarlah dari mobilku. Aku mau pergi sekarang.”
Reza mencubit lembut hidung Amanda, dia agak mengeluh dan berkata, “Jadi kamu mengusirku setelah memanggilku dan mengambil kesempatan dariku ya? Amanda kamu kejam sekali! Tapi apa yang bisa aku lakukan? Aku telah jatuh cinta padamu dan aku sanggup melalui cobaan terberat hanya demi kamu. Aku bahkan rela bercinta denganmu kapan saja untuk memuaskan dahagamu.”
“Ucapanmu semanis madu. Pantas saja kamu bisa merayu Ruby dengan begitu mudahnya.” Amanda mengetahui bahwa ada cinta dalam tatapan mata Ruby setiap kali dia memandang Reza. Reza benar-benar seorang perayu wanita. Selalu saja mudah baginya untuk mendapatkan cinta dari lawan jenis.
“Amanda, aku hanya mengatakan ini padamu. Jangankan Ruby, aku bahkan tidak mengucapkan kata-kata manis dan rayuan pada Arimbi.” Reza membela dirinya dengan tegas,
Senyuman di wajah Amanda semakin sumringah, dia bahagia dan tatapan manja terlihat dimatanya.
“Aku tahu. Akulah orang yang paling kamu cintai.”
“Aku benar-benar harus segera pergi Reza. Aku harus kembali dan melapor pada ayahku. Arimbi adalah pembawa masalah besar yang selalu menyakiti orang lain. Terlebih lagi, aku bahkan harus menjadi pengawasnya dan meluruskan semua masalah untuknya.”
“Apa? Arimbi mendorong Ruby kedalam sungai?”
“Iya.”
“Apa yang terjadi?” tanya Amanda penasaran. Ini semakin menarik, bisa dia gunakan untuk menambah laporannya pada ayahnya nanti agar Arimbi dimarahi oleh Yadid. Reza pun menceritakan kejadian pagi tadi pada Amanda.
Setelah mendengar cerita Reza, ternyata tak bisa digunakan Amanda untuk melawan Arimbi. Akhirnya dia hanya bisa berkata, “Arimbi tidak salah dalam hal ini. Ruby saja yang mulutnya lebar! Jika itu aku, aku akan menamparnya beberapa kali sebelum aku melemparnya ke sungai. Bisa dibilang Arimbi masih bersikap baik.”
__ADS_1
Setelah mendengar perkataan Amanda, Reza pun tak dapat berkata-kata lagi.
“Baiklah, jangan khawatir akan apa yang Arimbi lakukan. Kalian berdua sudah tidak saling berhubungan lagi. Dari apa yang kulihat, dia benar-benar menyerah padamu. Aku benar-benar tidak menduga kalau dia akan melepaskan cintanya padamu hanya karena kamu tidakmenjenguknya saat dia menyayat pergelangan tangannya waktu itu.”
Setelah mengatakan itu, Amanda tidak tahu apakah dia harus senang atau sedih. Kemudian Reza menutup pintu mobil Amanda dari luar. Sebelum melajukan mobilnya, Amanda menurunkan jendela mobil dan mengirimkan ciuman jauh untuk Reza, lalu dia pergi.
Reza berdiri sembari melihat wanita itu pergi. Tapi Amanda tidak memberitahunya masalah apa yang Arimbi alami lagi. Apa ini sangat buruk? Apa dia membutuhkan bantuanku? Tanya Reza. Pria itu bahkan merinding saat memikirkan kekejaman Arimbi pada Amanda.
‘Ah, lupakan saja. Aku akan berpura-pura tidak tahu saja karena dia tidak datang padaku dan memohon bantuanku.’
Saat ini Reza tak berani memancing Arimbi dengan mudah sebab dia benar-benar takut akan kemarahan wanita itu.
...**********...
Sedangkan Arimbi yang sama sekali tidak tahu kalau Reza takut padanya.saat ini dia sedang mengamati keadaan perusahaan dengan seksama. ‘Aku tidak bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Tuan Jordan tadi.’
‘Setelah mempelajari ini, aku berharap akan bisa menjawab dengan lancar dan tak memberi kesempatan orang lain menertawakan aku lain kali. Aku harus siap dan lebih hebat lain kali saat aku menghadapi keadaan seperti ini.’ bisik hatinya.
Sekarang Arimbi sudah mendaftar ke Lembaga Pendidikan Etika Metro. Selain itu, dia harus menemani Emir untuk rehabilitasi. Jadwalnya semakin padat, sehingga dia tidak memiliki waktu untuk menghadiri acara-acara sosial bersama ayahnya.
Terlebih lagi, dia bahkan harus menghabiskan tenaganya dua kali untuk belajar sepanjang pagi hari jika dia ingin mengurus perusahaan.
__ADS_1