GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 181. SEKOLAH ETIKET


__ADS_3

Walaupun Emir makan banyak untuk memenuhi rasa laparnya apalagi sejak menikahi Arimbi, selera makannya meningkat karena istrinya yang tukang makan itu. Dia juga berhati-hati dengan apa yang dimakannya.


Itulah alasan dibalik penampilan Emir, tidak terlalu gemuk ataupun kurus. Arimbi bahkan sering memujinya karena bisa mengenakan jenis baju apapun karena tubuhnya yang seperti model.


Memikirkan baju dan dasi yang ia kenakan adalah pemberian istrinya, dengan kasar dia melonggarkan dasinya sedikit ingin memamerkan pada Aslan. Aslan yang melihatnya pun teralihkan pikirannya tentang olahraga malam dan tersenyum karena dasi itu menarik perhatiannya,


“Apakah kamu membeli dasi baru lagi? Setelan ini juga terlihat sangat mahal. Kamu pasti membayar lebih untuk setelan buatan sendiri begini ya? Bagus sekali!”


Dengan ekspresi yang tak bisa dibaca, Emir dengan acuh tak acuh menjawab, “Ini adalah hadiah dari istriku. Dasinya juga.”


Aslan bersiul senang, “Pantas saja suasana hatimu tampak sangat baik hari ini. Oh….ternyata karena kamu memakai setelan dan dasi pemberian istrimu.”


‘Huh! Jadi sengaja dia melonggarkan dasinya tadi untuk menarik perhatianku supaya aku bertanya? Aissss….dia sengaja ingin memamerkan pemberian dari istrinya.’ bisik hati Aslan.


Lalu Emir mengeluarkan sebuah kerajinan tangan berbentuk Gemini dan menempatkannya disebelah mainan Taurus. Hari ini Arimbi telah memberinya tiga macam zodiak.


Dia berencana menyimpannya ditempat yang aman layaknya harta karun setelah koleksinya lengkap. Walaupun barang ini tidak berarti apapun tetapi kerajinan tangan itu terlihat menarik, terutama dimatanya.


Wanita itu sangat berbakat dengan tangannya karena dia bisa membuat maina ini sendiri. Hiasan-hiasan itu mungkin tak berarti bagi Arimbi, tetapi sangat berarti bagi Emir.


“Terlihat cantik sekali. Bisakah kamu menanyakan pada istrimu kalau ada lebihnya? Aku ingin membeli beberapa karena terlihat sangat bagus.” ucap Aslan serius. Dia menyukai kerajinan tangan yang diberikan pada Emir. Semua terlihat bagus dan unik, sangat berbeda dari hiasan biasanya.

__ADS_1


Emir menatap tiga hiasan zodiak itu sambil menolak, “Saat ini dia sudah cukup sibuk. Semua sisa kerajinan tangan buatannya hanya untukku. Tidak untuk dijual!”


“Emir, apa kamu cemburu? Istrimu sangat berbakat dengan tangannya. Aku belum pernah melihat hiasan-hiasan seperti ini sebelumnya.”


Melihat tatapan lembut Emir, membuat Aslan mendecakkan lidahnya sambil memuji Arimbi dalam hati karena bisa meluluhkan hati pria dingin ini.


“Aku setuju. Walaupun dia hidup dipedesaan selama ini tetapi dia adalah wanita yang berbakat.” emir kembali memuji sambil berpikir betapa dia dan Arimbi adalah pasangan yang sangat sempurna.


“Apakah sudah ada kabar dari Rafaldi Group?” tiba-tiba Emir mengalihkan topik pembicaraan.


Aslan tersenyum sekilas, “Produksi papan sirkuit adalah divisi utama mereka dan mereka baru saja memiliki cabang dibeberapa industri. Jadi bisa kupastikan mereka tak akan melewatkan kesempatan ini tapi Harimurti Group terus saja mengusik mereka untuk menjalin kerjasam. Hanya saja si Yadid itu…..pria licik itu terus saja menahan keputusannya.”


“Itu karena aku adalah menantunya. Kalau tidak, pasti pria itu sudah bekerjasama dengan mereka dari dulu.” ujar Emir. Siapa yang bisa melawan ketika Dion harimurti adalah pihak yang menawarkan kesepakatan?


“Rumor mengatakan kalau Yadid akan membuat putri-putrinya untuk mengambil alih proyek. Istrimu dan saudari tirinya.” ujar Aslan lagi.


Emir menanggapi, ”Kurasa Amanda secara sukarela mengajukan diri sementara Arimbi hanya mengikuti perintah Yadid saja.”


Aslan menjelaskan dugaan yang ada dipikirannya. “Aku dengar Arimbi juga mengajukan diri untuk bersaing dengan saudari tirinya untuk memenangkan proyek itu. Lagipula pria itu cukup putus asa untuk membuat Arimbi menjadi pewaris yang pantas. Setelah mengetahui kalau pewarismu bukan anak kandungmu sudah sewajarnya kalau ingin mendukung anak kandungmu sendiri. Amanda tidak bisa menyalahkan siapapun kecuali Nyonya Arimbi menolak untuk bekerja keras.”


Melihat wajah Emir yang meredup, pria itu cepat-cepat menambahkan, “Tapi dengan suami sepertimu, Arimbi pasti bisa menang pada akhirnya. Aku yakin dia seorang yang pintar meskipun selama ini dia tinggal dipedesaan dan tidak mendapatkan pendidikan sebaik yang diterima Amanda. Tapi aku yakin dia akan bisa mengalahkan saudari tirinya.”

__ADS_1


Emir mengerucutkan bibirnya, “Hubungi sekolah etiket terbaik dikota ini untuk istriku. Karena dia hanya punya waktu luang dimalam hari, periksa juga apakah mereka bersedia menerimanya sebagai murid atau tidak.”


Aslan mengedipkan mata bingung, “Nyonya Serkan akan masuk sekolah etiket? Kenapa kamu tidak minta tolong pada nenekmu saja? Beliah adalah pengajar terbaik yang bisa kamu temukan.”


Terlahir dari keluarga kaya raya, Nenek Serkan telah menghabiskan seumur hidupnya didalam masyarakat kalangan atas, menjadikannya contoh dari etika itu sendiri.


Emir mencubit mainan Aries-nya sambil menjelaskan, “Nenek tak suka pada Arimbi. Kalau aku meminta bantuan nenekku, hal itu hanya akan menyusahkan Arimbi saja. Beliau adalah nenekku, seseorang yang sangat ku hormati sementara Arimbi adalah istriku. Aku akan menghabiskan sisa hidupku bersama mereka. Tak peduli pihak manapun yang kupilij, salah satunya pasti akan terluka.”


“Jadi sekolah etiket adalah pilihan terbaik saat ini. Arimbi memiliki darah bangsawan, hanya saja dia tumbuh dilingkungan yang berbeda. Selama setahun bersama keluarga kandungnya, ibu mertuaku merasa bersalah dan malah memanjakannya. Bukannya mengajarinya sopan santun yang harus Arimbi ketahui sejak awal. Karena itulah dia masih memiliki banyak kebiasaan buruk yang harus diubah. Beri dia waktu, setelahnya dia akan menjadi orang yang berbeda.”


Menurut Emir, istrinya adalah permata yang belum diasah dan memiliki kesempatan besar untuk perubahan.


“Baiklah, aku akan membantumu. Dia adalah istrimu, aku yakin sekolah manapun akan menerimanya meski dia hanya bisa menghadiri kelas malam. Dengan Nyonya Serkan sebagai salah satu murid disana, kurasa meeka tak perlu khawatir soal jumlah murid selamanya.”


Tapi Aslan merasa sangat penasaran dengan sesuatu, “Tapi apakah kamu tidak akan melakukan apapun saat istrimu bertemu dengan Jordan dan Amanda? Pria itu sangat berbakat tapi memiliki kekurangan, dia menyukai gadis muda dan cantik. Kesanku pada istrimu itu buruk, tapi aku tahu kalau dia adalah wanita muda yang sangat cantik.”


Emir dengan mudah menangkap maksud perkataan asistennya itu dan Aslan pun tahu kalau Emir khawatir dengan Arimbi ketika tangannya menggenggam mainannay terlalu keras hingga mengeluarkan bunyi decitan.


“Arimbi tidak akan menginginkan itu. Walaupun aku bisa melindunginya dengan seluruh hidupku, Arimbi tak akan bersembunyi dibalik bayanganku seumur hidupnya.”


Emir sangat mengenal karakter Arimbi. Walaupun wanita itu memiliki banyak rahasia darinya, dia bisa merasakan kebencian luar biasa kepada Reza dan Amanda.

__ADS_1


Saat ini memang Amanda terlihat lebih unggul dan hebat daripada Arimbi. Namun wanita itu takkan terus berdiam diri menjadi seorang amatir selamanya.


__ADS_2