
Banyak sifat-sifat Ruby yang tidak cocok dengan Reza dan bahkan Reza pernah memperkosanya dulu. Walaupun mereka tidak sampai melakukannya lebih jauh, itu karena seseorang telah memergokinya lebih dulu.
Jika tidak, Ruby akan membuat keputusan sebelum Reza menawarkan diri untuk bertanggung jawab. Selain itu, Reza telah merusak reputasinya karena Ruby tidak akan bisa menemukan suami lagi jika dia tidak menikah dengan Reza.
Sebenarnya Reza dulu hanya terkena pengaruh obat bius saja dan sama sekali tidak tertarik pada Ruby. Namun Ruby akan menerimanya jika Reza menawarkan diri untuk bertangung jawab. Wanita itu tidak akan dapat kesempatan untuk menikahi pria seperti Reza lagi.
Arimbi melirik Reza yang sedang menatap Ruby dengan penuh kasih sayang. Pria itu terlihat sangat menyukainya sepertinya dia sangat mencintainya.
Arimbi hanya bisa menghela napas untuk Amanda. Amanda yang malang yang hanya akan bisa menjadi wanita simpanan saja seperti di kehidupan sebelumnya.
‘Apakah Amanda memang ditakdirkan untuk menjadi simpanan Reza selamanya?’ pikir Arimbi.
“Apa yang kau lihat Nona Arimbi?” Ruby tidak diam saja ketika dia memergoki Arimbi yang sedang melirik Reza.
“Aku tahu kamu dulu suka pada Reza. Aku tahu kamu dulu ingin menikahinya. Tapi sekarang kami telah bertunangan dan bersiap untuk menikah. Aku yakin kamu pasti akan mendapat undangan. Apa kamu bisa mengendalikan diri? Terima kasih.” ujar Ruby dengan ketus.
“Jika kau tidak mau aku menatap kekasihmu sebaiknya kau sembunyikan saja dia di kolong tempat tidur Nona Ruby! Jangan biarkan dia berada didepanku.” balas Arimbi. Ruby hampir tersedak mendengar itu.
“Semua itu hanyalah masa lalu Nona. Sekarang aku tidak menyukai kekasihmu jadi tidak perlu repot-repot kamu menyerangku. Aku tidak akan pernah mencari pria seperti dia.” ujar Arimbi lagi.
Ruby sangat geram dengan cemoohan itu. Dan butuh waktu baginya untuk menyusun kata-kata untuk menyerang Arimbi balik, “Aku sering mendengar kalau Nona Arimbi ini wanita tidak berpendidikan dan tidak tahu malu yang berasal dari desa. Tapi aku tidak percaya sampai sekarang. Aku rasa itu benar, kamu benar-benar tidak tahu malu.”
__ADS_1
“Oh memangnya tidak menyukai Reza itu tidak tahu malu ya?” Airimbi mendengus, “Apa kamu cari masalah denganku? Maaf ya, aku tidak tertarik berkelahi sekarang. Rasa benciku padanya sekarang sama seperti rasa cintaku dulu padanya. Sejujurnya aku lah yang memutuskan dia. Kamu yang mengambil barang bekasku Nona Ruby! Jadi beraninya kamu pamer-pamer didepanku? Apanya yang keren dengan barang bekas, hah?”
Ruby sangat marah sehingga wajahnya berubah menjadi sangat jelek. “Reza! Dia menghinaku. Bantu aku membarinya pelajaran!” Ruby menarik-narik tangan Reza memohon padanya untuk membelanya.
Jordan yang baru saja mendapatkan ikan memotong pembicaraan mereka. “Tuan Kanchana dan Nona Ruby, pergilah dari sini dan jangan mengganggu kami. Aku mendengar semua yang dikatakan Nona Arimbi padamu. Dia tidak terdengar seperti menghinamu.”
“Kamu anak buahnya Arimbi kan? Tuan Jordan? Kamu hebat sekali ya Arimbi. Aku salut dengan kemampuanmu menggoda para pria. Tapi aku sarankan untuk mencari pria yang lebih muda. Tuan Jordan lebih cocok untuk jadi ayahmu.” Ruby menghina dengan sarkas ketika dia melihat Jordan membela Arimbi.
“Tolong jaga mulutmu Nona Ruby!” Jordan memberi peringatan padanya. Sedangkan Arimbi berdiri dan menghampiri Ruby sambil menatapnya dengan tajam dan mengintimidasi.
“Mau apa kamu?”” Ruby terkejut dengan tatapan tajam Arimbi. Dai gemetaran sambil bicara. “Awas saja. Jika kamu berani menyentuhku, kamu akan menderita. Keluarga Lavani punya hubungan keluarga denganku jadi mereka akan pergi ke keluarga Rafaldi jika kamu memukulku.” ancam Ruby.
Ketika Arimbi berjalan maju, Reza mundur kebelakang karena wanita itu semakin mendekat. “Bisa kamu ulangi apa yang kamu katakan tadi Ruby? Siapa yang aku goda?” Arimbi dipenuhi amarah.
“Aku dengar-dengar kamu tidak hanya mengejar Tuan Emir tapi juga Tuan Harimurti! Sekarang kamu disini memancing bersama Tuan Jordan. Apa hubungan kalian? Jangan-jangan….”
Byurrrrr! Air bercipratan kemana-mana ketika Arimbi mendorong Ruby ke sungai. Sayangnya Jordan dan Reza tidak sempat menghentikannya.
Ruby sudah berada di sungai ketika mereka menyadari apayang terjadi. Arimbi bertepuk tangan dan berkata, “Mulutmu bau sekali Nona. Tapi air disini sangat bersih, cocok untukmu sikat gigi biar bau mulutmu hilang. Wah, aku tidak bisa membayangkan seorang wanita dengan mulut bau sepertimu! Hah! Selera Reza ternyata serendah ini ya! Cih!”
Arimbi tidak suka berkelahi tapi Ruby yang memancingnya duluan. Ruby telah memungut pria yang dibuang Arimbi di pinggir jalan dan dia masih sempat-sempatnya pamer dihadapannya. Sayangnya, Arimbi tidak suka meladeni Ruby.
__ADS_1
Jadi Ruby mencoba untuk memancingnya untuk membahas itu, bagaimanapun caranya dan kata-katanya semakin kotor sehingga Arimbi tak tahan lagi mendengarnya.
Arimbi bukan orang yang pendendam jadi dia lebih memilih menyelesaikannya secara langsung daripada menelan kemarahannya begitu saja. Sementara itu Ruby bisa berenang tapi dia terlalu syok karena tiba-tiba terjatuh ke sungai.
Dia sempat tersedak air sungai dan terbatuk-batuk beberapa kali sebelum dia sadaar dan berenang ke tepi sungai.
Dia lalu berdiri dan memelototi Arimbi. “Lihat saja nanti Arimbi!”
Arimbi tertawa melihat tampang Ruby yang basah kuyup dan berantakan. “Aku disini Ruby! Kamu bisa balas dendam padaku kapanpun. Sekedar mengingatkan ya, aku tidak akan bermanis-manis lagi jika kamu berusaha memfitnahku lagi.” ujar Arimbi dengan angkuh. Lalu dia menoleh pada Reza lalu kembali menatap Ruby.
“Lihatlah pria yang kutinggalkan ini. Dia hanya berdiri dan bengong saja ketika kamu tercebur ke sungai. Dia bahkan tidak ada niat menyelamatkanmu. Kamu bakal habis jika menikahinya. Camkan itu! Dia tidak pantas untukmu! Tapi aku ucapkan selamat untuk kebodohanmu Ruby!”
“Untuk kamu ingat! Wanita yang dicintai pria itu hanya Amanda! Dia bukan saingan yang mudah untukmu Ruby! Kamu bukan apa-apa jika dibandingkan dengannya! Hahahah!”
“Arimbi!” seru Reza dengan muka masam. “Apa kamu tahu betapa bahayanya itu tadi? Dia bisa mati kalau dia tidak bisa berenang. Tolong jangan seperti itu. Karena aku telah memutuskan untuk menikahi Ruby.”
“Aku akan menua bersamanya. Tidak ada gunanya kamu berusaha untuk memutuskan hubungan kmai. Aku tidak akan menikahimu meskipun itu terjadi. Kamu itu wanita jahat! Aku bersyukur kamu meninggalkanku!” bentak Reza penuh amarah.
Arimbi membalas dengan tertawa terbahak-bahak hinga Reza ingin memotong lidahnya. Sayangnya dia tidak berani melakukan itu, Arimbi terlalu kuat.
“Aku tidak akan tertipu olehmu Arimbi! Aku tahu kamu sedang mencoba merusak hubunganku dengan Reza. Kami akan menikah. Titik. Tunggu saja undangannya.” balas Ruby.
__ADS_1
“Tolong undang aku ya. Aku sangat ingin datang ke pernikahan kalian. Hahahaha.” Arimbi kembali tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Reza dan Ruby hanya memandangnya dalam diam.