GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 204. KOTAK MAKAN UNTUK DION


__ADS_3

Setelah membacakan laporannya, akhirnya sang sekretaris pun berkata dengan suara dalam dan lembut, “Direktur Harimurti, Nona Lavani menunggu anda di ruang VIP.”


Dion mengeryitkan dahinya,”Nona Lavani?” nada suaranya seperti tak senang. ‘Jangan bilang itu Zivanna.’ pikirnya.


Sekretarisnya menjawab, “Ini Nona Zivanna Lavani dari PT. Lavani Indoraya. Dia datang kesini pagi ini dengan dua kotak makan. Sepertinya dia disini untuk membawakan sarapan untuk anda.”


Direktur Harimurti masih muda, tampan dan kaya. Meskipun dia selalu berada diposisi kedua setelah Emir tapi dia masih digemari oleh para wanita diluar sana. Banyak wanita yang merayu Dion Harimurti secara terang-terangan atau mencintainya secara diam-diam.


Tetapi tidak ada seorang wanita pun yang pernah menarik perhatiannya. Sepertinya dia selalu berpikiran buruk tentang wanita, bahkan sekretarisnya saja seorang laki-laki, dia tidak memperbolehkan posisi sekretaris dan asisten pribadinya adalah wanita. “Uh.Huh.” gumamnya tanpa ekspresi. “Katakan padanya untuk datang keruang kerjaku.”


Mendengar jawabannya, sekretaris itu berkata dengan hormat, “Baik Direktur Harimurti.” dia langsung menuju keruang VIP, sedangkan Dion didorong masuk kekantornya oleh pengawalnya. Setelah Dion duduk dikursi kerjanya, Zivanna dipimpin oleh Sekretaris Dion mengetuk pintu dan masuk.


“Direktur Harimurti.” sapa Zivanna.


Dia berdandan cantik hari ini sehingga terlihat bersinar dan menawan daripada saat pesta ulang tahun. Dia memegang dompet branded edisi terbatas disatu tangan sambil tangan lainnya membawa dua kotak makan tiga tingkat. Setelah dia masuk keruangan itu, sekretaris dan pengawal Dion diam-diam meninggalkan ruangan itu dan menutup pintu.


“Nona Zivanna, apa yang membawamu pagi ini mendatangi kantorku?” Dion bertanya pada Zivanna tanpa ekspresi diwajahnya. Entah bagaimana, saat dia melihat wanita berpakaian menarik langsung mengingatkannya pada Arimbi.

__ADS_1


Malam itu Arimbi telah memakai pakaian terbaiknya dan tidak kalah dari Zivanna, Zivanna yang bertindak sangat angkuh dan tinggi hati didepan Arimbi dan bahkan mencoba mempermalukannya beberapa kali.


Hanya karena Arimbi berasal dari latar belakang keluarga yang kurang terhormat. Beraninya wanita didepannya ini mempermalukan ibu dari anakku! Pikir Dion.


Ada kemarahan terlintas dimatanya tetapi dengan cepat dia mengedipkan matanya untuk menyembunyikan kemarahannya dari Zivanna yang tidak menyadari.


Zivanna datang dan meletakkan dua kotak makan dimeja kerja Dion lalu duduk diseberang mejanya. Dengan senyum yang tenang dan anggun diwajahnya, dia langsung berkata tanpa berbelit-belit lagi, “Aku datang kesini untuk membawakanmu sarapan. Aku meminta koki keluargaku untuk menyiapkan ini untukmu dan ini adalah makanan favoritmu.”


Saat Zivanna bicara dia membuka tutup kotak makan dan meletakkan diatas meja satu persatu. Ada enam jenis makanan lezat yang disiapkan dengan cermat diatas meja. Dion melirik semua makanan lezat ini dan mengakui bahwa semua makanan itu adalah makanan kesukaannya. Tampaknya Zivanna telah melakukan pekerjaan baik untuk mencari tahu selera makannya.


“Nona Zivanna.” katanya dengan suara yang dalam. “Kamu dan aku hanya berbicara sebentar, jadi itu membuatku terkejut ketika kamu membawakanku sarapan favoritku dipagi hari. Bisakah kamu menjelaskan padaku semua ini? Apakah kamu ingin meminta bantuanku atau ada sesuatu? Aku tidak pernah menerima hadiah yang tidak pantas aku terima tanpa tahu alasannya.”


Baru sekarang dia menyadari bahwa Dion Harimurti sama sekali tidak kalah dengan Emir. Kedua pria itu telah bersaing satu sama lain baik secara terbuka maupun diam-diam selama bertahun-tahun.


Tetapi Dion Harimurti selalu kalah dari Emir. Orang hanya bisa mengatakan bahwa itu karena Dion Harimurti tidak seberuntung Emir Serkan. Pondasi Harimurti Group tidak sekuat Serkan Global Group atau Dion tidak akan akan selalu berada diperingkat kedua dibawah Emir. Zivanna berpikir jika dia menikahi Dion Harimurti dan menjadi istrinya maka pria itu pasti bisa mengalahkan Emir.


Ketika Zivanna berdiri disamping Dion Harimurti dan dicemburui oleh banyak orang sebagai wanita paling bergengsi dan terhormat, akankah Emir akan menyesal telah menolak perasaannya selama bertahun-tahun? Pikir Zivanna.

__ADS_1


“Direktur Harimurti, aku tidak suka bertele-tele dan selain itu kita berdua sudah dewasa. Karena kita tahu apa yang kita lakukan, tidak perlu berbasa basi. Aku telah jatuh cinta padamu dan aku ingin bersamamu dan berkeinginan untuk menikah denganmu.”


Mata Dion berkedip, terlepas dari wataknya yang bandel Zivanna cukup lugas. Dion berpikir lebih baik tentang Zivanna ketika dia bicara tanpa memotong kata-katanya dan berkata jujur tentang perasaannya kalau dia menaruh hati padanya. Namun Dion acuh tak acuh terhadap wanita lain karena bayi adalah satu-satunya hal yang membangkitkan emosinya.


Lalu Dion mengucapkan terima kasih dengan sopan. “Terima kasih atas bantuan besar yang telah kamu tunjukkan padaku Nona Zivanna. Ini suatu kehormatan bagiku bahwa kamu memliki perasaan padaku. Supaya tidak menghalangimu untuk merayu pria lain, tolong menyerahlah padaku dan pergilah pada pria lain dan merayu mereka.”


Semua orang dikota ini tahu bahwa orang yang benar-benar dicintai Zivanna adalah Emir Serkan. Wanita itu sudah mengejarnya selama beberapa tahun tanpa lelah meskipun Emir menolaknya berkali-kali. Tapi sekarang Emir lumpu setelah kecelakaan itu dan rumor yang beredar bahwa kejantanannya tidak lagi berfungsi.


‘Jadi sekarang dia harus mengalihkan pengejarannya padaku? Cepat sekali berubah haluan ya? Nah, ini menunjukkan kalau wanita ini adalah wanita rendah hati yang tidak akan pernah berkompromi dengan dirinya sendiri. Memang hanya aku satu-satunya di antara para pria dikota ini yang cocok dengan statusnya.’ bisik hati Dion.


Hanya saja jika Dion menerima seorang wanita yang bahkan sebenarnya adalah musuh bebuyutannya, itu berarti penilaiannya tidak lebih baik dari Emir. Dion tidak mau kalah dari Emir dalam hal hubungan percintaan. Bagaimanapun dia harus mendapatkan wanita yang sama seperti selera Emir.


“Direktur Harimurti, apakah ada seseorang yang kamu sukai?” Zivanna tidak marah meskipun ditolak.


Mungkin karena dia mengejar Emir selama beberapa tahun tanpa mendapatkan apa-apa, dia menjadi tebal muka dan tidak merasa malu setelah ditolak oleh pria incarannya.  Lalu Zivanna menyerahkan sendok dan garpu pada Dion. “Kamu boleh makan sarapanmu dulu. Kita bisa bicara sambil sarapan.”


“Terima kasih Nona Zivanna. Tetapi aku sarapan pada waktu yang tetap setiap harinya antara pukul tujuh hingga delapan pagi. Aku tidak akan sarapan lagi setelah lewat jam itu. Aku juga tidak punya perasaan pada siapapun.” Dion mengatakan yang sejujurnya. Dia menjalani hidupnya sesuai dengan rutinitas yang tak pernah dilanggarnya selama ini.

__ADS_1


Saat dia mengucapkan kalimat terakhir, dia kembali teringat pada Arimbi. Dia memikirkan mimpi tentang dia yang tidur dengan Arimbi. Dion sudah mengalami mimpi itu berkali-kali yang berarti dia telah tidur dengannya berkali-kali….apakah aku menyukainya? Pikirnya. Dia tidak yakin tentang itu, juga tidak mungkin baginya untuk membicarakan tentang Arimbi.


Zivanna berperilaku baik didepannya, tetapi wanita ini sangat jahat dan manja didepan orang lain. Arimbi tidak akan pernah cocok dengan Zivanna---tidak, itu salah. Zivanna tidak akan pernah bisa mengalahkan Arimbi.


__ADS_2