
Tidak peduli seberapa berbakatnya Amanda, dia bukanlah putri kandung mereka. Siapa yang akan memberikan perusahaan pada putri angkat jika putri kandung mereka dapat memikul tanggung jawab?
“Ayah! Jangan khawatir. Aku akan menanyakannya nanti.”
“Oh iya! Nyonya Kanchana tadi meneleponku dan dia bilang ingin membahas pertunangan Reza dan Arimbi. Apa kamu pikir…..”
“Tolak!” seru Yadid cepat sebelum istrinya menyelesaikan kalimatnya.
“Mulai sekarang, jangan pernah membicarakan pertunangan antara Arimbi dan Reza lagi! Mereka tidak cocok satu sama lain!” ujarnya dengan ekspresi keras.
‘Arimbi adalah istri Tuan Emir. Bagaimana bisa menikahi Reza? Bukankah itu sama saja dengan bunuh diri?’ pikirnya.
“Arimbi! Aku tahu kamu sangat menyukai Reza! Meskipun dia adalah pemuda yang baik tapi dia tidak cocok denganmu. Jadi sebaiknya kamu berhenti menyukainya.” Yadid menambahkan penuh penekanan pada setiap kalimat yang diucapkannya.
“Ayah! Aku tidak menyukainya sejak lama!”
“Baguslah jika kamu sudah mengambil keputusan. Kamu tidak tahu betapa sedihnya dan tidak berdayanya aku ketika kamu melakukan begitu banyak hal untuknya!”
Arimbi pikir ayahnya berubah karena melihat Emir memperlakukannya berbeda. Dia itu bahkan hampir memukulnya kemarin. Tapi Arimbi tidak mengatakan apa-apa pada ayahnya. Sepasang ibu dan anaknya itupun keluar dari ruangan Yadid dan masuk kedalam lift bersama Yadid yang mengantar mereka pergi.
“Suamiku kembalilah lanjutkan pekerjaanmu. Aku akan pulang kerumah bersama Arimbi.”
“Sudahla. Aku akan mengantar kalian berdua keluar,” Yadid menawarkan.
__ADS_1
Tepat saat ketiga orang itu keluar dari lobi, Amanda datang mengejar dengan buket bunga yang dibawa Reza. “Arimbi!”
Dia berlari membawa bunga dan berhenti didepan Arimbi sebelum memberikan bunga itu padanya, Amanda mencoba menjelaskan, “Reza memintaku untuk memberikan bunga ini atas namanya. Dia bilang kamu telah salah paham dan tidak mau menerima bunga ini. Sebenarnya kamu memang salah paham Arimbi! Dia tidak mengunjungimu saat kamu sakit karena dia sangat sibuk. Sekarang setelah semua pekerjaannya beres dia segera datang mengunjungimu kan?”
Arimbi tidak mau menerima bunga itu. Dia hanya menatap karangan bunga itu dan melihat kalau itu bunga mawar dan bunga napas bayi. Meskipun dirangkai indah, itu bukan bunga kesukaannya.
“Aku tidak suka bunga mawar!” katanya sambil menatap Amanda dengan tatapan mencemooh. “Ibu dan aku memutuskan untuk singgah sebentar disini, bagaimana Reza bisa tahu kalau aku ada di kantor dan datang membawa bunga? Apa dia bisa memprediksi masa depan? Atau ada seseorang yang memberitahunya? Oh satu hal lagi, dia memberiku bunga mawar padahal dia tahu aku tidak suka mawar? Apakah ini caranya menunjukkan ketulusan? Cih!”
Arimbi mencibir dan tatapan matanya sinis menatap Amanda, “Rangkaian bunga ini bukan diperuntukkan untukku!” ujarnya mencemooh.
Amanda berusaha menahan emosinya, ‘Reza tadi menghubungiku untuk menanyakan tentang pekerjaan dan aku mengatakan padanya bahwa kamu ada diperusahaan. Mungkin dia terburu-buru datang jadi dia lupa membeli bunga yang kamu sukai!”
“Aku tidak akan menerimanya! Kembalikan saja padanya. Terimakasih! Ayo Bu kita pergi.”
Mosha menatap Arimbi penuh arti dan menarik tangannya lalu pergi. Mereka tahu kalau yang menyukai bunga mawar adalah Amanda. Bagaimana mungkin bunga itu untuk Arimbi?
Beberapa saat kemudian mobil Mosha meninggalkan gedung Rafaldi Group. Sedangkan Amanda masih berdiri ditempatnya. Saat dia mengangkat wajahnya, matanya bertemu dengan tatapan ayahnya yang dalam.
Dia merasa jantungnya berhenti berdetak saat mencoba menjelaskan pada ayahnya, “Ayah, Reza yang memintaku untuk memberikan bunga ini pada Arimbi. Aku tidak tahu kalau dia masih marah padanya. Jika aku tahu aku tidak akan mengatakan pada Reza bahwa Arimbi ada diperusahaan. Dia bahkan menampar Reza tapi Arimbi masih marah padanya.”
Yadid mengambil buket bunga dari tangan Amanda dan menyimpulkan kalau bunga itu dipilih dengan baik. Bunga napas bayinya melengkapi mawar dan tampak indah. Tapi dia tahu bunnga itu untuk siapa.
“Amanda! Jangan ikut camputr urusan Arimbi dan Reza. Kita sebagai pengamat tidak bisa membantu mereka dengan hubungan mereka. Jika Arimbi tidak ingin bersama Reza lagi maka kita harus mendukung keputusannya sebagai keluarganya. Buang bunga itu!”
__ADS_1
Dia memasukkan buket bunga itu ke pelukan Amanda kembali dan berjalan menuju ke lift. Yadid telah membesarkan Amanda selama lebih dua puluh tahun, jadi dia tahu kesukaannya.Yang suka bunga mawar adalah Amanda bukan Arimbi!
Apalagi Yadid tidak pernah melihat Amanda memeriksa ponselnya sejak Mosha dan Arimbi datang dan sampai mereka pergi. Lalu bagaimana dia memberitahu bahwa Arimbi ada di perusahaan?
Itu jelas bohong! Tapi Yadid tidak mengungkapkannya. Bagaimanapun dia adalah putrinya yang dibesarkannya dan disayanginya selama dua puluh empat tahun jadi meskipun mereka tidak memiliki hubungan darah, mereka masih memiliki hubungan ayah-anak. Karena itu Yadid memilih memaafkan kebohongannya.
Sementara itu pasangan ibu dan anak itu belum bicara sejak mereka meninggalkan gedung Rafaldi group. Namun saat sudah mendekati kediaman keluarga Rafaldi, Mosha bertanya, “Arimbi, apakah kamu memutuskan untuk tidak menikahi Reza dan berhenti menyukainya karena kamu mengetahui ada sesuatu antara dia dan Amanda?”
“Mereka sudah kenal sejak lama dan mereka terlihat serasi. Itu sebabnya banyak yang mengira kalau mereka sepasang kekasih tetapi Reza mengakui kalau dia mencintaimu setelah kamu kembali kerumah. Itu yang membuat kami berpikir bahwa hubungan mereka murni sebatas persahabatan.”
“Bu! Ibu sudah pernah mengalami situasi seperti ini? Apakah menurutmu ada persahabatan murni antara seorang pria dan wanita? Tidak ada yang seperti itu Bu.”
“Apakah karena Amanda tidak menyukainya atau Reza yang tidak mengakui? Atau karena Reza ingin menikahimu dan berselingkuh dengannya?” tanya Mosha lagi.
“Bu, hanya mereka berdua yang tahu jawabannya.” nada bicara Arimbi dingin karena dia tidak ingin membicarakan kedua orang itu lagi. Tidak peduli apa yang mereka rencanakan, dia tidak akan jatuh kedalam perangkap mereka yang sama seumur hidup ini!
Saat Mosha memikirkannya, dengan marah dia berkata, “Bagaimana Reza melihat kalian berdua? Meskipun aku tidak melahirkan Amanda tapi aku yang membesarkannya seperti anakku sendiri. Bagaimana dia bisa bermain dengannya seperti itu?”
“Aku akan bicara dengan Amanda nanti malam dan mengingatkannya untuk menjauhi Reza. Siapa yang mengira kalau pria yang tampak lembut sepertinya ternyata seorang bajingan!” ujar Mosha marah.
“Bu, ibu benar. Ibu harus memperingatkan Amanda dan suruh dia menjauhi Reza. Jika dia tidak bisa mendapatkan apapun dariku dan malah merayu Amanda, ibu dan ayah harus membantu menjaga semuanya tetap terkendali. Jangan biarkan dia menikah dengan Amanda karena itu sama saja dengan menghancurkan masa depannya. Pria itu benar-benar bajingan!” ujar Arimbi.
Amanda adalah simpanan Reza di kehidupan sebelumnya, dan anak-anak yang dilahirkannya semuanya anak haram. Arimbi tidak akan membiarkan mereka menikah lagi dalam kehidupan kali ini. Sebaliknya, Arimbi akan membiarkan Amanda menjadi simpanan Reza dan membuat Reza menikahi wanita lain yang akan membuat Amanda semakin tersiksa. Itu adalah pembalasan Arimbi untuknya, menyiksa batinnya.
__ADS_1
“Ayah dan ibu akan membantu kalian berdua memilih pria yang akan menikahi kalian. Bagi seorang wanita, menikah itu seperti terlahir kembali. Jika tidak menikahi ornag baik itu sama saja menghancurkan seluruh hidupmu. Kalian berdua adalah putriku dan kuharap kamu bisa menikah dengan keluarga yang baik.”
“Bu, semuanya akan baik-baik saja.” jawab Arimbi tersenyum. ‘Keluarga Serkan mungkin bukan keluarga yang baik untuk dinikahi, keluarga itu sangat angkuh dan banyak aturan. Tapi aku tidak akan menyerah untuk memanfaatkan pengaruh Emir! Aku akan mengambil alih perusahaan dengan bantuan Emir dan mengukuhkan diriku sebagai pengusaha sukses dan kuat!’ bisik hati Arimbi.