
“Dia bahkan tidak mengundangku ke pesta pernikahannya! Hahahaha……semua orang mencampakkanku! Gio bahkan tidak mempertimbangkan usulanku! Aku tidak akan diam saja dan menyerah! Akan kubalaskan sakit hatiku pada mereka semua!” Amanda berjalan ke kamar mandi. Lima belas menit kemudian dia sudah keluar dari kamar mandi.
Memilih pakaian yang akan dipakainya hari ini. “Tidak mungkin aku datang ke hotel itu untuk menemui ibu! Pasti Adrian ada disana dan aku yakin sekali bisa bertemu ibu. Adrian pasti akan menghalangiku bertemu dengan ibu! Hanya ibu satu-satunya yang mau mendengarkanku dan membantuku.” dia memakai pakaiannya dan merias wajahnya.
Setelah merasa penampilannya sempurna, Amanda mengambil tas kecil dan kunci mobilnya. Tekadnya sudah bulat akan pergi ke hotel tempat diadakannya pesta pernikahan Arimbi dan Emir. Dia harus menemui ibunya untuk meminta bantuan.
“Ibu sendiri yang menyodorkan dirinya untuk membantuku! Kapan lagi aku bisa memanfaatkan ibu.” Amanda mengingatkan dirinya.
Amanda melajukan mobilnya menuju ke tempat pesta dengan pikiran yang dipenuhi dengan rencana-rencana untuk balas dendamnya.
“Apakah Reza juga diundang? Ah tidak mungkin! Arimbi sangat membencinya, apalagi Emir! Tapi aku rasa aku bisa cari tahu dimana Reza hari ini. Aku harus membalas Reza terlebih dulu!”
Amanda melajukan mobilnya, dia tidak tahu dimana Reza tinggal sekarang. Sehingga dia memutuskan untuk menghubungi seseorang.
‘Aku tidak mau membuang waktuku untuk mencari tahu keberadaan Reza dan Ruby! Sebaiknya aku membayar seseorang untuk bekerja padaku. Dengan begitu semuanya akan lebih mudah dan aku bisa bebas bergerak.’
Amanda mengeluarkan ponselnya lalu menekan nomor telepon seseorang.
“Halo Nona. Lama tidak mendengar kabar darimu.”
“Aku tidak punya banyak waktu! Aku punya tugas untukmu!”
“Tidak masalah Nona Amanda. Yang penting bayarannya jelas! Katakan saja apa yang harus kulakukan! Apa anda mau aku membunuh seseorang?”
“Bukan itu. Aku mau kamu mencarikan aku informasi seseorang! Aku mau secepatnya, dapatkan alamat dan rutinitasnya seharis-hari! Aku akan kirimkan foto dan nama orangnya!” ucap Amanda.
“Baiklah! Aku tunggu! Jangan lupa bayaran di muka seperti biasanya!”
__ADS_1
“Aku bayar setengah dimuka, sisanya aku bayarkan setelah kamu menyelesaikan tugasmu.”
“Baiklah! Tidak masalah! Harga akan berbeda untuk tugas yang berbeda. Anda pasti masih ingat berapa bayaranku, bukan?” ujar lelaki itu terkekeh senang.
“Tenang saja! Aku bayar seperti biasanya. Coba periksa ponselmu aku sudah mengirimkan pembayaranmu! Aku beri waktu dua jam untuk menemukan informasi orang itu.”
“Wah, kenapa terburu-buru sekali nona?”
“Aku akan meminta uangku kembali jika kamu tidak mau melakukannya! Aku tahu kamu butuh uang iyakan? Lakukan saja sesuai perintahku! Aku rasa mencari informasi seseorang bukan hal sulit bagimu. Setelah ini aku akan memberimu tugas lain!”
“Hahahaha…..baiklah…..baiklah! Akan segera aku kirimkan yang anda minta! Senang berbisnis denganmu nona.” ucap pria itu mengakhiri pembicaraan.
Sementara itu di The Palm Bliss Hotel. Rangkaian acara sudah dimulai, para tamu mulai menikmati rancangan acara dengan serius. Berbagai rancangan acara yang sudah dipersiapkan cukup menarik perhatian para tamu. Tampak beberapa penyanyi terkenal ikut mengisi acara. Belum lagi menu makanan yang dihidangkan super mewah.
Kedua orang tua Arimbi berdiri disisinya sedangkan kedua orang tua Emir juga berdiri disisinya. Nenek Serkan duduk disofa disebelah orang tua Emir. Sedangkan kedua adik Emir nampak sibuk menyapa para tamu bersama sepupu-sepupu serta semua keluarga besar Serkan.
“Aku dengar kabar, ada satu orang bernama Zach yang paling tampan! Kabarnya, ketampanannya setara Emir dan dia masih lajang!” sahut wanita lainnya dengan bersemangat.
“Beruntung sekali kalau bisa menikahi salah satu pria di keluarga Serkan.” sambung wanita lain.
“Aku dengar keluarga itu memiliki aturan yang ketat! Sangat berbeda dengan keluarga lain!”
“Lihatlah Tuan Agha juga tampan, dia jauh lebih ramah dibandingkan kakak laki-lakinya!”
“Ya benar! Sepertinya Tuan Agha lebih mudah untuk didekati!”
“Aku akan mencoba menyapanya nanti saat dia mendatangi meja kita.”
__ADS_1
Para wanita di meja itu saling berbisik membicarakan para pria dari keluarga Serkan yang memang tampan dan mempesona.
Namun Emir masih yang paling tampan, dengan aura mendominasi yang kuat sehingga dia menjadi kepala keluarga Serkan dan pewaris Serkan Group. Perusahaan milik keluarga itu melingkupi banyak bidang dan masing-masing cucu keluarga Serkan memegang satu perusahaan. Namun Emir adalah pimpinan dari semua perusahaan itu.
Arimbi sudah duduk kembali dipelaminan, kondisinya yang sedang hamil membuatnya tidak tahan berdiri lama. Senyumnya tak pernah lepas merasakan kebahagian hari ini, status dan posisinya semakin kuat di masyarakat. Dan saat ini pembawa acara kembali bicara.
“Para tamu yang terhormat, pada hari bahagia ini kami persilahkan kepada Tuan Emir untuk memberikan hadiah pernikahan kepada istri tercinta.”
Emir berdiri lalu menyodorkan tangannya pada Arimbi, “Berdirilah sebentar sayang.”
‘Sayang? Aduh Emir kenapa kamu manis sekali?’ pipi Arimbi merona mendengar Emir memanggilnya dengan sebutan sayang dihadapan semua orang. Arimbi pun berdiri perlahan sambil menggenggam tangan suaminya. Dia menatap Emir dengan lembut.
Emir menyerahkan sebuah kunci dari villa yang sudah dipersiapkannya sebagai hadiah pernikahan untuk Arimbi beserta mobil sport model terbaru. “Arimbi, villa ini adalah rumah tempat kita akan menghabiskan hari-hari bahagia bersama anak-anak kita kelak.” ucap Emir memberikan kunci.
“Ini kunci mobil sport keluaran terbaru! Kelak kamu akan mengejarku dengan mobil ini.”
“Mengejar? Maksudnya apa? Apa kamu berniat melarikan diri suamiku?” Ucapan Arimbi membuat para tamu tertawa. Untuk pertama kalinya mereka melihat sisi lain dari seorang Emir Serkan yang biasanya terlihat dingin dan mendominasi. Tapi hari ini pria itu tak malu-malu menunjukkan kasih sayangnya pada Arimbi.
“Aku mau kamu mengejarku ke kantor dengan mobil itu membawakan makan siangku.”
“Suamiku sayang, perutku akan membesar. Aku tidak yakin bisa mengejarmu.” ucap Arimbi mengedipkan satu matanya menggoda Emir.
“Jangan menggodaku disini!” bisik Emir ditelinga Arimbi sambil menghembuskan napasnya membuat Arimbi merinding.
“Arimbi, Emir! Ini hadiah dari Nenek untuk kalian! Doa nenek selalu menyertai kalian berdua, selalu bahagia dan saling mencintai sampai maut memisahkan!” ucap Layla Serkan memberikan sebuah amplop berwarna coklat berukuran besar. Arimbi menatap nenek mertuanya dan tersenyum lalu berkata. “Nenek, terima kasih! Aku janji akan menjadi istri yang baik dan setia untuk Emir.”
Rania yang berdiri disamping Alarik menatap amplop coklat itu dengan nanar. Dia tahu apa isi amplop itu, dia sudah menikah dengan Alarik bertahun-tahun namun dia tidak pernah mendapatkan peluang untuk mendapatkan amplop coklat itu. Itu adalah hadiah paling berharga di keluarga Serkan yang selalu diimpikan para menantu keluarga itu.
__ADS_1
Isi amplop coklat itu adalah surat penting berisi penyerahan tanggung jawab sebagai pemegang rumah tangga di kediaman keluarga Serkan. Yang berarti Arimbi sebagai menantu tertua diberikan kepercayaan untuk mengurus rumah tangga keluarga Serkan. Dan mulai hari ini Arimbi memiliki akses pada keuangan keluarga itu. Apakah Layla Serkan menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada Arimbi?