GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 264. BERTEMU JORDAN LAGI


__ADS_3

“Terimakasih atas saran dan semangat yang anda berikan Tuan Jordan. Saya akan belajar dengan baik dari wakil direktur Rafaldi. Saya masih baru di dunia bisnis dan masih tertinggal jauh.” ucap Arimbi. Dia tertawa dalam hati karena arti ganda dari perkataan Jordan tadi.


Jordan mengatakan kalau Arimbi masih baru didunia bisnis dan tidak mengerti apa-apa tapi dia harus belajar kerasa agar kelak bisa mengambil alih Rafaldi Group dari Amanda.


Bukankah itu yang dimaksud oleh Jordan? Memintanya banyak belajar dari Amanda agar bisa sampai di posisi teratas. Dan posisi teratas itu dipegang oleh ayahnya.


Pantas saja Amanda tadi sempat terlihat tak senang mendengar perkataan Jordan. Pria itu pandai sekali memasukkan arti tersirat dalam kalimatnya.


Sepertinya dia sudah tahu jika mereka berdua sedang bertarung saat ini. Arimbi hanya bisa tertawa didalam hatinya. Begitu terlihat jelaskah pertarungan itu sehingga bisa dilihat orang lain?


Saat waktunya makan siang, Jordan dengan sopan mengajak mereka bertiga untuk makan bersama. Arimbi tidak mengatakan apapun, jadi Amanda yang langsung menyetujui. Dia bahkan dengan sengaja berkata, “Nanti kami harus minum-minum denganmu Tuan Jordan.”


“Wanita seharusnya tidak boleh minum terlalu banyak.” Jordan berkata sambil tersenyum. Kalian akan mudah mabuk dan pingsan karena terlalu banyak minum. Itu tidak baik, apalagi kalau kalian pergi minum sendiri. Akan ada orang yang akan memanfaatkan kondisi wanita yang mabuk.”


Amanda segera membalas dengan tersenyum dan berkata, “Tuan Jordan, kamu benar-benar pria yang terhormat. Tidak apa-apa hanya beberapa gelas minuman. Kami berdua memiliki toleransi yang baik terhadap alkohol. Terutama Arimbi.”


“Dia tidak akan mabuk, tidak peduli seberapa banyak dia minum. Dia sudah biasa minum sebelumnya dan aku malah khawatir anda mungkin menjadi orang yang lebuh dulu pingsan.” ucapnya dengan menyelipkan maksud tersembunyi didalam perkataannya lagi.


Dia dengan sengaja ingin membuat orang lain berpikir bahwa Arimbi itu doyan minum sejak dulu. Dan itu artinya bahwa Arimbi sudah biasa keluar masuk bar dan dia bukan wanita yang baik seperti yang orang lain pikirkan saat mereka memikirkan seorang Arimbi yang berasal dari pedesaan.


“Oh benarkah?” Jordan memandang Arimbi dengan menyeringai.’Apakah benar dia sering minum? Tapi dia besar dipedesaan, biasanya orang desa tidak minum-minum. Apa aku sudah salah selama ini? Atau mungkin dia sering minum setelah kembali ke keluarga kandungnya?

__ADS_1


‘Mungkin dia berusaha untuk belajar gaya hidup para kalangan kelas atas. Atau apa dia sudah biasa melakukan itu sejak dia masih kuliah?’ rasa penasaran Jordan semakin tinggi mengingat semua yang diucapkan oleh Amanda tadi.


Arimbi hanya tersenyum dan bersikap tenang lalu berkata, “Tentu saja kamu hanya bercanda Wakil direktur Rafaldi! Bagaimana aku bisa tidak mabuk setelah beberapa gelas? Tapi apa yang anda katakan tadi tidak sepenuhnya benar karena aku tidak sering minum alkohol.”


“Aku mungkin memiliki toleransi yang baik, cukup bagiku minum satu gelas dengan Tuan Jordan jika itu terpaksa. Karena selama ini aku sangat berhati-hati dan menjaga kesehatanku dengan baik. Berhubung aku mempunyai masalah perut aku menghindari minum alkohol.”


“Bagaimanapun kesehatanku jauh lebih penting dari apapun bukan? Maafkan aku Tuan Jordan jika aku tidak bisa ikut bersulang dengan anda. Karena kondisi kesehatan perutku memang buruk jika itu berhubungan dengan minuman alkohol. Aku harus menjaga kesehatanku dengan baik. Akan sangat merepotkan jika penyakit perutku kambuh kalau aku minum alkohol.”


Jordan tertawa terbahak-bahak, “Baiklah kalau begitu. Mungkin wakil direktur Rafaldi tidak mengenalmu dengan begitu baik sehingga dia bicara seperti itu dan sama sekali tidak tahu kalau kamu punya masalah perut. Mungkin bisa ganti dengan bersulang minuman lain untukmu Nona Arimbi.”


Lalu Jordan melirik Amanda dan berkata, “Wakil direktur Rafaldi boleh mewakili Rafaldi group untuk minum denganku beberapa gelas. Kita tidak bisa memaksakan Arimbi untuk minum bersama kita, bukan? Jika dia punya masalah dengan perutnya?”


‘Apa benar Arimbi punya masalah perut? Waktu di pesta ulang tahun Zivanna kulihat dia minum wine? Atau itu hanya alasannya saja karena insiden tempo hari membuatnya takut dijebak lagi? Bagaimanapun aku harus menemukan cara untuk memaksanya ikut minum.’ bisik hati Amanda.


Jadi dia harus mencari alasan yang tepat untuk tidak menerima tawaran minum-minum. Jika Emir tahu maka dia akan dihukum lagi, lagipula dia tidak mau membahayakan kandungannya.


Sedangkan saat ini, Amanda masih tidak mengetahui apapun tentang Arimbi. Tidak tentang hubungannya dengan Emir apalagi dengan kehamilannya. Kedua orang tua mereka pun tidak berniat mengatakan apapun pada Amanda.


Jordan menatap Arimbi dengan intens sebelum memimpin dan mengundang mereka bertiga keluar. Saat rombongan empat orang itu keluar dari gedung PT. Libra Elektroindo bersama-sama, Jordan menoleh dan bertanya lagi pada Amanda.


“Wakil direktur Rafaldi, apakah kamu menyetir sendiri?” tanya Jordan.

__ADS_1


“Iya.”


“Kita akan minum nanti, jadi aku tidak akan mengemudi. Wakil direktur Rafaldi kamu tidak keberatan mengantarkanku kembali kan?”


Amanda buru-buru berkata sambil tersenyum, “Itu akan menjadi kehormatan bagi kami.”


Lalu Jordan pun masuk ke mobil Amanda dan dia ingin duduk di jok belakang bersama Arimbi, tetapi Arimbi justru naik ke jok penumpang terlebih dahulu. Membuat Amanda memelototinya namun Arimbi mengacuhkan.


Meskipun Amanda sudah mengisyaratkan kepada Arimbi untuk duduk di kursi belakang namun Arimbi berpura-pura tidak mengerti dan duduk dengan tenang dikursi penumpang. Amanda juga tidak bisa mengatakan apa-apa secara terbuka, jadi dengan terpaksa dia duduk di jok belakang bersama Jordan.


“Tuan Jordan, hotel mana yang biasanya kamu kunjungi? Aku tidak akrab dengan hotel-hotel yang berada di area sini. Jadi kuharap kamu bisa memberiku beberapa pilihan tempat.” ujar Amanda.


Mereka sekarang berada dipinggiran kota dan Amanda memang tidak terbiasa dengan hotel-hotel disini.


Tetapi tidak mungkin untuk tidak mengetahui hotel mana yang paling mewah. Dia hanya ingin Jordan menyebutkan nama sebuah hotel yang bisa memuaskannya.


“Group perusahaan kami juga memiliki hotel di sini yang benar-benar sederhana. Tetapi layanannya sangat baik dan makanannya jauh lebih baik daripada hotel lain.”


“Serkan Global Group juga juga menginvestasikan dan membangun hotel tersebut. Ayo kita pergi kesana. Oh iya nama hotelnya adalah Majesty.”


Amanda tersenyum dan berkata, “Itu benar-benar terdengar sederhana.” jika itu adalah hotel dibawah Serkan Global Group, pastilah tidak akan mengecewakan.

__ADS_1


Mendengar hal tersebut, Arimbi pun merasa nama hotel itu sangat sederhana. Di Serkan Global Group, Agha adalah orang yang bertanggung jawab mengelola bisnis hotel mereka. Namun Agha lebih sering berada di The Palm Bliss hotel yang merupakan hotel bintang tujuh kelas atas.


Banyak tamu yang pergi kesana setiap hari adalah orang-orang hebat yang berkuasa atau kaya dan mereka membutuhkan Tuan Muda kedua dari Keluarga Serkan untuk maju kedepan untuk menghibur dan berurusan dengan mereka. Sedangkan untuk hotel seperti Hotel Majesty, Agha tidak akan muncul meskipun mereka datang.


__ADS_2