
“Nyonya Kanchana. Anda----”
“Besanku sayang, mari kita lanjutkan percakapan kita didalam,” tiba-tiba Yessi memotong ucapan Mosha saat dia mengaitkan lengannya di lengan Mosha dan dia tak lupa memerintahkan para pekerja yang dibawanya untuk membawa mas kawin masuk kedalam. Setelah itu dia tersenyum dan membawa Mosha kedalam rumah, seolah dialah si pemilik rumahnya.
Pegangannya begitu kuat sehingga Mosha tidak bisa melepaskan diri meskipun dia sudah emncoba beberapa kali dna itu membuatnya semakin kesal pada Yessi. Mereka sudah berada didalam rumah, Yessi membawa Mosha untuk duduk di sofa seolah dialah pemilik rumah dan tak mempedulikan ekspresi wajah Mosha yang gelap.
“Oh besanku sayang. Lihatlah mahar yang mereka bawa, coba kamu periksa dulu maharnya apakah kamu puas atau tidak. Kamu dapat memberitahu jika kamu tidak puas dan aku akan menambahkan lebih banyak lagi sampai anda puas hati menerimanya.”
“Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, jangan sebut soal pernikahan lagi! Saya ingin putriku tinggal disisiku selama beberapa tahun lagi.”
Bagaimana mungkin Arimbi menikahi Reza sedangkan dia sudah menikah dengan Emir? Mosha merasa kemarahannya semakin memuncak dengan situasi ini, dia mulai mengeluh pada dirinya sendiri tentang bagaimana putrinya bahkan tidak mau repot-repot memberitahunya tentang hal sepenting itu.
Sedangkan disaat ini Yessi tidak peduli dan tak mau mendengarkan apa yang dikatakan Mosha padanya. Yessi terus saja mengintrusikan pekerjanya untuk mengatur mahar di aula mewah rumah itu.
Yessi membawa beberapa perhiasan yang sangat mencolok sehingga hampir menyakitkan untuk dilihat.
“Ini adalah kunci dari mobil baru. Ini adalah kunci vila yang akan ditempati putraku dan anak perempuan anda setelah menikah nanti.” ujar Yessi bersemangat.
“Kami akan melakukan renovasi di vila itu dan mereka bisa langsung pindah setelah pernikahan. Ngomong-ngomong besanku sayang, ayo pergi berbelanja kalau kamu ada waktu luang. Kita harus memberi mereka perabotan baru untuk rumah baru mereka nanti supaya mereka tidak perlu khawatir lagi soal itu.” Yessi terus saja bicara seolah dia adalah senapan mesin yang menembakkan peluru tanpa henti-hentinya.
__ADS_1
Tak memberikan kesempatan pada pihak lain untuk bicara, hal ini membuat Mosha semakin membencinya dan merasa jijik. Mosha sudah berusaha ingin bicara berkali-kali tapi Yessi selalu bicara tanpa memberi kesempatan pada Mosha.
“Besanku sayang, perhiasan ini sudah seperti bayiku sendiri. Beberapa dari perhiasan ini masih baru dan saya yakin putrimu akan menyukainya! Lihatlah bagaimana bagusnya semua perhiasan ini dibawah cahaya. Ini semua adalah emas dan perak asli.”
Mosha merasa kalau Yessi sedang memamerkan kekayaan keluarga Kanchana padanya.
“Nyonya Kanchana!” raut wajah Mosha pucat seperti kertas dan dia bahkan sudah tidak peduli lagi jika dia bersikap tidak sopan saat dia berkata dengan suara keras, “Sudah kubilang---putriku tidak akan menikah dengan Reza! Tolong bawa kembali semua barang-barang ini dan jangan pernah membahas tentang pernikahan lagi. Arimbi memiliki reputasi yang harus dijaganya dengan baik, aku tidak bisa membiarkan putramu merusaknya.”
“Astaga! Apa yang anda bicarakan Nyonya Rafaldi? Apa hubungannya Reza dengan reputasi Arimbi? Aku bahkan datang kesini bukan untuk meminta Arimbi menikahi Reza.”
Mosha pun semakin bingung dengan ucapan Yessi. “Siapa yang akan anda temui kalau bukan Arimbi? Apakah Amanda?” Mosha hanya memiliki dua anak perempuan dan Yessi pasti ada disini untuk Amanda jika Arimbi bukan pilihannya.
“Saya sangat yakin kalau anda pasti ingin melihatnya memiliki kehidupan yang bahagia. Bukankah begitu besanku sayang? Keluarga Kanchana adalah keluarga yang cukup baik. Tenang saja, kami akan memperlakukan Amanda seperti putri kami sendiri jika dia menikahi Reza.”
Ekspresi wajah Mosha menjadi lebih kelam lagi. Dia merasa kalau Yessi sengaja menyodoknya dengan untuk menyakiti hatinya. Arimbi dulu sangat mencintai Reza sehingga dia merawat dan mematuhinya seakan-akan pria itu adalah dewa. Sampai-sampai membuat Mosha merasa cemburu karena putrinya sendiri memperlakukan orang lain lebih baik daripada Arimbi memperlakukannya.
Mosha masih ingat bagaimana Yessi memandang rendah Arimbi tetapi dia pasti datang untuk melamar Arimbi karena dia adalah putri kandung mereka. Tapi sekarang Arimbi sudah memutuskan menikah dengan Emir dan bukan Reza. Mosha telah memastikan untuk menolak lamaran ini tapi Yessi telah membawa mas kawin dan kali ini barang-barang itu dibawa untuk melamar Amanda sebagai gantinya. Hal ini adalah tamparan diwajah Keluarga Rafaldi.
Mosha berusaha tetap tenang dan terprovokasi oleh Yessi, “Apakah ini keinginanmu atau Reza? Kenapa Reza tidak ada datang kesini bersamamu?”
__ADS_1
“Apa bedanya? Bagaimanapun kami melamar salah satu putri kalian!” jawab Yessi sedikit rasa bersalag tersirat dari kata-katanya. Dia telah mengambil langkah sendiri untuk melamar tanpa sepengetahuan suami maupun putranya.
Bahkan Yessi masih kesal tentang si gadis desa seperti Arimbi yang telah berani menolak putranya jadi dia merasa kalau dengan cara melamar Amanda untuk Reza itu akan menjadi tamparan keras pada gadis itu. Dia tidak bisa menahan dendam tentang bagaimana Arimbi berkata bagaimana Reza jatuh cinta padanya. Apakah Yessi memang sengaja membawa mahar yang melimpah ruah dan melamar Amanda setelah Mosha menolak lamaran sebelumnya?
Semua ini memang tindakan dan inisiatif Yessi sendiri untuk membuat Mosha marah.
“Nyonya Kanchana! Saya tidak peduli apakah ini ide anda atau putra anda. Tolong pergilah dan bawa kembali semua hadiah-hadiah ini. Semua ini membuat rumahku dipenuhi barang dan jadi sempit!”
Mosha tidak akan membiarkan Amanda dan Reza bersama setelah dia mengetahui bahwa mereka saling mencintai.
Karena Amanda mempunyai keinginan untuk menipu Arimbi, maka Mosha tidak akan melepaskannya begitu saja dan dia akan menghentikan Amanda untuk bersama pria yang dicintainya! Tentu saja, Mosha tidak akan keberatan jika Amanda akhirnya menjadi kekasih Reza. Apapun yang terjadi., Mosha bersumpah tidak akan mengijinkan Amanda menikahi Reza!
“Besanku sayang! Mengapa kamu tidak memberitahu suami dan putrimu dan meminta pendapat Amanda tentang ini? Siapa tahu dia akan menerima lamaran ini. Kamu tidak boleh memutuskan hubungan yang sudah ditakdirkan bersama. Kamu akan disambar petir sebagai hukuman, tahu?”
“Saya yang mengambil keputusan dikeluarga ini! Amanda tidak akan menikahi Reza jika saya tidak memberi ijin!” ujar Mosha dingin.
Kecuali Amanda ingin benar-benar merusak hubungannya dengan Mosha maka dia boleh menikah dengan Reza. Sementara itu senyum diwajah Yessi memudar setelah Mosha mengatakan itu tapi dia tetap berusaha tenang dan ramah, “Nyonya Rafaldi! Keluarga kita setara satu sama lain. Pernikahan antara keluarga kita hanya akan menguntungkan kedua keluarga.”
“Anda tidak perlu membujuk saya lagi Nyonya Kanchana. Silahkan pergi dan bawa semua ini.”
__ADS_1
Dengan wajah kecewa Yessi menghela napas dan berkata, “Saya sangat menginginkan kita menjadi besan Nyonya Rafaldi! Saya akan meninggalkan semua mahar ini disini. Tolong pikirkan baik-baik, tidak banyak pemuda di kota ini yang lebih baik dari Reza. Bisakah putri anda menikahi seseorang yang lebih baik jika dia menolak lamaran Reza? Lihatlah putra-putra dari Keluarga Serkan, Lavani dan Harimurti mungkin sedikit lebih cemerlang daripada putraku. Tetapi mereka berada di level yang lebih tinggi.”