GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 364. INGIN BALAS DENDAN


__ADS_3

“Balas dendam? Apa maksudmu? Kau sudah menikahi Ruby, lalu apalagi yang mereka inginkan? Jangan membohongiku Reza! Jika kamu tidak mau jujur, jangan salahkan aku jika aku mencoretmu dari perusahaan! Ulahmu kali ini membuat keluarga malu! Kamu pikir, besok keadaan akan baik-baik saja, hah? Perusahaan kita sedang kacau dan kamu menambah masalah lagi1”


 


Harry Kanchana bangkit dari duduknya lalu menghampiri Reza. “Aku akan meminta Amanda melakukan tes DNA pada bayinya. Dan jika terbukti kalau anak itu adalah milikmu! Kamu akan tanggung akibatnya! Arrrggggg…...kenapa aku punya anak brengsek sepertimu hah?”


PLAKKKK


 


Harry Kanchana tidak dapat menahan diri lagi, dia pun menampar Reza. Lalu pergi meninggalkan ruang perawatan itu dengan marah. ‘Kacau…..kacau semuanya! Aku harus mencari jalan keluar untuk masalah ini. Reza! Anak brengsek itu tahunya hanya membuat masalah saja!’ geramnya.


 


Sedangkan Reza memegangi pipinya yang sakit bekas tamparan ayahnya. ‘Apa benar Amanda hamil anakku?’ ada senyum di bibirnya lalu dia tertawa. “Ha ha ha ha…….aku beruntung sekali! Punya istri dan punya pacar yang sedang hamil. Aku benar-benar hidup di harem! Tidak masalah kalau aku tidak menyentuh Ruby! Tapi dia terlihat cantik malam ini.’


 


Pikiran Reza bukannya mencoba cari solusi untuk masalahnya, dia justru memikirkan hal lain sambil tersenyum. Lalu dia meraih ponselnya dan menghubungi Ruby.


“Ruby…..kamu baik-baik saja sayang?” suara Reza terdengar lirih dan lembut.


“Ya….aku mau kamu jujur padaku Reza! Apakah kabar itu benar? Amanda hamil anakmu?”


 


“Oh Ruby…..itu tidak benar! Kamu lihat sendiri kalau Amanda dekat dengan sepupumu kan? Mungkin dia ingin balas dendam padaku karena aku menolaknya. Kamu bisa percaya padaku, bagaimana mungkin aku menjalin hubungan dengan Amanda?”


 


“Jangan bohongi aku Reza! Lalu bagaimana dengan foto dan rekaman video itu? Tidak mungkin rekayasa kan? Aku akan memaafkanmu jika kamu jujur tapi kalau kamu berbohong, aku akan meminta keluarga Lavani untuk menghancurkan keluargamu! Aku akan menceraikanmu besok!” ancam Ruby.


“Ruby sayang…..aku mohon percayalah padaku. Foto dan video bisa diedit. Kamu tahu kan kalau sekarang banyak aplikasi yang bisa mengedit foto dan video? Coba kamu pikirkan? Kenapa soal kehamilan Amanda muncul tepat di hari pernikahan kita? Kamu lihat sendiri kalau dia sudah hamil dua bulan! Kalau memang benar itu anakku, kenapa dia tidak pernah mengatakan apapun selama ini?”


 


Ruby terdiam dan mulai memikirkan kata-kata Reza. Menurutnya ada benarnya juga, kenapa harus menunggu dua bulan baru Amanda membongkar soal kehamilannya? Ini memang sedikit aneh. Tapi foto dan video itu? Cukup membuktikan kalau Reza dan Amanda memiliki hubungan spesial selama ini. ‘Apa yang harus kulakukan sekarang?’ pikirnya.


 


‘Jika aku meminta cerai, sangat memalukan baru menikah sehari sudah bercerai! Tapi jika Amanda memang hamil anaknya Reza, dia akan meminta pertanggung jawaban. Kalau aku cerai, pasti Reza akan menikahi Amanda bukan? Oh tidak! Aku tidak akan membiarkan wanita jahat itu memiliki Reza! Kami sudah menikah dan aku istri sahnya sekarang. Aku harus percaya pada suamiku.’


 


“Ruby…..tolong maafkan aku. Setelah aku keluar dari sini, aku akan mencari tahu kejadian ini. Aku akan buktikan kalau Amanda berbohong. Maukah kamu tetap bersamaku?” tanya Reza merayu.


“Baiklah. Setelah kupikir-pikir, memang agak aneh juga Amanda mengungkapkan kehamilannya di pesta pernikahan kita. Tapi dia sudah mengacaukan semuanya,aku akan memaafkanmu tapi dengan syarat!” ucap Ruby yang tak mau tertipu.

__ADS_1


 


“Katakan apa itu? Aku akan memenuhi apapun permintaanmu.”


“Hancurkan Amanda! Singkirkan dia sejauh mungkin dan tak muncul lagi di kota ini.”


Reza terpaku mendengar permintaan Ruby.


Jantungnya berdegup kencang memikirkan Amanda, dia mencintai wanita itu. Mana mungkin dia tega menyingkirkannya? Dia harus memikirkan cara tapi sekarang dia harus membuat Ruby percaya padanya.


 


“Baiklah. Aku berjanji! Setelah aku sembuh, aku akan menyingkirkannya jauh-jauh. Sekarang kamu sudah memaafkanku kan? Maukah kamu menemaniku disini malam ini? Aku sendirian dan kesepian. Seharusnya malam ini adalah malam pertama kita tapi wanita itu sudah menghancurkannya. Ruby, aku kesakitan dan wajahku babak belur.”


 


“Ini sudah malam dan orang tuaku mungkin tidak akan mengijinkanku keluar malam ini. Aku akan menjengukmu besok pagi. Beristirahatlah! Aku akan coba bicara pada orang tuaku dan juga keluarga Lavani tentang masalah ini. Yang penting kamu harus tepati janjimu.”


“Baiklah…..baiklah…..kamu datang besok juga tidak apa-apa. Aku senang kamu sudah memaafkanku istriku! Kamu wanita yang sangat baik, aku tidak salah memilihmu.”


 


Mendengar perkataan dan rayuan gombal Reza, membuat Ruby merona dan tersipu malu diseberang telepon. Setelah bicara beberapa menit lagi, dia pun memutuskan panggilan. Ruby sudah berada didalam kamarnya dan mengganti pakaiannya setelah mandi. Dia menatap tempat tidur yang dihias untuk malam pertamanya, tapi kini hanya dia yang tidur disana.


 


“Perusahaan milik keluargaku sekarang dikuasai oleh keluarga Lavani. Apa yang harus kulakukan untuk mendapatkannya kembali?” tanya Dilon Pradipa kepada Emir. Saat ini mereka sedang berada di ruang tamu sebuah presidential suite salah satu hotel milik keluarga Serkan.


Arimbi berada diruang lain menonton TV. Dia tidak ingin mengganggu suaminya yang sedang berdiskusi, hari ini adalah hari sabtu dan Arimbi yang meminta Emir untuk menginap di hotel.


 


“Kamu sudah dapatkan semua dokumen itu bukan?” tanya Emir.


“Ya sudah. Aku sudah kirimkan ke pengacara yang kemarin kamu tunjuk. Sudah kukirim ke emailmu juga, ada beberapa kejanggalan di dokumen utang piutang. Coba lihat ini.” Dilon menunjukkan file berisi dokumen utang piutang milik keluarganya dulu.


 


Emir memperhatikan lalu mengeryitkan keningnya. “Hanya ada satu cara tepat untuk mendapatkan kembali semuanya. Menghancurkan keluarga Lavani tanpa tersisa! Jika mereka sudah tidak punya apa-apa lagi, maka mereka tidak punya kekuatan untuk menyerang balik. Segera kirimkan bukti-bukti penggelapan pajak yang mereka lakukan selama ini.”


 


Emir meletakkan kembali dokumen diatas meja lalu menatap Dilon, “Jika kamu sudah yakin untuk maju, kamu tidak boleh berhenti ditengah jalan! Sudah kamu kirimkan semuanya ke media?”


“Sudah! Siang ini beritanya akan naik, aku sengaja mengatur waktu penayangan berita di siang hari karena orang-orang sedang bersantai di akhir pekan akan melihat berita di siang hari.”


 

__ADS_1


“Bagus! Sekarang pergilah! Ingat, jangan pernah menampakkan wajah aslimu. Dan jika kamu ingin bertindak gunakan tangan orang lain! Pastikan kamu tidak terlibat apapun juga dan tidak bisa dilacak.”


“Baiklah. Aku akan mengingat nasihatmu. Emir, terima kasih sudah membantuku.”


“Tidak masalah. Kamu adalah temanku jadi sudah sewajarnya aku membantumu. Lagipula sudah terlalu lama keluarga Lavani hidup tenang dan bertindak seenaknya diluar sana. Sudah waktunya keluarga itu hancur!”


 


“Aku pamit dulu. Akan kukabari lagi nanti.” Dilon Pradipa pun meninggalkan kamar presidential suite itu setelah memakai topengnya lagi,


Emir memanggil Rino untuk mengirimkan dokumen kepada seseorang. “Pastikan dia yang menerima dokumen ini. Jangan titipkan ke orang lain!”


“Baik Tuan.”


 


Emir mendatangi Arimbi yang sedang asyik menonton sambil makan cemilan. “Jangan terlalu banyak makan cemilan. Tidak baik untuk kandunganmu.”


“Ini cemilan sehat! Aku meminta koki dirumah yang membuatnya.” jawab Arimbi. “Apa semuanya sudah selesai?”


“Hem….sepertinya Reza dan keluarga Kanchana tidak akan bisa tidur nyenyak mulai hari ini.”


 


“Apa yang terjadi? Bagaimana dengan Amanda?”


“Kenapa? Siapa yang kamu cemaskan? Mantanmu atau Amanda?”


“Ck! Aku tidak mencemaskan mereka, aku hanya ingin tahu kabar terbaru tentang mereka berdua. Pernikahannya kacau balau, apakah Ruby masih akan melanjutkan menikah atau bercerai? Lalu bagaimana Amanda? Heh! Wanita itu hanya akan menjadi simpanan seumur hidupnya.”


 


“Arimbi! Kenapa kamu kejam sekali?”


“Karena suamiku juga kejam dan tidak memakai hati saat membalas orang-orang jahat.”


“Kamu tidak boleh mengikutiku, cukup fokus pada kehamilanmu saja. Apa kamu menginginkan sesuatu? Biasanya wanita hamil suka menginginkan makanan atau apalah.”


 


“Ehm….sebenarnya ada. Tapi aku tidak tahu apakah akan bisa terkabul atau tidak.” ucap Arimbi.


“Apa itu? Aku akan penuhi apapun yang kamu inginkan selagi aku mampu.”


“Tapi kamu harus janji dulu jangan marah padaku ya?”


“Ya. Katakanlah! Jangan yang aneh-aneh seperti waktu itu.”

__ADS_1


__ADS_2