
Amanda menyangkal semuanya dengan cukup keras. Bagaimanapun dia adalah ahlinya dalam hal berbohong dan memanipulatif orang lain. Dia selalu berusaha keras untuk memperburuknama baik Arimbi dikalangan lingkungan sosial mereka.
Sementara itu Zivanna menatap Amanda cukup lama sebelum berkata, “Arimbi dibesarkan dipeesaan jaadi dia pasti tidak akan bisa menggunggulimu dalam hal apapun. Perusahaan itu sangat berarti bagi ayahmu dan dia tidak bodoh. Jadi dia tidak akan menyerahkan perusahaan itu kepada Arimbi. Apapun yang terjadi, Gio akan selalu ada untuk mendukungmu selama kamu setuju untuk bersamanya.”
“Jujur saja Amanda, saat ini jika dilihat dari latar belakang keluargamu kamu tidakpantas untuk Gio. Tapi karena kita berteman baik dan Gio tulus mencitaimu jadi aku hanya berharap kalian akan berakhir bersama. Itu pilihan yang jauh lebih baik daripada Reza bukan?” ucap Zivanna lagi.
Amanda merasa sangat malu sekali dengan perkataan Zivanna, “Zivanna, kupikir lebih baik aku fokus pada status hubunganku nanti. Aku juga menyadari kalau Gio adalah pria yang hebat.”
Amanda tidak menyukai Gio, karena dia sudah jatuh cinta pada Reza. Reza banyak terlibat dalam semua plot kejahatan yang dia buat.
Jadi mereka tidak bisa berpisah karena mereka berdua berada didalam kapal yang sama. Tak satupun dari mereka bisa meninggalkan satu sama lain. Apapun yang terjadi Amanda dan Reza harus tetap bersatu kalau ingin semua rencana jahat mereka tetap berjalan dan tidak ada yang terbongkar. Mereka hanya bisa berpisah jika salah satu mati…..dan Amanda memastikan kalau Reza yang mati bukan dia.
Saat itu juga, Amanda secepatnya menghilangkan semua ide jahat dari benaknya dan dia cukup terkejut bisa sampai memikirkan ide-ide seperti membuat Reza mati agar rahasianya tidak terbongkar.
“Baiklah Amanda, karena kamu tidak mau mempertimbangkan hubungan serius saat ini maka Gio hanya bisa mengagumimu dalam diam saja.” ujar Zivanna.
Lalu Zivanna kembali tersenyum dan berusaha bersikap tenang, “Amanda, ayo kita berenang.”
“Lalu bagaimana dengan Reza?” tanya Amanda.
“Kamu disini karena kepercayaan Nyonya Kanchana kan. Bahkan jika kamu gagal dalam misimu, cukup beritahu Nyonya Kanchana bahwa kamu sudah mencoba yang terbaik.” ujar Zivanna yang terlihat mulai merasa kesal dengan Amanda namun dia berusaha menutupinya. Karena hanya Amanda yang menjadi temannya selama ini.
__ADS_1
“Tidak perlu memikirkan hal ini terlalu serius, kalau kamu memang tidak ada hubungannya dengan Reza. Iyakan? Reza tahu kalau kemarin adalah pesta ulang tahunku tapi dia tetap memilih untuk bertindak. Jelas sekali kalau dia tidak menghormati keluargaku. Jadi tidak ada lagi yang perlu kita bahas.” ujar Zivanna ketus.
“Amanda! Apapun yang terjadi dengan PT.Kanchana Semsta mereka pantas mendapatkannya. Mereka seharusnya tidak mencoba melakukan perbuatan jahat ini. Jika mereka tidak mempunyai kemampuan untuk memastikan bahwa kejahatan itu tidak akan terdeteksi.” ujar Zivanna menambahkan.
Setelah Zivanna mengatakan itu dia lalu berdiri dan bertanya, “Apakah kamu mau pergi berenang denganku?”
“Baiklah aku akan mengindahkan saranmu. Aku tidak akan peduli pada kasus Reza lagi. Kamu ada benarnya juga. Aku memang telah mencoba yang terbaik, jadi aku sudah memnuhi tugasku kepada Nyonya kanchana.” jawab Amanda.
Selanjutnya kedua wanita itu keluar dari rumah. Keduanya tampak seperti biasa dan sedekat biasanya. Amanda cukup tahu bahwa Zivanna hanya terbiasa memiliki Amanda disisinya.
Namun Zivanna tidak akan lagi mempercayai Amanda seperti sebelumnya. Jika bukan karena Gio yang tergila-gila pada Amanda, Zivanna pun mungkin akan mulai menjaga jarak darinya.
Kali ini Amanda menempatkan dirinya dalam situasi yang sangat canggung. Sementara itu dirumah sakit Direktur Kanchana tampak berjalan melewati pintu dan dia berjalan menuju ke tempat tidur dimana Reza sedang terbaring.
Dia mengangkat tangannya dan langsung menampar Reza dengan kuat. Reza yang mendapatkan tamparan keras pun terkejut.
“Harry! Apa yang kamu lakukan pada putra kita?” teriak Yessi yang terkejut dengan sikap agresif suaminya. Dia lalu mendorong suaminya ke samping dan meneriakinya dengan penuh amarah. “Dia telah dijebak oleh orang lain. Kamu bahkan tidak pernah datang menjenguknya sejak dia dirawat dirumah sakit! Kamu tidak ada disini tadi malam dan sepanjang pagi ini!”
“Sekarang kamu tiba-tiba datang kesini dan langsung menamparnya tanpa mengucapkan sepatah katapun. Kamu benar-benar ayah yang tidak bertanggung jawab!”
“Putramu yang hebat ini tampaknya berniat membuat perusahaan kita bangkrut!” teriak Harry.
__ADS_1
“Pertama, diamenyinggung Serkan Global Group dengan sengaja dan sekarang dia membuat musuh baru dari Lavani Indoraya. Kedua perusahaan itu bukan perusahaan yang bisa kita jadikan musuh!”
“Reza dijebak oleh orang lain! Selain itu, semua rumor tentang kita yang menyinggung keluarga Serkan bohong kan?” balas Yessi.
“Tidak mungkin Reza menyinggung Emir meskipun dia bisa sangat mengganggu. Kamu malah melampiaskan beban pikiranmu dari pekerjaan ke Reza dan menyalahkan dia untuk semua masalah ini? Mungkin salah satu keponakanmu yang melakukan ini dibelakangmu. Siapa yang tahu betapa rakusnya mereka ingin merebut perusahaan?”
Pewaris PT. Kanchana Semesta belum diputuskan, dan ada beberapa orang yang layak untuk dipilih menjadi pewaris dan yang memegang tampuk pimpinan perusahaan yang sudah turun temurun itu.
Karena itulah Reza dan sepupunya sering bersiteru baik didepan umum maupun secara pribadi. Tak satupun dari mereka muncul sebagai pemenang sampai hari ini.
“Apa katamu? Dijebak oleh seseorang? Hah! Kalau begitu tanyakan padanya siapa yang berani menjebaknya di kediaman Lavani? Orang yang menjebaknya pasti sudah gila! Putramu yang berharga ini telah membuat musuh lain bagi perusahaan kita bahkan sebelum kita mampu menyelesaikan krisis yang ada saat ini!” ujar Harry penuh amarah.
“Reza! Ada apa denganmu akhir-akhir ini? Setiap hal yang kamu lakukan selalu saja merugikan perusahaan. Kalau sampai perusahaan bangkrut, coba pikirkan bagaimana masa depanmu!”
Harry mengingat rekaman kamera keamanan yang ditunjukkan Tuan Lavani kepadanya sehingga membuatnya sangat marah.
“Reza juga tidak tahu siapa yang menjebaknya. Tetapi mendengar kesimpulan dari cerita Amanda, dia menceritakan situasinya padaku dan kami menduga bahwa itu adalah ulah si udik Arimbi. Aku rasa dia memiliki motif yang sangat jelas untuk melakukan ini.” ujar Yessi penuh percaya diri.
Pada saat itu ekspresi Harry menggelegar ketika dia memelototi Reza dan bertanya dengan tegas. “Reza! Katakan padaku siapa yang menjebakmu?”
Sementara itu Reza mencengkeram pipinya yang memerah akibat tamparan ayahnya dan mengucapkan kata-katanya dengan terbata-bata tanpa benar-benar mengatakan sesuatu yang menyakinkan bahwa dia telah dijebak oleh seseorang.
__ADS_1