GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 292. PERSEKONGKOLAN


__ADS_3

“Aku akan mencari tahu semuanya. Akan lebih mudah jika aku berkunjung ke kediaman keluarga Rafaldi.” ucap Zivanna memberikan idenya.


“Aku rasa itu bukan hal tepat! Mereka akan curiga dengan kedatanganmu kesana setelah bertikai dengan putri kandung mereka! Apa kamu pikir mereka akan mengijinkanmu masuk?” tanya Johan.


“Amanda dan aku berteman baik! Lagipula Arimbi tidak tinggal disana. Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku akan mendapatkan informasi yang kubutuhkan disana! Tenang saja!”


“Lakukan dengan baik! Zivanna, berhati-hatilah dan usahakan mengendalikan emosimu! Jangan sampai kejadian kemarin malam terulang kembali! Rahasiakan tentang ini dari ayah dan ibu.” ujar Johan mengingatkan Gio dan Zivanna.


Sementara itu diruang kerja Dion Harimurti tampak dia sedang duduk sambil memandang keluar jendela kantornya. Pandangannya lurus menatap gedung-gedung tinggi diluar sana. Dia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu, sampai pintu ruang kerjanya diketuk. “Masuk!”


Seorang pria yang merupakan anak buahnya masuk dan berdiri dihadapan meja kerja Dion. “Ada informasi apa yang ingin kamu sampaikan?” tanya Dion.


“Ini Tuan. Disini semua informasik tentang kejadian kemarin malam dan juga tentang seseorang yang misterius yang sudah memberikan Metro Megamall untuk Nona Arimbi.”


“Apa kamu bilang? Seseorang memberikan Metro Megamall kepada Arimbi?” tanya Dion mengerutkan alisnya. Saat ini salah seorang anak buahnya sedang melaporkan semua yang terjadi kemarin malam kepada Dion Harimurti. “Cari tahu segera siapa orang itu! Informasi apapun yang berhubungan dengan Arimbi segera laporkan padaku.”


“Baik Tuan. Apa ada hal lain lagi yang harus saya lakukan, Tuan?”


“Cari tahu apa hubungan Emir Serkan dengan Arimbi! Dan siapa ayah dari bayi yang dikandung Arimbi! Interogasi dokter kandungan yang didatangi Arimbi! Paksa dia untuk buka mulut! Lakukan apapun untuk membuatnya buka mulut!”

__ADS_1


“Ba—baik Tuan.” jawab pria itu dengan gugup.


‘Apa yang sebenarnya terjadi pada Tuan Dion? Kenapa dia sangat menggebu-gebu ingin mengetahui tentang bayi yang dikandung Nona Arimbi? Apakah betul itu adalah milik Tuan Dion? Dia selalu mengucapkan hal yang sama. Tapi kapan dia bertemu dengan Nona Arimbi?’ gumam pria itu didalam hatinya sambil meninggalkan ruang kerja Dion Harimurti.


...*******...


Pukul empat lewat tiga puluh menit. Amanda melajukan kendaraannya menuju kesebuah restoran yang sudah ditetapkan Zivanna untuk bertemu. Wanita itu yang kini semakin memendam kebencian pada Arimbi dan mulai tidak menyukai sikap ayahnya yang berubah padanya pun akhirnya mengambil keputusan. ‘Ayah, aku selalu membuatmu bangga dan melakukan yang terbaik untuk perusahaan.’


Amanda menghela napas panjang lalu mengeratkan pegangan dikemudi, “Kenapa sikap ayah juga mulai berubah sekarang? Apakah ibu yang menghasut ayah untuk membenciku? Aku tidak akan membiarkan kalian memperlakukanku seperti ini! Tapi aku harus tetap bersikap baik sampai aku mendapatkan semuanya!’ gumamnya didalam hati. Ekspresi wajahnya terlihat muram dan binar matanya menunjukkan kebencian.


Lebih dua puluh tahun dia menjadi putri dan pewaris keluarga Rafaldi. Semua impian yang dia bangun dengan kerja keras tiba-tiba lenyap dengan kehadiran si putri kandung.


Amanda tak berharap jika Arimbi akan cepat bergerak dengan bergabung di perusahaan. Dan sekarang sikap kedua orang tuanya pun mulai berubah. Awalnya hanya sikap Mosha yang terang-terangan menunjukkan ketidaksukaan pada Amanda.


‘Apakah ayah berencana menyerahkan perusahaan pada Arimbi dalam waktu dekat? Aku tidak akan membiarkan itu terjadi! Dia menatap folder yang dia letakkan di kursi penumpang disampingnya. Folder itu akan dia berikan kepada Gio, sepertinya ini adalah jalan terbaik yang harus ditempuh untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


‘Bagaimana aku harus bersikap pada Gio? Haruskah aku menerimanya sebagai kekasihku? Ck! Tapi aku tidak punya perasaan sama sekali! Tapi aku membutuhkan seseorang yang melindungiku dan mendukungku! Arimbi, kenapa si udik itu selalu beruntung? Hanya dalam semalam dia menjadi wanita kaya? Sebenarnya siapa yang memberikan pusat perbelanjaan itu padanya.’


Sepanjang perjalanan Amanda tidak bisa fokus. Pikirannya bercabang kemana-mana. Tak berapa lama dia pun tiba di restoran mewah tempat dia janjian bertemu Zivanna. Setelah memarkirkan mobilnya, dia masuk kedalam restoran. Seorang pelayan datang menyambutnya dan setelah menyebutkan reservasi atas nama Zivanna, pelayan tersebut mengantarkan Amanda menuju ruang VIP.

__ADS_1


Tanpa dia sadari sepasang mata mengamatinya, pria itu duduk disebuah meja yang terletak di sudut tak jauh dari ruang VIP yang dipesan oleh Zivanna. Meja yang ditempati pria itu sangat strategis karena tertutupi oleh tanaman hidup yang berjejer, sehingga wajahnya tidak bisa terlihat jelas.


Saat Amanda berada tepat didepan ruang VIP itu, pria itu mengambil fotonya menggunakan kamera ponselnya lalu mengirimkan kepada seseorang. Terlihat pria itu memasang earphone-nya dan ekspresi wajahnya mulai terlihat serius.


Didalam ruang VIP, saat pintu ruangan itu terbuka Amanda melihat Zivanna dan Gio yang menatapnya. Binar mata Gio terlihat bahagia saat wanita yang dicintainya itu memasuki ruangan dan duduk dihadapannya. “Hai Gio, Zivanna. Apa kabar?”


“Kami baik. Amanda, bagaimana denganmu? Apa kamu baik-baik saja? Wajahmu terlihat tak bersemangat, tidak seperti biasanya.” ujar Gio yang memperhatikan Amanda dengan serius.


“Aku baik-baik saja. Agak kelelahan karena banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan hari ini.”


“Amanda, kamu selalu sibuk setiap hari tapi si udik ****** itu sepertinya santai saja!” ucap Zivanna.


“Heh…..aku ini kan hanya anak angkat! Bagaimana mungkin mendapat perlakuan yang sama dengan si putri kandung? Aku harus bekerja lebih keras dan melakukan banyak pekerjaan. Aku, tidak bisa melakukan apapun bagaimana pun aku harus bertahan disana! Aku tidak ingin mereka menendangku keluar dan kehilangan segalanya.”


“Sebaiknya kamu minum dulu. Ini aku sudah pesankan minuman untukmu! Supaya kamu rileks dan kita bisa berdiskusi! Tenangkan dirimu dulu Amanda.” ucap Gio. Amanda pun segera meminum jus buah segar yang sudah terhidang didepannya.


“Amanda, ada hal yang ingin kutanyakan padamu! Kamu harus jujur padaku, apa hubungan Tuan Emir dan Arimbi yang sebenarnya?” tanya Zivanna dengan wajah serius.


“Tidak ada yang spesial. Arimbi bekerja sebagai pengasuh Tuan Emir tanpa dibayar. Kamu juga tahu soal itu bukan? Ada apa sebenarnya Zivanna?”

__ADS_1


“Tuan Emir dan Arimbi sudah menikah! Apa kamu tahu tentang itu?”


Amanda terdiam, dia mencoba mencerna apa yang barusan dikatakan oleh Zivanna. Matanya mengerjap beberapa kali, mulutnya terbuka tapi tak ada sepatah katapun yang terucap.


__ADS_2