
...Terbangun...
...*Tertidur di rerumputan...
...Langsung dari tanah...
...Cahaya pagi menyambut mataku...
...Masih merem melek...
...Tawa ringan pemuda semilir angin...
...'Biarkan bunga menyambutnya.'...
...'Ini kemenangan'...
...Begitu suaranya kudengar...
..............
...Bunga untukku?...
...Mekar langsung dari rumput...
...Terbelalak pandanganku...
..............
...Dahlia ...!...
...Tapi itu sungguh bukan dahlia...
...Aku tidak tahu jenisnya...
__ADS_1
...Aku melihat bunga jenis itu, sekali ini...
...BUNGA ALAM MIMPI...
...Tidak ada di dunia*...
..............
Alunan usai mengiringi sebuah lagu. Tirai merah menutup panggung. Sorot lampu dimatikan secara sistematis. Riuh tepuk penonton membahana rongga atap ruang sekelas konser mewah sedang berlangsung.
"Red!"
Lambai tangan paling menonjol, satu-satunya arah Red Angel berlari kepadanya. Baru saja ia keluar dari tirai panggung. Usai sebuah lagu dinyanyikan. Nada melodi masih bersisa. Riuh penonton masih terasa mengelu-elukan namanya.
"Kak Shinta!" Red menyambut seseorang di sana, dengan ekspresi berbinar senang wajahnya.
"Red, selamat!" setengah histeris, Shinta yang kemarin dipanggil dengan sebutan 'Bu'. Kali ini dipanggilnya 'Kak'.
Piala di tangan Red yang membuatnya berbinar sukacita.
"Aku sangat tidak percaya ini," kata Red Angel. Dua tangan bersatu.
"Mereka mungkin salah memilih pemenang," kata Red menyanggah kenyataan sekarang ini. Sambil memamerkan piala bergengsi di tangannya.
"Tidak, mereka tidak salah memilihmu. Penggemar pun memilihmu. Kamu pemenang Music Tallent Asean Award!" sanggah Shinta. Disambut Red meringis tawanya tanpa suara.
"Apa kakak akan senang melihat ini di kasurku nanti?" tanya Red pada Shinta.
Pinggulnya sengaja digoyang kanan kiri.
Senyum merekah semerah bunga ukiran liontin menggantung di kalung Red.
Shinta sejenak memperhatikan itu. Kilat merah berkilau liontin bunga di dada Red.
__ADS_1
Shinta mengangguk.
"Dia pasti sangat senang," kata Shinta yakin. Ikut bahagia pada momen acara bergengsi malam ini.
"Dia menonton acara ini?" tanya Shinta. Red menggeleng tanda tak yakin.
"Dia sibuk pada artefak," jawab Red. Menyurutkan senyumnya seketika.
Tak ingin menyita kebahagiaan Red. Shinta menarik lengan Red segera.
"Ikut aku!" Shinta mengajak Red melewati koridor. Banyak orang-orang kru kreatif tampak berlalu lalang, bergegas pada sesi acara sedang berlangsung. Tetapi mereka berdua tidak peduli acara sisanya.
"Aku sangat suka lagunya, lirik itu sangat kuat," puji Shinta.
"Aku heran, kamu bukan hanya bernyanyi. Tetapi juga menciptakan lagu dan liriknya. Ini luar biasa!" tambah Shinta tak henti memuja lagi. Red tertawa lebar mendengar semua ucapan Shinta.
"Satu sesi lagi. Satu lagu lagi," kata Red Angel.
"Akan ku lantunkan ke seluruh dunia. Ini lagu utama, andalanku!" kata Red memancing penasaran.
"Aku dengar bocoran, kamu akan memenangkan kategori Pencipta Lagu Pendatang Baru," agak berbisik, Shinta membuat Red tergeleng saja.
"O ya?!" tak percaya rasanya mendengar itu. Red semakin mengernyitkan dahi.
"The Singer of the Year!" Red ke sekian kalinya mengangkat piala. Shinta mengacungkan dua jempol.
"Kakakku pasti ternganga melihat ini!" Red bangga akan pialanya. Shinta memeluk Red. Belum lama kenal, mereka sudah akrab.
"Satu lagu lagi berjudul Red in Girl," bisik Red memberitahu bahwa sebentar lagi ada lagu terbaru yang akan dibawanya, sekali lagi mengguncang panggung.
"Apa itu tentang dirimu sendiri?" tanya Shinta terperangah. Red menjawab dengan alis terangkat. Semakin mengherankan.
Seseorang menghampiri Red dan Shinta.
__ADS_1
"Ada jumpa fans di akhir acara. Khusus untukmu Red," rupanya produser acara TV yang menayangkan momen bergengsi malam kemarin. Dia mampir sebentar, melempar telunjuk kode 'OKE', penuh senyum sukacita, "Bersiap-siaplah, Red!" lanjutnya sebelum pergi dari hadapan Red dan Shinta.
...* * *...