GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 320. SIAPA WANITA DION?


__ADS_3

Mobil Ferrari berwarna merah itu melaju kencang, dia tak peduli pada pengendara lain yang memakinya saat Zivanna menyelip mereka. Emosinya memuncak setelah membaca berita dan melihat foto-foto Amanda dan Reza! Saat ini Zivanna melajukan mobil mewahnya menuju ke gedung Rafaldi group. Setibanya disana, dia memberhentikan mobilnya didepan lalu bergegas memasuki gedung.


 


Dia tidak mempedulikan beberapa karyawan yang menyapanya. Dengan santainya Zivanna memasuki lift dan naik ke lantai dimana ruang wakil direktur berada. Saat tiba disana, dia hanya melihat Sandra.


“Dimana Amanda?”


“Oh Nona Zivanna. Hari ini wakil direktur Rafaldi tidak masuk kerja. Apa ada yang bisa saya bantu?”


 


“Tidak masuk kerja? Kemana dia? Aku meneleponnya beberapa kali tapi tidak tersambung.”


“Oh, wakil direktur Rafaldi sedang dalam perjalanan ke luar negeri sekarang. Untuk sementara waktu dia tidak akan masuk kerja. Apa anda tidak tahu, Nona Zivanna?”


“Ke luar negeri? Kapan dia pergi?”


“Baru saja pesawatnya boarding. Tadi dia menghubungiku sebelum boarding. Kalau anda menanyakan kemana tujuannya, saya juga tidak tahu karena dia tidak mengatakan apapun padaku.” kata Sandra.


“Berapa lama dia perginya?”


“Tidak tahu! Nona…..karena nona adalah sahabat nona Amanda. Saya rasa saya harus memberitahukan ini padamu. Saya rasa nona Amanda tidak akan kembali lagi.”


 


“Kenapa kamu bilang begitu? Apa Amanda yang mengatakannya padamu?”


“Bukan nona. Tapi saya bisa merasakannya, sikap direktur yang memanggil pengacaranya tadi, rasanya ada yang tidak beres. Jadi saya menyimpulkan seperti itu. Tadi nona Amanda juga memintaku untuk terus mengawasi perusahaan untuknya.” kata Sandra mencoba memprovokasi Zivanna.


 


Dia tahu seberapa dekatnya hubungan kedua wanita itu, jika Zivanna tahu kalau Amanda sedang dalam kesulitan pasti dia akan membantunya. Sandra akan melakukan apapun untuk mendukung Amanda agar tetap berada di perusahaan. Jika Arimbi mengambil alih perusahaan maka posisi Amanda dan dirinya akan tersingkirkan.


 


“Arimbi ada diruangannya?” tanya Zivanna lagi.

__ADS_1


“Tidak ada! Dia juga tidak masuk kerja hari ini. Performa kerjanya sangat buruk, nona! Dia sering tidak masuk kerja dan datang terlambat. Mentang-mentang dia putri kandung keluarga Rafaldi, dia berbuat sesuka hatinya.” kata Sandra.


 


Baru saja Sandra selesai bicara, dia mendengar suara wanita yang menyahutinya. “Apa kamu dibayar untuk menggosip disini, Sandra? Oh, ada Nona Zivanna disini. Wow! Kumpulan penggosip dan ular beludak berkumpul disini rupanya.”


“Arimbi! Kamu pikir karena kamu sudah menikahi Tuan Emir, kamu bisa bicara seenaknya begitu?”


 


“Well, bukankah aku selalu bicara seperti ini padamu sebelum aku menikahi Emir, suamiku tercinta?”


“Cih! Dasar perempuan tidak tahu malu! Kamu pikir kalau Tuan Emir tidak lumpuh dia akan sudi menikahi perempuan sepertimu?”


 


“Lalu perempuan seperti apa menurutmu yang akan dia nikahi? Perempuan sepertimu? Ckck! Zivanna, sadar dirilah kalau Emir menolakmu beberapa kali! Bahkan Dion Harimurti pun menolakmu mentah-mentah. Kasihan sekali nasibmu! Cantik tapi tak laku!”


“Arimbi!” Zivanna yang terpancing emosinya dengan perkataan Arimbi melayangkan tangannya untuk menampar Arimbi tapi dengan cepat Arimbi menangkap pergelangan tangannya lalu memelintirnya.


“Aaakkkhhhhh!” teriak Zivanna kesakitan karena tangannya dipelintir ke belakang.


 


 


“Mencuri? Hah! Apa kamu lupa kalau keluarga Lavani memiliki kekayaan yang lebih banyak dibandingkan keluargamu! Hanya karena kamu istrinya Tuan Emir, sikapmu semakin sombong Arimbi! Keluarga Serkan bahkan tidak menyukaimu! Mereka ingin menyingkirkanmu dan aku pastikan kamu akan tersingkir.” teriak Zivanna marah.


 


“Oh ya? Wah hebat sekali kamu bisa menyingkirkanku! Menyentuh sepatu Emir saja kamu tidak bisa, bagaimana caramu menyentuhku? Apa kamu pikir Emir akan diam saja kalau kamu menyentuh istri tercintanya ini? Ck! Zivanna….Zivanna…...sini aku beri saran bagus untukmu! Sebaiknya kamu segera mencari dokter bedah plastik terbaik, karena kerutan diwajahmu semakin terlihat! Makanya jangan sering marah-marah.”


 


“Apa kamu bilang?” Zivanna langsung menyentuh wajahnya. “Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang Arimbi! Tunggu saja, kamu akan kehilangan segalanya! Pegang kata-kataku!”


“Silahkan! Aku tunggu ya. Jangan sampai justru kamu yang duluan kehilangan segalanya. Oh iya Zivanna bagaimana rasanya ditolak mentah-mentah oleh Dion? Sakit? Malu?”

__ADS_1


 


“Biar aku beritahu kamu kabar terbaru ya, sepertinya Dion Harimurti sudah menemukan tambatan hatinya. Tak lama lagi kamu akan mendengar kabar baiknya! Cih! Kasihan sekali tuan putri keluarga Lavani yang ditolak terus menerus! Perlu mandi kembang kali ya? Buang sial...terlalu banyak keburukan dihati dan di tubuhmu itu!”


 


“Siapa yang bilang padamu tentang Tuan Dion?”


“Kamu tidak perlu tahu darimana aku tahu! Yang pastinya, dalam waktu dekat kamu akan menangis terluka mendengar kabar tentangnya dan wanita yang mengisi hatinya. Apa kamu tidak pernah tahu ya kalau selama ini Dion menyukai seseorang?”


Zivanna semakin kehilangan kendali mendengar itu. “Tidak usah mengarang! Dion bukan pria yang mudah tersentuh oleh wanita manapun.”


 


“Menurutmu kan? Tapi kenyataannya, seseorang sudah mengisi hatinya! Yang kudengar sih, dia sedang mempersiapkan kejutan untuk pertunangannya. Selamat tinggal Zivanna! Si ratu plastik yang penuh kepalsuan! Aku banyak pekerjaan, bukan penggangguran tak jelas yang kesana kemari mencari masalah sepertimu. Bye!” ujar Arimbi melangkah pergi sambil tertawa.


 


Sebelum dia membuka pintu ruangan itu, Arimbi menoleh menatap Sandra dan berkata, “Lain kali jangan izinkan orang masuk sembarangan! Ini bukan perusahaan keluargamu! Ingat itu!” lalu dia keluar  meninggalkan Sandra dan Zivanna yang terdiam.


 


“Jika Amanda menghubungimu katakan padanya untuk menghubungiku segera! Ada hal penting yang harus kubicarakan dengannya!”


“Baik nona Zivanna. Hanya itu saja pesan untuknya?”


“Ya! Satu hal lagi! Jangan pedulikan omongan Arimbi tadi! Tuan Dion tidak pernah menolakku.” ujarnya lalu pergi meninggalkan Sandra.


 


Setelah berada didalam mobilnya, Zivanna yang sangat marah pada Amanda ditambah lagi dengan perkataan Arimbi membuatnya semakin hilang kendali. Dia melajukan mobilnya dengan kencang, tiba-tiba dia menghentikan mobilnya di tepi jalan. “Argggggg! Sialan! Sialan kamu Arimbi!” dia memaki sambil memukul kemudinya.


 


“Dion sudah menemukan wanita tambatan hatinya? Apakah benar begitu? Pasti Arimbi membohongiku untuk membuatku marah!” Zivanna mencoba menenangkan dirinya karena saat ini dia tidak bisa berpikir jernih. Hinaan Arimbi mengena tepat dihatinya, menyentuh egonya dan dia merasa sangat direndahkan oleh Arimbi.


 

__ADS_1


“Siapa wanita itu? Apakah benar Dion sudah memiliki seseorang? Aku harus mencari tahu! Siapa wanita pilihan Dion. Aku ingat saat aku menanyakan padanya apakah dia menyukai seseorang. Waktu itu dia menjawab iya. Apa memang benar yang dikatakan Arimbi? Aku tidak akan membiarkan itu! Aku harus tahu siapa wanita Dion itu!”


__ADS_2