
“Johan Lavani! Inilah balasan yang pantas kamu dapatkan! Mata dibalas mata, tangan dibalas tangan! Dulu kamu menculik adikku dan memperlakukannya seperti binatang hingga dia mengakhiri hidupnya. Tapi aku tidak akan membiarkan adikmu itu mengakhiri hidupnya dengan mudah! Aku akan membuatnya menjadi mesin penghasil uang untukku! Dan setiap hari aku akan kirimkan video Zivanna pada kalian.”
“Aku ingin kalian merasakan sakitnya melihat putri kalian itu menjual dirinya pada orang-orang dunia gelap dan memohon dengan begitu rendah dan hinanya pada mereka untuk membelinya.” ujar pria itu sambil tersenyum.
Sinar matanya penuh dendam dan kebencian. Dengan gerakan tangan dia memberi kode pada pengawalnya yang langsung mengangguk dan pergi.
“Para pengunjung semuanya! Malam ini kami memiliki penawaran istimewa. Gadis yang sedang kalian lihat didepan ini bukan gadis sembarangan. Dia adalah seorang putri dari keluarga kaya! Ini kesempatan sekali dalam hidup kalian bisa ditemani oleh seorang gadis kaya. Silahkan tuliskan penawaran kalian dan kami akan memilih penawar tertinggi sebagai pemenang malam ini.”
“Kami akan membuka penawaran setiap malam, jika belum beruntung malam ini, kalian bisa kembali lagi besok! Kalian tidak akan kecewa dengan gadis baru itu!” ujar pria itu mulai menerima penawaran yang ditulis diatas kertas bersama staf lainnya. Akhirnya seorang pria bertubuh gemuk dan terlihat sudah tua terpilih menjadi pemenangnya.
Dengan senyum mesum diwajahnya pria tua itu menghampiri Zivanna yang masih terus meliukkan tubuhnya. “Halo cantik!” sapanya tersenyum memandang tubuh Zivanna yang molek.
“Halo, om…..apakah om yang menjadi pemenangnya malam ini?” tanya Zivanna sambil menghampiri pria tua itu dan tersenyum genit.
Sedangkan seorang pria terus merekam adegan itu sesuai perintah, namun wajah si pria sengaja dikaburkan. Namun siapapun nanti yang melihat video itu pasti bisa menebak jika pria itu tua dan jelek.
Namun dimata Zivanna yang sudah dibawah kendali obat, semuanya itu tidak terlihat. Dia merapatkan tubuhnya pada pria gemuk itu sambil mengelus wajah pria itu.
Dengan satu hentakan, pria itu menarik pinggang Zivanna sambil tertawa. “Kita langsung ke kamar saja cantik. Apakah kamu begitu hebat? Kalau aku merasa puas dengan pelayananmu malam ini maka aku akan memesanmu setiap malam untuk menemaniku.”
Zivanna semakin senang, dia sudah sepenuhnya kehilangan akal sehatnya. Dengan sikap manja dan menggoda dia mencium pria tua jelek dan gemuk itu penuh gairah. Pria tua itupun langsung memeluk Zivanna dan membawanya masuk kedalam kamar kaca itu.
...**********...
“Selamat pagi, Tuan, Nyonya. Ini ada kiriman yang baru saja sampai.” ujar kepala pelayan kepada Yuda Lavani lalu menyodorkan amplop besar berwarna coklat.
Dia membungkuk hormat lalu undur diri dan berdiri agak jauh dari meja makan itu. Keluarga Lavani sedang sarapan bersama sambil membahas tentang pencarian Zivanna yang masih belum diketemukan keberadaannya sampai sekarang.
“Siapa yang mengirimkan ini?” tanya Johan mengeryitkan dahinya merasa ada sesuatu yang tidak beres. Tidak biasanya mereka menerima kiriman ke rumah.
__ADS_1
“Saya juga tidak tahu Tuan Muda. Tadi pengawal didepan yang menerimanya dan memberikan pada saya. Dia bilang ada seseorang yang mengirimkannya.” jawab kepala pelayan itu.
Dengan cepat Yuda Lavani membuka amplop besar itu, hanya mendapati sebuah flasdisk dan secarik kertas bertuliskan “DE JAVU”. Dengan cepat Johan menarik kertas itu dan membacanya, tiba-tiba dia mengerutkan alisnya. Dia merasa pernah melihat tulisan tangan itu tapi dia lupa dimana. Johan menggenggam kertas itu lalu mengambil flashdisk.
“Apa itu?” tanya Gio mengikuti langkah Johan. Tak ada respon dari Johan yang berjalan cepat. Yuda Lavani mengikuti kedua putranya menuju keruang kerja. Johan menyambungkan flahsdisk ke laptopnya dan melihat ada beberapa video dan foto didalam file. Dia mengklik video pertama yang menampilkan aksi Zivanna saat pertama kali dia beraksi didalam kamar kaca.
“Brengsek! Cepat matikan!” Yuda berteriak kencang dengan mata penuh amarah. “Siapa yang melakukan itu pada putriku?”
“Gio! Perintahkan beberapa orang melacak darimana video ini berasal! Cepat lakukan! Segera temukan Zivanna!” teriak Johan dengan mengepalkan tangan.
Dia melihat bagaimana adik perempuannya berubah menjadi layaknya seorang pelacur merayu pria-pria yang bisa dibilang dari kalangan tak jelas.
Sementara itu di kediaman Keluarga Serkan nampak Arimbi yang sedang asyik menyantap sarapan paginya sambil tersenyum menatap wajah tampan suaminya.
“Kenapa? Masih belum puas juga? Mau kamu pandang seharianpun aku tetap tampan.”
“Permisi Tuan!”
“Katakan!” ujar Emir menghentikan makannya lalu meletakkan alat makannya dan menatap Brian.
“Semuanya berjalan sesuai rencana. Bagaimana dengan video itu Tuan?” tanyanya.
“Rilis semua dan blow up! Kita tidak perlu ikut campur! Biarkan pihak berwajib yang membereskan masalah itu. Kirimkan semua bukti yang sudah ada pada mereka tanpa ada ikut campur pihakku.”
“Baik Tuan! Saya lakukan sesuai perintah Tuan. Saya pamit dulu.”
“Ehm...” Emir menganggukkan kepala lalu melirik kearah Arimbi. “Ada apa? Habiskan makananmu.”
“Emir! Kenapa kamu jutek sekali padaku pagi ini? Apa kamu tidak puas denganku?”
__ADS_1
“Apa kamu bilang? Cepat habiskan makanmu, aku banyak urusan hari ini.” ujar Emir lagi menahan senyum melihat wajah kesal dan sungutan istrinya.
Arimbi tambah kesal dan mengaduk-aduk makanannya. Sembari melirik Emir yang masih menatapnya.
“Memangnya kamu mau kemana sepagi ini?” tanya Arimbi dengan kesal.
“Aku harus menyelesaikan banyak pekerjaan penting! Aku akan bertemu klien hari ini, apa kamu berencana mau telat lagi pergi ke kantor?”
“Emir, biasanya juga supir yang mengantarku. Kenapa sejak kemarin kamu sibuk mengomeliku dan selalu menyuruhku berangkat cepat ke kantor? Aku ini wanita hamil! Kamu harus perhatian dan tidak mengatur-aturku seenaknya!” kata Arimbi menyuapkan makanannya.
“Apa maumu? Bukannya aku selalu menuruti semua keinginanmu, hem?” Emir mengambil tisu sambil memajukan tubuhnya mengelap nasi yang menempel di pipi istrinya.
“Aku mau perhiasan, aku mau liburan dan aku juga mau jalan-jalan seharian denganmu.”
“Tapi tidak hari ini Arimbi! Sudah kubilang hari ini aku sibuk dan banyak kerjaan. Kita bisa pergi akhir pekan nanti sekalian kita akan fitting gaun pengantin. Desainernya akan datang di hari jumat.”
“Benarkah? Ahhh…..emir, aku sangat mencintaimu.” suara Arimbi terdengar manja.
“Aku sudah pesankan perhiasan untukmu. Jadi kamu tidak perlu membeli perhiasan yang baru. Di gudang utama juga ada beberapa barang baru sampai. Aku akan meminta Beni membawa beberapa untuk kamu lihat dan pilih saja mana yang kamu suka.”
“Barang baru? Maksudnya?” tanya Arimbi tak paham.
“Biasanya butik dan toko perhiasan akan mengirimkan model terbaru limited edition jika ada. Sejak dulu Keluarga Serkan akan mendapat barang-barang limited edition yang tidak akan bisa didapatkan orang lain. Sepulang kerja nanti kamu bisa memilih barang mana yang kamu suka.”
“Ah, enaknya punya suami kaya! Ternyata aku tidak salah pilih. Hehe.” ujar Arimbi terkekeh.
"Dasar tidak tahu malu." dengus Emir.
"Aku memang istri tidak tahu malu, sayang. Makanya aku bisa hamil. Suamiku, aku ingin punya anak kembar tiga perempuan. Aku jadi wanita terkaya....hahaha.....keluargamu akan membayarku sangat mahal."
__ADS_1